MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 198


__ADS_3

mendengar apa yang dikatakan oleh Si Cecep barusan membuat Diana langsung bangkit dan ingin menonjok wajahnya sampai sukses,Sebab ia paling benci dengan orang yang kalau bicara suka aneh aneh.


Apalagi tanpa beban di hadapan kekasih nya itu,memang nya perasaan pria itu di letakkan di sudut bagian yang mana?


Setidaknya mengakui hal yang memalukan itu harus memikirkan perasaan orang lain,bukan asal nyeplak saja.


"Kamu kalau bicara bisa tidak sadar diri dan posisi,noh yang harus kamu puji itu si cunguk bukan orang lain?" Tanya Diana sambil memasang wajah yang bisa di bilang kalau posisi Cecep memang benar tidak menguntungkan.


Sedangkan Arin memang tidak bisa berbuat banyak apalagi dengan posisi sahabat nya yang sedang emosi seperti itu,ia juga tidak menyukai sikap yang di tunjukan oleh Cecep yang menurut nya terlalu lancang.


"Sudah kalian jangan berdebat lagi biar dia juga bisa pergi,dan kamu lain kali itu kalau mau bicara jangan asal sembarangan!" Ketus Arin lalu membuka pintu Apartemen dan secara kebetulan Deka juga hendak keluar dari situ.


Pria itu begitu terkejut ketika melihat Arin tepat berada di hadapan nya,namun fokus nya sedang menuju sosok yang begitu dirindukan itu.


Diana pun sama tengah menatap heran kearah nya,sungguh suatu pertemuan yang tidak pernah terduga apalagi di rencanakan.


"Kalian kok bisa di sini?" Tanya Deka bertanya kepada Arin tapi fokus nya kearah Diana dan juga Cecep.


Pasti si Om lagi mencurigai sesuatu yang tidak tidak,padahal mereka berdua yang berada dalam ruangan itu saja sedang tidak dalam kondisi yang akrab.


" ya kita kan tinggal di sini yang harusnya kita tanya itu Om kenapa bisa ada di situ,perasaan masih di Korea Terus kenapa bisa tiba-tiba ada di depan sini Memangnya kapan kembali ini Kok kita nggak tahu? " tanya Arin memastikan.


Diana tidak terlalu ambil pusing dengan keberadaan Deka karena menurutnya satu hama harus segera ia singkirkan yaitu keberadaan Cecep Masduki di apartemennya, melihat kearah pria itu saja sudah membuat darahnya mendidih sepertiga apalagi melihatnya lebih dari 1 jam otomatis bisa dipastikan Cecep bakalan pulang dalam keadaan kritis.


" kamu itu dengar tidak apa yang aku katakan tadi? kenapa malah berdiri bengong disitu, seolah memang tidak peduli dengan yang tuan rumah katakan? Sepertinya kamu itu orang yang tidak punya malu sama sekali Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, aku saja sampai bingung Arin itu sebenarnya kenal kamu itu Dibagian mana sih Sampai sifatnya sudah seperti orang gunung yang tidak punya rasa malu sedikitpun?" Omel Diana dengan nada yang tidak bercanda.


Cecep hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sebenarnya alasan dirinya mendekati Arin yaitu karena seorang Diana Pelangi, gadis cantik yang merupakan salah satu orang terkaya di tempat dirinya kuliah. Jadi otomatis jika dekat dan bisa mengenal wanita itu maka bisa dipastikan kantongnya bakalan full terus sebab ada yang selalu mengisinya, hanya saja salah satu kesulitannya yaitu Diana itu sangat sulit untuk dijangkau karena kepribadiannya yang malas tahu juga tidak suka diatur oleh siapapun itu.


namun berbeda bagi Diana Karena Wanita itu sangat membenci dengan pria yang suka tebar pesona dan berbuat seolah dirinya paling bagus, sehingga setiap wanita bebas di permainkan sesuka hati karena menurutnya Siapa yang bakalan menolak pesona nya.

