
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
Daffa ingin sekali menghajar mulut Raka yang kalau berbicara sepertinya urat *********** sudah putus, bisa-bisanya mengajak istrinya kembali padanya padahal jelas-jelas ada Dafa di situ yang notabene adalah suaminya Alika'
" ini orang amnesia sejenak atau memang kelupaan, jelas-jelas Ada Aku Disini yang segede ini masih bisa tidak menyadari hal itu?" batin Daffa kesal melihat sikap Acuh Tak Acuh Raka itu.
Alika sudah jumlah melihat sikap Raka yang seolah terlalu memaksakan diri Padahal Alika sudah mengatakan berulang kali, kalau dia sudah menikah dan tidak mungkin bersama dengan pria itu lagi tetapi masih saja tidak digubris.
" kamu bisa tidak pergi dari hadapanku sekarang kalau memang urat malunya kamu masih ada pada tempatnya, soalnya semalam itu adalah malam pengantinnya aku dan suamiku jadi otomatis kami butuh istirahat bukan harus diganggu seperti begini?" Alika sengaja mengatakan hal itu agar Raka sadar dan segera pergi.
Daffa yang melihat Raka tidak berpindah sedikitpun membuat dirinya berinisiatif menarik tangan istrinya untuk ikut dengannya saja,karena sebab jika berlama-lama di situ dirinya bakalan tersulut emosi dan menghajar Raka sampai sukses.
" Sayang ayo kita pergi dari sini yuk, Soalnya kalau berlama-lama di sini entah nanti Apakah tanganku masih bisa menahan untuk tidak memukul orang?" Sindir Daffa sambil menatap ke arah arah Raka yang tidak terima kalau Dafa membawa Pergi Alika dari situ.
Raka pun ikutan berlari mengejar Alika dan Dafa akibat dari efek alkohol yang semalam ia konsumsi membuat dirinya tak bisa berpikir dengan baik, sebab yang ia inginkan adalah Alika tidak peduli Sudah berapa banyak wanita yang telah Ia rusak karena dia inginkan sekarang hanyalah Alika.
"Hei brengsek kembalikan Alika padaku sekarang karena dia hanya milikku saja bukan manusia seperti kamu, Kalau kamu tidak menyerahkan dia padaku aku bakalan bisa nekat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan!" teriak Raka tanpa merasa malu sedikitpun jika apa yang dia katakan itu sangat tidak masuk akal.
Alika dan Daffa benar-benar Jengah karena Raka benar-benar keras kepalanya, setiap kata yang mereka ucapkan tidak didengarkan oleh pria itu.
" belum Ya Tuhan Kamu itu kenapa sih jadi orang tidak bisa dibilang, padahal orang lain sekali saja disuruh pergi langsung pergi Tapi kamu kok susah sekali Emangnya urat ******** kamu itu sudah putus?" tanya Alika dengan wajahnya yang benar-benar kesal karena Raka seolah malas tahu dengan apa yang ia katakan.
Raka menatap sendu kearah Alika Yang sepertinya tidak mengindahkan segala keinginannya, padahal yang ia inginkan hanyalah perhatian dari Alika bukan malah membiarkan dirinya pergi dengan tangan kosong seperti begini? Apakah salah jika ia meminta apa yang menjadi miliknya selama ini meskipun karena kesalahannya sendiri membuat miliknya itu pun pergi meninggalkannya?
" kamu masih marah padaku karena sudah menyakiti kamu hingga berhubungan dengan orang lain akan membalas Sakit hatimu, Baiklah kamu menang karena aku benar-benar sakit hati dan juga cemburu! jadi di karena sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan Bisakah meninggalkan dia untuk kembali padaku?" tanya Raka tanpa beban bahkan memang pria itu tidak menganggap sama sekali kehadiran Dafa di situ.
