MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 209


__ADS_3

" Makasih Mas kamu sudah mau menjadi pria yang pengertian!" Ujar Dea yang benar benar tidak menyangka jika Tio bakal berbesar hati seperti itu.


"Masa lalu itu merupakan sebuah jalan untuk berubah di masa depan bukan untuk dihindari karena sesungguhnya orang yang memiliki masa lalu yang kelam ataupun suram tidak mungkin juga kan dia mau seperti itu terus,pasti dia ingin berubah menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya dan aku yakin kamu pasti bisa melalui ini semua!" jelas Tio.


keduanya lalu memilih untuk menyusul Dinda yang sedang berada di dalam kamar jenazah Karena rasa penasaran mereka memang tidak bisa terbendung, karena wanita sosialita yang selalu bergaul dengan kalangan atas tidak ingin dianggap sebagai orang yang miskin seperti Dinda itu tidak akan pernah mau berada ditempat seperti begitu.


Sesampainya didalam netra keduanya membulat seakan tak percaya dengan sosok yang telah terbujur kaku di atas brankar yang ada di tempat itu, dan di sampingnya berdiri Dinda yang sedang menangis yang suaranya sedikit pun sudah tidak dapat ia keluarkan lagi mungkin karena melakukan hal itu sudah terlalu lama dan dalam jangka waktu yang lumayan panjang.


" Mas, itu kan pak Raka Kok bisa dia seperti begitu? perasaan tadi kan kita ketemu di pinggir jalan dalam keadaan sehat tidak terjadi apa-apa, tapi kok baru beberapa jam dia sudah seperti itu?" Tanya Dea yang benar benar tak habis pikir.


"Iya kamu benar,dia tadi kan yang kita temui dipinggir jalan?" Sahut Tio yang juga merasa bingung.


"Ya sudah,ayo kita temui Tante Dinda siapa tahu dia perlu bantuan?" Tanya Dea dan dianggukan kepala oleh Tio.

__ADS_1


Dea sebenarnya sedikit waspada karena mengingat kebiasaan Dinda yang selalu bersikap dan juga mengeluarkan kata kata kasar ketika bertemu dengan nya,ia takut nanti Tio yang bakal salah paham dan entah nanti apa yang bakal terjadi.


Hanya saja sudah kepalang tanggung tidak ada kata untuk mundur,maka dari itu apapun yang bakal terjadi dirinya siap mengahadapi nya.


"Tante!" panggil Dea pelan.


Dinda yang sedang menatap ke arah tubuh kaku putranya itu menoleh ke arah sumber suara karena menurutnya siapa sih manusia asing yang mengenal dirinya dan memanggilnya sesopan itu, Padahal selama ini semua orang yang berada di sekelilingnya selalu saja berkata kasar dan juga menganggap dirinya itu seperti seseorang yang tidak punya perasaan sama sekali.


maka dari itu dirinya selalu berbuat seolah Berada di posisi yang lebih tinggi dari semua orang agar dirinya bisa dihormati dan juga bisa dihargai serta tidak dianggap seperti seorang anak kecil yang tidak punya harga diri sama sekali, karena menurut pemikiran wanita paruh baya itu jika posisi lebih tinggi dibandingkan orang lain otomatis dirimu bakalan dihargai.


Dinda menatap tak percaya ke arah Dea yang berada tepat di belakangnya bersama dengan seorang pria asing yang tidak pernah ia kenal, Padahal selama ini Dinda selalu menghina wanita itu dimanapun saat mereka bertemu akan tetapi kenapa sekarang wanita itu malah menemui dirinya bahkan memasang senyum terbaiknya seolah memang diantara mereka berdua tidak ada pernah punya masalah.


" kamu Kok bisa ada di sini, Memangnya kamu tahu kalau saya sedang ada di sini itu dari siapa?" tanya Dinda memastikan.

__ADS_1


Dea tersenyum seolah memberi kekuatan kepada Dinda agar mampu menjalani semua cobaan yang sedang terjadi di dalam hidup wanita itu, tidak ada tatapan sinis ataupun mengejek yang ditunjukan.


"Tadi Kebetulan kami lewat kemudian melihat tante masuk kedalam Simi ya makanya kami juga ikutan masuk mau mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi, tapi setelah masuk ke dalam sini salah tidak percaya kok bisa Pak Raka sudah tidak ada padahal tadi baru beberapa jam yang lalu Kami sempat bertemu." ujar Dea membuat Dinda menatap intens kearahnya.


" apa dia mengatakan sesuatu hal yang penting atau mungkin memberi pesan kepada tante begitu, atau mungkin dia mau kasih tahu tujuannya sebenarnya mau kemana begitu Soalnya saat dia pergi tadi sedang bertengkar dengan tante makanya tanpa merasa kuatir dan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti begini!" ujar Dinda yang ingin mencari tahu apa saja yang dikatakan oleh Raka kalaupun itu tentang rasa kecewa kepadanya maka ia tak pernah mempermasalahkan hal itu.


Dea menggelengkan kepalanya karena sebenarnya jangankan berbicara dengan baik saling menyapa dengan kata-kata yang begitu sopan pun saja tidak, bahkan tadi dirinya sempat memarahi Raka karena sudah mengganggu ketenangan dan juga waktunya yang berharga.


" tadi itu kami sempat bertemu tapi setelah itu tidak ada obrolan yang serius dia langsung pergi begitu saja, dan aku saja bingung karena tidak biasanya dia menyapa orang dengan begitu baik tanpa ada kata-kata yang begitu menyakitkan?" jelas Dea yang sebenarnya sudah tidak ingin membahas tentang Raka apalagi ada Tio disampingnya sekarang ini.


" Ya Tuhan tante merasa bersalah sekali kepada anak tante sendiri, karena sudah mengatakan hal yang menyakiti hatinya dan juga membuat dia pergi dari rumah begitu saja tanpa ada kata-kata yang jelas!" lirih Dinda.


Dea mengusap pelan telapak tangan di indah yang terasa begitu dingin dirinya tahu wanita itu pasti sedang Terpukul dengan masalah yang sedang terjadi pada hidupnya sekarang ini, hanya saja tidak mungkin juga kan dirinya malah menambah beban pikiran wanita itu jika memang datang hanya niat untuk mengucapkan Bela sungkawa. karena setiap masalah yang terjadi dalam hidup memang ada konsekuensi yang harus dihadapi Tetapi bagaimana kita harus bersikap secara bijak, supaya semua orang yang berada disekitar kita merasa lebih nyaman dan juga betah dalam memberikan keluh kesah dalam hidup mereka dan menjadikan kita orang yang mereka percaya.

__ADS_1


"Mungkin takdir yang Tuhan siapkan untuk Pak Raka seperti itu,jadi yang bisa kita lakukan adalah berdoa untuk almarhum agar bisa tenang disana!" jelas Dea membuat Dinda hanya bisa mendesah kasar dan tidak tahu harus berbicara apa lagi.


"Terima kasih karena sudah mau datang dan tidak menyimpan dendam kepada kami padahal keluarga kami tidak pernah baik ke kamu sedikit pun,Maafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh Raka karena dengan maaf dari semua orang bisa membuat perjalanan nya lebih mudah nantinya!" Ujar Dinda.


__ADS_2