MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 194


__ADS_3

Sebenarnya Arin ingin berkata jujur tapi mana berani jika menyangkut hal yang langsung berhadapan dengan Lina Mama nya,hanya saja jika dirinya melakukan hal itu maka bisa cari bahaya jadi kalau berbohong soal kebaikan maka tidak ada masalahnya kan?


"Mah,lain kali kalau mau bicara pakai perasan dong,biar cantik begini aku anak nya Mama lho?" Tanya Arin sambil memasang wajah cemberut nya.


semua orang yang berada di situ hanya bisa menatap penuh keheranan ke arah Arin,yang terlihat begitu sengsara padahal sebenarnya apa yang di katakan oleh Mama nya itu tidak ada yang salah hanya Arin saja yang terlalu berlebihan.


"Yang bilang kamu itu anak nya satpam di depan siapa,perasaan kamu itu dari masih di langit sampai ketelan sama Mama itu sudah tergaris menjadi anak nya Mama," jelas Lina.


"Nah tuh kan lain kali dengar apa yang dikatakan oleh orang tua,jangan hanya mendengar apa yang di katakan oleh si Cecep Masduki!" Ujar Diana dengan nada yang sangat menjengkelkan.


"Kamu ih sembarangan saja kalau mau mengadu domba orang lain,awas saja kalau sampai keterlaluan nanti aku bakal marah kekamu!" Ancam Arin dengan memasang wajah cemberut nya.


"Bodoh amat ngapain juga pusing orang amat nya saja tidak pusing kok masa iya aku yang harus pusing!" Jelas Diana.


"Ya Tuhan kenapa sih kalian ini selalu saja mencari masalah dengan berdebat,apa ini sudah kebiasaan kalian sampai sampai tidak pada tempat dan waktu yang pas." Mala benar benar tak habis pikir dengan sikap kedua gadis yang sedang beranjak dewasa tapi kelakuan sudah seperti anak kecil.


"Ah kalau kita mah tenang saja,nanti kalau sudah punya suami pasti bakal saling kangen suasana begini! Maka dari itu untuk sekarang kami ingin bebas mau mengejek model apapun,yang penting intinya tidak ada dusta atau pun dendam di antara kami." Arin benar benar seorang puitis sejati tapi memang kebanyakan benar nya apa yang mereka katakan tadi.


" Ya astaga kamu kenapa jadi manis begini sih Beb,ah aku kan jadi terharu dengan apa yang kamu katakan tadi!" Ujar Diana begitu terharu.


"Kenapa kalian jadi selebay ini,memang nya kalian pikir di sini ada orang yang mau lihat kegilaan kalian yang tadi?" Tanya Lina sinis.


Setelah ngobrol ngalor ngidul kemana mana Diana dan Nenek nya serta Arin pergi melihat Apartemen yang tidak terlalu besar,tapi nyaman untuk dua orang dan juga tepat di kawasan yang lumayan strategis yang berada di pusat perbelanjaan.


"Kamu yakin mau ambil tempat ini,perasaan menurut Nenek ini terlalu kecil ?" Tanya Mala memastikan.


Diana hanya tersenyum karena dimanapun dan kapanpun tidak pernah sedikitpun mengeluh,karena di luaran sana banyak orang yang malah tidur di emperan toko hanya agar bisa meletakan kepala untu tidur.


"Nek,apapun keadaan nya kita mesti bersyukur agar Tuhan tidak mengambil apa yang kita punya sekarang ini ,karena jika sampai hal itu terjadi otomatis kita tidak tahu harus menjalani hari seperti apa lagi?" Diana benar benar menghargai apa yang ia punya sekarang sebelum di ambil dari orang.


Terkadang penyesalan itu selalu datang nya belakangan dan juga sangat terlambat ,tapi lebih bagus terlambat daripada tidak sama sekali.

__ADS_1


"Nenek senang kalau kamu semakin hari semakin menghargai keadaan tidak banyak mengeluh,sebab memang begitulah harus nya jadi manusia hidup." puji Mala.