Dafa yang sudah tidak tahan lagi langsung menghubungi Deka agar mengurus Raka bagaimanapun caranya, jika kesabarannya pun masih ada pasti hanya untuk membabat habis Raka agar pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Deka yang sedang bertemu dengan klien menggantikan tuannya yang sedang cuti menikah mendadak terkejut karena ada apa gerangan sehingga Dafa menghubunginya.
" Permisi tuan Alian saya keluar sebentar Soalnya ada telepon darurat yang masuk tidak bisa untuk saya tinggalkan, soalnya jangan sampai ini adalah hal penting dan ketika saya tidak menggubrisnya bakalan ada hal yang tidak diduga yang bakalan terjadi!" Deka sengaja mengatakan hal itu karena Biar bagaimanapun Alian adalah orang yang paling terpenting di dunia bisnis Bertemu Dengannya pun adalah sebuah kehormatan jika tidak mengatakan hal apapun dirinya langsung jalanan pergi jangan menyesal jika kerjasama mereka bakalan batal.
" Oh tentu saja tidak masalah karena saya juga pun tidak sedang terburu-buru tanda gua mah santai saja silakan Tuan Deka mengurus hal yang penting itu sebagian menunggu disini!" sahut alien santai karena memang dirinya sedang tidak terburu-buru jadi kalau di dibiarkan menunggu beberapa menit Toh Tidak ada salahnya juga.
" Terima kasih Tuhan kalian saya bakalan mengusahakan mengurus ini secepat mungkin, dan Anda silakan memesan apa yang ingin anda pesan karena ini salah satu restoran milik keluarganya Tuan Adrian!" setelah mengatakan hal itu Deka pun berjalan ke arah luar untuk mengangkat panggilan dari Daffa yang sudah berakhir beberapa saat yang lalu karena dirinya yang lama mengangkatnya.
" waduh mati aku panggilan dari tuan Dafa sudah berakhir, aku pasti bakalan kena semprotnya karena bisa-bisanya mengabaikan panggilan darinya." gumam Deka frustasi karena bukan rahasia umum lagi Bagaimana sikapnya seorang Daffa Adrian ketika sedang marah singa di hutan bakalan kalah garang dari pria itu.
dengan perasaan was-was Deka kembali menghubungi tuannya itu jika bakalan kena marah dari Daffa dirinya Hanya bisa pasrah, karena Bukankah semua yang ia lakukan hanyalah untuk kemajuan perusahaan Adrian Group.
" Kamu dari mana saja Saat aku hubungi tadi tidak ada respon sama sekali, Kamu pikir aku tidak punya kegiatan lain apa lagi selain menunggu kamu mengangkat telepon? bisa tidak ketika ditelepon secara mendadak kamu langsung meresponnya Segera siapa tahu ada hal penting yang tidak bisa untuk ditunda?" tanya Daffa yang tidak bisa menahan kekesalannya.
"Maafkan saya tuan tadi itu ada meeting dengan Tuan Alian jadinya...
" sudah aku tidak ingin mendengar apapun darimu sekarang, tapi yang pasti aku ingin mau kamu datang ke sini sekarang juga tidak ada kata tapi Persetan juga dengan segala macam bentukan klien di situ karena aku sedang menunggu dan tidak bisa ditunda hal itu!" tegas Daffa yang tidak ingin dibantah membuat Deka pun Hanya bisa pasrah sambil berusaha mencari kata-kata yang terbaik untuk diucapkan kepada Alian agar bisa percaya padanya'
" Baik tuan saya akan segera kesana sekarang juga, tapi...
belum ada jawaban dari Deka tapi dapat sering mematikan panggilan itu membuat pria yang di seberang itu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
" ini siapa yang telepon siapa yang main Matikan panggilan sembarangan Tanpa ada kata perpisahan yang jelas ataupun mendengarkan permintaanku sedikitpun, Sultan mah bebas kita yang rakyat jelata bisa apa selain cuma duduk diam dengar dan pulang.
dengan langkah yang cepat tapi pasti Deka berjalan mendekati Alian yang sedang sibuk pada ponselnya itu, DK mengatur pernafasannya secara perlahan karena sejujur dirinya gugup dan juga takut Alian bakalan tersinggung dan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas.
