MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 127


__ADS_3

Alexis memilih untuk mengalah karena memang sang istri itu dari dulu saat baru ketemu sampai sekarang tidak ada yang namanya kalah, entah terbuat dari apa isi otak istrinya itu yang selalu saja mempertahankan ide dan pikirannya yang terkadang bisa menyulut emosi orang lain.


" Mama tadi itu hanya bercanda saja bukannya serius, jika Papa hanya bercanda juga mama selalu marah-marah lebih baik tidak usah lagi deh bercandanya besok lusa! soalnya kayaknya Posisi Papa selalu Serba Salah, padahal sebagai seorang suami Papa juga ingin dong mendengar apa yang menjadi keluh kesah Papa didengar oleh istri sendiri." melihat suaminya itu yang sudah pasrah Sandra sudah tidak bisa berkutik lagi sebab kelemahannya adalah tidak tega ketika orang sudah menunjukkan bahwa mereka kecewa.


" Mama minta maaf deh Pah kalau tadi sudah nyolot, Soalnya papa kan tahu sendiri kalau mama itu pengen banget punya menantu! itu Alan anak kita satu-satunya tidak menikah juga ya kapan kita punya cucu, makanya tadi saat Papa bicara yang tidak tidak membuat mama jadi kesal makanya ngegas saat ngomong!" Alexis tersenyum sambil mengusap pelan pipi istrinya itu yang terasa begitu halus karena wanita paruh baya itu meski usianya sudah tidak mudah lagi tapi perawatan nomor satu sebab dirinya takut jika Alex yang merupakan seorang pengusaha sukses bakalan kecantol sama daun muda dan akhirnya dirinya yang merupakan daun OTW kering Terhempas jauh.


" Ya sudah nanti kalau sudah ada kepastian dari Alan kita tinggal menuju ke sana saja kan buat lamaran calon menantu kita, jadi mulai dari sekarang mama itu positif thinking saja kalau Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk anak kita. jangan merasa putus asa apalagi mengatakan sesuatu yang membuat kita jadi kepikiran, karena dari dulu sampai sekarang biarpun teknologi sudah secanggih apapun orang pikiran itu tidak pernah ada obatnya karena berasal dari dalam diri sendiri." Sandra mengangguk pasrah mendengar ocehan suaminya itu karena memang sangat benar dan dirinya pun mengakui hal itu.


" iya ya Mama bakal selalu menunggu kabar bagus dari awan yang penting intinya papa jangan coba-coba mengatakan hal yang bikin mama jadi patah semangat, Sebab semua orang itu sudah pada Mau gendong cucu lho Pa masa iya kita hanya seperti begini saja hidup kita lurus tidak ada yang menggembirakan?" Alex hanya menggelengkan kepalanya karena perasaan tadi barusan Sandra mengatakan dirinya bakal menunggu tapi kenapa sekarang malah membahas soal Cucu lagi ada saja jalan pemikiran wanita lain dimulut lain dihati lain di pikiran lain di tingkah laku.


" Ya sudah kalau begitu Mama temani papa kita ini malam bakal memenuhi undangan dari Mr Arnold, yang sedang merayakan anniversary pernikahan mereka! ingat sampai sana jangan pernah menanggapi perkataan mereka yang ingin menjodohkan alaAlanm dengan Putri satu-satu mereka Miranda, karena sampai kapanpun Papa tidak ingin mempunyai besan keluarga yang ambisius dan tidak pernah menghargai harga diri orang lain!" ujar Alexis membuat Sandra menatap heran ke arah suaminya itu kok bisa-bisanya memikirkan hal yang belum tentu bakal terjadi.


" papa kalau ngomong percaya diri sekali kalau anakmu bakal dijodohkan sama Putri mereka Miranda, siapa juga mau wanita yang suka berpakaian kurang bahan dan tidak punya sopan santun seperti begitu menjadi menantu kita itu sama saja dengan menjatuhkan harga diri kita saat membawanya kembali ke Indonesia nanti! " sahut Sandra menanggapi perkataan suaminya barusan.


Sandra merupakan wanita blasteran Indonesia Kanada, kebetulan suaminya Alexis Bertemu Dengannya saat berliburan ke Indonesia dan setelah mereka menikah ikut Alexis ke Kanada sedangkan Putra mereka saat SMP dan SMA barulah kembali ke Indonesia tinggal bersama Eyang Putri nya mereka.


wanita cantik itu selalu ingin kembali ke tempat kelahirannya dulu karena biar bagaimanapun sebagus-bagusnya negeri orang semegah megahnya bangunannya tetap yang paling indah adalah negeri sendiri, di mana lidah kita sudah terbiasa merasakan apa yang disediakan oleh Bumi Pertiwi maka saat berada di luar akan terasa sangat merindukan hal hal sekecil apapun itu.


