MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 129


__ADS_3

Maaf guys kemarin malam kata-katanya banyak typo soalnya sinyal lagi tidak menjamin dan juga pengaturan Google Voice nya outer bikin otomatis jadi kata-kata yang tidak dimaksud muncul begitu saja🙏🙏🙏🙏


LANJUT ***


sebenarnya Ana ingin sekali tertawa karena melihat wajah Alan yang begitu frustasi, Ya iyalah orang itu belum ada niat buat kerja tapi dipaksa itu kan rasanya seperti bukan berasal dari hati tetapi karena takut dimarahin saja.


" Kenapa belum juga turun dari mobil Masih betah di sini atuh jangan bilang karena sudah berubah pikiran, kalau tahu kamu orangnya seperti begini lebih baik tadi aku tidak usah capek-capek ikut ke sini karena sama saja nanti bakal membuang tenaga dan pikiran?" tanya Ana ketika melihat Alan sama sekali tidak bergeming dari tempatnya bahkan memasang wajah sendu ke arahnya seolah meminta pertolongan jika dirinya memang tidak ada niat buat bekerja.


" kamu kenapa, kok malah melihatku seperti begitu? Memangnya ada yang aneh atau ada yang tidak beres di mata kamu?" tanya Ana memastikan.


" kalau aku kerja pasti kamu pergi karena bosan menemaniku, jadi kamu mau tidak temani aku sampai selesai Sampai jam berapa pun itu kamu tidak akan pergi meninggalkanku sendirian di dalam ruangan yang pengap itu?" tanya Alan memastikan karena memang dirinya tidak terima jika Ana Pergi meninggalkannya seperti seseorang yang sedang bekerja Rodi untuk menyelesaikan segala sesuatu yang sedang duduk manis menunggu dirinya di atas meja.


Ana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar apa yang ditanyakan oleh Alan barusan, seolah takut dirinya Bakal pergi menjauh dan tidak akan balik lagi.


" kamu kalau ngomong suka sembarangan saja tahu tidak, aku ke sini ya buat temani kamu kerja bukannya malah keluyuran Jadi kalau kamu berpikiran yang seperti itu Aku jadi bingung sendiri?" tanya Ana balik membuat Alan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" hehehe, Aku pikir kamu bakal tidak betah iya jadinya aku ngomong seperti itu. tapi kalau memang kamu ingin menemaniku Aku bakal Terima kasih sekali, karena akhirnya bakal ada yang memberikan aku vitamin tambahan tidak bengong sendirian!" hujan awan cengengesan membuat anak hanya bisa menggelengkan kepalanya memilih untuk lebih dahulu turun dari dalam mobil karena jika tidak bisa dipastikan Alan tidak bakalan turun sampai kapanpun.


" lho Kok aku ditinggal padahal yang mau kerja di sini kan aku kenapa jadi dia yang lebih semangat, ini namanya pemaksaan aku yang tidak ingin tapi dipaksa harus mau pasrah daripada tidak jadi kawin?" gerutu Alan dalam hati Mana berani dirinya berbicara secara langsung bisa dipastikan Ana bakalan marah besar.


" selamat siang tuan dan Nona, wah tumben ini selalu kompak datangnya?" Tanya satpam yang berjaga di depan pintu sok dekat sok akrab membuat Alan menatap heran ke arah pria itu.


" Bapak Boleh saya bertanya kepada anda?" tanya Alan pelan tapi dengan Tatapan yang mengintimidasi membuat pria berkepala plontos Itu bergidik ngeri karena Aura yang mencekam disekitarnya.


" boleh tuan, silakan!" sahut pria itu sambil menundukkan kepalanya.


" Bapak tahu kan kalau dia itu calon istrinya saya otomatis kemanapun ada saya di situ ada dia, tugas bapak itu menjaga dengan tenang di depan pintu jangan sampai ada manusia yang mencurigakan masuk dan melakukan hal yang tidak-tidak. Kalau kerjaannya Bapak hanya kepo urusan pekerja di sini itu sama saja bohong, karena hanya membuang uang yang saya bayar kamu untuk bekerja dengan sesuatu yang tidak sepadan!" Sindir Alan buat pria itu hanya bisa menundukkan kepala tanpa bisa mengangkat wajahnya menatap orang yang sedang berbicara karena menyadari kesalahannya.

__ADS_1


" waduh, aku kena semprot akibat dari lidah yang tak bertulang sukanya kepo urusan orang akhirnya kena getahnya sendiri kan?" batin satpam itu membuat Ana merasa tak tega karena merasa heran dengan sikap Alan yang sensitif padahal sebenarnya tidak ada salahnya dan pertanyaan pria itu.


" Bapak silakan lanjutkan bekerjanya, kami berdua masuk ke dalam dulu!" pamit Ana lalu menggandeng tangan Alan itu agak emosinya sedikit mereda kasihan kan kalau orang yang tidak bersalah sasaran kemarahannya.


