
gelap, sunyi dan juga mencekam itulah yang dirasakan oleh Raka kini.
pria itu terlihat waspada dengan keadaan di sekitarnya terasa begitu asing apalagi dengan keberadaan Deka yang raut wajahnya terlihat begitu datar, akan merasa dirinya seperti sedang dibawa ke tempat eksekusi orang yang bakal dihukum mati.
" ini di mana, Kenapa kamu membawaku kesini bukannya kembali ke hotel? ingat ya jangan sampai kamu melakukan hal yang tidak tidak karena nanti pembalasan dariku bakal lebih sadis dari pada apa yang kamu lakukan?" tanya Raka memastikan namun Deka memilih bungkam karena tidak ada untungnya juga untuk berkata jujur kepada pria itu yang ada hanya membuang waktu percuma.
Raka mendadak frustasi dengan Deka yang memilih bungkam seperti itu, dirinya merasa seperti sedang berbicara kepada makhluk astral yang hanya bisa dilihat tanpa bisa sentuh dan untuk diajak bicara.
tak berselang lama mereka tiba di tempat yang lebih mirip seperti limbah produk daur ulang karena banyaknya sampah yang berserakan, Raka menjadi bingung sendiri karena untuk apa datang ke situ dengan waktu yang sudah malam juga para pekerja yang tidak ada.
" Kenapa kita ada disini, Maksud kamu apa membawaku ke sini? Ayo cepat kita kembali karena aku benar-benar tidak suka berada di sini, Jika memang kamu ingin memantau tempat ini nanti kapan-kapan saja tapi jangan ajak aku!" ujar Raka yang sudah siap kembali akan tetapi suara Bariton khas nya Deka membuat pria itu menghentikan langkah kakinya.
" mulai sekarang kamu akan bekerja dan tinggal di sini, tidak ada tempat untuk kabur karena mata-matanya tuan Daffa berada dimana-mana! "ujar Deka serius membuat Raka menatap heran ke arah pria itu.
" Maksud kamu, Aku disuruh bekerja di tempat seperti begini? Memangnya kamu siapa kok berani-beraninya menyuruhku seperti ini, terus apa haknya kamu mengatur hidupku sesuai dengan kemauan kamu tanpa meminta persetujuan dari ku? " tanya Raka penasaran.
" dengan kamu yang sudah berani mengganggu ketenangan Tuan Daffa dan nyonya Alika Disaat itu pula kebebasan kamu sebagai manusia hidup sudah diambil, Kenapa karena setiap perbuatan itu pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi dan kamu harus terima itu tanpa bisa untuk berkomentar banyak! waktu kamu mengganggu mereka di rumah Bukankah sudah saya peringatkan untuk menghentikan aksi mu itu, Tapi karena kamu orang yang paling susah untuk di atur dan juga Dibilang jadi sudah tidak ada jalan lain lagi! " ujar Deka tegas membuat Raka mengamuk karena tidak terima.
__ADS_1
" apa kamu mengatur hidupku, Lagian sebenarnya ya kalian itu kenapa sih selalu mempertahankan Alika agar tetap bersama dengan pria Brengsek itu? Tolong jangan melupakan sesuatu kalau yang hadir lebih dulu di antara mereka itu aku bukan dia, jadi secara otomatis dia Itu milikku bukan milik siapa pun itu meskipun suaminya sekalipun. " sikap Raka yang selalu kerja keras kepala seperti begitu membuat siapa saja pasti bakal mengambil keputusan walaupun itu cukup ekstrem.
" Jangan pernah membantah karena Harusnya kamu bersyukur nyawamu masih ada di dalam badan, karena jika tidak maka bisa dipastikan keadaan kamu sekarang hanya tersisa raga yang kosong tanpa nyawa sedikitpun! " setelah mengatakan hal itu Deka berlalu dari tempat yang menurutnya adalah penjara yang pas untuk Raka.
sedangkan Raka yang sadar Jika Deka sudah pergi meninggalkannya segera berlari mengejar pria itu, dirinya bakal melakukan apapun itu yang penting Jangan dibiarkan sendirian di tempat yang sangat asing baginya.
