
pertanyaannya sebenarnya hanya satu, Memangnya manusia Siapa yang bakal mengingat kelakuan orang seperti Raka itu? karena semua orang pasti bakal mendoakan agar pria itu lenyap dari muka bumi ini, sebab kasihan udara sudah tercemar kan ditambah dengan kehadirannya lagi bakal tambah kotor!
Raka berjalan kesana kemari layaknya orang stres yang sedang mencari sesuatu tapi bingung apa yang tengah ia cari, padahal sebenarnya pria itu sedang kebingungan jika satu pun tidak ada orang yang datang menolongnya maka mau tidak mau dirinya harus keluar dalam keadaan apapun itu.
" berpikir Raka Ayo berpikir, kalau tidak kamu bakalan kebingungan disini tanpa tahu harus berbuat apa! jangan sampai kamu bakal mati sia-sia hanya karena otakmu tidak bisa berpikir, Dan ini semua gara-gara asisten sialan itu awas aja sebentar kalau aku keluar dari sini dia bakal hajar sampai bengkok!" sungut Raka yang terlihat begitu tidak berdaya karena maklum harga dirinya kali ini benar-benar tergadai hanya karena kelakuan Deka barusan.
" Persetan dengan rasa malu Lagian apa juga yang harus ku malu kan, karena bentukan semua manusia di dunia akan sama tidak ada yang beda Jadi kalau memang mereka terkejut ya mungkin bentukku yang lebih besar dan seksi dari mereka mungkin?" ujar Raka penuh percaya diri berjalan dengan pongahnya tanpa merasa malu sama sekali.
Raka bahkan berjalan sambil bersiul layaknya seperti orang yang sedang melakukan parodi manusia silver gitu, padahal kasihan yang melambai lambai itu rasanya seperti sedang dipermainkan kanan-kiri kanan-kiri bebas Sesuka Hati.
Deka yang merasa gusar memilih untuk masuk kembali ke dalam dan melihat keadaan neraka yang terbaru Karena memang pekerjaan menunggu adalah sesuatu yang sangat tak diinginkan oleh semua makhluk hidup di bumi ini.
sebab itu rasanya seperti harga dirimu sedang dipermainkan oleh seseorang, dan pasti Habis sudah kesabaran yang sedang berada di dalam benakmu hilang berganti dengan kata-kata umpatan Sumpah serapah Yang yang sangat memusingkan ketika untuk dicerna.
" loh Itu kan ada suara kayak langkah kaki tapi tidak menggunakan sepatu, Wah pasti si cunguk brengsek sudah keluar dari persembunyiannya? Aku ingin melihat gaya Sombongnya itu masih bisa dipertahankan atau sudah hilang ditelan ******** Eh salah maksudnya malu ?" gumam Deka sambil menghentikan langkah kakinya dan menatap lurus kearah pintu keluar memastikan jika kecurigaannya itu sangat benar sekali.
What the....
netra Deka membulat sempurna ketika melihat keadaan neraka yang benar-benar keluar dari ruangan itu dengan keadaan yang sangat membuat seseorang bergidik ngeri, sebab pria itu berjalan layaknya seorang tukang pukul yang ingin membalaskan dendamnya pada musuh.
" Ya Tuhan tolong manusia nikah itu melakukan hal yang seperti begini, ampun Tuan Daffa Kenapa anda tidak menyuruh saya pulang tadi sungguh pemandangan yang ada di depan saya ini merusak kesucian mata saya. nanti pasti pria itu berpikir kalau saya adalah terong makan terong sehingga dengan suka rela menunggu dirinya di sini, Demi Tuhan saya ingin pulang lepas dari semua Belenggu kejahatan duniawi yang sangat tidak masuk akal dan merusak harga diri saya sebagai seorang pria tulen!" lirih Deka yang begitu frustasi dengan keadaannya sekarang ini bagaimana Tidak masak dalam keadaan sadar dirinya menunggu seorang pria yang jelas-jelas sedang tidak menggunakan sehelai benang pun padahal dirinya sebenarnya sangat normal dan lebih normal lagi.
" Lebih baik aku sembunyi saja deh daripada melihat tampang pria aneh itu bisa habis Harga Diriku, Persetan dengan segala tugas yang diberikan oleh Tuan Daffa Karena bagiku Harga Diriku lebih penting daripada segala-galanya!" setelah mengatakan hal itu Deka memilih untuk bersembunyi dan tidak ingin menampakan batang hidungnya sedikitpun ke arah Raka yang terlihat sudah mendekati pintu keluar tapi sayang langkah kaki pria itu tidak semulus dengan pikirannya karena harus tanpa sengaja menendang kaleng bekas minuman yang berada di situ.
Prangggg
__ADS_1
langkah kaki Raka terhenti ketika mendengar bunyi tersebut dirinya pun bergegas menoleh ke arah sumber suara dan sedikit tersenyum karena yakin bantuan sudah datang.
