MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 55


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


kini ketiganya sampai di kantor Adrian grup dengan selamat tanpa kekurangan apapun, namun berbeda dengan CEO tampan dan Arogan itu yang terlihat begitu kelelahan karena kelamaan menyetir mobil yang selama ini tidak pernah ia lakukan.


" ah Aku merasa tulang-tulangku seperti ingin remuk semua, Oh Tuhan kini aku memerlukan seseorang untuk memijat Bahuku!" ujar Dafa pelan ketika selesai memarkirkan mobil membuat Alika yang berada disampingnya bukannya membantu malah kembali mengejek.


" makanya lain kali itu kalau punya sopir atau asisten yang sedang mengendarai mobil itu dihargai, sekarang baru rasakan gimana Jadi mereka!" Sindir Alika membuat aku menatap heran ke arah wanita itu yang tidak ada rasa kasihan sama sekali pada dirinya.


" Kamu kok gitu ngomongnya, Aku ini lagi capek Bukannya dikasih saran yang bagus malah diajak buat berdebat?" tanya Daffa tak percaya.


" Ya aku kan ngomong jujur Soalnya kalau berbohong itu dosa, Ya sudah karena kita sudah sampai di sini Aku mau balik langsung ke rumah soalnya mau mandi Gerah banget nih." pamit Alika namun dicegah oleh Dafa karena pria itu masih ingin berduaan dengan wanita yang sedikit demi sedikit sudah mulai mengisi relung hatinya yang sedang kosong.


" kamu istirahat di ruanganku saja nanti Deka yang berperan menyiapkan semua kebutuhan kamu, daripada kamu kembali lagi menyetir Pasti sangat kelelahan!" perintah Dafa sambil memegang tangan Alika yang terlihat memasang wajah yang sangat tidak nyaman itu.


" sweety, Iya benar kamu sweety nya aku kan?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah Daffa dan Alika.


Sweety???


Alika sepertinya tahu siapa yang biasa memanggil kata itu, akan tetapi bukan ke orangnya itu ada di Kanada dan belum pulang sampai sekarang?


tidak beda halnya dengan Alika Apa yang dirasakan Daffa pun demikian, dirinya merasa bingung sebenarnya pria yang ada di belakang mereka itu memanggil siapa?


" Hei kamu kok malah bengong, sudah melupakanku hemmm?" tanya pria itu lagi yang semakin mendekat dan akhirnya menarik Alika agar menghadap padanya.


Alika masih mengerutkan keningnya karena dirinya merupakan pria yang sok akrab itu, hanya saja panggilan sweety itu yang masih ingat.


" kamu siapa, apa kita pernah saling mengenal?" tanya Alika penasaran membuat pria itu masa gemas bahkan sampai mengacak rambutnya Alika.


Daffa mengepalkan tangannya melihat pria yang dengan berani menyentuh Alika itu, namun yang membuat ia tampak kesal adalah tidak ada penolakan sama sekali dari Alika.


" Ya ampun sweety, kamu kok tega banget sih menanyakan hal itu padaku? yang jelas kita itu saling kenal bahkan mungkin saling jatuh cinta begitu, hanya saja aku tidak sempat mengungkapkan hal itu padamu keburu minggat!" ujar pria itu sambil tersenyum menampilkan Lesung di pipinya.


" Alan Smith, Iya benar kamu kan Alan yang selalu jahil itu?" tanya Alika memastikan.


"Huh , akhirnya kamu mengingat diriku juga. lain kali jangan lakukan hal yang seperti tadi hatiku sakit tau tidak ketika tidak dikenali oleh sahabatku sendiri, Padahal selama ini aku tidak pernah melupakanmu walaupun hanya sedetik saja." sungut Alan memasang wajah cemberut nya.


" ya maaf soalnya aku kan punya kerjaannya banyak banget Masa iya selalu ingat orang yang pergi nya saja tidak pamit, Oh ya kamu ngapain ke sini kapan baliknya dari Kanada?" tanya Alika yang Bahkan melupakan kehadiran Dafa di situ.


