MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 133


__ADS_3

Deka hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat tingkah suami istri yang sedang memamerkan kemesraan itu,dirinya terkadang sampai tak habis pikir kenapa ya orang kalau lagi panas panasnya suka melakukan sesuatu tanpa melihat situasi dan kondisi.


"Kenapa mereka yang melakukan hal itu tapi aku yang merasa malu,coba tadi aku tak ikut mereka kesini pasti tidak akan merasa sangat malu seperti begini?" Gumam Deka frustasi sambil berusaha berjalan sambil menunduk agar tak bisa di lihat oleh siapapun.


Alika sedang berdiri terbengong karena tidak ada tempat satupun yang kosong,bangku yang ada hanyalah di tempat Diana dan Arin.


"Mas,kita duduk di mana? Soalnya semuanya pada penuh,masa sudah capek capek datang malah pulang dengan perut kosong?" Tanya Alika sambil memasang wajah cemberutnya.


Daffa hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana,sedangkan Deka masih saja berjalan sambil menundukan kepalanya.


"Hei kamu kenapa selalu saja menunduk,cepat kesini terus kasih solusi!" perintah Daffa sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Deka segera mengangkat kepalanya mendengar perkataan Tuan nya itu,dirinya pun mendekat dan melihat wajah Alika yang sangat tak bersahabat.


"Ada yang bisa saya bantu,Tuan?" Tanya Deka.


"Aku tidak mau pulang tapi disini tempat duduk sudah tidak ada yang kosong kecuali itu,pokoknya kamu harus usahakan agar kita bisa makan di sini apapun caranya!" Alika terlihat ingin menangis membuat Deka kebingungan sedangkan Daffa malah menatap kearahnya dengan tatapan yang tajam.


"Bagaimana kalau kita cari tempat lain saja tapi yang makanannya seperti yang ada disini,daripada kita jadi kesusahan nantinya?" Tawar Deka daripada dirinya yang kesusahan sedangkan ada solusi lain yang lebih pasti.


"Apa kamu bilang?" Tanya Alika setengah teriak membuat para pengunjung yang lain menatap kearah mereka.


"Kamu pergi ke Meja yang itu terus minta kita juga duduk disitu,katakan berapapun yang mereka minta aku bakal bayar yang penting mereka mengijinkan!" perintah Daffa serius.


Deka yang tidak tahu menahu tentang manusia siapa yang duduk langsung dengan santai nya mendekat,apalagi posisi wanita yang memiliki rambut sebahu itu membelakanginya.


"Kenapa bulu kuduk ku berdiri begini ya,seperti ada makhluk asing yang sedang berada di belakang ku?" Gumam Wanita itu.


Sedangkan Deka mengerutkan keningnya ketika mendengar suara yang tidak asing menurutnya,seperti suara yang tidak ingin di dengar tapi masih bisa di ingat.


"Kok suara gas nya itu seperti milik wanita jadi jadian itu?" Gumam Deka.


Tapi segera mungkin di tepis nya pikiran yang aneh aneh karena menurutnya mana ada Diana di situ,pasti wanita itu sedang wara wiri di jalanan korea sambil berselfie tanpa malu.


"Permisi Nona-Nona!" Panggil Deka.


Deg


Jantung Diana berpacu dengan cepat ketika mendengar suara yang tidak asing menurutnya,suara yang dari tadi membuat dirinya uring uringan tidak jelas.


"Iya Tuan!" Sahut Arin sambil tersenyum karena pria yang ada di hadapannya itu sangat manis dan tampan.


"Bisakah kami juga numpang duduk disini,soalnya semua tempat sudah penuh?" Tanya Deka sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh silahkan saja tapi....


"Anda mau duduk disini?" Tanya Diana yang tiba tiba membalikkan tubuhnya dan mengahadap kearah Deka sambil tersenyum mengejek.


"Kamu?" Tanya Deka sambil membulatkan matanya sempurna.