" siapa di situ, Ayo cepat keluar! tahu tidak aku daritadi menunggu bantuan tapi kamu kenapa sih malah bersembunyi, kalau memang malu melihat Iya tinggal tutup mata saja kan beres dasar mau kasih bantuanku tidak ikhlas?" teriak Raka nyolot membuat Deka mengerutkan keningnya ternyata ada orang yang meminta bantuan tapi dengan nada Ketus padahal jika dipikir dengan baik meminta bantuan secara manis halus dan sopan saja kadang susah untuk dikabulkan apalagi yang model seperti Raka itu harapannya lebih dari 0,00%.
" kenapa, Kamu pikir aku datang Makasih bantuan ke kamu? bagaimana kalau aku ke sini untuk merekam aksi kamu kemudian membuat kamu Jadi Artis Dadakan, dan juga tidak ada niat sedikitpun untuk membantu kamu? jadi orang itu jangan terlalu percaya diri karena belum tentu manusia seperti kamu ada orang yang bakalan datang membantu yang sikapnya sopan santun layaknya malaikat saja kadang susah mendapatkan bantuan apalagi yang mirip seperti setan Lucifer kayak kamu?" Sindir Deka membuat Raka menatap tajam ke arahnya karena tak terima.
" Apa kamu bilang? wah ternyata kamu itu sangat Iri kepada aku karena jika dibandingkan aku dengan kamu semua wanita lebih menyukai ku, Makanya kamu sampai mengatakan hal yang tidak-tidak tentangku. padahal sebenarnya tipe manusia yang paling disayang Tuhan adalah aku, karena sudah menghargai ciptaannya bahkan mencoba untuk menikmati semua ciptaannya tanpa terkecuali bahkan tidak dan ada penolakan sama sekali. bukan seperti kamu yang berlagak polos dan tidak tahu apa-apa, padahal di belakang sana sangat mengerikan bahkan Mungkin Tuhan yang ada di atas sana hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap kamu yang tidak menghargai ciptaannya!" entah dapat pemikiran dari mana Raka itu sampai mengatakan hal yang tidak tidak seperti begitu Jika saja semua manusia di dunia ini mengikuti sarannya bisa habis lah orang baik di jagat raya'
Deka mengerutkan keningnya, karena mendengar ada orang yang percaya dirinya separah itu, dirinya sampai bingung harus menjawab apa karena apa yang dikatakan oleh Raka barusan mencerminkan sikap Lucifer dan Herodes sejati.
" Menurut kamu apa yang kamu katakan itu benar atau salah, Sebab aku yang terlahir sebagai manusia yang diberi kemampuan buat berfikir saja merasa bingung harus merespon Apa perkataan gila kamu barusan. apalagi orang lain di luar sana pasti bakal berpikir kamu adalah salah satu pasien dari rumah sakit jiwa yang sedang kabur, jadi mencoba memberikan filosofi yang akhirnya bisa menjerumuskan semua orang ke jalan yang salah!" Sindir Deka sambil tersenyum mengejek membuat Raka mendengus kesal karena susah payah dirinya mengumpulkan kata-kata yang menurutnya fantastis ternyata tidak dihargai sama sekali oleh pria itu,
" Kamu itu kenapa sih selalu saja iri dengan saya, Memangnya harta karun apa yang sudah saya curi dari kamu sampai-sampai Kamu seolah selalu saja muncul menjadi bayangannya saya?" tanya Raka membuat Deka tak bisa menahan tawanya.
" kamu mengancam saya terus kamu pikir saya bakal takut, menurut kamu seorang Raka Alfian itu bakal takut menghadapi seseorang yang hanya berstatus asisten seperti kamu? saya peringatkan ke kamu Sekali Ini Saja Tolong jangan pernah ikut campur dengan semua urusanku, karena kamu tidak pantas sama sekali untuk mengurusi atau bakal mencampuri semua masalahku!"Deka tersenyum mengejek mendengar apa yang dikatakan oleh Raka barusan.
" asal Tuan Raka yang terhormat ketahui bahwa saya sebenarnya tidak ada niat sedikitpun untuk mencampuri urusan pribadinya anda, karena bagi saya tidak ada untungnya sama sekali yang ada hanya merugikan saya dan juga menyita waktu saya yang sangat berharga. akan tetapi perlu saya garis bawahi kenapa sampai saya melakukan ini semua, karena anda sudah mengusik ketenangan majikan saya terlebih Nyonya Bos Alika! coba saja kalau anda tenang tenang tidak mengganggu mereka berdua dan menikmati waktu dengan para ****** miliknya anda itu, maka so pasti kita berdua tidak bakalan ketemu dan saya Melakukan hal ini semua kepada anda!" jelas Deka dengan nada yang benar-benar terdengar datar bahkan tidak ada senyuman sama sekali karena dia itu sudah terlatih Bagaimana cara menghadapi musuh agar Jera dan tidak mengganggu lagi.
namun Raka bukannya paham dengan apa yang dikatakan oleh Deka pria itu malah menatap kesal, bahkan seolah melupakan keadaannya sekarang yang sedang naked dan untuk juga cahayanya remang-remang jadi tidak terlalu melihat secara jelas.
