MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 173


__ADS_3

Ketika semuanya sedang berbahagia berbeda dengan Alice dan suami nya Dika kini tengah kebingungan karena taksi yang mereka tumpangi kehabisan bensin,padahal jarak dari tempat itu dan kota masih lumayan jauh.


"Ini semua gara gara Papa,yang tadi mengajak Mama naik taksi antik ini dan akhirnya kita yang di bodoh,mana wajah sopir nya seperti orang bego yang tidak tahu apa apa lagi!" Sungut Alice dengan wajah cemberut nya.


"Kok malah Papa yang di salahkan karena kejadian ini padahal Mama kan juga setuju maka dari tadi kita naik saja,coba kalau tadi Mama tolak pasti kan kita tidak ada disini sekarang ini!" Ini kenapa jadi Dika yang marah marah ya.


"Ahh terus ini harus bagaimana sekarang,masa iya kita harus piknik dadakan disini?' Ujar Alice sambil mendengus kesal.


"Ya sudah kita piknik saja sudah kalau begitu,siapa tahu dengan begini besok lusa kita bakal dapat cerita yang unik?" Dika begitu antusias membuat Alice menatap heran kearah nya.


"Eh Tua bangka kamu itu tega sekali,jadi orang bukan nya memikirkan apa yang di katakan istri sendiri malah tambah bikin mumet!" Alice tak tahu harus berkata apa lagi karena sikap Dika yang tidak tahu nama nya memikirkan kecemasan yang tengah ia rasakan.


Sopir itu terlihat kebingungan juga karena tak tahu harus berbuat apa,padahal tinggal menghubungi orang yang ia kenal untuk datang membawakan bensin dengan begitu masalah bakal beres.


"Heii kamu sadar kan dengan masalah yang tengah kita hadapi,bukan hanya duduk memamerkan mata sipit kamu yang sangat membuat aku mengantuk itu?" Tanya Alice dengan bahasa indonesia mungkin dikiranya orang Korea bakal mengerti karena tahu indonesia adalah penggemar K-pop kelas Mujair..


Pria itu bukan menjawab apa yang dikatakan oleh Alice dirinya yang ada hanya menatap bingung kearah Nya,membuat Alice tambah meradang karena merasa di abaikan.


"Eh jadi sopir itu jangan hanya tahu bahasa sendiri harus bisa menjadi sopir berdasi,supaya kalau ketemu orang asing bisa diajak bicara tidak seperti orang gagu!"Sungut Alice seolah ada yang mengerti padahal hanya Dika saja.


"Mah,jangan begitu dong dia mana paham dengan apa yang di katakan,kasihan anak orang jadi bingung karena melihat Mama komat kamit terus seperti itu!" Bujuk Dika karena tidak tahu harus berbicara apa lagi agar wanita yang sudah puluhan tahun mendampingi itu bisa sedikit menjaga apa yang ia ucapkan.


"Tapi Pah,kalau kita hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan apapun maka di bisa di pastikan kita bakal tetap terdampar disini tanpa ada yang datang menolong!" Ujar Alice yang tidak mau di salahkan.


"Tapi kalau kita juga hanya bisa marah marah ya sama saja bohong kan,sebab masalah itu harus di cari jalan keluar nya pakai kepala dingin bukan dengan emosi!" Ujar Dika pelan karena sikap istrinya itu yang selalu saja marah marah ketika ada yang memancing emosinya.


"Kenapa dari tadi kita tidak menelpon Daffa agar menyewa mobil menjemput kita?" Tanya Alice heran karena otak nya yang tidak berfungsi dengan baik.


"Benar juga ya,kenapa kita tidak menghubungi Daffa ya dari tadi?" Dika sempat menertawakan tingkah dirinya dan sang istri yang terlalu lelet dalam berpikir.


Daffa yang sedang tiduran dengan ber bantalkan paha milik Alika itu,tengah mengajak Baby Dee buat berbicara meskipun tak ada respon sama sekali.


"Sayang nanti kamu mau nya Baby Dee itu cewek atau cowok?" Tanya Daffa baik mencium perut yang masih rata milik Istrinya itu.


"Lho Kok Baby Dee,bukan kah kamu itu tadi bilang kalau dia Baby Al?" Tanya Alika heran.


"Eh siapa bilang orang Baby Al itu milik nya Kenzo sama Asya kok!" Ujar Daffa tak kalah heran.

__ADS_1


(Baca juga Karya AUTHOR yang lain ANTARA ASYA DAN RASA)


"Oh Iyokah?Habis nya aku baru tahu kalau mereka juga bakal punya bayi!" Alika sembari terkekeh ketika mengingat dirinya yang tidak tahu apa apa.


"Sayang itu...


Derth derth derth


Belum lagi Daffa berbicara sudah ad panggilan masuk dari Dika mertua Nya membuat pria itu menatap heran kearah ponsel Nya,karena biasanya mertua nya itu langsung datang dan menggangu nya daripada menelpon.


"Siapa,Mas?" Tanya Alika heran.


"Papa Dika." Sahut Daffa.


