MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 186


__ADS_3

" Terserah kamu saja Mau mengatakan apapun yang penting Intinya satu Cepat bawa aku pergi dari sini dan jangan lama-lama, karena kalau sampai Andra menemukan aku, kamu yang bakalan aku jitak lebih dulu karena kamu yang sudah menyebabkan kita menjadi lelet!" kesal Lia dengan sikap Sandra yang sedang menguji batas kesabarannya kira-kira sampai di mana.


"Eh kenapa harus aku yang di salahkan,bukan kah kamu yang terlalu lelet jadinya suami kamu bahenol sama wanita lain yang malah lebih Cebol Burik melebihi Kamu!" Sahut Sandra.


"Ya Tuhan,Sandra Alexis yang terhormat Bisa tidak kita pergi sekarang juga? nanti kalau Andra datang terus menemukan kita otomatis Kan masalahnya bikin aku tidak ingin membahasnya, soalnya pria itu selalu saja menjelaskan sesuatu di saat orang lain tidak ingin mendengarkan nya Terus kalau orang lain ingin mendengar penjelasannya malah dianya yang kelelet habis? "tanya Aliya yang berharap agar sahabatnya itu paham dan juga segera pergi dari situ.


"Ya sudah karena aku lagi baik hati,ayo kita pergi sekarang juga! Daripada kamu nanti nya menangis guling gulung,nanti aku dan suami ku yang bakal repot karena ulah kamu itu." Ajak Sandra lalu menarik tangan Lia agar ikut dengan nya dipinggir jalan untuk menahan taksi yang lewat sehingga membuat Lia sadar jika sebenarnya sahabatnya itu tadi tidak membawa mobil saat datang ke tempat itu.


" kamu datang ke sini tidak bawa mobil? " tanya Lia memastikan.


"Ya iyalah tidak bawa,masa iya aku bawa mobil tapi malah naik taksi? Lagian menurut kamu mana bisa mobil ku yang di Kanada aku bawa kesini,yang seharus nya bertanya itu aku kalau tadi kamu datang kesini pake mobil tidak?" Tanya Sandra balik.


"Ya aku bawa mobil,memamg nya kenapa?" Tanya Lia santai seolah memang tidak paham dengan apa yang di tanyakan oleh Sandra itu.


"Terus kalau begitu kenapa kita tidak pake mobil kamu saja untuk kembali ke apartemennya kami dan juga kenapa kamu harus ikutan naik taksi kalau kamu sebenarnya bawa mobil? kamu Kenapa lelet banget Lia untuk berpikir jadinya seperti kita itu gembel tidak punya apa-apa , terus mobil kamu juga nantinya tidak bakalan digunakan terparkir begitu saja di parkiran nya Mall sedangkan kita mengeluarkan uang untuk bayar taksi?" Sandra benar-benar gemas dengan sikap pria itu yang tidak tahu lagi harus bilang seperti apa agar wanita itu lebih paham dengan yang ia maksud.


"Aku tidak kepikiran sampai situ kok,kalau bakal mengajak kalian pakai mobil ku." Sahut Lia begitu santai tanpa beban sedikit pun.


"Demi Dewa,kamu ini memang benar benar ya selalu bikin orang emosi dan ingin membunuh kamu saat ini juga!" kesal Sandra.


"Kenapa jadi kamu yang marah,perasaan aku tuh biasa saja?" Tanya Lia santai bahkan duduk di dalam taksi tepat di samping supir nya yang masih muda.


" Iya kamunya biasa saja tapi akunya yang tidak biasa karena sikap kamu itu yang sama sekali tidak pernah berpikir dengan jernih, Coba kalau dari tadi kamu sudah kasih tahu tidak mungkin kan kita berada di tempat ini? " Tanya Sandra sambil menatap kesal kearah Lia yang malah sedang terlihat menggoda sopir taksi itu.


"Mas,namanya siapa?" Tanya Lia sambil tersenyum melupakan status yang masih menjadi seorang istri.


"Nama saya itu Jono,Ibu!" Sahut Pria itu membuat Sandra ingin sekali tertawa.


"Ibu nya di tanya juga Mas,soalnya itu sebentar lagi mau jadi calon nenek jadi kalau diajak kenalan tidak masalah Siapa tahu Mas nya juga bakal ketularan nikah muda." Goda Sandra membuat Lia memasang wajah cemberut nya.


"Kamu tuh kenapa sih hobinya sambar apa yang orang lain katakan,apa tidak ada pembahasan lain dengan suami itu?" Tanya Lia .