" Oh aku ke sini karena mau mengurus kerjasama dengan perusahaan Adrian grup, eh ternyata sekali dayung ribuan pulau terlampaui dengan tidak pernah kuduga akhirnya bertemu kamu di sini." ujar Alan Sambil tertawa.

__ADS_1


"Ekhemm , Ayo masuk kamu juga perlu istirahat kan? Tadi katanya capek ngapain Masih berdiri disini, Deka kau urus sisanya kami berdua ingin istirahat." perintah Dafa yang terdengar ada nada penuh penekanan mungkin ditujukan kepada Alan agar pria itu sadar jika sekarang Alika adalah miliknya.


Milikmu dari Hongkong, peyang🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️


" tapi dia Tuan Alan Smith yang akan membahas soal kerjasama Kita tuan yang saya maksud tadi pagi, jadi otomatis dia harus bertemu dengan Anda secara langsung!" ujar Deka sambil mengerutkan keningnya agar tuannya itu paham jika masalah hati dan kerjaan tidak bisa dicampur adukan menjadi satu.


"Anda sudah dengar tadi kan apa yang saya bilang kalau saya udah jalan istri saya ingin beristirahat, Jadi segala sesuatu urusan pekerjaan silakan membahasnya dengan asisten saya secara pribadi!" ujar Dafa lalu menarik tangan Alika tapi segera dicekal oleh Alan yang merasa ambigu dengan keadaan.


" tunggu dulu, sweety Apa maksudnya pria ini? Kenapa dia bilang kamu itu calon istrinya, kamu bisa Jelaskan hal ini kepadaku?" tanya Alan memastikan.


Alika menatap tajam kearah Daffa yang malah memasang tatapan tak peduli nya, ia benci dengan pria yang Seenaknya saja mengatakan sesuatu yang kebenarannya saja belum bisa dipastikan.


"Tidak usah membahas hal itu ah, soalnya aku capek banget pengen istirahat. Kamu kesini mau bahas kerjasama kan dengan pemimpinnya Adrian Group, nah kebetulan ini dia orangnya Jadi silakan lanjutkan obrolan kalian Aku pamit pulang." ujar Alika lalu segera pergi dari situ dengan setengah berlari memasuki ke dalam mobilnya karena takut nanti disusul oleh Alan ataupun Dafa.


Alan yang hendak berlari menyusul Alika pun tidak jadi karena suara Deka yang mengingatkannya, pria itu sepertinya melupakan rencana awal tujuan datang ke tempat itu.


" Tuan silakan ikut saya ke ruangan meeting, untuk membahas kerjasama yang sudah kita sepakati dari jauh-jauh hari dengan tuan Alfa Smith." pinta Deka yang tadi sempat mendapat kode dari Daffa agar membuat Alan tidak bisa mendekati Alika.


"Oh Shitt, Ya sudah kalau begitu Soalnya aku masih ada urusan lain lagi yang tidak bisa ditinggalkan!" ujar Alan mengikuti langkah kaki Deka yang sudah lebih dahulu.


soal kehadiran Daffa Jangan ditanya lagi pria itu kini sudah duduk manis di samping Alika dalam mobil, membuat wanita cantik itu mengerutkan keningnya karena ia tak ingin diganggu oleh siapapun untuk saat ini.


" Loh kok bisa disini, Terus yang bertemu sama Alan siapa?" tanya Alika penasaran.


" bisa tidak jangan menanyakan orang lain Apalagi itu seorang pria, Kamu hargai dong perasaannya Aku walau sedikit saja?" tanya Dafa pelan.


" ya Mana bisa begitu, dia itu klien yang jauh-jauh datang dari Kanada hanya untuk membahas soal kerjasamanya kalian! masa kamu tidak menghargai Walau sedikit saja kehadirannya, ternyata kamu sebagai seorang pemimpin loyalitas kamu sangat tidak bagus!" sinis Alika Ketus.


