
Maaf episode yang kemarin banyak typo nya maklumlah matanya Mama kalau sudah nempel di tempat tidur bawaannya pada pengen ngorok.
jadi dimaklumi saja Kalau merasa diri ingin berkomentar pedas biar Anda menyingkir dulu deh soalnya author lagi pengen santai sejenak tidak terulang ingin memusingkan hal-hal yang tidak perlu dipusingkan.
lanjut***
" perasaan kamu kalau berdiri di situ terus ngomong aku tetap bakalan dengar Kok tidak perlu harus masuk, Lagian kalau Yang kamu bahas itu tidak penting-penting amat lebih baik pergi saja deh kerjaan aku masih banyak! " sinis Ana yang sengaja mengatakan hal itu agar Alan segera pergi dari situ.
Alan mendengus kesal karena Ana dari tadi selalu saja berkata kasar padanya, Padahal mereka baru bertemu Setelah sekian lama berpisah Kenapa tidak ada sambutan yang manis untuknya selama pulang ke tanah air ini.
" kamu tega membiarkan ku tidak boleh masuk, atau Kamu memang tidak pernah menganggapku sebagai sahabat kamu lagi? " tanya Alan Sendu membuat Ana sebenarnya Tak Tega.
melihat wajah Ana yang terdiam seperti itu, membuat Alan Tersenyum Dalam hati karena ternyata sahabatnya itu masih sama tidak pernah tega melihat orang yang ia kenal bersedih.
" Kamu masih sama seperti dulu karena masih sahabatku yang dulu tentang kamu, entah Hal apa yang membuat kamu menjadi dingin seperti begini tapi aku tidak akan pernah menyerah mengembalikan sahabatku seperti dulu lagi!" batin Alan tersenyum penuh kemenangan'
" Ya sudah ayo masuk, tapi ingat jangan lama-lama soalnya aku juga punya kesibukan lain bukan hanya meladeni kamu saja!" sinis Ana yang wajahnya tidak ada senyum sama sekali tapi Alan sudah terbiasa dengan hal ini.
" Emangnya kalau lama tidak boleh, kamu takut pacar kamu bakalan cariin atau gimana sih?" tanya Alan sambil tersenyum mengejek.
Ana mendengus kesal karena Jadinya Kenapa tadi dengan sukarela mengijinkan Alan masuk ke dalam, nanti begini jadinya membuat dirinya harus menahan emosi.
" Kenapa juga tadi aku izin kan dia masuk ke dalam, nanti Kalau nyolot sudah kambuh mau bagaimana lagi coba?" Ana merutuki kebodohannya karena sudah mengizinkan Alan masuk ke dalam ruangan.
"Jadi aku tidak ditawarin minum atau makan begitu, soalnya dari tadi itu aku tahan lapar terus kamu bukannya menawari aku apa gitu eh malah pergi begitu saja?" Ujar Alan sambil tersenyum.
Pletak
Sebuah Pulpen mendarat sempurna di atas kepala Alan,itu semua di lakukan oleh Ana membuat pria itu meringis kesal.
"Awww kamu itu kenapa sih,jadi orang kok kasar sekali dengan teman sendiri?" Tanya Alan sambil mengusap pelan kepalanya yang terasa sakit.
"Makanya jangan perintah yang aneh aneh,kamu pikir aku ini pembantu kamu yang bisa kamu perintah sesuka hati!"Sungut Ana kesal.
"Tapi jangan KDRT juga kan,masa kamu tega begitu membuat kepala aku sampai bonyok seperti ini?" Tanya Alan sambil memasang wajah cemberutnya.
"Memangnya kamu pikir aku peduli begitu,oh Maaf aku mah bodoh amat!Ngapain juga mesti memikirkan manusia tidak berguna seperti kamu,bikin habis waktu dan tenaga!" Sinis Ana dengan tatapan horornya.
"Astaga Na,hati aku berdenyut lho mendengar apa yang kamu katakan!" Alan berpura pura memegang dadanya yang di buat seperti kesakitan.
