MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 152


__ADS_3

mendengar apa yang dikatakan oleh Alan itu membuat Bella sedikitpun tak bergeming dari tempatnya, sebab keputusan Alan yang secara sepihak itu membuat dirinya tak tahu harus bersikap seperti bagaimana.


hanya saja kalimat yang secara tidak langsung diucapkan oleh Alan tadi menyiratkan bahwa dirinya Sudah dipecat dari tempat itu, akan tetapi dirinya masih mempertanyakan letak kesalahannya ada di mana Kenapa tiba-tiba dirinya harus diberhentikan secara mendadak seperti ini.


tetapi melihat ekspresi wajah Alan yang malas tahu dan tidak peduli membuat Bella bertambah heran, dengan Gayanya yang selalu percaya diri dan menganggap bahwa orang lain tidak bakalan menolak pesonanya Bella segera mendekati Alan dan menatap kearah pria itu yang tengah memeriksa berkas di hadapannya.


sedangkan Dio yang tadi ingin pergi dari situ langsung mengurungkan niatnya karena dirinya tahu bahwa Bella bakal melakukan hal yang tidak-tidak, untuk mewaspadai kalau makanan lepaskan dari Maka dari itu Dio tetap berada di situ tidak kemana-mana hanya untuk memastikan keselamatan Bosnya itu.


" maksud perkataan Anda tadi Apa Ya tuan soalnya saya kurang paham, Kenapa tiba-tiba saya ingin diberhentikan dari pekerjaan ini pada saat tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali yang setimpal dengan apa yang saya dapatkan itu?" tanya Bella membuat Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar padahal dirinya berencana jika Dio dan Bella sudah pergi ia ingin keluar kantor dan menemui kekasih hatinya yang sedang sibuk mengurus restoran yang kemarin sempat kelabakan akibat salah satu klien melayangkan protes kepada mereka.


" Nona Bella sebaiknya Anda keluar dari sini jangan mengganggu ketenangan Tuan Alan lagi, Silakan ambil pesangon yang sudah disiapkan Dan tolong jangan membuat keributan yang berakhir akan mempermalukan diri anda sendiri." ajak Dio sambil berusaha memberi jalan kepada Bella agar segera keluar tetapi wanita itu malah menatap tajam ke arahnya..


Bella tak terima Jika ada yang memerintah nya sekarang ini sebab Wanita itu sudah seperti terlihat marah, bahkan tatapannya daritadi tertuju kepada Alan yang tidak menghiraukan kehadirannya sama sekali.


" Memangnya apa yang salah sampai Anda memecat saya seperti begini, Apa anda tahu dengan perkataan yang sedang anda katakan barusan tuan? " tanya Bella yang masih penasaran letak kesalahannya dimana sehingga dirinya harus kehilangan pekerjaan ini.


mendengar perkataan Bella itu segera melepaskan pulpen di tangannya dan mengangkat wajahnya menatap tajam kearah wanita itu ya Sudah berani menunjukkan keras kepala pada dirinya, untuk juga Bella itu seorang wanita Coba kalau seorang pria entah apa yang sudah kalian lakukan kepadanya sehingga malu untuk datang ke tempat itu lagi.


" ini perusahaan saya terserah saya melakukan apapun di dalamnya tidak ada yang bakalan melarang ataupun Ada pendapat yang harus saya dengarkan, Jadi untuk apa kamu mencari tahu alasan Kenapa saya memecat kamu sekarang tanpa mendengar apapun penjelasan dari kamu! "tegas Alan membuat Bella menatap tak percaya.


Bagaimana tak percaya ketika dirinya yang merasa tak bersalah tetapi dianggap seperti seorang penjahat, saat meminta penjelasan Tidak ada satu pun yang mau menjelaskan kepadanya.