" Kamu itu kenapa sih marah-marah tidak jelas? lihat itu muka bapak satpam yang memerah karena malu. Lagian salahnya di mana coba orang kalau ingin akrab dengan kita karena bukannya Sebagai seorang pemimpin dan para bawahan itu harus terlihat kompak agar suasana di kantor itu sedikit bersahabat tidak terasa kaku?" tanya Ana Tak habis pikir dengan sikap Alan itu.


" Iya maaf soalnya tadi kan lagi sensitif Tapi sekarang sudah lega Soalnya tangan aku dipegang terus sama si gadis cantik, lain kali terus seperti begini ya karena kita kelihatan So sweet banget!" bujuk Alan Sambil tertawa geli membuat Ana menatap tak percaya ke arah pria itu.


" Idih kamu enak banget jadi orang sukanya pengen nempel terus akunya bisa kram tangan, lagian itu lihat para pekerja kamu merasa heran dengan majikan yang datang disaat jam makan siang? nanti dikira majikan itu selalu polos karena hanya pengen jelong-jelong tidak jelas, Awas aja kalau sampai Namaku dibawa-bawa kamu yang bakalan aku pites pakai wedges Yang aku pakai!" bisik Anna sambil menunjuk kearah para pekerja yang sekali-sekali mencuri arah pandang ke mereka.


" orang kalau iri tandanya tidak mampu jadi Biarkan saja, kalau mereka melihat seperti begitu terus kita tidak respon pasti bakal capek sendiri! "sahut Alan bahkan sampai mencium tangan Ana yang digenggamnya berulang kali seolah ingin memberitahukan kepada dunia bahwa wanita yang berada di sampingnya itu adalah segalanya baginya.


" kamu itu apaan sih? aku kan jadi malu karena dilihatin sama semuanya, Lain kali kalau mau mesraan itu saat sendirian jangan yang dilihatin sama orang! " sungut Ana sambil memasang wajah kesal tapi berbeda dengan Alan yang merasa seperti mendapatkan jackpot bernilai miliaran karena secara tak langsung kekasihnya itu memberi kode kepadanya untuk melakukan sesuatu saat keduanya sendirian saja.


" Oh kamu tenang saja nanti saat kita berdua sendiri saja aku bakal melakukan apa yang kamu mau, bukankah tadi kamu sudah mengizinkan aku untuk melakukan hal itu?" tanya Alan sambil menaik turunkan alisnya.


" Kamu duduk disini tidak boleh kemana-mana aku sepertinya langsung ke ruang meeting saja deh soalnya sudah ditungguin dari tadi, nanti kalau memerlukan sesuatu tinggal bilang ke aku saja nanti biar aku yang bakal kasih tahu ke sekertaris ku buat mengambilkannya untuk kamu!" pinta Alan sambil menonton kekasihnya itu duduk di kursi kebesarannya selagi dirinya akan meeting sedangkan Ana menatap tak percaya ke arah pria itu.


" jadi kamu dari tadi itu sikapnya seolah tanpa beban ternyata sedang ditungguin di ruang meeting? Astaga Alan Erlangga Kok bisa ya kamu jadi orang seperti begitu, sampai hati sekali lho kamu membiarkan semua orang menunggu sedangkan kamu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?" tanya Ana Tak habis pikir karena dikiranya tadi Alan hanya datang untuk memeriksa berkas yang seperti biasanya tahu tahu sebenarnya ada meeting penting sedangkan keduanya dari tadi bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


" sudah tenang saja masa hanya masalah begini saja kamu jadi panik, Lagian kita terlambat itu karena memang sedang berduaan bukan sedang melakukan hal lain Jadi wajar saja dong jika telat! "jelas Alan sambil memasang wajah tanpa dosa membuat Ana menatap tak percaya ke arahnya.


" Ya sudah kamu masuk ke dalam sebelum semua orang menyumpahi kamu yang tidak-tidak! " perintah Ana sambil mendorong tubuh kekasihnya itu agar segera keluar dari dalam ruangan itu.


" kamu di sini ya ingat pesanku tadi!" teriak Alan lalu segera menuju ke ruangan meeting tempat semua karyawannya sedang menunggu dengan berbagai macam perasaan tapi hanya mereka saja yang tahu Mana berani mengungkapkannya.


Alan berjalan masuk ke ruangan itu sambil memasang tatapan datarnya, sedangkan semua orang yang berada disitu segera bangkit dan menundukkan kepala mereka pertanda memberi hormat kepada atasan mereka walaupun datangnya bisa dibilang jauh dari kata terlambat entah apa yang cocok.

__ADS_1


" anda sudah datang tuan, Bisakah kita mulai rapat?" tanya Dio yang merupakan asistennya Alan yang sengaja tetap standby di situ bahkan sampai melupakan jam makan hanya karena menunggu atasan mereka yang tidak pernah datang tepat waktu.


" Tujuan saya ke sini untuk dapatkan bukan untuk duduk begadang seperti kalian apalagi sampai menahan lapar, situ jadi bingung sama jalan pikiran semua orang yang ada di sini. setidaknya urus makan minum dulu baru lanjutkan kerja lagi, bukan malah melakukan meeting di jam makan seperti begini nanti kalau sampai kalian sakit yang mau disalahkan siapa?" tanya Alan dengan nada yang begitu mengintimidasi membuat semua orang hanya bisa menundukkan kepala mereka padahal ingin sekali melayangkan protes tapi Sultan mah bebas.