"Aishh lebay jadi orang memangnya kamu pikir aku ini manusia paling bodoh yang bisa kamu bohongi,sudah sana jangan macam macam daripada aku habisi kamu pake tanganku sendiri!" Ujar Ana sambil menarik kerah baju Alan yang tadi saat baru bertemu sudah membuat dirinya kesal.
"Eh kamu mau apa,jangan bilang kamu mau cium aku?" Tanya Alan sambil menaik turunkan alisnya membuat wajah Ana memerah karena malu.
__ADS_1
"Idih mana ada begitu,memangnya kamu pikir aku mau apa dengan pria yang tidak berguna seperti kamu?" Tanya Ana sinis.
"Aku pria tampan lho,hanya saja nasib belum beruntung.Karena wanita yang kucintai malah menikah dengan pria lain,padahal kurangnya aku apa coba?" Tanya Alan penasaran.
Deg
Ana merasa lain dengan perkataan Alan barusan,ia merasa seperti ada ribuan jarum yang menusuk tepat di jantungnya.
"Apa ini tentang Alika,ternyata dia tetap menjadi yang paling utama di hati kamu!Ah aku mah bisa apa jika selalu saja tidak dianggap,lebih baik cari yang sudah pasti sajalah!" Kali ini Ana sudah mengambil keputusan agar move on dari Alan Smith.
Ketika Ana hendak menjawab tiba tiba dari arah luar terlihat Ella membawa makanan,membuat niatnya itu ia urungkan.
" Permisi Ibu ini pesanannya, maaf jika kelamaan soalnya aku bingung mau sediakan Mas nya makanan yang model apa?" ujar Ella sambil tersenyum.
" Kamu taruh saja di situ terus boleh keluar sekarang, Nanti kalau ada apa-apa yang tidak beres kasih kabar ke saya saja soalnya saya juga butuh makanan sekarang!" perintah Ana yang benar-benar tak ingin diganggu dengan apapun yang terjadi.
Ana memilih untuk mengabaikan kehadiran Alan di situ, karena dirinya tak ingin berdebat dalam keadaan kelaparan. Bukankah setiap orang berbicara harus membutuhkan tenaga, maka dari itu Ia memerlukan tenaga itu saat ini juga.
bahkan kehadiran Alone tak ia hiraukan sama sekali, pasalnya dirinya membenci pria yang selalu saja menganggap bahwa dirinya itu yang paling benar.
sedangkan Alan menatap tak percaya ke arah Ana yang Bahkan menawarinya makanan pun tidak, padahal Jika ditanya kelaparan Ya jelas dia sangat kelaparan.
" kamu tidak ada niat untuk menawariku makan, ini sudah jam makan malam lewat loh? masa iya hati nurani kamu sudah semakin menghilang ditambah dengan umur kamu yang sudah semakin tua, ah Tuhan tolonglah aku kembalikan sahabatku seperti dulu lagi!" pinta Alan dengan wajah memelas mungkin.
" kamu kalau ngomong bisa tidak jangan terlalu yang aneh-aneh, Kamu pikir aku ini babysitter kamu ataupun pengawal kamu selalu saja menjaga kamu takut kamu kelaparan kedinginan atau apapun itu? Ya itu makanan ada di depan kamu Silakan dimakan saja kan, Lagian Emangnya selama ini kamu orangnya tau permisi?" sinis Ana membuat Alan yang bisa tersenyum.
ditaruhnya kembali sendok pada tempatnya dan menatap serius ke arah Alan, sedangkan yang ditatap mah bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
" kamu bisa tidak menyelesaikan masalah itu sendiri, Aku punya kehidupanku sendiri yang tidak ingin selalu campur dengan masalah pribadi kamu? Aku ini wanita loh punya perasaan dan juga harga diri, kenapa masalahnya kamu sama orang lain keluhannya ditujukan hanya untukku?" Ana benar-benar muak dengan sikap yang ditunjukkan Alan ini.