" saya tahu ini memang perusahaan anda tetapi saya juga saat masuk ke sini sudah meneken kontrak, jadi otomatis tidak bisa di putus hubungan kerja dengan begitu saja tanpa alasan yang jelas dan bisa diterima oleh saya sendiri? "jelas Bella membuat Alan sudah capek berdebat dengan wanita itu yang dari tadi rasa percaya dirinya tidak luntur sedikitpun meskipun sudah tidak bekerja lagi.


Dio sudah kebingungan harus berkata apa lagi agar Bella segera keluar sebab dirinya juga capek Harus melihat drama yang tidak jelas, padahal dirinya harus mengerjakan hal lain yang lebih penting daripada melihat kekonyolan yang sedang ada di depan matanya itu.

__ADS_1


" kamu dengarkan apa yang aku katakan tadi tidak perlu pengulangan lagi karena saya yakin Kuping kamu masih berfungsi dengan benar, saya bukan seseorang yang suka sekali mengulang apa yang dia katakan karena menurut saya membuang tenaga dan pikiran. "Karena Della tak mau keluar dari ruangannya Alan memilih untuk dirinya saja yang keluar sebab dirinya juga sudah merasa suntuk di situ.


" Dio Kamu urus wanita ini bagaimanapun caranya terserah dari kamu, setelah saya kembali nanti ke ruangan ini Serta seluruh perabotan di dalamnya sudah bersih dari kuman yang menempel! "setelah mengatakan hal itu Alan pun langsung keluar ruangan karena dirinya merasa harus membutuhkan udara segar agar pikirannya kembali jernih dan tidak memakan orang saat itu juga.


Bella yang melihat Alan sudah tidak peduli padanya langsung berlari mau berusaha mengejarnya, tetapi Dio yang sadar dengan keadaan segera menarik tangan wanita itu agar ikut dengannya ke arah yang lain.


"Hei lepaskan tangan kotor mu itu dariku sebab kamu sangat tidak pantas menyentuhku sama sekali, kamu itu hanya pegawai rendahan yang harusnya berhubungan juga dengan pegawai rendahan yang lain bukan aku yang merupakan salon nyonya besar!" teriak Bella membuat Dio dengan kesal karena wanita itu sudah menghina harga dirinya.


" di sini yang pegawai rendahan dan tidak tahu malu itu Anda atau saya, sudah tahu kalau sudah dipecat Tapi masih saja ngeyel meminta inilah itulah padahal dikasih pesangon?" sinis Dio membuat Bella menatap tajam ke arahnya.


" Kamu pikir aku adalah wanita yang gila dengan pesangon yang tidak seberapa itu, kamu jangan macam-macam denganku ya lebih baik kamu lepaskan tanganmu dariku sekarang juga sebelum aku teriak dengan kasus pelecehan? "ujar Bella membuat Dio langsung Segera melepaskan tangannya dari wanita itu sebab tidak menyukai kalimat terakhir yang diucapkan pada percaya diri.


" Idih kamu pikir mata saya sudah tidak normal Jadi tidak bisa membedakan mana wanita yang berkelas dan murahan, Ya sudah kamu langsung pulang sana menyusulku bakalan Siapa tahu masih bisa ketemu dan untuk pasangannya kamu Biarlah aku yang pakai soalnya tadi kamu tidak mau?" Dio pun pergi menuju ke ruangannya karena sudah capek dirinya berurusan dengan wanita seperti Bella yang keras kepala nya minta ampun.


" Waduh kok semuanya pada pergi artinya Beneran aku dipecat sekarang juga, yah terus nanti aku mau medicure dan pedicure gimana dong? aku kan tidak ingin kulitku kelihatan kusut dan tidak glowing lagi, tadi kan pria ada itu mau mengambil pesangon ku aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi karena itu merupakan hak yang harus diterima?" ya Siapa suruh tadi ngomongnya terlalu percaya diri alhasil jadi kere mendadak baru Nyaho.