" Jadi kamu memarahiku hanya karena pria itu, kamu tidak mengerti dengan perasaanku sedikitpun hanya karena pria itu? ya sudah terserah kamu saja turunkan aku di hotel itu, soalnya Kepalaku pusing jika hanya membahas orang lain saja padahal hanya ada kita berdua di sini." Daffa tak ingin berlama-lama dekat dengan Alika karena nanti dirinya takut akan lepas kontrol dan berbuat kasar.


Alika bingung kenapa Dafa malah memilih berhenti di hotel Kenapa tidak pulang ke rumah saja, apa tadi dirinya sudah salah bicara hingga pria itu terlihat begitu putus asa?


" kamu marah karena aku malah membalas orang lain, Kalau iya maafkan aku ya! Tapi tolong pulanglah ke apartemen aku tidak ingin kamu menginap di hotel atau apapun itu, Sayang uang Kalau dibuang percuma dengan hal-hal yang sebenarnya sudah disediakan bagi kamu!" ujar Alika mencoba untuk menetralkan kegugupannya karena merasakan seperti wanita yang sangat mengkhawatirkan kekasih hatinya.


" Bukannya kamu ingin aku menjauh, aku juga putus asa jika terlihat seperti seorang pria yang sangat tidak ada harganya sama sekali di mata wanita. kamu tenang saja jika memang kamu tidak ingin dekat denganku, Baiklah aku akan menjaga jarak diantara kita! " perkataan Daffa itu membuat nafas Alika tercekat seketika Entah kenapa wanita cantik itu merasa nafasnya sesak seketika.


"Maksudnya apa kamu bicara seperti itu, Jadi ceritanya kamu mau meninggalkan aku begitu? Wah ternyata sebegitu kecilnya nyalimu, Aku pikir kamu itu pria yang pantang menyerah ternyata dugaanku salah!" ujar Alika sambil menahan tangisnya.


Dari kemarin dan beberapa hari ini sebenarnya nya rasa nyaman dan cinta itu sudah muncul Walau sedikit, Alika yang sebenarnya hanya ingin melihat ketulusan dan kegigihan Dafa untuk mendapatkannya maka ia pun sedikit jual mahal.


" Bukannya kamu lebih mementingkan si Alang-Alang itu, sampai-sampai tidak ingin dekat denganku sama sekali?" ujar Dafa membuat Alika menatap heran ke arahnya.


"Alang-Alang apa?" tanya Alika penasaran.

__ADS_1


" yaitu pria yang tadi kamu belain terus, sampai-sampai aku yang berada di samping kamu saja dianggap tak ada!" ujar Dafa datar.


Alika hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah posesif milik Dafa itu, timbul pikiran jahat entah berasal dari mana tapi yang so pasti ia ingin mengerjai pria tampan itu.


" Oh jadi kamu suruh aku buat ketemu lagi sama si Alang-Alang itu, ya sudah tenang saja aku bakal lakukan kok apa yang kamu mau?Tapi nanti kamu tanggung jawab ya sama Mama Mirna dan juga kedua orang tuaku terlebih Mama ku, karena kan kamu yang mau Aku berduaan sama pria lain!" ujar Alika sambil menahan senyuman di wajahnya melihat tatapan Daffa yang tak percaya itu.


"Kita besok nikah, kita tidak jadi ke hotel melainkan pergi ke butik untuk memesan baju pengantin." perintah Daffa serius membuat Alika langsung mengerem mobil itu mendadak.


Cittt


"Ap..apa kamu bilang tadi?" tanya Alika gugup karena tak percaya dengan apa yang dikatakan Daffa barusan.


" turun kamu dari mobil gantian aku yang menyetir, supaya Kamu jangan terlalu banyak bertanya!" perintah Daffa membuat Alika bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya turun begitu saja dari atas mobil dan berpindah ke kursi sebelah tempat Dafa duduk tadi.