" kamu marah, Emangnya aku tadi ngomong apa? perasaan selama ini kamu adalah orang yang selalu bersabar ketika aku mengeluh, dan juga menjadi saksi perasaan aku kepada Alika!" ujar Alan Tak habis pikir dengan perkataan yang dilontarkan Anna barusan.
" jadi kamu tidak sadar letak kesalahan kamu dimana, Kamu tahu tidak kalau sekarang itu kita sudah sama-sama dewasa jadi otomatis dalam berpikir pun kita sudah bisa lebih optimis. kalau setiap saat kalian punya masalah aku yang menjadi penengah, Terus kalau masalah aku nanti siapa yang bakalan bantuin? kamu, sepertinya tidak mungkin karena di dalam otak kamu itu hanya ada Alika Dan Alika saja!" ujar Ana sambil tersenyum mengejek.
Alan menghela nafasnya kasar padahal dalam pemikirannya jika apa yang ia katakan itu merupakan kebiasaan dari dulu, tapi ternyata Ana yang dulu dan kini sangat berbeda.
" kamu berubah, dan aku sangat membenci perubahan itu! kamu bahkan tidak mau mendengar apa yang aku katakan, padahal dulu kamu tidak seperti begini. kamu yang dulu itu sabar mendengarkan semua keluh kesah, tapi sekarang semuanya sudah berubah!" Alan mengatakan hal itu sambil mengusap rambutnya frustasi.
" terus kamu mau aku seperti apa, menjadi wanita yang paling bodoh di dunia atau menjadi wanita yang pura-pura pintar padahal hatinya sedang dibodohi?" Kata Ana sambil menatap tajam kearah Alan yang bingung dengan arti perkataannya barusan.
" kamu ngomongin apa sih, Emangnya tadi aku ngomong apa sampai cara kamu menanggapinya dengan begitu?" tanya Alan sambil mengerutkan keningnya membuat Ana tertawa bodoh.
" ya ya aku lupa kalau selama ini cara Bicaraku tidak pernah benar, silakan nikmati makan malam Tuan Alan Smith yang terhormat karena tidak ingin diganggu olehmu dari sekarang!" tanpa banyak bicara lagi Ana pergi dari tempat itu sebelum kesabarannya mencapai batas akhir dan melakukan hal yang tidak-tidak nantinya.
__ADS_1
Alan yang sadar jika Ana sudah pergi dari situ, langsung mengejar sahabatnya itu.Untuk meluruskan masalah apa yang sedang terjadi, agar tidak berlarut-larut dan membuat mereka menjadi renggang.
" Ana Hei dengerin aku dulu, please dong Kamu jangan main pergi begitu saja! nanti kalau kamu pergi aku disini sama siapa, Kamu tahu kan kalau Alika sudah ada yang punya jadi hanya sisa kamu saja yang aku miliki sebagai teman yang saling mengenal!" perkataan Alan itu membuat Ana benar-benar kesal.
" teman dan Teman Wah ternyata statusku memang dari dulu tidak pernah bisa berubah, saking tidak ada perubahannya aku saja sampai merasa tersanjung!" ujar Ana yang keceplosan.
sedangkan Alan menatap heran ke arahnya, Maksudnya apa dalam kata teman dan perubahan itu yang sedang Alan mencoba mencernanya agar lebih mudah untuk dipahami'
" bisa kamu jelaskan apa maksud dari perkataan kamu barusan?" tanya Alan sambil menatap penuh selidik kearah Ana.
Ana yang baru sadar kebodohan barusan yang telah ia lakukan, mencoba untuk bersikap biasa saja seolah tak terjadi apapun di antara mereka berdua.
