MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 191


__ADS_3

Dinda mendengus kesal ketika sama suami tidak bisa diajak kompromi apalagi untuk mengemukakan pendapat Bagaimana dengan masalah mereka ini, apalagi mertua pun ikutan marah kepada mereka berdua karena apa yang mereka lakukan terhadap Diana.


padahal menurut mereka anak gadis mereka satu-satunya dalam rumah itu selalu membangkang setiap apa yang mereka katakan sehingga mau Tidak mau dengan cara kasar agar ia paham, tetapi kata orang buah jatuh tidak jauh dari pohon itu memang berlaku karena keluarga pelangi tidak pernah yang namanya mengikuti saran ataupun kata-kata dari orang lain Jadi jangan kaget jika Diana menyesuaikan dengan sikap mereka itu.


" Mas tadi sih Terlalu lembek setidaknya Jelaskanlah apa yang harus perlu dijelaskan, lihatkan Ibu jadi marah-marah kepada kita berdua padahal sebenarnya kita tidak melakukan kesalahan sedikitpun yang pantas untuk di marah! ini semua itu gara-gara Diana yang tidak pernah mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tua sendiri, Coba kalau dulu kita kasih masuk ke dalam asrama saja deh biar dianya lebih paham! "Sumut Dinda membuat Bima menatap kasar ke arah istrinya itu sebab itu sama saja dengan melakukan hal yang tidak bisa dipercaya Nalar.


" Mama lain kali kalau bicara bisa sadar diri tidak jangan asalnya Pak seperti begitu, Coba kalau selama ini Mama berhenti sibuk dengan geng sosialita yang tidak berguna Itu otomatis Diana pasti terus di rumah dan juga tidak molor kesana-kemari. lihat kan sekarang dia lebih betah di rumahnya orang daripada rumah sendiri itu mungkin kesalahan kita juga karena tidak terlalu memperhatikan apa maunya dia, lain kali sebagai seorang istri boleh bergaul di luar tapi usahakan yang terpenting itu adalah rumah tangganya jangan sampai anak keluyuran tidak jelas orangtua tidak tahu menahu Apa yang dilakukan diluar?" Bima memang selama ini mengijinkan Dinda untuk beradaptasi pada lingkungan orang kaya,hanya saja jika terlalu bergaul dan lupa tanggung jawab lebih baik tidak usah sama sekali.


Mendengar apa yang di katakan oleh suami nya dan seolah sedang menyalahkan dirinya,membuat Diana tidak terima sama sekali dan menjadi murka karena baginya apa yang di katakan suami nya itu sangat tidaklah masuk akal.


Sebab ia bergaul dengan wanita Sosialita lain nya itu hanya karena tidak ingin di dikucilkan di dalam lingkungan,dan juga cara menunjukan ke dunia bahwa sang suami bisa memberikan apapun yang ia inginkan.


" papa kenapa jadi menyalahkan Mama seperti begitu memangnya memangnya ada yang salah dengan apa yang Mama lakukan selama ini tidak ada kan, atau memang kalian tidak menyukai jika aku itu bergaul dengan wanita yang sederajat dengan status kita dan menginginkan aku lebih banyak di rumah agar menjadi wanita yang kebingungan ketika dibawa keluar sekali-sekali?" Apa yang dipikirkan Dinda itu sangat berbeda jauh dengan maksud tujuan yang disampaikan oleh Bima barusan.


Bima sudah tidak tahu harus berbicara apa lagi tadi dirinya baru selesai bertengkar dengan Ibunya dan sekarang malah giliran istrinya yang tidak terima dengan sikapnya itu, padahal jika dipikir dengan baik apa yang dikatakan Bima kepada Dinda itu tidak ada yang salah sama sekali.


" mama jadi orang bisa tidak sekali-sekali mengakui apa yang orang lain Katakan tidak harus terus mempertahankan ego dan juga pemikiran Mama yang terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan, yang pakai inginkan itu yaitu Mama tinggal di rumah biar Papa yang cari uang kemudian anak kita tidak keluyuran kemana-mana. Bukan Papa Melarang Mama untuk bergaul dengan para wanita sosialita lainnya tetapi hanya aktivitasnya yang sedikit dikurangi, agar lebih memahami kondisi rumah tangga kita seperti apa dan juga apa yang diinginkan oleh Diana supaya dia tidak lebih memilih tinggal di rumah orang lain sedangkan rumah kita yang sebesar ini tidak membawa kenyamanan untuk anak itu!" Bima terlihat begitu gusar ketika apa yang ia inginkan semua orang pahami ternyata tidak didapatkan sama sekali.


Dinda bangkit dari duduknya dan menatap tajam kearah sang suami, yang menurutnya sebagai kepala keluarga terlalu plin-plan dalam mengambil keputusan ataupun sikap yang benar dan kini balik menyalahkan dirinya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.


