
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Alika setelah urusan dengan Dafa selesai memilih pulang naik taksi,daripada urusannya bakal runyam seperti tadi.
Dafa tak tahu menahu karena ia sedang berada ditoilet,jadi Alika pergi tanpa ad yang bertanya ini dan itu.
"Pak,tolong anterin saya keperumahan sawo ya,nanti kalau sudah sampe baru bangunin saya jangan tanya banyak," perintah Alika yang terlihat sangat lelah.
"Iya Non."
Raka kini berdiri didepan gerbang rumah Mariano,hanya satu tujuan nya yaitu bertemu Alika.
Dika yang baru pulang kantor merasa tak asing dengan pria yang sedang berdiri didepan pagar rumahnya itu.
"Pak berhenti didepan saya mau lihat manusia model apa yang sedang berdiri didepan!" perintah Dika.
"Baik Tuan;
Raka menatap penuh heran kearah pria paruh baya yang berjalan menghampirinya,ia tak tahu menahu siapa orang tua Alika karena ia tak pernah cerita.
Raka pernah mencurigai nama belakang Alika,hanya ia berbohong bahwa hanya kebetulan saja.
"Kamu ada urusan apa kesini?" Tanya Dika serius.
__ADS_1
"Maaf bukankah anda Tuan Dika Mariano pengusaha real estate yang terkenal itu?" Tanya Raka antusias.
"Kamu untuk apa berada disini?" Tanya Dika lagi yang tak ada keinginan untuk menjawab pertanyaan Raka tadi.
"Oh itu saya mau ketemu kekasih saya,kebetulan rumahnya disini?" tunjuk Raka kearah rumah mewah dihadapannya ini.
"Itu rumah saya,kekasih kamu namanya siapa?" Tanya Dika yang membuat Raka berdiri mematung sejenak lalu berkata lagi.
"Namanya Alika Mariano!" Sahut Raka.
"Oh jadi kamu yang buat putriku tidak mau menjalankan perusahan?Tapi syukur sekarang dia sudah sadar siapa kamu,jadinya saya tidak perlu cemas lagi," sinis Dika.
Raka langsung berlutut dihadapan Dika,tak peduli dengan rasa malu atau apalah itu. Karena yang terpenting mendapatkan maaf dari Dika,demi kelanjutan hubungan dirinya dan Alika.
Raka merutuki kebodohan nya,kenapa ia bisa menduakan Alika,yang ternyata anak dari pengusaha ternama.
Raka mencoba membujuk Dika dengan cara berlutut,karena manusia siapa saja pasti tak akan tega melihat keadaan Raka kini.
"Pah,itu siapa sih didepan?Mama lihat dari tadi lho berdiri disitu." Tanya Alice.
"Oh tenang Mah,sekarang bukan berdiri lagi melainkan ganti gaya," ucap Dika.
"Ganti gaya bagaimana?" Tanya Alice lagi karena heran.
"Ya gaya pake lutut itu lho,yang paling Mama favoritkan!" goda Dika.
__ADS_1
"Kamu itu ditanya jawabnya apa,tuh orang Siapa sih?" Tanya Alice lagi karena penasaran.
"Itu mantan calon mantu kamu."Sahut Dika.
"Apaaa,jadi dia yang sudah berani mempermainkan anak gadis kita?Awas Pah,mama mau buat perhitungan," oceh Alice sambil berjalan keluar rumah.
Tempat tujuan pertama Alice adalah pos satpam,karena pertolongan mereka diperlukan sekarang ini.
"Pak satpam botak plontos,sini deh!"Panggil Alice sambil memberikan kode dengan tangannya.
"Iya saya nyonya!"Sahut mereka.
"Ambil air dua ember kesini!" perintah Alice lagi.
Tak berselang lama apa yang diminta sudah tersedia,Alice lalu mengajak mereka mendekati pintu gerbang.
Terlihat jelas Raka yang masih berlutut,Alice lalu menyuruh kedua satpam itu menyiram air ke arah Raka hingga pemuda itu terkejut dan basah kuyup.
"Siapa sih yang berani?" Tanya Raka setengah berteriak.
"Upss ada orang toh didepan,padahal tadi kan kita mau siram debu yang menempel di depan gerbang," ucap Alice dengan tampang tak bersalah.
"Ehh tante maaf saya iklas kok disiram lagi," ujar Raka yang sudah lebih menghaluskan nada bicaranya.
"Wah Pak,tuh denger dia ikhlas kok kalian ambil pake selang air Siapa tahu dia ingin mandi hujan;" sindir Alice pergi dari situ membiarkan Raka jadi urusan pak satpam.
*Nasib nasib,datang mau berjuang untuk cinta tau taunya dikasih mandi ulang bukan restu yang didapat.
__ADS_1
Ini mah namanya kukejar cintamu,emak emak beraksi*