"Nek dia itu memang harus melakukan hal itu jika tidak mau menjadi gembel di luaran sana,karena menjadi gembel berkelas itu sangat tidak sesuai style!" Ledek Arin.


"Ya jelas dong kita itu terkadang harus jadi pembohong jika tak ingin hidup kita melarat,Karena berbohong untuk kebaikan merupakan sesuatu yang tidak di larang tapi hanya perlu di kurangi!" Diana mana mau di salahkan jika menyangkut soal yang beginian.


"Ya terserah kalian mau modus seperti apa,Yang penting saat tinggal disini otomatis kalian bakal melakukan apapun secara mandiri tanpa ada yang bakal melayani kalian seperti dulu!" Mala berusaha membuat gadis berdua itu paham.


"Ya tenang saja soal itu Nek,karena memang aku kan sengaja membawa Algojo ku agar lebih mudah untuk di perintah apapun!" Jelas Diana sambil menatap kearah Arin yang malah merasa heran kearah nya.


"Maksud kamu, aku yang bakal jadi pembantu disini?" Tanya Arin memastikan.


"Nah tuh kan benar sekali,kamu saja sudah sadar diri jadinya jangan macam macam lagi ya !" Jelas Diana sambil tersenyum.


"Terus kalau aku jadi pembantu kamu nya jadi apa,masa iya kamu cuman pangku kaki doang ? Memang nya kamu pikir aku ini pesuruh mu,padahal kita kan bisa dibilang memiliki kedudukan yang sama yaitu NUMPANG!" Tekan Arin yang memang benar benar tidak terima ketika Diana mengatakan hal itu.


Diana hanya bisa tertawa karena merasa lucu sebab tadi itu dirinya hanya bercanda,kalau setidaknya ia harus bantah maka sekarang lebih baik berdiam diri saja daripada urusan nya bakal berabe.


"Oh tentu saja Nek , kami bakal berusaha tetap baik dan manis!" Arin begitu antusias.


"Baguslah kalau kalian bisa di andalkan Karena dengan begitu kami tidak perlu terlalu ikut campur atau mempermasalahkan hal yang tidak tidak,karena dengan begitu Nenek bakal tenang meninggalkan kalian sendiri di sini!" Mala memang tidak bisa meninggalkan rumahnya terlalu lama karena Biar bagaimanapun ada bisnisnya harus diurus meskipun bisa dibilang usianya sudah tidak muda lagi dan hanya harusnya menikmati hari tua tidak perlu bekerja untuk memikirkan segala sesuatu yang lain nya.


"Nenek mau langsung pulang?" Tanya Diana pelan ternyata kebahagian itu hanya bersifat sementara dan tidak mungkin juga dirinya memaksa untuk tetap bersama Nenek nya sedangkan kesibukan mereka tidak bisa di bilang lagi.


Mala hanya bisa mengelus pelan kepala Cucunya itu karena memang benar setelah sekian purnama mereka bertemu itu pun tak lama,dan sekarang juga harus begitu karena berbeda jarak dan tempat tinggal.


"Nenek itu harus bekerja biar otot tetap masih bisa di gunakan bukan nya malah kaku,jadi Nenek memang harus pulang untuk memastikan semua pekerjaan lancar. Nanti kalau kamu ada apa apa jangan lupa kasih kabar,karena Nenek pasti bakal segera datang saat itu juga!" Mala memang benar benar merasa sayang dengan wajah memelas milik Diana itu.


"Ya sudah kalau begitu aku yang bakal datang ke Nenek saja,tapi nanti setelah lulus kuliah!" Sahut Diana.


Arin yang mendengar apa yang di katakan oleh Diana mendadak langsung menegang karena merasa tak terima dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lho kalau kamu pergi terus nanti si Om nya gimana?" Tanya Arin yang tidak sadar jika sekarang Mala sedang menatap penuh tanda tanya kearah nya.


"Si Om siapa?" Tanya Mala heran.