"Ya Tuhan selamatkan hambaMu kali ini jangan biarkan hidupku yang sudah penuh nestapa harus mengalami penderitaan lainnya, karena na punya majikan satu saja kepalaku rasanya mau pecah, apalagi menghadapi pria yang ini bisa habis diriku bakalan dimutilasi! "Deka sengaja merapalkan doa dalam hati agar nasib buruk sedikit menjauh darinya walaupun apa yang ia lakukan itu terdengar begitu berlebihan.
" maaf tuan Anda sudah menunggu terlalu lama soalnya ada sesuatu hal yang penting yang tidak bisa saya tinggalkan begitu saja, jadi sekali lagi saya minta maaf maaf! " ujar Deka ketika bohongnya kembali ditaruh di atas bangku yang berada di hadapan Alian itu.
" Saya tidak masalah tuan justru saya yang harus minta maaf karena sepertinya pertemuan kita kali ini harus diundur lagi, karena ada panggilan darurat dari kantor yang mengharuskan Saya harus kembali ke sana! " Deka bukannya merasa kesal karena pertemuan mereka Lagi Dan Lagi dibatalkan melainkan dirinya begitu merasa Bahagia.
__ADS_1
" Saya tidak masalah Tuan karena Bukankah sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan itu adalah hal yang lebih penting, karena sama saja mengurus kerjasama Sedangkan perusahaan dalam keadaan tidak baik-baik saja?" sahut Deka yang berpura-pura seolah sedang tidak baik-baik saja padahal Jangan lupa jaga dirinya sedang berbahagia karena Akhirnya bisa menemui Dafa tepat waktu.
sedangkan kalian yang tidak tahu apa-apa sangat merasa bersalah karena pertemuan mereka yang penting harus dibatalkan, hanya saja mungkin dengan begini maka pertemuan berikut bakalan bisa bertemu dengan Daffa.
" Saya berharap pertemuan kita berikutnya sudah bisa bersama dengan Tuhan Daffa, karena Biar bagaimanapun saya ingin sekali bertemu dengan pengusaha muda yang sukses itu!" pinta Alian sambil tersenyum membuat Deka sedikit bernafas lega.
Kini dengan begitu terburu-buru Deka pergi menemui tuan tuannya itu sebab dirinya sedikit was-was takut bakalan telat lagi dan kena amukan dari si Dafa, karena pria itu selalu tidak pernah memberikan toleransi dengan seseorang yang tidak tepat waktu.
sedangkan Daffa kini tengah uring-uringan akibat dari Deka yang dari tadi belum datang juga, padahal dirinya yang sudah membawa Alika masuk ke dalam rumah merasa kesal melihat pria yang berada di luar rumah itu sudah seperti orang kesurupan.
" Mas tadi yang kamu hubungi itu Deka kan, kenapa sampai sekarang dia belum muncul juga memangnya dia lagi terselip di bagian mana sih sudah tahu di sini lagi darurat menyebalkan sekali?" tanya Alika yang sedang merasa kesal karena na-eun sikap Raka yang selalu saja mengundang masalah belum lagi dengan asisten Daffa yang tidak tepat waktu itu.
" kamu sabar saja ya! sebentar lagi pasti bakalan datang dan mengurus manusia satu itu, karena kalau aku yang mengurus ya tuh artinya bakalan aku buat menjadi penghuni neraka sekarang juga!" tegas Daffa membuat Alika bergidik ngeri karena na tidak pernah bercanda saat berbicara.
