
Sorry ya nulis tadi sedikit ada typo-nya, Aku pikir udah benar ternyata sedikit bengkok jadi maklumat.
...lanjut***...
Raka yang tidak ada persiapan tak bisa menangkis pukulan telak yang diberikan oleh Daffa barusan, hingga akhirnya dirinya kelimpungan dan jatuh ke bawah.
" Hei pria Kurang ajar apa yang kamu lakukan, kenapa malah mengajar aku seperti itu emangnya Salahku di mana? " tanya Raka tak terima.
memilih menyelamatkan istrinya dahulu karena ia yakin tangan Alika pasti sudah memerah sekarang, mengurus Raka itu urusan dari belakang karena tidak terlalu penting-penting amat juga sih.
" Maafin aku ya karena terlalu lama menemukan kamu, tapi Manusia Bodoh itu tidak melakukan apa-apa kan ke kamu? " tanya Daffa apa sembari melepaskan ikatan yang ada di tangannya Alika.
" aku baik-baik saja kok lagian gimana mau ketemunya cepat kalau kamu saja pasti tidak menyangka aku ada disini, tapi tidak masalah juga sih Akhirnya ketemu juga kan?" sahut Alika santai.
__ADS_1
" Padahal tadi aku sudah seperti orang gila lho kesana kemari mencari yang tidak ada kepastian sama sekali, tapi benar kata kamu karena Akhirnya ketemu juga kan!" ujar Daffa sambil tersenyum.
pasangan suami istri itu seolah melupakan keberadaan makhluk lain di situ yang sedang memijat pelipisnya yang terasa begitu nyeri, jangan bilang lagi Bagaimana rasanya memukul orang dalam keadaan emosi mah sekuat tenaga pasti dikeluarkan.
" brengsek, aku yang membawanya ke sini tapi dianya malah berduaan dengan Alika? Dia pikir aku bakalan diam saja dan hanya melihat meratapi apa yang bakal terjadi, Oh maaf ferguso itu bukan stylenya seorang Raka Alfian karena dia bakalan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai yang ia punya." batin Raka lalu memilih untuk berdiri walau tertatih tidak masalah yang penting dirinya bisa menunjukkan kesungguhan di hadapan Alika agar wanita itu berpikir dua kali lagi untuk meninggalkannya.
Raka yang sudah mengambil ancang-ancang untuk memukul Dafa balik, karena pria itu sedang sibuk memindai seluruh penampilan istrinya takut jangan sampai Sudah diapa-apakan oleh Raka dan Daffa sangat tidak terima itu terjadi.
" Mas awas!" teriak Alika memperingatkan Daffa jika Raka sedang melakukan hal yang tidak mereka inginkan.
Bugh
Bugh
__ADS_1
" kamu sebelum ku kupatahkan kaki dan tangan, lebih baik menghilang dari hadapanku sekarang. selagi jiwa malaikat aku sedang mencuat di permukaan, jika tidak maka tempat pilihanmu Hanya dua yaitu UGD dan kuburan!" tegas Daffa dengan adanya yang tidak ada Bercanda sama sekali.
Alika memilih untuk mendekati suaminya agar keduanya bisa pergi segera dari tempat itu, karena dirinya tidak bisa menjamin Dafa bakalan bisa menahan emosinya ketika melihat wajah Raka yang tidak ada penyesalan sama sekali.
" Mas, kita pulang saja yuk soalnya aku udah Gerah banget nih? Nanti kalau kelamaan di sini kita bakalan kena virus yang mematikan, Padahal kita kan masih pengantin baru lagi panas-panasnya kan?" tanya Alika yang masih saja mencari perkara dengan Raka agar pria itu kesal sebab Alika memilih pria lain daripada dirinya.
" tapi aku ingin melihat dia Bang bangun dan mengajakku duel, karena aku tidak bakalan puas jika belum membuat tubuhnya itu hancur tak berbentuk? kamu sabar saja ya kita urus yang ini selesai dulu agar nanti kalau kembali tidak bakalan mengingat para parasit yang menempel, karena Bukankah mereka itu harus segera dimusnahkan jika tidak bakalan menjadi sesuatu yang sangat merugikan kelak?" Daffa masih saja Teguh dengan pendiriannya.
" Aduh jangan buang-buang waktu bisa kan, Lagian biarkan orang lain yang bakalan mengurusnya kita mah tidak perlu pusing memikirkan dia!" sungut Alika merasa sudah tidak betah jika harus berdekatan dengan Raka yang dari tadi terlihat sudah tidak berdaya.
" Kamu kenapa harus pergi ikut sama dia terus aku gimana, Apa kamu tega melihat Aku tidak percaya sendirian akibat dari pria yang ada di samping kamu itu? Ayolah Alika Jangan terlalu keras kepala seperti begitulah, setidaknya hargai usaha aku sedikit saja!" pinta Raka memelas bukannya membuat Alika kasihan malah wanita itu ingin sekali muntah.
" Ih kamu ngomong kenapa sih tidak pernah sadar dulu, aku kan sudah bilang kamu dari kemarin kemarin makan satu saja tidak habis-habis kok malah minta nambah? Lain kali kalau mau ngomong itu bisa tidak dipikir dulu, karena belum tentu orang yang kamu bicarakan itu sependapat dengan kamu?" Dafa yang melihat sikap Raka yang terlalu memaksakan kehendak membuat pria itu kembali tersulut emosinya.
__ADS_1
" kamu bisa tidak hentikan Apa yang kamu bicarakan, sebelum aku yang membuat kamu tidak bisa bicara sekalian? dia Ini istriku terserah hubungan kalian di masa lalu, tapi yang Intinya cuma satu yaitu sekarang masa depannya ya bersamaku bukan dengan kamu ataupun yang lainnya! kalau kamu selalu saja mengatakan hal yang tidak-tidak jangan salahkan aku jika Hotel prodeo bakalan menjadi tempat kamu tinggal, sudah dikasih jantung malah minta hati ya sudah aku bakalan memberikan apa yang kamu mau!" Sindir Daffa membuat Raka menatap heran ke arahnya.