" Papa jika semua uang yang Papa hasilkan dengan selama ini bekerja tidak digunakan Terus mau disimpan untuk apa, mau dijadikan pajangan saja agar orang lain tahu jika keluarga kita punya uang? apa salah juga jika seorang istri menikmati hasil kerja keras suaminya yaitu dengan berkumpul bersama teman-teman dan juga melakukan kegiatan lain, daripada hanya di rumah seperti orang bengong ketika kalian semua pergi dan melakukan kegiatan di luar salah tidak menganggap Mama ada di lingkup rumah ini?" apa yang dikatakan oleh Dinda itu membuat Bima kebingungan harus menjawab Seperti apa karena sepertinya wanita paruh baya itu tidak paham dengan yang ia maksud tadi.

__ADS_1


Kalau sudah begini pasti ujung ujungnya kepala keluarga memilih untuk mengalah,karena nanti sama saja tetap tidak ada perubahan yang ada keluarga mereka tambah semakin menjauh bahkan terasa menjadi orang asing dalam rumah sendiri.


Bima menyesali keputusan nya selama ini dengan memberikan semua akses kepada istrinya untuk menikmati kemewahan dimanapun dan kapanpun,sampai akhirnya keluarga kecil mereka yang menjadi taruhannya.


dan karena sikap mereka yang terlalu malas tahu itu membuat Diana lebih betah tinggal di rumah orang lain daripada ketimbang rumah sendiri, padahal segala sesuatu didalamnya sudah disiapkan dan juga tidak perlu Harus berpikir susah payah untuk hari esok karena harta mereka tidak akan pernah habis walau sampai tujuh turunan sekalipun.


Diana lebih betah tinggal bersama keluarga Arin yang terlihat lebih punya banyak waktu untuk berkumpul, Meskipun mereka hanya pegawai biasa dan juga ibu rumah tangga yang benar-benar fokusnya hanya mengurus dalam rumah tangga tidak keluyuran di luar seperti selalu dilakukan oleh istrinya itu.


" papa kenapa malah bengong seperti begitu jangan bilang sekarang papa ada keinginan buat menjemput anak pembangkang itu dari rumah temannya, Mama itu bukannya tidak sayang kepada anak sendiri hanya saja ingin dia menjadi anak yang lebih penurut dan juga tidak pernah selalu membantah apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Biarkan saja dia di situ sampai dia sadar kalau sebenarnya dia itu punya orang tua nanti juga pasti bakalan pulang sendiri, karena kehidupan mewah yang selama ini ia jalani tidak mungkin bakalan ia lupakan begitu saja dan menikmati hidup sebagai orang susah dan biasa-biasa saja." Dinda terkadang merupakan hal penting yaitu Diana selalu saja hidup apa adanya ketika berada diluar rumah karena baginya harta orang tuanya ya milik kedua orang tuanya bukan untuknya karena dirinya itu istilahnya hanya numpang hidup.


Bima memilih untuk masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan pikirannya saat itu, karena jika dirinya Terus meladeni apa yang dikatakan oleh Dinda otomatis maka mereka berdua bakalan bertengkar saat itu juga sebab sikap istrinya itu yang tidak pernah mau mengalah kepadanya yang notabene adalah kepala keluarga di rumah itu.


" terserah mau ngomong-ngomong apa sekarang ataupun nanti yang penting Intinya cuma satu apa yang kita lakukan itu salah, Papa mau istirahat dulu soalnya mumet memikirkan semuanya yang pada keras kepala tidak ada yang mau mengalah sedikitpun padahal sebenarnya masalahnya tidak begitu terlalu sulit untuk dicerna dan juga di pahami serta untuk di cerna akibat semua yang pada keras kepala !" Sungut Bima.


karena menurutnya yang ingin pergi dari rumah itu adalah Diana sendiri Jadi untuk apa harus bersusah payah menjemputnya jika sebenarnya anak gadisnya itu terlalu keras kepala dan tidak pernah mau mengalah terhadap kedua orang tuanya, yang diinginkan oleh Dinda yaitu sekali-sekali mengakui jika Apa yang dilakukan Diana Itu salah bukannya malah mempertahankan sesuatu yang sebenarnya tidak sejalan dengan pemahaman kedua orang tuanya dari awal.


belum lagi sikap mertuanya yang tidak pernah mengakui jika sebenarnya Dinda ingin menegaskan di sini bawa Diana harus mendengarkan apa yang mereka katakan, padahal sebenarnya mereka sedang ingin membuat Putri mereka Jera tetapi selalu dibela oleh mertuanya itu sama saja tetap membuat Diana tidak peduli dengan kehadiran mereka sama sekali.


jika sudah begini mau Berbuat Apalagi sangat sulit apalagi mertuanya sudah turun tangan otomatis mereka sebagai orang tua sudah tidak ada nilainya sama sekali, dirinya akui lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan mengurus rumah tangganya sendiri tapi itu itu semua dilakukannya karena merasa kesepian sebab rumah sebesar itu hanya ada dirinya saja di dalamnya sedangkan yang lain pada sibuk dengan aktifitas masing-masing.


maka dari itu kebiasaannya pun tidak bisa dirubah sampai sekarang ini yaitu lebih memilih bergaul dan juga menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibandingkan keluarganya sendiri, dan dirinya ingin agar Bima mengakui hal itu bukan balik menyalahkannya dengan apa yang sudah terjadi selama ini sebab itu sama saja terlambat menyadari hal yang dikira tidak penting padahal sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat penting dan diperlukan.