"Ah suami ku itu kalau mau membahas pasti tentang begituan,tapi berhubung kalian berdua tidak punya pasangan jadi kami memilih untuk menyediakan dulu." Ya Tuhan ini Sandra memang benar benar ya mulut nya itu.


"Dasar otak kotor,isinya hanya soal begituan saja tidak ada yang lain." ketus Lia.


"Nama yang bagus Mas,terdengar sangat seksi!" Puji Lia membuat Sandra ingin Muntah.


"Terima kasih,Ibu juga seksi!" Lia menatap sempurna karena tak menyangka jika pria yang di samping nya itu ternyata sangat menakutkan.


"Udah Nikah Mas?" Tanya Sandra.


"Oh besok saya mau nikah yang ke empat,doakan semoga langgeng ya." Lia yang tadi duduk dekat Mas Jono langsung beringsut menjauh karena ternyata pria yang berada di samping nya itu lebih ular dari tampang nya.


"Oh my God,ganas sekali Mas Jadi orang." Ujar Sandra sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


"Ya habis nya istri saya itu para janda,eh baru diajak main semalaman tanpa henti tau tau nya besok masuk rumah sakit karena pegal linu." Sahut Jono membuat Lia ingin sekali loncat dari mobil itu sekarang juga.


"Oh Tuhan,aku rindu mobil ku?" Batin Lia frustasi.


Berbeda tempat dengan Sandra yang malah merasa jengah dengan sikap Lia yang terlihat terlalu berlebihan,padahal pria itu punya istri mau enam pun dirinya tidak bakal kena imbas nya.


"Kamu kenapa?" Tanya Sandra heran.


"Tidak kenapa napa kok,kenapa malah bertanya seperti itu?" Tanya Sandra Santai padahal ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut milik Lia itu.


"Ah aku pikir kamu ada rencana untuk nikah dua kali,soalnya kelihatan dari wajah kamu itu!" Ujar Sandra yang sebenar nya hanya sedang menggoda Lia saja.


"Eh siapa bilang aku ada keinginan seperti itu,kamu kalau bicara jangan hanya asal mengarang saja ya?" Tanya Lia tak terima.


"Oh gitu toh soalnya aku pikir kamu ada niat,ya siapa tahu ada yang minat." Sandra benar benar sahabat tidak ada akhlak.


Bisa bisa nya wanita itu mengatakan hal yang sangat tega kepadanya,sudah begitu di hadapan pria yang sangat aneh.


"Tuan,tolong kondisikan mata anda itu jika tidak ingin saya congkel di sini juga!" Ujar Alexis yang sangat fasih berbahasa istrinya itu.


"Maaf." Ujar Jono yang merasa tak bisa berbuat banyak karena apa yang di lakukan oleh Alexis itu.


"Baguslah kalau sadar diri,karena saya tidak suka pada pria yang selalu menuntut lebih pada wanita di luar batas kemampuannya. Jika kamy menikah terus cerai kareja tidak puas,ya sudah tiap malam pake saja tangan kamu sesuka keinginan kamu kira kira nanti sampai di mana kekuatan kamu untuk merasa capek. Kareja di saat itu terjadi,barulah kamu sadar jika wanita itu juga manusia bukan binatang!" Ujar Alexis lalu menyuruh Sandra mengecek GPS lokasi Apartemen nya Alan karena dirinya benar benar lelah ingin segera beristirahat.


"Sudah sampai di mana Mah?" Tanya Alexis tapi dibalas cengengesan oleh Sandra.


"Ahh Buluk,Kamu kapan berubah sih? Selalu saja daru dulu hanya membuat masalah,sampai sampai aku bingung jangan bilang kalau memang kamu di lahirkan hanya untuk membuat masalah?" Lia tak tahu lagi harus bersikap bagaimana dan memilih turun dari mobil tapi nasib nya memang benar benar apes kali ini.


Bagaimana tidak ketika ia menginjakkan kaki nya di atas Aspal jalan,ternyata Andra sang suami sudah menunggu dirinya sambil membawa ponsel di tangan.


Sandra yang juga ikutan turun langsung menutup mulut nya sempurna ketika melihat sosok Andra ada disitu,perasaan tadi mereka pergi tidak ada Andra di dekat mereka tapi kenapa pria itu sekarang malah nongol tanpa beban.


Ah ribet nya alat yang semakin canggih.


"Mah,pulang Yuk!" Ajak Andra sambil memasang senyuman yang paling terbaik nya.


"Buluk,ayo cepat jalan nya soalnya aku lagi kepanasan nih kalau kelamaan di luar." Ujar Lia membuat Andra yang tadi sibuk pada ponsel nya langsung kembali menaruh benda pipih itu di dalam saku nya.