" Mama ingin sekali ya kita pulang ke Indonesia, Memangnya Kanada di sini tidak menyiapkan sesuatu yang sangat mama inginkan atau perlukan begitu sampai ingin kembali ke sana?" tanya Alexis penasaran dengan sikap istrinya itu yang selalu saja meminta untuk kembali dan kembali

__ADS_1


" Mama selalu betah di manapun tempat yang ada apa-apa di situ karena biar bagaimanapun papa itu suaminya mama dan juga negeri ini merupakan tempat kelahirannya mommy, hanya saja papa kan tahu Mama itu lahir dan besar di sana dan kemudian calon menantu kita juga berasal dari sana makanya Mama tidak ingin dia berpisah dengan keluarganya maka dari itu kita saja yang menyusul pindah ke sana!" saran Sandra.


" Papa bakal mengusahakan mengikuti apa yang Mama inginkan, hanya saja Papa minta Mama Bersabar ya karena biar bagaimanapun mempercayakan Perusahaan kita kepada orang lain itu tidak gampang karena setiap orang itu punya pemikiran dan sikap yang berbeda yang kadang bertolak belakang dengan kemauannya kita!" jelas Alexis.


" Iya Papa, Mama paham kok tenang saja! Lagian kita juga tidak mungkin pindah ke sana dalam waktu dekat orang Putra kamu satu-satunya itu masih cemen kok dalam menaklukkan calon menantu kita, jadi mana mungkin kita bakal kembali kesana dalam waktu dekat ini yang ada kita menunggu sampai bengek di sini pun entah kapan kabar baik yang bakal diberikan!" Sandra memasang wajah cemberut nya setiap kali mengingat putranya itu yang kalau soal Asmara paling kakunya minta ampun hingga dari dulu sampai sekarang dirinya tak pernah melihat Alan menggandeng seorang wanita untuk dibawa pulang kerumah dan mengenalkan pada mereka.


" Papa juga bingung sama Putra kita itu kenapa sih tidak bisa mewarisi bakat Papa dalam menaklukkan hati wanita, padahal dahulu itu bapak ini terkenal sebagai seorang flamboyan sejati yang setiap apa yang dikatakannya pasti bakal membuat wanita menjadi histeris!" Alexis tanpa sadar sudah mulai memperkeruh suasana dan samudra sudah mulai memasang tatapan horornya karena mendengar suaminya yang secara tidak langsung sudah mengungkit masa lalu padahal Masa lalu itu sangat membuat dirinya jengkel Setengah Mati.


" jadi Papa ingin anak kita itu ikut jejak kurang ajar nya Papa yang dulu, enak sekali ya jadi orang mama yang brojolin setengah mati terus Papa yang memaksa untuk ikut sama tingkah laku Papa yang tidak ada sopan santunnya itu? Wah itu namanya enaknya di Papa susahnya di Mama dong, kalian kaum pria itu hanya tinggal ajak orang main kuda-kudaan terus hasilnya bakal dibiarkan begitu saja karena ada seorang wanita yang bakalan melakukan tugasnya!" sungut Sandra yang sengaja menyindir perkataan penuh percaya diri milik Alexis tadi.


"Alamak aku tadi kenapa bisa keceplosan sih,jadinya Macan sudah mulai menunjukan taringnya !" sungut Alexis stress tapi hanya berani dalam hati mana berani bicara langsung bisa di pastikan Sandra bakal langsung murka saat itu juga.


" Bilang saja tidak ingin melihat Mama marah makanya mulai berkilah, lain kali jadi orang itu setiap mengatakan sesuatu harus tanggung jawab dong Apalagi sudah membuat orang lain sempat tersulut emosinya! Ya sudah jam berapa kita bakal ke undangannya Mister Arnold, Soalnya mama paling benci sama mulut istrinya itu yang suka menyindir seseorang tanpa memperhatikan kekurangan diri sendiri!" Sandra selama mengikuti suaminya pindah di Kanada jarang sekali bergaul dengan para wanita sosialita yang lain karena menurutnya kumpulan wanita-wanita dengan nasib yang sangat baik itu terkadang kebanyakan tidak dapat faedahnya sama sekali karena menjadi ajang saling pamer.


" jam 7 malam kita bakal kesana dan sekarang menyangkut masih jam 5 gimana kalau kita olahraga peregangan otot dulu, sebab apa yakin mama mama selama di rumah kan jarang bergerak dari itu Papa pengen mama bergerak tapi untuk sesuatu yang ada manfaatnya!" bujuk Alexis ambigu membuat sambal menatap tajam kearah suaminya itu seperti apa yang tidak tahu dengan jalan pikiran pria paruh baya itu.