"Iya memang ini aku,jadi gimana ?" Tanya Diana memastikan.


"Katakan berapa yang harus saya bayar,tenang saja kamu tinggal sebutkan nominalnya saya akan transfer saat itu juga?" Tanya Deka lagi berusaha bersikap santai tidak terprovokasi dengan kehadiran Diana.


"Oh itu masalah gampang,tanpa uang pun masalah tetap beres.Akan tetapi ada syaratnya yang harus kamu penuhi,itu juga kalau kamu tidak keberatan!" Ujar Diana tersenyum penuh kemenangan karena merasa yakin jika kali ini Deka bakal mati kutu di buatnya.


"Huft ini manusia mungil kenapa sih selalu saja cari perkara,untung juga tempat ramai kalau tidak sudah aku membuat nya diam tak berkutik!" Batin Deka.


" Jadi kalian sudah saling kenal, Wah kalau begitu urusannya tidak bakalan ribet dong? Ya sudah deh kamu ikut saja kemauannya nona ini, Siapa tahu permintaannya juga tidak terlalu aneh-aneh kan?" tanya Alika sambil tersenyum karena merasa yakin pasti dirinya bakal dengan mudah mendapatkan tempat duduk di dekat Diana.


" kok Tenang saja kak, permintaan aku itu sangat masuk akal dan tidak bakalan melakukan yang aneh-aneh! tapi yang Intinya cuma satu dia harus mengikuti apa yang aku inginkan, kalau tidak ya maaf saja mendingan kalian pulang soalnya aku paling tidak suka diganggu ketenangannya!" ujar Diana sambil tersenyum mengejek Deka membuat pria itu menatap kesal kearah nya.


" kamu Kenapa diam saja, ya sudah jawab saja bawa bakal mengikuti apa yang diinginkan?" tanya Dafa kesal kepada asisten nya itu yang masih saja memilih bungkam bukannya membuka suara agar masalah bisa kelar.


" kenapa firasatku mengatakan bahwa pada hal buruk yang bakalan terjadi ya, jangan sampai wanita aneh ini meminta sesuatu yang tidak jelas?" gumam Deka dalam hati.


" katakan apa yang kamu inginkan!" perintah Deka sambil tersenyum yang sangat dipaksakan.


" Kenapa kau!" sorak Diana dalam hati karena akhirnya berhasil mengerjai Deka di tempat umum.


" apa kamu bilang barusan, kamu pikir saya gila dengan mengatakan manusia sejelek Kamu itu cantik dan manis?" tanya Deka tak terima sama sekali dengan apa yang diperintahkan oleh Diana barusan.


" Oh ya sudah aku juga tidak bakalan mau maksa kok itu kan Terserah dari kamu saja kalau masih mau duduk di sini. Maaf ya Kak, temannya tidak ingin mau menuruti apa yang saya katakan jadi dengan sangat menyesal tempat ini tidak bakalan saya kasih izin buat kalian duduk!" ujar Diana sambil memasang wajah menyedihkan membuat Alika merasa kesal kepada Deka.


" kamu tuh kenapa sih selalu saja bikin aku emosi, padahal apa yang dia minta itu kan sebenarnya tidak terlalu sulit kan? Mas lihat tuh asisten kamu, masa hanya disuruh begituan saja tidak mau Padahal aku kan pengen banget Makan disini!" ujar Alika merajuk ke arah suami agar segera turun tangan dan mengurus Deka yang kepala batu nya minta ampun.


Daffa menatap tajam kearah asistennya itu yang dari tadi masih saja berdiri layaknya Patung Pancoran, bahkan ekspresi yang ditampilkan pun sangat menyebalkan.


