MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 23


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


MAAF JIKA JARANG UP SEKARANG


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ****


Dafa menjadi bingung sendiri,kenapa dengan suka rela dirinya mengikuti wanita jutek yang sedang menuju mobilnya itu.


"Ini aku yang bodoh,atau mungkin dia jodohku?" gumam Dafa bingung.


Ya iyalah seorang Dafa Adrian tidak bingung bagaimana,dirinya yang biasa jadi pusat perhatian dan yang paling diminati kaum hawa masa iya klepek klepek sama cewe patah hati.


Sementara itu Alika menggerutu kesal,perutnya masih lapar tapi makanannya dipalak sama yang katanya Bos Besar.


Padahal makanan dikantin bermacam macam,masa dengan tidak tahu malunya mengambil punya Alika.


"Tuh orang katanya Bos tapi hidupnya melarat begitu,awas saja saat proyek dia macam macam lagi bakal ku buat perhitungan dengannya," gumam Alika pelan tapi masih bisa didengar.

__ADS_1


Dafa hanya berdiri didepan pintu masuk,sambil menatap heran kearah Alika yang mulutnya komat kamit tak jelas.


"Tuh cewek suka sekali bertingkah seperti orang gila,lama lama dibawah kerumah sakit jiwa !" Ucap Dafa pelan.


"Permisi Tuan,ada berkas yang harus anda tanda tangani," ucap Deka yang muncul tiba tiba.


"Astaga ,kamu itu mau bunuh saya secara mendadak atau apa hah?Tiba tiba muncul langsung bicara tidak jelas,sudahlah jangan macam macam kamu ganggu saja!" Kesal Dafa.


Deka hanya tertunduk karena bingung,bukankah Dafa yang main pergi begitu saja. Untuk apa coba,malah ia berdiri bengong saja didepan pintu masuk.


Deka mengikuti arah pandangan Dafa,dirinya langsung menggelengkan kepalanya. Ternyata oh ternyata karena cinta,sungguh dunia serasa milik berdua.


"Jadi Tuan kalau urusannya sudah selesai,bisakah untuk pergi menandatangani berkasnya," pinta Deka lagi yang membuat Dafa ingin sekali menghabisi pria itu.


"Anda Tuan!" Sahut Deka sambil menundukan kepalanya.


"Bagus,esok jangan ulangi lagi tingkahmu itu!" Tekan Dafa lalu kembali keruangannya.


Deka sebagai bawahan sudah tak bisa berkomentar jika majikannya sudah berbicara seperti itu,walaupun maksud dan tujuan nya untuk kebenaran.


"Huft,salah lagi." Gumam Deka sambil terus berjalan mengikuti Dafa.

__ADS_1


Alika yang tengah menggerutu memilih makan di salah satu warung tenda pinggir jalan.Karena perut nya sudah tak bisa diajak kompromi lagi,bukan kah emosi juga butuh tenaga.


"Mang,batagor nya satu pake pedas level tinggi." Teriak Alika absurd tak sesuai dengan wajah cantiknya itu.


"Wahh Neng,cantik tapi kok makan disini?" Tanya Salah satu pengujung yang lain.


"Masalah buat kamu?" Tanya Alika sambil mengeryitkan keningnya.


"Hehe soalnya jarang orang cantik sama yang pake mobil mau jajan dipinggir jalan." Sahut orang itu.


"Jangan menilai orang dari kulit luarnya saja Mas." Sahut Alika ketus.


"Ini Neng pesanannya." ucap Mamang penjual.


"Makasih ya Mang,tapi bisa tidak tolong kasih makan Mas yang itu soalnya mulutnya itu cerewet kaya orang kelaparan," ujar Alika sambil menunjuk kearah orang yang tadi bicara banyak denganya.


"Haha,jangan marah Eneng cantik tadi Abang hanya bercanda saja!" bujuk pria itu.


"Tapi maaf ya Mas,hari ini saya tidak mood diajak bercanda!" Ketus Alika kesal.


Entah mengapa saat ini Alika tak ingin diajak bercanda,mungkin efek perbuatan Dafa tadi.

__ADS_1


Tanpa Alika sadari jika sedari tadi ada sepasang mata menatap sendu kearahnya.


__ADS_2