MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 205


__ADS_3

Lia menatap tidak suka kearah Sandra yang selalu saja membantah apa yang ia katakan,padahal sebenarnya sebagai calon Besan otomatis Sandra harus mendengar kan apa yang ia katakan.


Namun justru yang terjadi adalah kebalikan nya Sandra justru seolah sedang mencari masalah dengan nya,sebab apa yang ia katakan tidak didengarkan sama sekali.


Siapa yang tidak bakal tersulut emosi jika setiap apa yang dikatakan selalu di bantah,padahal yang di ingin adalah didengarkan walau hanya sebentar saja dan kemudian tidak ada bantahan ketika Dirinya belum selesai mengatakan hal yang diinginkan walau itu benar atau salah yang penting intinya adalah rasa hormat yang diberikan.


"Pokoknya kamu harus ikut apa yang aku bilang tadi!" tegas Lia.


"Cebol Burik jangan cari masalah ya kamu!" Sungut Sandra.


"Buluk jelek kepala batu dasar melawan setiap kali orang ngomong pasti tidak bakal dianggap!" Sinis Lia tak mau kalah.


Ana dan Alan hanya bisa saling tatap dan mendesah kasar karena memang bingung dengan apa yang harus di katakan.


"Sayang,kita tadi kesini kan mau fitting baju buat lamaran kan,kenapa jadi penonton mereka yang berdebat?" Tanya Alan setengah berbisik.


"Nah itu dia masalahnya,kenapa mereka berdua yang nyolot ya dari tadi?" Tanya Ana balik.


"Kenapa kita tidak tinggalkan saja mereka disini,biar rasakan akibat dari perbuatan mereka berdua itu sendiri?" Tanya Alan sekaligus memberikan saran agar mereka nanti jadi bingung sendiri.


Kedua pasangan calon pengantin itu memilih untuk pergi dan tidak mempedulikan Lia dan Sandra sama sekali,sebab kelakuan kedua manusia itu sungguh sangat memalukan.


Lia dan Sandra bahkan tak sadar jika Anak anak mereka sudah pergi entah kemana,karena biar bagaimana pun perdebatan keduanya belum juga kelar.


"Ya sudah kamu lebih baik cari jodoh yang lain untuk anak kamu itu jangan pernah menggangu anak ku lagi,atau aku bakal lapor polisi sekalian!" Ujar Lia denga nada yang terdengar tidak ada bercanda sedikitpun.


Sandra yang notabene adalah orang yang cepat tersulut emosinya langsung menganggap serius dengan apa yang dikatakan oleh barusan.


dirinya menatap Ketus ke arah Lia yang sering mengancam dengan hal yang menurutnya sangat tidak masuk akal, Padahal mereka datang ke situ bukan untuk tempat ataupun bercanda melainkan untuk mengurus pernikahan anak-anak mereka itu.


" kamu itu sebagai orangtua kenapa kalau mengatakan sesuatu tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, Emangnya kamu pikir kami kesini itu hanya untuk mendengar celotehan kamu yang tidak jelas itu?" Tanya Sandra tak terima.


" Mama itu kalau ngomong jangan sembarangan dong masa hanya masalah sepele seperti ini saja sampai membahas hal yang tidak jelas, seolah Sandra dan suaminya itu adalah orang asing yang tidak pantas dihargai?" Tanya Andra yang tidak habis pikir dengan sikap yang di tunjukan oleh istrinya itu.

__ADS_1


" Ya habisnya dia juga sangat menyebalkan masa iya hanya permintaannya begitu sederhana juga tidak bisa diikuti, Memangnya ada yang salah dengan apa yang aku katakan tadi sampai-sampai terlihat seperti sesuatu hal yang sangat tidak menyenangkan ataupun tidak ada bagus-bagusnya sama sekali?" Sungut Lia tak terima.


"Ya sudah kali ini aku mengalah tapi nanti saat mereka menikah tidak akan pernah,pokoknya kamu tunggu saja pembalasan dariku!" Ketus Sandra yang akhirnya memilih untuk mengalah daripada Lia nyolot terus tanpa henti membuat Kepalanya pusing memikirkan semua hal yang tidak pernah ada habisnya dalam benak wanita itu.


"Ana,apa pakaian kalian sudah selesai di coba?" Tanya Lia yang akhirnya sadar dengan yang empunya acara.


Keempat manusia dewasa itu akhirnya menoleh kearah orang yang mereka cari,dan ternyata kosong melompong seolah menghilang di telan bumi tanpa sisa.


Akhirnya mereka sadar jika perdebatan mereka yang dari tadi tidak ada keuntungannya itu membuat Alan dan Ana tidak betah,padahal sebenarnya mereka berdua merupakan orang yang paling penting dan kenapa sampai mereka bisa berada di tempat itu untuk mengetes baju pengantin yang disiapkan dan juga baju lamaran yang akan berlangsung.


" ini semua kan gara-gara kamu gara-gara terlalu kepala batu dan juga menuntut hal yang tidak jelas akhirnya semua jadi begini kan,coba kalau kamu santai saja dan tidak berbuat yang aneh aneh pasti mereka masih berada disini?" Sungut Sandra membuat Lia mendelik kesal karena pada akhirnya pasti ia yang akan disalahkan.