Lagian Dio juga mana mau mengambil uang yang bukan menjadi haknya jika sampai nanti Alan tahu urusannya bakalan bisa lebih ribet, memikirkan uang yang jumlahnya tidak seberapa atau pekerjaannya yang bakal menghidupi dirinya bertahun-tahun.


Nadia yang merasa cemas dengan keadaan Bella memilih untuk menyusul ke ruangan Alan tetapi terhenti ketika dirinya berpapasan dengan Dio, selama ini tidak menganggap dirinya tetapi Bukankah mereka adalah rekan kerja yang harus saling bahu-membahu membantu jika ada yang kesulitan.


" Permisi tuan Dio kalau Boleh saya tahu Bella nya di mana ya, Soalnya dari tadi tidak kembali ke cubicle ya?" tanya Nadia memastikan.


Dio hanya bisa menghela nafasnya kasar karena dari tadi Nabila itu selalu saja muncul di hadapannya, padahal dirinya sendiri tidak ingin mendengar ataupun melihat orangnya dengan nama itu di kantor.


"kamu kembali ke meja kerja kamu dan tunggulah dia disana karena sebentar lagi pasti dia bakalan kembali, jangan kamu bertanya kepada saya karena saya tidak tahu sama sekali Dia sekarang ada di mana Bukankah itu adalah tugas dirinya sendiri bukan tugas saya sebagai orang lain? " kesal Dio karena mendengar apa yang dikatakan oleh Nadia tadi sebab dirinya punya kesibukan lain tapi selalu saja diganggu.

__ADS_1


Nadia menghela nafasnya kasar berharap jika Bella dalam keadaan baik-baik saja, karena dirinya tidak tahu harus berkata apalagi maka memilih untuk undur diri dari hadapan Dio untuk kembali ke tempat duduknya.


" sudah kalau begitu saya permisi dulu Tuhan, maaf jika tadi sudah mengganggu waktu anda yang berharga terbuang percuma." pamit Nadia lalu memilih pergi dari situ sebelum Dio berubah pikiran dan balik memarahinya lagi.


Dio menatap heran kearah punggung Nadia yang semakin menghilang,


"Dasar wanita aneh kenapa hidupku harus bersinggungan dengan para wanita seperti itu,semoga saja lain kali aku sudah berurusan dengan mereka semua itu lagi agar hidupku lebih indah terbebas dari segala macam gangguan. " gumam Dio dalam hati karena hari ini bertemu dan berdebat dengan Bella saja membuat otak nya susah untuk berpikir jernih apalagi jika setiap hari nantinya seperti begitu.


" Hey Nadia wajah kamu kenapa aku ditekuk begitu seperti ada yang sedang kamu pikirkan, asal kamu tahu saja kalau sekarang itu si Bella CS kamu itu sudah dipecat sama Pak Alan. Makanya jadi orang itu jangan keganjenan sadar diri kalau kita itu kaum remahan yang Numpang Makan sama orang, jangan sok mengatur ataupun berpikiran yang aneh-aneh karena nanti sama saja jatuhnya terlihat begitu mengasedihkan." sinis Rita yang merupakan salah satu orang yang paling tidak menyukai kehadiran Bella di tempat itu yang terlalu mengatur sana-sini.


Nadia yang tadi hendak duduk langsung bangkit berdiri lagi dan berlari keluar dirinya ingin memastikan masih bisa bertemu Bella atau tidak, untuk menanyakan Kenapa hal itu bisa terjadi kepadanya dan kenapa dirinya dipecat secara tiba-tiba seperti begini.


" Memangnya Bella ngapain ya sampai Pak Alan memecatnya, habisnya Siapa suruh Jadi orang kok terlalu bertingkah Aku ingin memastikan saja Apakah Namaku dibawa-bawa atau tidak karena memang masalah ini aku tak tahu menahu sama sekali?" gumam Nadia dalam hati lalu segera pergi dari situ.


sedangkan Bella yang sebenarnya tidak ada barang-barang penting yang dibawanya ke kantor membuat dirinya hanya bisa memakai pakaian office girl, lalu berjalan sendu keluar dari perusahaan Itu dengan tatapan nanar Tidak seperti biasanya yang terlihat begitu angkuh.