"Lho kok Mama malah pergi,padahal Papa kan ada di sini?" Tanya Andra bingung.


"Siapa ya?" Tanya Lia santai tanpa beban.


"Mah bisa tidak jangan berlebihan begitu,Papa kan juga sudah ada disini bukan ada pergi kemana mana?" Tanya Andra berusaha membujuk sang istri agar tidak marah marah lagi.


"Wah aku di bilang berlebihan,coba jelaskan kira kira dimana letak kelebihan itu?" Tanya Lia sinis.

__ADS_1


"Ya Tuhan,astaga Mama ke kenapa sih harus pake acara yang ***** bengek seperti itu?" Tanya Andra gusar.


"Lebay Loe." ketus Sandra lalu menarik tangan Lia agar ikut dengan nya.


"Ayo Cin,kita pergi kedalam yuk!" Ajak Sandra sambil menarik tangan Lia agar ikut dengan nya.


Andra mendengus kesal karena melihat sikap yang di tunjukan Sandra dan Lia itu,wanita berdua itu waktu masih sekolah dulu merupakan biang masalah bagi kehidupan Andra yang selalu harus mencari jalan keluar agar mereka tidak di keluarkan dari sekolah.


"Kamu kenapa harus membawa itu Buluk pulang sih?" Tanya Andra setengah berbisik kearah Alexis.


"Ya habisnya kalau kami tidak pulang,maka siapa yang bakal melamar anak gadis Kamu!" Ujar Alexis santai.


Lia benar benar tidak ingin sekali di ganggu ataupun berbicara dengan suami nya itu,sebab ia masih merasakan emosi yang tidak tertahankan.


" Siapa suruh jadi suami itu keganjenan kalau lihat cewek cantik sedikit langsung matanya ijo, Ya sudah aku buat dia melehoy sekalian biar tobat Supaya besok lusa bakalan selalu memikirkan istri di rumah kalau mau jalan kemana-mana." Sungut Lia dalam hati dan bertingkah layak nya gadis remaja apalagi sudah menemukan teman yang pas.


Di lain tempat terlihat Alan yang sudah selesai meeting,memilih untuk segera kembali dan menemui sang pujaan hati yang dari tadi menunggu dirinya yang entah sudah mengharuskan berapa banyak waktu untuk selesai.


Sesampainya di sana terlihat Ana sudah tertidur dengan begitu imut nya,seluruh rambut nya menutupi wajah hingga ada yang terjuntai ke bawah.


"Ah kalau sudah sah,aku bakal bawa kamu beneran terbang ke dunia yang baru!" Gumam Alan sambil tersenyum mengusap pelan kepala kekasihnya itu.


Ana yang sedang terlelap langsung sadar ketika merasa ada benda asing yang sedang menyentuh diri nya,ketika membuka mata terlihat Alan yang sedang senyum padanya.


"Kamu sudah selesai meeting?" Tanya Ana penasaran.


"Iya sudah! Aku ganggu kamu ya?" Tanya Alan tak enak hati.


"Tidak juga sih,hanya saja tadi karena aku kelamaan menunggu membuat mata susah di ajak kompromi!" Ujar Ana.


"Kamu lapar atau tidak?" Tanya Alan.


"Kalau di tanya seperti itu maka aku pasti jawab tidak karena malu,tapi kalau di tawar makan aku mau karena itu harus." Goda Ana sambil tertawa.


"Hehe Maaf,ya sudah ayo kita keluar makan sekarang!" Ajak Alan.


"Kamu setidak nya istirahat dulu lah,masa iya belum duduk langsung main tancap gas saja?" Tanya Ana heran.


"Tenang saja aku selalu kuat kok,apalagi kalau disuruh main kuda kudaan sama Kamu!" Goda Alan sambil menaik turunkan alisnya.


"Heh jangan Aneh aneh kamu ya,orang lagi kelaparan kok malah di buat tambah emosi!" Sungut Ana.


"Lho tadi kan kita sudah makan baru saja beberapa jam yang lalu,kenapa kamu malah kelaparan lagi atau jangan jangan kamu sudah isi?" Tanya Alan lagi tapi sambil tertawa.


"Alan kurang ajar,kamu itu kenapa sih bicara selalu saja yang tidak berbobot?" teriak Ana kesal.

__ADS_1


"Masih mencoba sayang biat tidak canggung,nanti kalau sudah pas biar langsung gas pol." Ujar Alan santai.


__ADS_2