"Angkat saja siapa tahu penting!" perintah Alika dengan wajah yang serius dan memperbaiki duduknya karena penasaran.


"Iya Pah!" Sahut Daffa.


"Nak,kamu bisa sewa taksi untuk datang menjemput Papa di ***,soal nya mobil yang kami tumpangi Mogok di jalan!" Pinta Dika.


"Ya jelas ada lah buktinya Papa dan Mama kamu yang jadi korban Nya,jadi lebih baik kamu cepetan suruh taksi datang daripada Mama kamu bikin sopir taksi nya jadi perkedel." Jelas Dika membuat Daffa hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Alice itu benar benar memiliki sifat yang sama dengan Mama nya Mirna.


"Nanti aku suruh Papa saja ya,soalnya Alika tidak bisa di tinggal." Tawar Daffa.


"Iya Nak terserah kamu saja,yang penting intinya kami tidak terabaikan." Dika memastikan panggilan itu karena sudah menyampaikan maksud dan tujuan nya.


"Papa sama Mama itu sebenarnya kemana saja sih,kok bisa bisanya terdampar di tempat itu?" Tanya Alika heran.


"Biasalah Yang,pasangan puber kedua pasti ada saja kelakuan Nya!" Goda Daffa membuat Alika mendengus kesal karena mana ada pasangan puber yang melakukan hal konyol yang seperti di lakukan oleh kedua orang tua nya.


"Papa,aku bisa bicara sebentar!" Teriak Daffa karena jarak kamar nya dan orang tua nya yang tidak terlalu jauh.


"Katakan saja Boy!" Sahut Bey yang sedang berolahraga.


"Papa Dika sedang memerlukan bantuan,bisakah Papa pergi menjemput nya?" Tanya Daffa.


"Oh sangat bisa!" Sahut Mirna antusias bahkan dengan sangat teganya mendorong tubuh Bey agar enyah dari hadapan nya.

__ADS_1


"Mama,ini kan belum selesai kenapa malah berhenti?" Tanya Bey tidak terima.


"Stop ngeyel,ayo cepat jalan kasihan Alice sendirian." Ujar Mirna lalu segera masuk kamar mandi inti nya sekedar basah tidak perlu pakai sabun kan..


Bey hanya bisa pasrah saja tidak mungkin juga dirinya membantah apa yang di katakan sang istri,karena baginya itu semua percuma dan tidak bakal berdampak apapun pada siapapun dan kapan pun.


Di lain tempat Deka sedang dilema ketika tahu bahwa Diana bakal pulang ke indonesia saat itu juga,padahal dirinya sudah menyusun rencana yang matang agar bisa berduaan dan sekaligus pdkt.


"Ah ini bagaimana ya,aku kalau balik ikut dengan dia nanti apa yang bakal di lakukan Tuan Daffa? Akan tetapi kalau aku hanya berdiam diri disini,nanti mau jadi apa kedepan Nya?" Gumam Deka frustasi.


Diana kini sudah berada di bandara tinggal tunggu jadwal keberangkatan pesawat yang bakal di tumpangi Nya,karena ia harus balik dan menurut rencana orang tua nya menyuruh dirinya untuk pulang atau mereka bakal menghukum nya.


Arin yang melihat sahabat nya itu seperti enggan pergi hanya bisa mengusap pelan bahu Diana agar lebih kuat,sebab ia sangat paham dengan kebiasaan orang tua Diana yang sangat keras itu.


"Kamu yang sabar ya,aku yakin pasti suatu saat mereka paham dengan apa yang kamu inginkan." Ujar Arin pelan.


"Tau ah soalnya aku bosan mendengar apa yang kamu katakan karena selama ini hanya begitu terus,capek tau dengar Nya." Ketus Diana.


Arin hanya tersenyum mengingat apa yang dikatakan oleh Diana itu sangat betul sekali,karena entah berapa banyak kata kata yang ia keluarkan sama persis setiap kali Diana mengeluh soal hidup nya.


"Ya aku tetap harus mengatakan hal itu karena dari dulu sampai sekrang itu masalah kamu kan tidak pernah berubah,jadi aku juga otomatis tidak punya kata yang lain lagi!" Jelas Arin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jangan bertingkah seperti monyet bisa kan,soalnya kelihatan sangat menjijikan?" Ejek Diana tapi terlihat Arin tak menggubrisnya sama sekali karena fokus nya sedang terbagi.


"Kamu lihat apa sih?" Tanya Diana penasaran sambil mengikuti arah pandang Arin.


"Bukan apa tapi Siapa,Yana!" Ujar Arin gemas.


"Ohhh." Sahut Diana singkat padat dan jelas.


"sudah hanya segitu doang?" Tanya Arin heran.


"Terus harus nya gimana,masa iya aku harus bilang Wow gitu!" Ketus Diana tak minat.


"Terserah kamu saja tapi yang jelas tamu kamu sedang datang tuh kesini?" ucap Arin membuat Diana menatap heran kearah nya.


Ketika Diana mengangkat wajah Nya,netranya membulat karena tak percaya dengan apa yang ada.

__ADS_1


__ADS_2