MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 90


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Alan terlihat begitu antusias ketika mendengar ajakan Ana tadi, padahal dirinya dari tadi sudah bersusah payah agar wanita itu mau pergi dengan Namun ternyata ajakan itu tak diindahkan sama sekali barulah setelah dirinya memilih bungkam anak jadi berubah pikiran tak apalah ferguso.


" Jadi kita mau makan di mana ini, aku bakalan ikut semua apa yang kamu katakan meskipun ke ujung dunia sekalian?" tanya Alan memastikan membuat Ana menatap kesal ke arahnya.


Bagaimana tidak kesal dari tadi yang memaksa diri untuk pergi adalah Alan kenapa sekarang harus dirinya yang membantu berpikir lagi, Jika seperti ini kenapa tidak makan saja di restoran nya agar tidak membuatnya berpikir tinggal langsung menyebutkan saja.

__ADS_1


" kamu kalau mau pergi keluar terus membuat orang lain yang repot untuk berpikir, lebih baik sekalian Tidak usah saja toh lebih praktis kan tidak ada orang yang dibuat pusing dengan permintaan kamu yang selalu saja aneh-aneh itu!" sinis Ana tapi ditanggapi santai saja oleh Alan.


" Ya aku kan masih baru di sini nanti kalau sudah beberapa bulan ya aku bakalan mencoba deh untuk menghafal setiap letak tempat ini, karena itu semua bakalan aku tuh bukan hanya khusus untuk kamu saja!" Alan mengatakan hal itu sambil genggam tangan Ana agar mereka berdua sama-sama berjalan menuju ke arah parkiran.


" kamu bisa lepas tidak tangan kamu itu? parkiran itu daerah umum Memangnya kamu mau kita menjadi bahan tontonan semua orang, kalau sampai hal itu terjadi kamu adalah orang pertama yang bakalan aku cita karena sudah menurunkan Harga Diriku didepan pegawaiku sendiri?" bisik Ana karena tidak ingin orang lain salah paham padanya.


karena dasarnya Alan itu tidak punya malu, jangan salahkan dirinya jika apa yang diinginkan oleh Ana tidak diindahkan sama sekali. bahkan dengan percaya dirinya ia seolah menunjukkan kepada semua orang bahwa Siapa yang merupakan pemilik Ana kini.


kini keduanya sudah berputar-putar keliling kota hanya mengandalkan daya ingat Alan yang sudah entah dari tahun berapa, padahal sebenarnya letak kota itu sudah berubah 100%.


" Kamu itu sebenarnya niat tidak mau ajak keluar, kalau memang tidak niat hati lebih baik tidak usah memaksakan diri karena Siapa juga yang mau jadi tukang ukur jalanan jika hanya berputar-putar seperti begini?" tanya Ana tak habis pikir dengan sikap Alan yang dari tadi hanya memancing emosinya saja.

__ADS_1


" ya Habisnya tadi aku mau bertanya ke kamu Kita enaknya makan dimana kamunya tidak ingin kasih tahu, jadinya sekarang aku bingung Saya hanya bisa berputar-putar saja mencoba untuk bernostalgia mengingat masa lampau! " ujar Alan membuat Ana menatap tak percaya ke arah pria itu kok bisa-bisanya ya mengaku tinggal di negara maju tapi masih kudet.


" astaga kamu itu kok bisa ya jadi lemot begitu, itu ponsel gunanya apa Alan jika tidak bisa gunakan untuk mencari sesuatu yang lebih penting? " tanya Ana gemas dengan sikap Alan dan yang sungguh-sungguh jauh di luar Nalar itu.


Alan yang mendengar perkataan kekasihnya itu hanya bisa menepuk jidatnya karena merutuki kebodohannya yang ia lakukan barusan, bisa-bisanya setiap berdekatan dengan Ana otak warasnya seolah ngeblank begitu saja.


" Maafin aku ya! Soalnya kamu dari tadi ngegas melulu jadinya bingung mau bicara apa lagi, akhirnya segala sesuatu jadi seperti ini Ya mau bagaimana lagi memang aku tidak tahu menahu soal kota ini?" jelas Allah membuat Ana hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar demi Dewa Neptunus kesabarannya kali ini benar-benar diuji.


" kita balik ke rumah aku saja deh tidak usah pergi mencari apapun lagi, karena nanti sama saja akhirnya bakalan kelaparan akibat ulah kamu yang tidak jelas itu." ujar Ana membuat Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya memang sangat merinding setiap kali bertemu dengan Lia mamanya Ana yang Barbar itu.


" Apa sifat Mama kamu sudah berubah tidak suka marah-marah lagi? Soalnya aku takut kuping gue bakalan lepas mendengar teriakan yang super maha dahsyat itu!" tanya Alan memastikan membuat Ana bingung harus menjawab apa lagi karena bisa-bisanya dan bertanya hal yang tidak tahu ia jawab itu.

__ADS_1


" kamu itu kalau ngomong bisa tidak Jangan kayak orang stres, aku tuh jadi bingung harus seperti apa lagi ya Jika kelakuan kamu yang hanya seperti begini saja. biar begitu entah dia mau cerewet atau tidak Tapi dia itu Mamaku loh, Jadi kalau kamu banyak komentar seperti itu lebih baik pulang sana kerumah orang tuamu!" Ketus Ana kesal.


__ADS_2