" Ya Tuhan kenapa kemarin aku tergoda dengan niat ingin sekali menggoda Pak Alan, Kalau sudah seperti begini nanti mau dikasih makan apa Ibu sama bapak di kampung? Lagian kalau mereka mendengar jika aku sudah jadi pengangguran pasti mereka bakalan memanggilku pulang dan menikahkanku kepada rentenir beristri 4 itu, aku kan nggak mau kalau dijadikan alat untuk mendapatkan uang karena aku juga punya pilihan sendiri dalam hidup." lirik Bella frustasi karena memang semua jalan yang ingin Ia lalu itu terasa buntu tidak tahu harus berpikir apa lagi.


" Hei Bell, Tunggu aku dong! Kamu kok malah di sini Bukannya di dalam kantor, Padahal tadi aku nungguin kamu loh sebab lama sekali kembalinya dari ruangan Pak Alan?" tanya Nadia yang pura-pura tidak tahu menahu dengan masalah yang sedang menimpa Bela karena alasannya bakalan tepat sebab dirinya tadi sibuk bekerja.


namun Bella yang dari tadi ingin sekali marah menatap sinis ke arahnya sebab sepertinya dirinya punya tempat untuk melampiaskan emosi yang sedang ia rasakan, Siapa suruh hadir di waktu yang tidak tepat seperti ini dan akhirnya Nadia yang bakalan menjadi sasaran utamanya.


" kamu tanya ke aku kenapa Aku sekarang ada di sini Memangnya kamu pikir aku ini bodoh dengan kebohongan yang sedang kamu akting kan dari depan aku, lebih baik sekarang kamu kembali ke dalam dan jangan pernah menampakan batang hidung kamu ke hadapanku karena saat itu terjadi aku bakalan marah besar ke kamu sebab sudah mengganggu ketenangan ku!" usir Bella sambil menatap sinis ke arah Nadia yang Malah berdiri menatap heran ke arahnya'


" loh kamu kok marah ke aku, Memangnya letak kesalahanku itu ada di mana? Lagian aku kan tanya ke Kamu kenapa sih jam begini masih berada di sini bukannya masuk di kantor, Kalau memang kamu punya jawabannya bisa aku pahami tinggal jawab saja kalau memang tidak ada niat Ya sudah tidak usah jawab ngapain juga sih marah-marah? "tanya Nadia memasang wajah tak sukanya sebab sikap Bella yang selalu saja kasar kepada orang lain itu tidak pernah berubah meskipun keadaannya yang tengah Genting sekalipun.

__ADS_1


" Hahaha ternyata kamu selama ini hanyalah berpura-pura bersikap manis agar orang lain bilang kalau kamu itu gadis kalem, Sudahlah lebih baik pergi menjauh saja daripada membuat aku yang jadi emosi ke kamu dan bakalan melakukan hal yang tidak-tidak!" usir Bela lagi membuat Nadia mendengus kesal.


" Ya sudah terserah kamu saja yang penting intinya 1 Aku Hanya mengingatkan kepada kamu jika nanti kalau kamu melamar lagi di tempat kerja yang baru, Jangan lupa untuk selalu menjaga sikap dan penampilan karena biar bagaimanapun semua orang tidak mungkin menyetujui jika Bertemu manusia seperti kamu. terserah untuk selanjutnya kamu mau mendengarkan aku atau tidak itu urusannya kamu yang penting aku hanya ingin mencoba untuk mengatakan saja, semoga nanti lain kali kita bertemu lagi dan pemikiran kamu sudah semakin dewasa tidak sepicik ini!" jelas Nadia lalu segera pergi dari situ.


__ADS_2