
Haii READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ^^^
"Brengsek kurang ajar,dia pikir aku mesin pemuas nafsunya apa.Setidaknya pikirkan kami juga yang sedang tersiksa,karena segala sesuatunya tak tersalurkan," gumam Vika kesal lalu pergi kearah toilet.
Dea melihat semua yang dilakukan Vika,dirinya hanya tersenyum mengejek karena begitulah yang ia rasakan selama ini.Jika tidak disuruh pergi atau langsung ditinggalkan setelah memuaskan pria itu.
"Mau gimana lagi namanya kebutuhan hidup,Lagian mana ada pria yang goyangan lama sekali diranjang selain Raka," gumam Dea dalam hati.
Sedang Raka yang sudah merasa sedikit lega,karena hasratnya bisa tersalurkan dan ia tak terlalu tertekan langsung keluar dari ruangan itu.
Saat sampai didepan dilihatnya meja kerja kekasihnya yang sudah kosong,entah mengapa hatinya sangat merindukan Alika padahal wanita itu baru saja pulang.
"Permisi Pak,ada yang bisa saya bantu atau bapak ingin bermain sedikit begitu," goda Dea.
Raka yang notabenenya maniak asli tanpa campuran,langsung menyambut baik tawaran Dea barusan.
Dengan segera dikuncinya pintu ruangan itu,lalu diangkat nya tubuh Dea duduk diatas meja kerjanya.
__ADS_1
Dea pun dengan pasrah melepaskan semua benang yang menempel ditubuh keduanya,dan Raka pun mulai aksinya.
Dari awal gerakannya sedikit pelan,namun makin lama semakin cepat hingga Dea pun tak mampu mengimbangi permainan Raka.
"Ahhh Pak,tolong pelan sedikit,"Pinta Dea yang tubuhnya sudah tak karuan lagi bentuknya.
"Diam kamu dan layani saya saja," bentak Raka yang terus saja menggoyang pinggulnya.
Raka bahkan tak merasa iba ketika punggung Dea sedikit tergesek diujung meja hingga sedikit lecet.
"Pakk tolong pelan sedikit," lirih Dea yang sudah tak bisa menahan sakit.
"Ahh Lika Sayang,aku cinta kamu sayang," Desah Raka yang belum mendapatkan pelepasan.
"Jangan meringis kesakitan,layani aku saja bukankah kamu sendiri yang menawarkan diri," Bentak Raka lagi.
"Sshhhh Pak,ahhhh aku sampeee," Gumam Dea.
"Ya terus seperti itu ya ya," Balas Raka ketika Dea juga ikut mengimbangi permainannya.
Kedua manusia laknat itu tak sadar jika Alika dari tadi tenyata belum pulang,ia sebenarnya mulai curiga dengan gerak gerik Vika dan Dea.
Kedua wanita itu seperti tak suka jika dirinya berduaan dengan Raka,kadang mereka menatap sinis kearah nya.
Alika merasakan gemetar sekujur tubuhnya,ketika mendengar suara suara aneh dari dalam ruangan dirinya dan Dea berada.
"Ya Tuhan apa ini,haruskah aku pulang atau menyelesaikan semuanya hari ini juga," gumam Alika yang tanpa sadar sudah memegang handle pintu.
Terkunci...
__ADS_1
Alika yang sedang mencoba menahan kekesalannya ,langsung mencoba mendobrak keras pintu dan.
Brakk
Pintu terbuka dan tampak pemandangan yang sangat intim berada dihadapannya,kedua manusia berlawanan jenis sedang saling memuaskan diatas meja.
Jika ditanya kok bisa ya,seorang wanita mendobrak pintu...
Sadar Bro orang kalau emosinya sedang diubun ubun,pasti kekuatan wonder woman nya bakal keluar semuanya.
Dea dan Raka yang sedang asyik langsung menoleh kearah sumber suara,betapa terkejutnya mereka terlebih lagi Raka ia merasa seperti sedang didakwa dengan kasus yang besar.
"Sayang itu aku
"Pake pakaian kamu! kamu pikir aku bakal ngiler punyamu,oh maaf anda salah pria brengsek tidak tahu malu.Aku mau mulai sekarang kita putus,cerita kita sudah usai kamu jangan pernah coba untuk menggangguku lagi!" Sarkas Alika Kasar lalu pergi meninggalkan tempat terkutuk itu.
Sesampainya didepan terlihat Vika yang sedang menatap tubuh polos Raka itu,hingga membuat Alika jijik melihatnya.
"Dan kamu makan tuh pria brengsek,aku tidak hobi," Ujar Alika tajam lalu pergi dari tempat itu.
Raka yang sudah berpakaian terburu buru,langsung mengejar Alika tapi ditahan oleh Dea.
"Pak kita selesaikan permaina...
Plak
"Hei ja**ng jaga mulutmu sebelum kurobek." Bentak Raka lalu berlari keluar dari ruangan itu.
"Lika Sayang kamu dimana?Dengerin penjelasan aku dulu Sayang!" Teriak Raka yang sudah seperti orang gila.
__ADS_1