__ADS_1


" aku itu tadi mau pulang hanya kamunya saja yang ngajakin ngobrol ya akhirnya aku masih tertahan di sini, atau kamunya yang tidak ikhlas lihat aku pergi Makanya kamu sengaja mengajakku berbicara agar masih tetap bertahan ada di tempat ini?" Tanya Cecep.


"Arin kau urus pacar sengklek mu ini!" Teriak Diana.


Deka akhirnya sadar jika sebenarnya pria yang sedang bersama Diana, itu adalah orang yang paling dibenci oleh Diana. karena sering disebut nya dan yang ia ketahui pasti itu merupakan kekasihnya Arin.


"Kamu urus itu orang yang sangat membuat Diana tidak nyaman, Terus kalau bisa jangan datang ke tempat ini lagi Atau aku yang bakalan menyeret paksa dia keluar! " tegas Deka lalu bukannya masuk ke dalam apartemennya malah pria itu memilih untuk masuk ke dalam apartemennya Diana untuk bertemu dengan gadis itu yang dari tadi sudah tidak peduli dengan kehadirannya sama sekali.


" Ayo kamu keluar dari sini. daripada kalau kamu tetap berada di tempat ini, yang ada itu hanya bikin Diana emosi terus sama kamu Yang kalau ngomong tidak pernah dipikir dulu!" oceh Arin.


ketika Deka masuk ke dalam tempat itu dirinya menatap tajam ke arah cecep,yang juga hendak keluar. aura permusuhan begitu kentara di antara mereka berdua, yang Padahal di dunia nyata itu tidak ada sangkut-pautnya sama sekali dan juga tidak pernah bertemu sebelumnya.


sepeninggal orang yang sudah memancing emosinya barusan, kini giliran Diana menatap tajam ke arah Deka. Yang tanpa permisi sudah masuk ke rumah orang lain, padahal sebenarnya Diana kali ini benar-benar tidak ingin diganggu karena tugasnya sedang menumpuk dan memang tidak sedang santai.


"Kalau memang kamu ada kesibukan ya silahkan lanjutkan anggap saja aku tidak ada, Aku kesini hanya untuk memastikan keadaan kamu dan juga melihat kira-kira Bagaimana keadaan tetangga baruku ini? Jadi silakan saja lanjutkan kegiatanmu itu dan jangan pernah menganggap aku ada, karena Aku juga bakalan berbuat seolah aku memang tidak ada disini!" Jelas Deka.


Diana akhirnya berbuat sesuai dengan yang diinginkan Dika dengan hanya sibuk pada tumpukan kertas yang berada dihadapannya itu tanpa menghiraukan keberadaan Deka sama sekali, karena memang yang diinginkan pria itu adalah seperti begitu yaitu tidak menganggap kehadirannya jadi Diana menyesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh Deka tidak ada yang salah dong.


Siapa yang tidak heran masa iya ada dua manusia di dalam tempat itu berlainan jenis tetapi tidak berbicara, padahal sebenarnya kesempatan mereka karena sudah tidak bertemu selama beberapa minggu inilah saatnya untuk mengungkapkan semuanya tapi yang ada mereka malah diam-diaman seperti orang yang lagi berantem.


" kalian berdua amankan Soalnya aku takut jika ada masalah besar yang sedang kalian tutupi, Mana ada orang yang duduk sambil diam-diaman seperti begini kalau bukan tidak ada konflik yang sedang terjadi di antara kalian berdua?" Tanya Arin heran.


Diana yang sedang serius mengerjakan tugasnya menatap sinis ke arah Arin, Bagaimana tidak sahabatnya itu berbuat seolah tahu-menahu tentang apa yang terjadi di dalam tempat itu.


Padahal seharusnya tanpa mereka katakan Arin harusnya sadar jika dirinya sedang apa,masa ada tumpukan tugas di hadapan Diana yang segede itu Arin tidak bisa melihat nya?


"Kamu bisa diam tidak!" Bentak Diana gemas terhadap tingkah sahabat nya itu.