Diana menatap tajam kearah Arin yang kalau bicara malah selalu saja mencari masalah,ini urusan nya bisa berabe jika Nenek nya malah mencari tahu apa yang dimaksud.


"Tanya sama Arin saja soalnya aku juga bingung!" Diana sengaja mengambing hitamkan Arin agar lain kali tidak salah bicara lagi.


Arin yang tadi serius sambil memperhatikan keadaan sekitar memilih untuk sedikit menghindar,karena jika dirinya salah jawab istilah maju kena mundur pun kena cocok untuknya.


Bagaimana tidak jika dirinya salah menjawab otomatis bakalan kena amukan dari Diana dan juga neneknya,padahal mereka sendiri juga yang terlalu banyak bertanya dan malah kini membuatnya salah sangka.


padahal jika dipikirkan dengan bagus otomatis Diana yang tidak akan menurun yang menjelaskan apapun lagi karena Bukankah itu semua atas permintaan wanita itu, hanya saja ya begitulah dengan sikap Diana yang kalau lagi malas berbicara atau mati segalanya dilimpahkan kepada orang lain.


" Om itu dia adalah orang iseng yang tidak sengaja ketubruk waktu aku di bandara saat masih berada di Korea, jadi otomatis dia adalah teman kami juga jadi nenek jangan bertanya lagi siapa situ orang karena sama saja aku bakalan bingung Jelaskan Seperti apa juga." setelah mengatakan hal itu Diana segera mendekati Arin juga menunjukkan kedua jempolnya karena ternyata sahabatnya itu bisa diantar saat genting.


" Wah ternyata kamu pintar juga ya bisa semua menjawab apa yang tadi aku tanyakan, jadi nanti Lain kali kalau mau menjelaskan sesuatu Sepertinya kamu lebih cocok deh daripada orang lain!" goda Diana membuat Ari mendengus kesal.


" Dasar teman tidak ada akhlak saat susah tidak mau dibantuin Nanti kalau sudah senang mulai lebaynya minta ampun, Lain kali kalau selalu membiarkan aku yang bertanggung jawab dengan apa yang ingin didengar oleh orang lain aku bakalan ngomong yang aneh-aneh biar kamunya nyaho sekalian!" Ketus Arin sambil menatap tajam ke arah Diana yang terlihat begitu santai tanpa beban sama sekali.


" Ya sudah kalau kamu memang tidak mau membantuku aku juga tidak pernah mempermasalahkan hal itu kok tinggal cari teman yang lain saja kok repot, atau Bila perlu aku tidak kenal sama kamu sekalian biar katanya terus direpotkan oleh diriku terus menerus." Diana mah santai


" kamu Kok ngomongnya gitu sih perasaan kita ini kan teman akrab masa iya harus sebegitunya sama teman sendiri? " tanya Arin tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Diana barusan.


Diana hanya santai saja sambil menatap sinis kearah Arin yang terlihat begitu gelisah ketika dirinya marah-marah tadi, sedangkan neneknya malah sudah bersiap diri untuk segera pulang ke kampung halamannya karena Biar bagaimanapun maksud dan tujuannya datang ke sini yaitu mengurus Diana secara layak setelah itu barulah ia pulang.


karena menurut wanita paruh baya itu jika kedua orang tuanya tidak mau mengurus anaknya tidak masalah kan Jika ia melakukannya karena Biar bagaimanapun tugas seorang nenek yaitu memastikan seluruh darah dagingnya mendapatkan kenyamanan dan juga kelayakan dalam hidup. pada


soal Dinda dan Bima itu adalah urusannya nanti karena biar bagaimanapun kedua manusia itu harus diatur dan diperbaiki pola pikirnya, jika tidak bisa dipastikan anak mereka satu-satunya bukannya mendekat kepada mereka malah menjauh dan tidak akan pernah meminta bantuan ketika dirinya mengalami kesusahan.


jika sampai hal itu terjadi otomatis tugas mereka sebagai orang tua tidak akan pernah terlaksana padahal sebenarnya anak itu adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan.

__ADS_1


__ADS_2