" Hei Tolong jangan tinggalkan aku sendirian di sini, aku janji tidak bakal mengganggu Alika lagi tapi aku mohon bawa aku pulang! "teriak Raka berharap Deka mau berbelas kasih dan mengizinkan dirinya kembali.
namun Deka yang sudah masuk dalam mobil hanya tersenyum samar karena alasan Raka itu alasan yang klasik yang sudah bisa ditebak oleh orang lain akhirnya, dan pria seperti Raka itu setiap perkataannya tidak bisa dipegang.
" Sudahlah kamu terima saja hidupmu yang sekarang ini, percaya sama saya besok pagi kamu bakal melihat banyak cewek bermata sipit dan berbikini seksi banyak berkeliaran di tempat ini. jika malam memang sunyi tapi kalau sudah siang kamu bakal mendapat vitamin tambahan, sudah sana pergi tidur segala macam yang kamu perlukan sudah ada di sana Jadi tidak perlu kamu menangis meratapi nasib! " perintah Deka lalu segera pergi dari situ tidak peduli dengan Raka yang tengah Meraung meratapi nasibnya.
" aku yakin pria itu hanya menggertak saja sedikit lagi pasti dia kembali, Memangnya dia bisa memanipulasi keberadaan diriku kepada semua orang? seorang Raka Alfian adalah Don Juan terkenal di seantero negeri, jika dirinya menghilang barang 1 x 24jam pasti banyak yang merasa cemas dan mencarinya! " gumam Raka monolog yang merasa begitu percaya diri jika Deka bakal kembali dan menjemputnya.
10 menit
20 menit
__ADS_1
30 menit
1 jam n over....
Krik krik krik
hanya terdengar bunyi jangkrik di setiap menit yang dilalui Raka untuk menunggu dia kembali, sampai pria itu bosan sendiri dan menoleh ke kanan kiri memastikan ada orang lain yang bakal melintas tapi ternyata nihil.
Akhhhhh.....
teriak Raka frustasi karena ternyata harapan hanya sia-sia belaka, Ditambah lagi dengan kondisi perutnya tidak mendukung minta untuk dikasihani membuat dirinya mencari tempat yang dikatakan Deka tadi yang dapat ia tinggali dan segala sesuatu sudah disiapkan.
setelah berputar kesana kemari yang didapati itu sebuah rumah kecil, membuat Raka menggelengkan kepala karena merasa jika itu bukan tempatnya dan membuat pria itu harus berputar kesana kemari untuk mencari tapi ternyata memang hanya itu tempat yang ada'
What the...
" jangan bilang tempat tinggal yang sudah dia siapkan itu gubuk seperti ini, kurang ajar dipikir aku ini manusia gembel yang bakal bersyukur jika diberikan tempat yang sudah seperti toilet umum? " sungut Raka namun mau tidak mau dirinya tetap memaksakan diri untuk masuk ke tempat itu.
__ADS_1
ceklek
pintu bisa dibuka olehnya karena memang tidak terkunci dan keadaan di dalam rumah itu membuat Raka membulatkan matanya sempurna, bagaimana Tidak sudah tidak mempunyai sofa tempat tidurnya pun kecil belum lagi dapurnya yang hanya menggunakan kompor minyak. tidak ada AC yang ada hanya kipas angin usang yang cara berputar nya pun sudah seperti nenek-nenek diajak lomba lari, sungguh perubahan hidup pria itu dalam satu malam sangat miris. Ok guys selamat malam selamat tidur nanti besok baru dilanjutkan lagi, maaf jika Tadi nulisnya ada typo yang berterbangan di mana-mana layaknya kunang-kunang Soalnya ini mata sudah tidak bisa diajak kompromi bawaannya pingin bobo cantik.