MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 169


__ADS_3

Da Young sangat merasa trauma karena apa yang dilakukan di masa lalu itu merupakan sebuah kesalahan yang tidak bisa ditoleransi oleh siapapun, hanya saja hanya saja tidak mungkin juga kan dirinya harus berdiam diri ketika harga dirinya diinjak secara sadar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Wanita itu bakal berada di titik yang lemah ketika ada saat dimana kehadiran nya menjadi sesuatu yang ia sesalkan,misalnya ada di saat orang mencaci dirinya hanya karena kesalahan kecil dan tidak sengaja yang ia lakukan.


Akan tetapi jangan pernah meragukan kekuatan dan ketulusan hati seorang wanita,karena mereka adalah sosok dibalik para pria hebat jaman sekarang.


Kini Raka malah stres karena Da Young yang pergi dan sepertinya enggan berbicara pada nya,padahal wanita itu adalah kunci untuk dirinya pergi dari sini.


"Ah,itu cewek menyebalkan sekali! Dia pikir aku bakal memaksa dia untuk menjadi kekasih hatiku,padahal sedikit pun tidak ada yang masuk dalam kriteria wanita idaman milik ku!" Kesal Raka akibat sikap Da Young yang cuek dan datar itu.


Bang Raka lain dulu lain sekarang,kalau dulu anda disayang kini malah ingin sekali di sepak seperti bola takraw.


"Sepertinya aku harus gencar mendekati dia sama seperti yang kulakukan pada gadis manapun,yang sedikitpun tidak ada yang menolak pesona ku!" Batin Raka lagi yang benar benar tidak tahu harus berbuat apa lagi.


padahal tanpa dirinya sadari jika Da Young adalah sosok yang bakal merubah dirinya bukan kearah yang lebih baik,namun yang namanya pengharapan pasti bakal ada yang namanya konsekuensi yang harus di terima.


Alika yang sudah mulai merasa jengah dengan sikap Over protektif suami nya itu memilih untuk jalan jalan di sekitar balkon kamar mereka,sebab menurut wanita itu apa yang di lakukan suami nya itu adalah hal yang paling menjengkelkan.


" Lho kamu kok malah di sini sih Yang,tau tidak ini itu dingin nanti kamu sakit lagi lho?" Tanya Daffa heran.


"Ya elah dingin nya kan masih normal bukan sudah membuat aku membeku kan,kamu itu jangan terlalu memperlakukan aku seperti orang yang sakit keras nanti beneran sakit lho!" Tegas Alika kesal.


"Astaga sabar saja Sayang,tapi aku mau pergi muntah dulu ya!" Ujar Daffa yang sebenarnya ingin berkomentar tapi mual yang tiba tiba menyerang membuat dirinya tidak bisa berbuat apa apa.


"Kenapa sekarang kebalikan dia yang Mual ya,apa jangan jangan kami keracunan makanan?" Gumam Alika memilih untuk menyusul Daffa di kamar mandi tapi parahnya ketika dirinya ingin membantu agar Daffa lebih nyaman malah membuat dirinya yang kebalikan merasa mual.


"Huekkk,Mas tolong menjauh soalnya kamu bau!" Teriak Alika sambil mendorong tubuh sang suami agar menjauh darinya.


Daffa heran seketika karena ketika Alika yang merasa Mual dirinya malah sudah tidak merasakan apa apa,eh giliran Alika biasa saja malah dirinya yang merasakan Mual yang amat sangat menyiksa.


"Sayang,entah kamu mau atau tidak pokok nya kita berdua harus kerumah sakit sekarang! Karena aku tak ingin ada masalah pada tubuh kita berdua dan di biarkan saja,nanti siapa yang bakal tanggung jawab jika hal itu sudah terjadi?" Tanya Daffa membuat Alika hanya bisa mengangguk pasrah.