" kalian itu sebenarnya amnesia atau pura-pura amnesia atau hanya ingin supaya sayang selalu mengulang-ulang lagi apa yang saya katakan, Kalian pasti ingat kan kalau saya selalu bilang kalau Alika itu hanya miliknya Raka seorang dan tidak akan pernah rela untuk orang lain walau hanya seujung jarinya saja? " Deka memilih untuk merespon secara santai karena jika dirinya merespon secara berlebihan bisa dipastikan saat ini juga Raka bakar tewas di tangannya.
" Terserah anda saja Tuan Raka Alfian mau berbicara apa tapi sepertinya Anda siapkan mental dan juga pola pikir, karena sebentar lagi polisi bakal datang ke tempat ini untuk menangkap anda dan juga akan menahan Anda sebisa mereka. tapi tenang Setelah itu saya bakal membebaskan anda karena biar bagaimanapun Tuan Daffa itu adalah majikan yang super duper terbaik di jagat raya, nanti setelah itu terserah dia mau melakukan apa saja Menurut sekehendak hati dia dan saya tidak bakal bisa membantahnya sedikitpun!" perkataan Deka terdengar ambigu itu membuat Raka mengerutkan keningnya karena merasa ada yang tidak beres.
Karena untuk apa melaporkan dirinya ke polisi jika akhirnya bakal membebaskan lagi, Bukankah lebih baik tidak usah sama sekali agar masalah itu beres dan tidak berlarut-larut serta tidak menyita Waktu mereka? hanya saja dirinya yakin Deka adalah pria yang pelit untuk jujur meskipun mencari tahu sampai sedetail mungkin, Akan tetapi jika hanya pasrah untuk menunggu untuk siap dieksekusi maka Raka tidak rela karena dirinya bukan orang bodoh yang mau saja diperbudak oleh Deka.
__ADS_1
" Kayaknya aku harus segera kabur dari sini sebab sepertinya keberadaanku di sini bakal membuat aku kewalahan sendiri nantinya, budak kurang ajar ini ini pasti tidak bakal melepaskanku sedikitpun karena dirinya itu satu pemikiran dengan si brengsek Daffa Adrian itu yang sudah mengambil Alika dariku!" batin Raka celingak-celinguk mencari celah agar bisa terbebas dari Deka Persetan dengan keadaannya sekarang Bukankah tidak ada ada rotan akar pun jadi?
Dafa Yang penasaran di hotel tempat dirinya menginap akhirnya memilih kembali untuk menelpon Deka, sebab Ia tak ingin Raka lolos dari pengawasan sedikitpun. karena itu bakal membuat Alika dalam bahaya, sebab mengingat pria itu selalu saja nekat dan bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan.
" waduh Tuan Daffa menelpon aku lagi, jawab apa ini agar dia tidak marah marah seperti tadi? Lagian bisa tidak ada bersabar sedikit saja di sana Tuan, karena pekerjaan mengawasi pria aneh itu sungguh sangat melelahkan dan menguras emosi! " gumam Deka mau tak mau dirinya harus mengangkat panggilan dari Dafa jika tidak ingin kena semprot.
" Iya tuan, pria itu masih sedang dalam pengawasan saya..
"......
" Tenang saja saya tidak bakalan lengah kali ini karena dia berada dalam pantauan saya, dan juga keadaannya yang seperti begitu tidak memungkinkan dirinya untuk menunjukkan batang hidungnya ke orang banyak jika memang dirinya masih mempunyai rasa malu...
"........
" pokoknya keadaannya sekarang itu sungguh sangat memprihatinkan bahkan mungkin orang gila lebih sopan daripada nya, sangat miris dan memalukan bahkan kalau semua orang melihatnya pasti bakalan lari terbirit-birit karena ketakutan ada orang dari rumah sakit jiwa yang sedang mencoba kabur...
" baik Tuan nanti saya akan laporkan kepada anda perkembangan terbarunya...
sedangkan Raka yang tadi mencoba kabur mengepalkan tangannya menahan emosi, massa dalam perbincangan antara Deka dan Dafa mereka malah seperti sedang mengejek dirinya.
" kurang ajar kalian lihat saja pembalasanku nanti karena bakal lebih kejam daripada segala-galanya, mereka pikir aku adalah pria lemah yang mau saja dijatuhkan harga dirinya seperti ini? " sungut Raka kemudian menghilang di balik gelapnya malam tanpa disadari oleh Deka sama sekali.
" ada-ada saja kelakuan majikanku yang satu ini, sudah tahu aku sedang menjalankan tugas jadi tidak perlu harus diganggu terus karena takut target bakal lolos tapi masih saja ngeyel!" ujar Deka sambil tersenyum dan kembali menoleh ke arah Raka namun orang yang dicari itu tidak ada di tempat dan hanya ada...
Deka celingukan mencari kesana kemari karena merasa cemas ketika Raka menghilang, namun kecemasannya itu tidak berlangsung lama karena dirinya sadar jika rakyat tidak mungkin Bakal pergi jauh dari situ sebab situasi dan kondisinya pria itu sangat tidak memungkinkan dirinya pergi jauh.
__ADS_1