" gimana apa apa itu manusia gila sudah pergi atau dia masih mau melamar diri jadi satpam rumah kita, Lagian ini semua kan gara-gara kamu coba kalau dulu tidak berhubungan dengan pria seperti itu pasti dia tidak bakalan nekat untuk datang dan melihat keributan?" nah tuh kan Alika salah lagi karena memang apa yang dikatakan oleh Alice tidak ada yang salah semuanya benar sebab Raka datang ke situ karena ia pernah berhubungan dengan Alika kalau tidak mana mungkin juga dia bakalan datang ke situ.
" Mama kok malah bahas masa lalu sih emangnya Mana aku tahu dia bakalan nekat, Memangnya mama bisa baca pemikiran setiap orang tidak akan? jadi jangan salahkan aku dong kalau sampai berhubungan dengan manusia seperti itu karena aku juga tidak menikahkan dengan dia?" ujar Alika yang tidak terima dengan perkataan mamanya barusan.
namun yang namanya Alice tidak mungkin meloloskan Alika begitu saja, karena semua kekacauan yang terjadi membuat dirinya sampai pusing memikirkan jalan keluarnya tidak mungkin juga kan harus mengendarai keluarga sendiri apalagi putrinya.
" kamu Berdoa saja deh Semoga besok tidak ada berita viral yang bakalan muncul, karena kalau tidak kamu tidak bakalan ikutan karena setiap perbuatan ada konsekuensi yang harus ditanggung tidak bisa lari dari kenyataan begitu saja!" apa yang Alice itu benar karena waktu Alika berhubungan dengan Raka mereka sudah menentang tapi Alika masih saja tetap keras kepala jika sudah begini mau bagaimana hanya di kasihan kan adalah Daffa yang harus memikirkan cara mengurus mantan yang gagal move on istrinya itu padahal sebagai seorang pria pasti Dafa sempat merasa cemburu kecewa dan sebagainya.
" padaku Mas karena kelakuan pria aneh itu itu membuat kamu yang pusing memikirkannya, Tapi jujur deh aku tidak ada hubungan lagi dengan dia bahkan menganggap hubungan kami di masa lalu adalah sebuah kesalahan?" tanya Alika enak hati kepada suaminya yang dibalas dengan senyuman oleh Dafa.
" sudah aku nggak papa kok Karena Ku Tahu dia itu masa lalu kamu Dan sekarang aku adalah masa depannya kamu, jadi Jangan berpikiran yang aneh-aneh ataupun merasa bahwa aku bakalan marah karena itu tidak akan pernah terjadi!" tegas Daffa membuat Alika merasa begitu bahagia.
tidak berselang lama Deka muncul sambil membawa seorang wanita yang memakai pakaian kurang bahan dan Alika tahu siapa wanita itu, karena Dulu mereka bekerja di tempat yang sama.
Daffa mendengus kesal ketika melihat Deka yang datang bukannya membawakan solusi malah membawa wanita yang pakaiannya setengah jadi seperti itu.
" itu anak aku suruh apa sekarang kerjanya malah yang tidak jelas, buah baru ku tinggal beberapa jam Kenapa para karyawan tingkahnya tambah tidak jelas ya?" tanya Daffa kesal namun ketika ia hendak memarahi Deka dirinya dicegah oleh Alika.
__ADS_1
" Tunggu dulu deh Mas aku kayaknya paham apa yang hendak dilakukan Deka, karena Setahuku wanita yang dibawa oleh Deka itu itu adalah orang yang sering Raka ajak untuk berhubungan di kantor jadi mungkin dia sengaja membawa wanita itu ke sini agar Raka malu hati dan pulang?" tanya Alika membuat Dafa akhirnya sadar jika apa yang dikatakan oleh istrinya itu benar sekali.
" Ya tapi kan tetap saja setidaknya tadi di jalan suruh dia untuk memakai pakaian yang bikin mata aku lebih sehat lah bukan yang kurang bahan seperti itu?" sungut Dafa membuat Alika menatap tajam kearah suaminya karena sadar jika tadi suaminya sempat melihat ke arah aset berharganya Dea.