"Ya itu juga kan karena kamu yang selalu saja tidak pernah mau mendengarkan apa yang orang lain katakan punya hanya membantah saja, coba Setidaknya kalau kamu juga menjadi orang yang hanya mendengarkan apa yang dikatakan terus mengikuti setiap saran yang diberikan tentu pasti tidak jadi seperti begini?" Akhirnya keduanya mulai saling menyalahkan.


Alexis an Andra yang merasa jengah dengan sikap Istri mereka itu,langsung memilih mengamankan istri masing masing agar tidak bertingkah.


"Ayo lebih baik kita pulang,daripada kelamaan Disini yang ada bukan kita melakukan sesuatu yang berguna malah hanya mendengar kalian yang berdebat nonstop! Memang sih benar kata orang perempuan itu kelebihan mulut jadi cerewetnya itu sangat susah diajak kompromi , sampai-sampai suami sendiri pun tidak dianggap kehadirannya seolah seperti manekin yang sedang dipajang!" Sinis Andra.


Mungkin karena kebiasan dari dulu membuat kedua wanita dewasa itu tidak pernah bisa merubah kebiasaan mereka yang setiap kali bertemu pasti akhirnya bakalan bertengkar, usia juga bisa menjadi penentu kedewasaan seseorang. maka dari itu jika memang kebiasaan yang buruk seperti begitu tidak bisa ditinggalkan usahakan untuk dikurangi, sebab merubah kebiasaan seseorang itu adalah sebuah hal yang mustahil dan juga tidak bisa dilakukan secara instan dan cepat semua butuh proses.


" kamu Sudah dapat kabar belum dari Daffa Kapan mereka bakalan balik ke sini, soalnya kalau aku belum sama sekali jangankan memberikan kabar membalas SMS dari ku saja tidak?" Tanya Alan.


" katanya Mereka bakalan balik dalam Minggu ini sebab kandungan Alika tidak ada masalah bisa dibawa berpergian jauh,dan juga Asisten mereka sudah kembali mengurus kantor jadi otomatis Daffa juga tidak boleh lama lama disana!" Jelas Ana yang sudah tidak cemburu seperti biasa.


"Syukurlah kalau begitu soalnya ada yang aku urus dengan bos besar itu!" Jelas Alan.


Ana tidak ingin menanyakan keperluan apa itu,karena baginya hanya membuang waktu dan juga pikiran. Sebab pekerjaan nya dan Alan itu berbeda aliran tapi mungkin sedikit sama jika menyangkut kekurangan,hanya saja tetap pasti bakal bertolak belakang.


Setelah urusan mereka selesai Ana dan Alan memilih untuk pulang kerumah nya Ana,karena disana pasti sudah ada orang tua mereka yang menunggu.


"Kenapa ya,Mama sama Mamanya kamu hobi nya berdebat saja saat ketemu,apa mereka ada dendam di masa lalu?" Tanya Ana penasaran.


" kamu pasti dengarkan panggilan aneh mereka berdua yang satu lebih aneh terus yang satunya juga sangat aneh kita yang dengar saja jadi kepala sakit, soalnya katanya Mereka dulu itu merupakan teman di saat masa putih abu-abu jadi mungkin ada kata yang masih terselip dalam benak mereka sampai sekarang yang tidak Terlupakan? "sahut Alan yang juga sebenarnya heran dengan sikap kedua wanita paruh baya itu yang padahal bisa dibilang baru bertemu Setelah sekian Purnama.

__ADS_1


Siapa yang tidak pusing melihat Orang yang bakal menjadi keluarga itu bukannya saling akur atau pun saling menghormati yang ada saling mengejek dan juga menyindir, seolah orang lain di sekitar mereka itu tidak ada harganya sama sekali yang paling penting di dunia ini hanya mereka berdua dan semua orang itu pada palsu tidak ada yang asli.


ketika keduanya sampai di rumahnya Ana tampak mobil Papanya Ana sudah terparkir bertanda bahwa semua manusia paruh baya itu sudah sampai lebih dahulu, Ana was-was takutnya jika bakalan sebentar mamanya bakalan mengamuk soalnya dengan tanpa permisi ataupun pamit dirinya dan Alan pergi dari butik tempat fitting baju.


"Kamu kenapa wajahnya sudah seperti orang ketakutan,jangan bilang kamu takut sama Mama Lia?" Tanya Alan dengan tersenyum mengejek.


Ana mendengus kesal ketika dirinya menjadi bahan tertawaan kekasihnya itu padahal semua ini akibatnya Dari Dirinya, coba saja kalau tadi Allah lebih sabar dan membiarkan menjadi penonton atas perdebatan kedua wanita itu pasti Ana tidak bakalan waspada seperti begini.