" Ya aku kan hanya tanya saja jangan marah-marah dong! Memangnya ada yang salah dengan pertanyaanku tadi, perasaan letak kesalahannya itu tidak ada karena aku hanya ingin memastikan dengan apa yang aku lihat sekarang ini kira-kira ada apa Diantara Kalian?" Balas Arin santai.

__ADS_1


Diana mendengus kesal bahkan pulpen di tangan nya sudah ia lemparkan kearah Arin,dan ketika Arin mengelak terlihat Deka menangkap nya dan menyerahkan kembali padanya.


" Lain kali kalau tugasnya begitu susah dan kamu kesulitan mengerjakan nya, Ngomong dong sama orang lain Siapa tahu Ada yang bisa bantu!" Jelas Deka.


Bukan nya senang dengan tawaran pria itu yang ada Diana malah bertambah kesal,karena menurutnya kini sudah ada dua penggangu yang berada di tempat itu.


Maka dari itu ia bangkit dan menatap kearah Deka Lalu setelah itu dirinya juga menatap kearah Arin yang sudah mulai ketakutan jika Diana sudah menunjukkan sikap yang seperti begitu, Gadis itu sudah begitu kenal tapi sahabatnya itu jika dirinya sedang marah ataupun tidak menyukai sesuatu otomatis bahkan memberikan Tatapan yang bisa meneliti orang secara hidup.


" kalian berdua itu sadar tidak kalau aku sedang melakukan pekerjaan rumah yang tidak bisa dianggap sepele dan juga tidak bisa dibilang gampang, kalau memang kalian tidak punya kesibukan lain silakan pergi meninggalkan tempat ini Terserah mau ke mana saja bila perlu mau bunuh diri atau jungkir balik sekalipun aku tidak peduli sama sekali!" tegas Diana sambil menunjuk kearah Pintu.


Arin yang mendengar teriakan Diana langsung masuk kedalam kamar daripada disitu terus bisa bahaya urusan nya,namun berbeda dengan Deka yang malah mendekati Diana dan mendekatinya.


Dirinya tahu jika gadis itu memang sedang kesulitan maka dari ia tidak mungkin meninggalkan nya sendirian,karena kesulitan itu jika di kerjakan bersama sama bukan kah akan menjadi lebih mudah.


"Mana yang sulit,siapa tahu aku bisa bantu?" Tanya Deka pelan sambil mengusap pelan kepala Diana yang terusan mengelak.


"Jangan seperti itu brengsek,kamu pikir aku anak kecil?" Tanya Diana dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Kamu itu bukan anak kecil tapi calon ibu dari anak kecil!" Jelas Deka ambigu membuat Diana menatap heran kearah nya.


Ya jelas heran lah karena sampai sekarang untuk berpikir kearah situ dirinya tidak pernah,kenapa malah membahas hal yang mungkin masih lama baru terjadi.


"Kamu kalau mau gila jangan disini karena aku masih ingin menjadi orang waras,sana pergi atau aku bakal teriak ada maling yang masuk!" Ancam Diana.


"Ya mana bisa begitu dong. Lagian mana ada para penghuni yang lain percaya dengan apa yang kamu katakan,karena aku lebih dahulu ada di tempat ini baru Kamu!" Deka tersenyum penuh kemenangan dengan ekspresi wajah yang di tunjukan oleh Diana kini.


"Jangan lihat lihat nanti bola mata mu meletus keluar!" Ancam Diana.


"Aku ikhlas jika Buta karena kamu,tapi sini ayo aku bantu pekerjaan mu biar cepat selesai dan kita bisa jalan jalan!" Ujar Deka lalu meraih tangan dan sekaligus mengambil tugas yang sedang di pegang oleh wanita itu.

__ADS_1


Diana mendengus kesal karena memang sebenar nya ia merasa heran,sebab Deka itu tiap hari bergaul dengan berkas perusahaan mana paham soal masalah tentang Fashion.


Namun mau bagaimana lagi tidak mungkin juga kan dirinya menolak atas bantuan yang ditawarkan tanpa diminta,sebab itu sama saja mendustakan anugerah Tuhan yang secara tidak langsung sudah di kasih.


__ADS_2