" kamu sudah bosan hidup dengan membuat istriku menjadi kesal, Kalau iya katakan saja gampang kok aku tinggal menghubungi orang lain untuk menggantikan posisi kamu? dengan begitu pria menyebalkan sekarang yang Entah di mana keberadaannya punya teman, karena kamu sudah bosan berkeliaran bebas?" sinis Daffa membuat Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar sambil menatap tajam kearah Diana yang sudah tersenyum penuh kemenangan.


" kamu yakin saya harus mengatakan hal itu, karena menurut saya itu seolah melawan kenyataan?" tanya Deka lagi untuk memastikan jika Diana sudah berubah pikiran.


" lho memang itu kok nyata masa iya percaya diri saya harus keruntuhannya karena mendengar apa yang kamu katakan, sudah kalau memang tidak niat Jangan memaksakan diri nanti kesannya seperti saya ini orang jahat loh?" Diana pura-pura merajuk membuat Deka tidak tahu lagi harus berbuat apa belum lagi tatapan Daffa yang seolah ingin menerkam dirinya.


" terpaksa, kalau adanya tidak darurat seperti begini Aku tidak Sudi mengatakan hal yang serendah itu!" desah Deka kasar sebelum mengatakan hal yang diinginkan oleh Diana.


" Diana cantik Diana manis tidak ada duanya!" Deka mengatakan hal itu dengan wajah datar bahkan tanpa ekspresi sama sekali membuat Diana tak terima.

__ADS_1


" ngomongnya itu yang ikhlas Mas jangan setengah-setengah, Lagian Aku bukan anak kecil loh yang lihat wajah kamu secara terpaksa seperti begitu. senyum kalau bisa saat ngomong, jangan bilang manusia kaku kayak kamu senyum pun tidak tahu?" tanya Diana yang sudah terlihat seperti seorang pengawas lapangan yang sedang memperhatikan cara kinerja para pekerjanya'


Deka menghembuskan nafasnya kasar jujur ini adalah ujian kesabaran yang sedang ia lalui, di satu sisi harus menghadapi majikan yang super duper menyebalkan dan di sisi lain harus menghadapi wanita menyebalkan seperti Diana Itu yang tidak pernah ada kata mau mengalah.


harga dirinya sebagai seorang pria benar-benar dipertaruhkan, jika tak menuruti apa yang diinginkan oleh Diana bakal kena amukan dari sang majikan dan jika dirinya menuruti perkataan Diana bisa dipastikan harga dirinya yang bakal terinjak-injak.


" Diana manis Diana cantik tidak ada duanya!" Ujar Deka tersenyum.


Diana merasa kehilangan karena akhirnya ia bisa mengalahkan kesombongan yang di miliki oleh Deka, meskipun dalam keadaan terpaksa tetapi tidak masalah dong jika sudah mengatakan langsung dari mulutnya.


" Nah gitu dong, masa hanya tinggal ngomong doang kok beratnya kayak kamu sedang memikul beras berton ton banyaknya!" Sindir Diana lalu menyruh Alika dan Daffa untuk duduk.


" Kakak sama Om, ayo Silakan duduk!" Ujar Diana sambil tersenyum.


"Tuan,saya tunggu di mobil!" jelas Deka karena mana mau duduk semeja dengan Diana.


"Lho,yang suruh kamu pergi siapa? Lagian kita sudah capek capek datang kesini kok kamu malah pergi,ayo duduk kebetulan tempat masih kosong tuh!" ujar Alika sambil menunjukan kearah Diana.


"Iya betul sekali,Om." Sahut Arin menimpali yang tadi hanya sebagai penonton saja.


" loh kok kamu juga ikutan ngomong yang punya siapa yang suruh dia duduk di sampingku, nanti yang ada tuh aku bakalan tidak telan sama sekali makannya sebab ada orang yang duduk terus membuat semua makanan jadi hambar!" ternyata Diana niatnya hanya ingin mengerjai Deka tidak ada niatan untuk pria itu duduk dan makan bersama dengan mereka.