" Eh ini semua kan gara-gara kamu Masa Iya pakai tertawa segala, coba saja kalau tadi kamu tidak menyuruh aku pergi ke mana pun pasti kita tidak bakalan dimarahi sebentar? jadi sebentar kalau misalnya Mama ngamuk atau ngomong yang tidak jelas ingat ya kamu harus membela aku dan juga membuat kamu menjadi tameng, soalnya siapa mau disalahkan dengan tidak tahu kesalahan apa yang diperbuat penyebabnya berasal dari orang lain?" jelas Ana.


sebenarnya anak sudah menganggap santai setiap perkataan yang dilontarkan oleh mamanya tetapi yang sekarang ini beda cerita, masa iya dirinya mau dimarahi saja di hadapan calon mertuanya mau taruh di mana wajahnya nanti?


" Iya kamu tenang saja pokoknya aku bakal tanggung jawab dan tidak lari dari kenyataan nanti kalau misalnya mau dipukul tenang aku bakalan pasang badan, yang penting kamu juga nanti sebentar kalau misalnya Mama aku marah-marah kamu juga sambil aku tidak membiarkan aku menjadi bahan amukan mereka. soalnya asal kamu tahu saja ya sikap Mamaku dan juga mamamu itu tidak ada beda jauh sama saja sukanya marah-marah, jadi otomatis kita memiliki nasib yang sama Soalnya kita akan berjodoh yang tidak bisa kita terbantahkan lagi!" Ujar Alan antusias.


ketika mereka berada di dalam hilang keluarga terlihat ke-4 manusia paruh baya itu sedang berbincang tetapi dengan keadaan yang lebih santai tidak seperti tadi, Mungkin karena segala permasalahan yang di luar rumah sudah mereka tinggalkan Jadi sekarang mereka membahas sesuatu yang lebih penting dan bermanfaat dibanding hanya bertengkar saja.


" Halo semuanya lagi ngobrolin apa sih kelihatannya serius banget? " tanya Ana sekedar berbasa-basi karena ingin melihat reaksi dari mereka itu ya harus seperti begitu.


"Kalian sadar diri dan tahu pulang juga ya,Mama pikir mau keluyuran biar Nikahnya di cancel?" Sinis Lia.


"Ya tau pulang lah Mah,lagian kita kan jalan berdua bukan masing masing! Maka dari itu sepertinya tidak masalah ,Benar tidak apa yang aku katakan?'Tanya Ana kepada Sandra.


Sandra yang mendengar jika calon menantunya itu meminta bantuan kepadanya tentu saja bakalan dengan senang hati meladeninya, apalagi yang dihadapi adalah musuh bebuyutannya yaitu Lia maka tidak ada salahnya dong jika melakukan apa yang sedang ada dalam pikirannya sekarang ini.


" Kamu itu seperti ini tidak percaya dengan anakku saja memangnya dipakai melakukan kejahatan apa kepada calon istrinya sendiri, Lain kali itu biarkan mereka pergi bersama agar lebih dekat dan saling mengenal bukan malah berjauhan seperti yang kamu inginkan?" tanya Sandra tidak terima membuat Lia mendengus kesal.


" Lain kali itu kalau membela mereka yang sesuai dengan kenyataan. jangan Mereka salah, terus kamu tetap mempertahankan seolah mereka benar." Sungut Lia tak terima..


Mendengar nada sungut Dari mamanya itu membuat Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar Sebab di mata mamanya semua orang di dunia ini selalu saja salah dan yang benar itu hanyalah dirinya sendiri bukan orang lain, hal itu pulalah yang membuat Andra sangat tidak suka dengan sikap istrinya itu yang tidak pernah ada kata mengalah ataupun mendengar pendapatan orang lain apalagi mendengar setiap penjelasan yang ingin mereka jelaskan.


" Ya sudah biarkan saja mereka mau kemana pun mereka mau yang penting pulang kembali ke rumah dengan keadaan selamat dan tidak terjadi apapun yang tidak diinginkan, kita sebagai orang tua seharusnya sedikit membiarkan anak-anak itu bebas mengenal dunia sekitar dan juga bersosialisasi dengan makhluk yang lain apalagi mereka berdua sudah besar dan sebentar lagi bakal menikah!" Jelas Andra.


sebenarnya kita tidak bisa juga menyalakan Lia 100% karena apa yang diinginkan oleh seorang wanita terhadap anaknya yaitu tetap menjadi anak yang patuh dan tidak suka membangkang, apa lagi sebentar lagi mereka bakalan lamaran dan dirinya tidak menyukai jika Ana selalu keluyuran di luar nanti bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


gara-gara kepercayaan itulah yang membuat Lia menjadi orang yang lebih tegas terhadap anaknya sendiri dan juga agar Alan sadar dengan apa yang diinginkan oleh calon mertuanya itu, bukannya melihat apa yang lihat tidak sukai malah dirinya tetap berpatokan pada hal itu otomatis bakalan bertolak belakang dan tidak akan pernah nyambung sama sekali.


" Terserah kalian semua mau ngomong apa yang penting Intinya cuma satu aku tidak ingin mereka kenapa-napa dan juga semua rencana yang sudah kita susun bakalan berantakan akibat ulah mereka sendiri, Bukankah mewaspadai sesuatu itu sebelum terjadi lebih penting daripada setelah terjadi barulah mewaspadainya karena itu sama saja bohong!" Ujar Lia jengah.


__ADS_2