"Baiklah soalnya aku juga lemas karena terlalu muntah,lebih cepat lebih baik untuk memastikan semuanya." Alika menimpali apa yang di katakan suami nya itu.


Namun baru saja rencana itu terjadi eh tahu tahu nya pintu dari arah luar sudah terdengar ada orang yang memanggil,padahal ada bel depan pintu tapi masih saja melakukan hal itu.


"Daffa Buka pintu Nak ini Mama,kalau tidak ada Daffa ya My Princes menantu saja deh yang bukain!" Teriak Mirna penuh percaya diri biarlah jika dibilang kuno kolot yang penting dirinya bisa cepat masuk.

__ADS_1


"Itu kan Mama,kenapa jadi pake teriak segala sih?" Sungut Daffa lalu memilih untuk membukakan pintu sebelum Mirna melakukan aksi nekat.


Ceklek


Setelah pintu di pastikan terbuka dengan sempurna,Mirna segera nyelonong masuk begitu saja tanpa peduli dengan keberadaan Daffa disitu.


"Tolong bantu Papa kamu bawa belanjaan Mama dari bawah,soalnya Mama capek tidak kuat untuk mengangkatnya." perintah Mirna membuat Daffa mendengus kesal.


"Yang belanja siapa terus kenapa malah orang lain yang repot,kalau rasa diri sudah tidak muda lagi Ja ngan paksa diri seperti masih abg labil saja!" Sungut Daffa yang memilih untuk kembali kedalam kamar dan tidur.


Mirna menatap tak percaya kearah Daffa yang bukan nya melakukan apa yang ia mau malah pergi mengabaikan dirinya,ini namanya anak durhaka yang tidak patut di kasihan.


"Eh kamu kok malah molor bukan nya melakukan apa yang Mama suruh,dasar anak tidak tahu diri suka sekali membangkang?" Tanya Mirna sambil mendengus kesal membuat Alika tak tega dan memilih untuk mendekat kearah Mertua nya itu.


"Ma,biar aku saja soalnya kasihan Mas Daffa nya lagi sakit!" Ujar Alika namun yang membuat Mirna tambah terkejut adalah wajah pucat menantu nya itu.


"Kamu sakit Nak?" Tanya Mirna cemas.


"Hanya Mual sedikit dari tadi,hanya sekarang sudah agak mendingan!" Jelas Alika membaut Mirna mendengus kesal.


"Mah,jangan dulu karena Mas Daffa juga lagi sakit. Kami berdua juga tadi sama sama tidak enak badan,hanya saja aku sudah agak mendingan!" Bujuk Alika.


Netra Mirna membulat sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh menantu nya itu,jujur ini adalah hal yang sangat tidak di inginkan dirinya bahwa tidak tahu menahu keadaan anak serta menantu nya.


"Apa kamu bilang,Ya Tuhan ayo bangun dan kita kerumah sakit sekarang!" Teriak Mirna hingga tak sadar jika suami nya itu sudah berada di depan pintu dengan berbagai macam warna paper bag yang berada di tangan nya.


"Mama,tolongin Papa dong!" Pinta Bey.


"Stop Papa,ayo kita kembali kerumah sakit sekarang!" Ya Tuhan boleh kah Mirna di sebut istri durhaka karena sudah mengatakan sesuatu yang tidak tidak.


"Apa,Mah bisakah Papa bernafas walau hanya sebentar saja?" pinta Bey memelas.


"Papa,kalau sekarang Papa tidak bernafas ya itu artinya sudah mati lah! Tapi buktinya Papa masih sehat walafiat kan,jadi jangan lebay minta nafas segala nanti jadi nya basi!" Sungut Mirna.


Pasrah begitulah yang hanya bisa di lakukan Bey sekarang,karena nanti mana bisa dirinya membantah apa yang dikatakan oleh istrinya yang super maha benar.


"Biarlah aku jadi pemuja wanita karena mana berani menolak hal itu,sebab akhirnya nanti bakal sama saja!" Desah Bey frustasi.