" ya Jangan gitu dong Dek kasihan asisten suami saya, soalnya dia dari tadi pagi tuh belum makan sebab katanya pagi-pagi ada wanita yang tidak punya kerjaan mengganggu dirinya. Kami yakin pasti wanita yang mengganggu dirinya tadi pagi itu adalah teman kencannya semalam, hanya saja pria yang model Kanebo kering sepertinya mana pernah bisa mau mengakui hal itu!" Diana membulatkan matanya sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Alika barusan dirinya merasa bahwa wanita yang dimaksud olehnya adalah dia sendiri.


Deka yang merasa di atas angin karena apa yang dikatakan Alika akhirnya bersemangat untuk duduk disamping Diana, Bukankah Tidak ada salahnya jika mengikuti permainan yang diperankan oleh Diana.


" sebenarnya itu bukan teman kencan Nyonya Bos, Tetapi wanita yang tidak punya kerjaan dan tidak tahu diri asal nyosor masuk sehingga membuat saya tidak bisa berkata panjang lebar!" Deka menimpali perkataan Alika membuat Diana tanpa merasa kesal kepada Deka.


" Baiklah karena kamu sudah mengajak diriku perang, maka dari itu seorang Diana pelangi tidak bakalan lari dari kenyataan!" sinis Diana dalam hati.


" Oh jadi perempuan yang hitam dekil pesek seperti drum potong itu teman kencannya Om, Wah ternyata Om kalau dalam memilih pasangan sangat memalukan Jangan sampai mata rabun ya?" tanya Diana sambil tersenyum mengejek membuat Deka menatap tak percaya ke arahnya.


" Rasain loe!" Batin Diana.


" Astaga ini cewek mulutnya Kenapa tambah parah ya, setidaknya kira-kira dong kalau mau kasih sebuah klarifikasi? " sungut Deka dalam hati.


Alika menatap tak percaya ke arah Deka ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Diana barusan, dirinya bahkan menyikut lengan sang suami agar merespon dengan apa yang terjadi.


" Astaga Mas, jangan sampai asisten kamu memang benar-benar rabun ya? Masa sudah jauh-jauh datang ke sini banyak yang bening kok malah melihat ke arah yang lain, setidaknya jangan menjatuhkan harga diri dari Adrian grup karena biar bagaimanapun semua orang sudah tahu dong posisi kita di mata dunia?" ujar Alika tak percaya membuat Deka dalam posisi serba salah antara ingin membungkam mulut Diana yang Sembarangan berbicara atau memberi pengertian kepada majikan berdua itu.


" Sudahlah sayang Jangan pedulikan orang lain, Terserah dia mau kencan sama wanita merk apaan yang penting Intinya satu saja selama kinerja nya tidak terganggu aku tak masalah akan hal itu! Oh iya Nona Terima kasih banyak karena sudah mau mengijinkan kami duduk di sini meskipun dengan awal drama yang sangat tidak menyenangkan, nanti sebentar Tinggal Kasih tahu ke Asisten saya berapa nominal yang Anda inginkan karena saya tidak ingin hutang Budi apalagi menyangkut tentang istri saya!" jelas Daffa membuat Diana ingin Saya tertawa.


" om tenang saja Saya ini orang baik dan tidak suka segala sesuatu di selesaikan dengan uang, Maaf tadi jika sedikit cerewet Soalnya asistennya Om ini sangat menyebalkan!" ujar Diana sambil menatap kearah Deka yang daritadi seolah sudah tidak ingin lagi menimpali Perkataan wanita itu.

__ADS_1


" kamu di sini kuliah atau liburan?" tanya Alika penasaran sesaat setelah sudah selesai memesankan makanan.


" Sebenarnya aku ke sini itu mau liburan karena bosan dengan urusan kuliah, Terus tadi kita jalan-jalan hanya saja mood aku lagi rusak karena pagi-pagi sudah ada yang menimbulkan masalah ya makanya kita putuskan untuk datang makan saja!" jelas Diana.


__ADS_2