" Nah gitu dong, good girl kelihatannya kan lebih manis!" ujar Daffa sambil mencubit gemas pipi Alika yang terlihat seperti belum konek dengan apa yang terjadi.


tanpa tedeng Aling Dafa sudah membawa Alika ke butik langganan Mamanya itu, pria tersebut Bahkan tak sadar jika kini Alika ingin sekali menangis bahkan wajahnya sudah memerah.


Alika menatap nanar kearah punggung Daffa yang bahkan sudah meninggalkan dirinya yang masih berdiri di samping mobil, Alika begitu kecewa karena tidak ada kata lamaran yang pas ataupun romantis masa iya diri hanya hanya keceplosan saja langsung dianggap serius?


" Aku mau menikah, tapi bukan begini caranya? bisa tidak sehari saya jadi Cinderella atau snow white begitu, dilamar pun tidak apa lagi digombalin lebih tidak lagi main enak saja bilang besok mau nikah!" lirih Alika lalu memilih masuk kembali ke dalam mobil.


dalam pikirannya Daffa yang mengira Alika kini sedang mengekor dirinya dari belakang, sehingga kita sampai ketika sampai di dalam dirinya bahkan menyuruh pegawai untuk menunjukkan baju pengantin yang pas untuk wanita di sampingnya.


" Mbak tolong keluarkan koleksi baju pengantin kalian yang paling mewah dan termahal untuk wanita di sampingku ini, tolong dan dia juga secantik mungkin tapi tidak boleh menor ataupun berlebihan!" perintah Daffa sambil tersenyum membuat pegawai itu sampai bergidik ngeri karena mengira Daffa adalah pria yang ngebet pengen kawin sampai tidak ada calonnya pun ia tetap memaksakan hal itu.


" tapi Pak...


" Waduh Mbak tolong laksanakan sesuai perintah saya tadi, karena kami besok harus menikah jadi tidak bisa ditunda lagi gaun pengantin ya!" jelas Daffa yang mengira jika pegawai itu keberatan dengan keinginannya.


" Ya Tuhan kenapa Kau tega sekali memberikan cobaan pada pria setampan ini, Kasihan dia stres karena ditinggal pergi mungkin sama kekasihnya." lirih pegawai itu sambil menatap iba ke arah Daffa.


"Maaf Tuan, berdoa yang banyak ya agar anda memiliki calon istri yang benar-benar ada.Untuk sekarang Anda lebih baik beristirahat dulu di rumah, soalnya Saya tidak tega melihat keadaan Anda yang sangat memprihatinkan ini." Daffa membulatkan matanya sempurna karena masih kurang paham dengan perkataan pegawai itu yang paham dengan kehidupannya.


"Naksudnya kamu itu apa kalau memang tidak bisa memberikan sesuai dengan apa yang Saya mau ya sudah jangan banyak bicara lagi, lihat saja tempat ini dalam hitungan detik bakalan ku ratakan dengan tanah karena sudah berani mempermainkan aku dan calon istriku!" sinis Dafa yang tak bisa menahan kekesalannya.


Mendengar keributan di luar Manager tempat itu pun menghampiri untuk melihat apa yang kira-kira terjadi, ia terkejut ternyata yang membuat keributan adalah anak dari pemilik tempat ini.


" Permisi, Maaf Tuan Daffa Apa ada yang bisa saya bantu? Soalnya tadi saya melihat keributan di sini mungkin akibat dari ulah karyawan saya, jadi katakan apa yang anda inginkan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyanggupinya?" tanya manajer tempat itu yang sepertinya belum paham dengan apa yang terjadi.


" Saya ingin gaun yang terbaik untuk calon istri saya ini...


kata-kata Dafa menggantung saja di udara karena ternyata Alika tidak ada di sampingnya sama sekali, ia menatap tajam kearah pegawai yang sedang tertunduk itu karena tidak mau memberitahu dirinya dari tadi sehingga dirinya terlihat seperti orang bodoh.

__ADS_1


__ADS_2