__ADS_1


" kalian itu kenapa sih sekali-sekali tidak bisa mengakui apa yang aku pikirkan, dan juga tidak selalu menyalahkan aku dengan apa yang terjadi. dan juga tidak selalu menyalahkan aku dengan apa yang tengah terjadi pada keluarga kita sekarang ini, karena Bukankah semuanya turut ambil bagian di dalamnya bukan hanya aku sendiri." lirih Dinda dengan semua orang yang seolah menyalahkan pula pemikirannya itu.


terkadang apa yang kita pikirkan belum tentu dianggap orang lain itu adalah sebuah kebenaran karena setiap orang didunia ini punya pemikiran masing-masing dan tidak Atau belum tentu sama, maka selalu terdapat pesan agar menghargai pemikiran orang lain kapan pun dan di mana saja dan jika merasa pemikiran itu benar silakan untuk diikuti tapi jika salah biarkan tertinggal di tempat itu tidak dibawa pulang ke rumah.


namun itu tidak pernah disadari oleh Dinda yang merasa yakin jika pemikirannya itu mutlak dan harus diikuti oleh siapa saja, tidak peduli Jika suami ataupun anaknya sendiri yang melayangkan protes sebab baginya mereka berdua itu tidak tahu apa-apa.


keras kepala seperti itu yang terkadang membuat suasana dalam rumah tangga menjadi keruh sebab tidak ada yang mau mengalah semuanya pada mempertahankan ego masing-masing, padahal masalahnya Cuma Satu yaitu sebuah masalah dapat diselesaikan jika semuanya mengakui kesalahan mereka bukan malah mempertahankan ego masing-masing yang akhirnya bisa merugikan diri sendiri dan juga orang-orang yang berada di sekitar.


Dinda yang dari tadi duduk termenung di dalam ruang tamu kini memilih untuk bergabung dengan grup sosialita yang dari tadi sudah mengirim chat kepadanya, karena sama saja untuk apa dirinya bertahan di dalam tempat itu jika semuanya sudah tidak ada yang peduli dengan kehadirannya sama sekali termasuk juga dengan suaminya yaitu Bima.


Bima yang berdiri di balkon kamar hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat sang istri yang sudah keluar dengan mobilnya, karena itu sudah jelas dengan kebiasaan yang selalu dilakukan oleh Dinda selama ini maka dari itu Bima tidak ingin tahu dan bertanya sebenarnya Kemana tujuan Dinda keluar dari rumah.


" bisa tidak masalah yang diluar rumah ditinggalkan sejenak untuk mengurus anak dan suami, bukan malah keluyuran tidak jelas dan anak sendiri yang selalu disalahkan padahal sikap kalian berdua itu sama saja!" Bima benar-benar dibuat frustasi dengan sikap kedua wanita yang paling berharga dalam hidupnya yaitu Dinda sang istri dan juga Diana putrinya.


Padahal selama ini dirinya bekerja siang dan malam hanya untuk membuat kedua wanita itu hidup dalam berkecukupan, ketika mereka menginginkan sesuatu tidak perlu harus menunggu waktu yang lama ataupun bekerja keras dahulu untuk mendapatkannya karena dirinya yang sudah menyiapkan semua itu untuk mereka nikmati tanpa harus mengeluh ataupun merasa kekurangan.


Namun satu yang tidak ia ketahui dan sadari yaitu bahwa tidak harus harta yang banyak,serta rumah yang megah jika perhatian dan kasih sayang yang harus menjadi taruhan.


Rama merasa yakin jika uang bisa membuat anak istrinya merasa bahagia tapi ia melupakan sesuatu yaitu Diana sudah bertambah besar,butuh dukungan ataupun perhatian agar tidak merasa jika kehadirannya tidak diinginkan karena kedua orang tuanya lebih mementingkan uang di bandingkan memerlukan perhatian untuk anak mereka satu satunya itu.


Diana pun tetap pada pendirian nya yaitu ia tidak akan kembali jika belum sukses dan membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa pilihan yang ia ambil tidak pernah salah,karena dijalaninya dengan tulus hati tanpa unsur paksaan sedikit pun demi hanya untuk mengejar harta dunia yang hanya tinggal dunia bukan untuk di bawah mati.

__ADS_1


Prinsip hidup yang ia pakai merupaka ajaran dari keluarga pelangi,dan itu mungkin yang di lupakan oleh Rama dan Dinda.


__ADS_2