" Oh maaf Mama lagi tidak pengen soalnya Ya lagi mau fokus memikirkan masa depan anak mama satu-satunya kemudian mempersiapkan diri untuk nanti malam, Agar kedatangan kita tidak mempermalukan papa dihadapan para rekan bisnis Papa yang istrinya mulut paling jujur sejagat!" tolak Sandra sambil tersenyum mengejek lalu memilih untuk pergi ke arah dapur padahal sebenarnya ia tidak sedang memerlukan sesuatu tapi ya namanya mencari alasan apapun bisa menjadi senjata pamungkas.


" gagal maning gagal maning, kirain tinggal hanya berdua saja bakalan bebas Ternyata Sama Saja bohong?" sungut Alexis dalam hati karena Lagi Dan Lagi kemauannya itu tidak disetujui oleh Sandra.

__ADS_1


di lain tempat Ana yang sudah selesai meeting bertemu dengan pelanggan yang akan memakai restorannya satu hari full, langsung keluar dan menemui Alan yang terlihat baru selesai menelepon seseorang.


Alan yang kebetulan melihat Ana langsung tersenyum kearah kekasihnya itu dan membuka pintu mobil agar wanita itu segera masuk ke dalam, membuat Ana merasa tersanjung karena dihargai sampai segitunya oleh padahal sebenarnya sikap asli pria itu selama ini selalu membuat dirinya emosi.


" Silakan masuk Tuan Putri duduk yang tenang Pangeran berkuda merupakan membawa ke mana saja yang kamu inginkan, Tapi sebelumnya itu bolehkah aku menyampaikan protes walau hanya sedikit saja?" tanya Alan pelan berharap kekasihnya itu tidak salah paham jika sebenarnya dirinya ingin mengajak Ana kompromi untuk tidak lagi menerima Klien pria'


" mau ajak kompromi apa lagi sih Perasaan tiap hari kita berdua selalu kompromi terus deh, bisa tidur jangan terlalu enggak drama juga soalnya aku aku Jadi rada bingung harus bersikap seperti bagaimana lagi menurut kemauan kamu itu?" tanya Ana penasaran karena memang setiap hari Alan selalu mengajak dirinya untuk berkompromi entah karena penampilan atau apapun itu.


" bisa tidak setelah ini tidak usah Terima pelanggan pria lagi, terkecuali kalau yang bakal membahas kerjasama itu perwakilan wanita dari perusahaan mereka?" tanya Alan membuat Ana mengerutkan keningnya.


" kamu itu ada-ada saja deh masa orang ketemuan di tempat umum dilihat oleh siapapun kok bisa-bisanya kamu malah berpikiran yang aneh-aneh, itu sama saja kamu tidak mempercayai semua pekerjaannya aku lakukan karena pastinya bakal bersinggungan dengan lawan jenis!" tanya Ana memastikan membuat Alan bingung harus menjawab apa.


" aku itu bukannya tidak percaya sama kamu tapi yang bikin Aku tidak percaya itu ya mereka nya bisa tidak menghargai aku, Soalnya biar bagaimanapun aku tidak mungkin selalu Stay di dekat kamu pasti ada pekerjaan lain yang harus aku urus!" mendengar apa yang dikatakan Alan itu sebenarnya tidak ada salahnya sih hanya saja Ana yang sudah terlanjur emosi memilih tak menggubris.


" Terserah kamu saja mau ngomong apa aku juga tidak bakalan mencampur kan hal pribadi dan pekerjaan, jadi untuk sementara dan harapan aku kedepannya kamu tolong ubah harapan dan kamu seperti begitu karena jika tidak maka bisa dipastikan hubungan kita berdua bakal ngegantung seperti ini saja!" setelah mengatakan hal itu Ana langsung sibuk pada ponselnya karena dirinya sudah tidak ingin berdebat dengan siapapun dan kapanpun meskipun itu dengan Alan sekalipun.


Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena ternyata memang Ana sulit sekali untuk dirubah pola pikirnya, padahal sebenarnya Alan tidak meminta banyak cukup hanya pengertian dari wanita itu saja tapi masih saja tidak bisa ia dapatkan.


" Kenapa liatin aku seperti begitu jangan bilang kamu sedang marah ya kepada aku karena akibat dari keras kepala ku yang tadi, kamu tenang saja besok lusa kalau kita sudah menikah aku bakal lepas dari semua pekerjaan yang membelenggu ku saat ini! hanya untuk sekarang ini tolong Kamu hargai semua hasil kerja kerasku agar tidak terbuang sia-sia, karena bagaimanapun ada beberapa nyawa yang bergantung sana untuk memberi makan keluarga mereka masing-masing!" Ana sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2