
AYOLAH GUYS ITU TANDA JEMPOLNYA DIPENCET DONG...
MASA MAIN LEWAT SAJA APA TIDAK KAU KASIHAN PADA AUTHOR REBAHAN INI πππ
***LOPE U FULL
LANJUT*** ****
Dafa menatap sinis kearah Raka yang sedang frustasi,karena Alika sama sekali tak menganggap hadirnya dirinya disitu.
"Makanya Mas Bro,jadi orang itu harus tahu bersyukur.sudah dikasih wanita polos dan sopan,tapi masih saja mau minta lebih ditinggal dulu baru nyaho," ejek Dafa sambil menyunggingkan bibirnya.
"Kamu tahu apa soal hal ini?" Bentak Raka kesal.
"Ya aku memang tidak tahu soal ini,tapi satu yang pasti aku orangnya selalu berpikiran dengan benar tidak asal hanya memikirkan daerah di bawah pusar saja." Dafa menimpali.
"Heh,jangan kau macam macam denganku!" Bentak Raka ingin melayangkan satu pukulan tapi kata kata Dafa membuat ia menarik tangannya kembali.
__ADS_1
"Jangan coba kau menyentuh ku dengan tangan kotormu itu,atau hidup mu berakhir hari ini," sarkas Dafa kasar.
Raka yang merasakan aura yang tajam dari Dafa,langsung pergi dari tempat tersebut dengan menahan emosinya yang ingin meledak sewaktu waktu.
Jika ditanya apakah ia akan pulang kerumah,maka jawaban adalah salah besar karena Raka butuh pelampiasan akan kegundahan hatinya.
Mungkin ada yang penasaran apa Raka menyesal,so pasti karena ia mencintai Alika tulus tanpa ada paksaan atau karena ingin coba merasakan bagaimana sih berhubungan dengan wanita polos.
Akan tetapi sebuah kelakuan busuk,biar mau disembunyikan bagaimana pun pasti akan tercium juga.Karena Tuhan tak pernah menginginkan hambanya,terus hidup dalam dosa.
Manusia terkadang lebih mementingkan kenikmatan daripada sebab yang diakibatkan,hingga lebih takut jika hidup susah didunia daripada diakhirat.
..."Ahhh aku bisa gila kalau bertemu pria itu terus,mana Papa maunya aku yang pegang proyek bareng dia lagi," gumam Alika frustasi dan tak memikirkan sedikitpun soal Raka....
Dafa pun yang sudah sampai dirumah begitu tak peduli dengan panggilan orang tuanya,karena ia sedang dag dig dug memikirkan tingkah nya pada Alika.
"Aku gila sungguh gila,kok bisa ya dengan bodohnya mencium nya.Nanti kalau besok ketemu dikantor haruskah aku malas tahu,atau menghindar pura pura tak ada apa apa diantara kami?" gumam Dafa yang sebenarnya ingin mandi tapi takut bekas ciuman dirinya dan Alika menghilang maka ia memilih mengurungkan niat nya itu.
__ADS_1
"Dafa kamu kenapa hah,jangan bilang kamu turunin menantu Mama dijalan?" Teriak Mirna dari luar pintu kamarnya.
"Astaga Mama yang benar saja deh,bawaanya curiga melulu? Apa tidak tahu jika aku saja tadi sudah main sosor anak orang,baru pake tanya lagi," gerutu Dafa dalam kamar.
"Dafa brengsek keluar atau Mama dobrak pintu kamar kamu sekarang!" Teriak Mirna lagi.
"Oh Tuhan tolong," Desah Dafa frustasi.
Ceklek
"Kenapa sih Ma,apa tidak capek tuh mulut dipake buat marah marah melulu," Omel Dafa kesal.
"Makanya jadi orang itu kalau dipanggil langsung keluar,kaya anak gadis lagi ganti roti bakar," Gerutu Mirna tak kalah sengit.
"Iya kenapa Mama teriak malam malam?" Tanya Dafa pelan.
"Bagaimana Menantu Mama,kamu antar sampai tujuan kan?" Tanya Mirna lagi.
__ADS_1
"Ya ampun Mah,curigaan sekali sama anak sendiri.Aku antar lah sampe dengan selamat dirumahnya,malah mungkin sudah ngorok sekarang," Kesal Dafa.
Guys sudah dulu ya ...nanti malam baru lanjut...lagi sibuk sekaliπππ