__ADS_1


Mirna terlihat begitu khawatir dengan keadaan kedua anak anak nya,meskipun Alika hanya lah seorang menantu tapi mau bagiamana Lagi.


"Ayo Pah,cepetan dong apa harus kembali muda lagi baru bisa gerak cepat?" teriak Mirna kesal membuat Daffa dan Alika saling pandang karena sikap wanita paruh baya itu.


"Astaga Mah,kenapa harus bawa bawa antara sudah tua dan masih muda?Biar begini Papa itu adalah...


"Stop,jangan banyak bicara nanti urusan nya bakal bisa berabe!Ayo My Princes dan jagoan Mama kita ke rumah sakit,siapa tahu kalian berdua lagi kangen sama jarum suntik!" Ajak Mirna lalu menarik tangan Daffa yang tengah berbaring sebab putranya itu terlihat begitu pucat karena mungkin belum ada cairan yang masuk sedangkan isi perutnya serasa sudah di peras habis..


"Mah,kalau minta gendong bisa tidak?" Lirih Daffa membuat mata Mirna melotot tajam karena permintaan konyol yang di ucapkan putranya itu.


Bugh bugh


"Dasar anak kurang ajar bari sakit sedikit sudah cengeng,bagaimana kalau benar benar sakit parah lama lama satu jagat kamu bakal suruh aneh aneh!" Ketus Mirna sambil memukul kuat bahu Daffa.


"Awww,Mah ini itu sakit sekali. Masa iya orang sakit malah jadi korban penganiayaan seperti begini,yang ada tambah sakit karena kelakuan Mama ini?" Sungut Daffa.


Alika bertambah pusing karena mendengar perdebatan antara mertua dan suami nya itu,hingga pandangan nya berkunang kunang dan gelap lalu jatuh tak sadarkan diri.


Brugh


"Astaga Daffa ayo bangun itu istri kamu pingsan,siapa suruh jadi suami cengeng sekali?" teriak Mirna sambil berlari mendekat kearah Alika yang sudah tidak sadar diri.


"Ya Tuhan ada insiden apa lagi ini?" Tanya Bey yang batu pulang setor akibat panggilan alam.


"Papa juga sebenarnya tadi itu bikin apa saja,maka nya kalau mau makan itu jangan kebanyakan akibat nya kalau masuk kamar mandi kan bongkar muatan nya jadi makan waktu!" Sungut Mirna yang bahkan penampilan nya sudah acak acakan tidak jelas karena dirinya yang sudah panik sana panik sini.


Daffa lalu tanpa tedeng aling segera mengangkat tubuh sang istri yang tergolek lemah tidak berdaya,dirinya yang tadi lemas seketika menjadi kuat tiba tiba seolah baru mendapat suntikan vitamin dosis tinggi.


"Sayang,kamu kenapa sih hari ini terlihat begitu menggoda tapi malah sakit?" Tanya Daffa yang tidak sadar jika Mirna tengah menatap kearah nya sambil menggelengkan kepalanya.


"Dasar Maniak kayak bapak nya,masa iya istri lagi sakit malah membahas masalah lain yang sangat tidak penting!" Sungut Mirna yang ingin sekali menerkam Daffa hingga tidak berbentuk.


"Mama kenapa komat kamit sendiri?" Tanya Bey penasaran.


"Ini semua gara gara Buah yang jatuh tidak jauh dari pohon nya,coba kalau jatuh nya sedikit jauh pasti masalah bakal beres seketika." Ketus Mirna yang entah mengapa hari ini keluarga Adrian terlihat begitu emosional yang akibat nya bisa berbuntut panjang.


"Sabar sabar Bey,sepertinya hari ini istrimu lagi ingin marah marah jadinya bentukan nya langsung berubah jadi garang!" Bey berusaha mensugesti dirinya agar lebih sabar dan tidak terlihat lebih lebay.

__ADS_1


__ADS_2