" maafkan kami tuan karena...


" sekarang bukan hari raya jadi mau minta maaf, lanjutkan meetingnya daripada membuang waktu percuma!" tegas Alan yang begitu terlihat sangat menyebalkan untung juga Ana Bukan salah satu peserta rapat kalau tidak bisa dipastikan keduanya bakalan berdebat.


Lagian Coba kalian Bayangkan saja semua orang pada menahan lapar itu akibat dari ulah Alan yang datang terlambat, sekarang sudah datang malah memarahi semuanya padahal setidaknya pikirkanlah tentang perut orang lain tapi ya namanya lagi bucin seolah dunia milik berdua mana mau disalahkan.


Rapat dimulai dengan alot karena ketegangan awal yang diciptakan oleh Alan itu, pria itu memasang tatapan intimidasi terlebih lagi laporan keuangan yang diberikan tidak ada yang benar. Terkesan seperti melebih-lebihkan anggaran, padahal Tanpa mereka sadari jika atasan mereka itu merupakan lulusan terbaik Bisnis Manajemen. jadi otomatis segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan yang sekarang ia kuasai, di luar Nalar sih Sedikit melebihkan kan nggak masalah?


" kamu, sebelum memberikan laporan kepada saya apa sudah kamu cek? Tanya Alan kepada asisten itu membuat Dio mengerutkan keningnya karena tidak biasanya pertanyaan itu dilontarkan oleh sang majikan.


" Seperti biasa saya sudah mengecek nya lalu memberikan kepada anda Tuhan, karena saya pastikan semua sesuai dengan yang diperlukan kan jadinya saya taruh di di hadapan anda sekarang!" Sahut Dio pelan sambil menundukkan kepalanya karena Aura Alan kali ini benar-benar terlihat sangat tidak bersahabat.


" menurut kamu laporan ini sudah benar dan pantas untuk saya setujui, kerjaan kamu sebagai asisten itu apa? Jangan karena saya jarang datang ke kantor, jadi melupakan begitu saja tugas dan kewajiban saya sebagai seorang pemimpin?" ujar Alan bahkan dengan adanya yang sudah terdengar membentak membuat semua orang disitu tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka.


" Maafkan saya tuan bukan bermaksud untuk....


" kamu malam ini jangan coba-coba untuk pulang dan tidur tenang sambil bermain sabun, karena saya ingin laporan ini besok sudah taruh di meja saya dalam keadaan yang benar tidak separah ini!" perintah Alan sambil membuang laporan yang diberikan asistennya itu ke hadapan pria yang dari tadi hanya menunduk saja sambil merutuki kebodohannya yang sudah terlalu terlena hingga tak memperhatikan laporan yang diminta oleh Alan kemarin sebelum pulang.


Alan menatap semua orang yang berada dalam ruangan itu sambil menyipitkan kedua matanya ingin melihat bagaimana respon mereka ketika dirinya sedang marah-marah, sebenarnya nya membentak seseorang dengan nada kasar itu bukan gaya Alan dalam memimpin perusahaan hanya karena apa yang dilakukan terlalu berlebihan membuat dirinya tidak bisa diam saja.


" silakan mulai rapatnya bagian pemasaran Tunjukkan presentasi kalian, Ingat jangan sampai mengecewakan saya! karena saya datang ke sini bukan untuk melihat kebodohan, melainkan kebiasaan yang kalian punya bukan hanya dituangkan di dalam CV saat melamar pekerjaan melainkan kan secara langsung!" tegas Alan membuat manajer bagian pemasaran sampai Berkeringat dingin karena takut jika saat melakukan presentasi mengatakan hal yang salah dan majikan itu bakalan mengamuk lagi.


" demi Dewa Neptunus tolong berikan aku kali ini mental yang melebihi baja, karena jika tidak bisa dipastikan Aku bakal meninggal dalam hitungan menit. belum lagi wajah Tuan Alan yang sangat menyeramkan sampai aku bernapas pun susah karena tercekat di tenggorokan, semoga lampu mati sekalian deh biar presentasinya diundur lagi agar aku memastikan laporan yang paling terbaik!" Lirih manajer keuangan itu dalam hati tapi sepertinya harapannya itu tak sesuai dengan keadaan karena ternyata Alan kini tengah menatap ke arahnya.

__ADS_1


"kamu sudah selesai berdoanya atau masih ingin Mengheningkan Cipta, Saya menyuruh kamu untuk presentasi bukan Malah berdiri bengong sambil memamerkan keringat kamu agar orang bilang kalau kamu itu adalah pria sehat! bisa tidak jangan hanya mulut yang banyak bicara tapi isinya kosong, Apa kamu tidak malu semua orang di sini sedang melihat kamu loh bukan ingin melihat wajah kamu yang sangat menyebalkan itu!" Sindir Alan membuat semua orang disitu sebenarnya ingin tertawa karena hiburan singkat yang disuguhkan oleh tuan mereka itu hanya saja sama saja dengan mencari mati juga mereka melakukan hal itu.


__ADS_2