" kamu yang salah dengar karena aku tidak mau bicarakan apapun, Ya sudah aku mau pulang dulu kamu lanjutkan makan ya atau tidak kamu pulang sekalian juga nggak papa. usahakan Besok jangan kembali lagi ke sini, karena aku tidak ingin menjadi fitnah untuk semua orang!" perintah Ana membuat Alan kebingungan hingga tetap harus berekspresi seperti bagaimana.
ketika sadar dari kebingungannya itu Ana sudah hendak pergi dari tempat itu, antara sadar dan tidak tanpa banyak bicara Alan langsung berdiri tepat di hadapan mobilnya Ana yang hendak meninggalkan tempat itu dengan merentangkan kedua tangannya.
widih keren Bang'...
" sialan ini bocah kok bisa bisanya tidak paham apa yang kumaksud kan, masa iya aku harus ngomong pakai bahasa nya Wonderland baru dia paham!" sungut Ana dalam Hati.
" Woi kau menyingkir dari situ tidak, kalau mau mati jangan cari-cari saksi karena aku sama sekali tidak berniat untuk melakukan hal itu?" tanya Ana setengah teriak dari dalam mobil.
" aku tidak bakalan minggir sebelum kamu mau ngomong sama aku, Enak saja kamu main nyelonong pergi begitu saja meninggalkanku sendiri dengan tempat yang tidak ku pahami sama sekali?" sahut Alan sambil tak berpindah dari tempat dirinya berpijak sekarang'
" kamu tadi jalan-jalan saja bisa sampai akhirnya ketemu tempat ini, masa iya pulang sendiri pun tidak bisa terus tadi jalan ke mana saja?" tanya Ana yang masih bersikeras untuk tetap berada di dalam mobil.
" aku bakalan pindah kalau kamu sudah turun dari dalam mobil, karena di dunia ini bukan kamu saja yang kepala batu aku juga bisa!" Ana yang hari ini mood-nya sedang buruk memilih untuk memundurkan mobilnya agar gampang Memutar Balik.
sedangkan Alan menatap tak percaya ke arahnya, karena nekat yang dilakukan oleh Ana barusan, membuat dirinya dengan segera menuju ke dalam mobil dan mengejar kendaraan kuda besi yang bisa ditumpangi oleh Ana itu.
" Ana kamu tuh sebenarnya Kenapa sih kok bisa berubah model begini, Apakah kehadiranku sudah kamu tidak anggap sebagai seorang sahabat lagi?" Lirih Alan dalam hati bahkan rasa laparnya pun pergi begitu saja yang ada dengan cemas yang begitu mendalam karena wajah Ana tadi sangat tidak bersahabat.
senyum Alan langsung kembang ketika melihat Kemana tujuan Ana sekarang, ya itu kembali ke kediamannya yang dari dulu tidak pernah dilupakan oleh Alan.
Ana yang baru saja turun dari dalam mobil terus masuk ke dalam rumah, dikejutkan dengan keberadaan orang tuanya di ruang keluarga.
" Hola mi Mama y Mi papa!que estoy haciendo.hablas en cerio?" tanya Ana sambil tersenyum menggunakan bahasa Spanyol.
" mama sama papa lagi nungguin kamu, Kenapa sih Lama sekali perasaan selama ini selalu pulangnya awal?" tanya Amelia penasaran.
" ah itu biasa lah ada Urusannya yang tidak bisa di tinggal, ya makanya pulangnya agak telat!" bohong anak memaksakan senyuman di wajahnya tidak memungkinkan dirinya berkata jika sedang patah hati.
" Ya sudah ayo duduk sini ada yang ingin Mama sama Papa tunjukin ke kamu, karena baru dikirim tadi sekitar 15 menit yang lalu." ajak Amelia sambil menepuk pelan tempat yang kosong di samping dirinya.
__ADS_1
" Memangnya mau nunjukin apa sih, Aku jadi penasaran nih?" tanya Anna sambil tersenyum.
tapi jawaban yang didapatkan Ana belum ada pengacau sudah muncul lebih dulu, membuat Ana mendengus kesal karena ada saja kelakuan orang yang tak diundang itu.