
Dio sebenarnya sedikit segan ketika melihat tatapan Alan yang begitu menatap Intens ke arahnya, pria itu yakin pasti ini semua ada sebab-sebabnya karena sikap Bella yang begitu Sok seperti seseorang yang begitu harus dihargai.
Padahal tadi dirinya sudah sempat menyuruh wanita itu untuk segera bersiap-siap karena dirinya kenal betul Bagaimana sikap seorang Alan Erlangga, yang paling benci dengan yang namanya kata menunggu padahal sebenarnya pria itu lah yang selalu membuat orang lain menunggu.
hanya saja Dio yang sebagai seorang pegawai biasa Mana berani memberikan komplain, karena sampai dirinya melakukan hal itu bisa dipastikan hidupnya bakalan terakhir saat itu juga.
" Saya kan sudah suruh kamu untuk pergi menjemput dia ke sini dan juga mengurus pesangonnya, kok sampai sekarang belum muncul juga kamu pergi kesana atau kamu malah mengajak dia buat berpacaran? "tanya Alan kesal karena sikap bawahannya itu yang selalu membuat dirinya ingin sekali marah.
Dio menahan nafasnya sebentar sebab terasa tercekat di tenggorokan bingung harus bersikap apa, jika sudah seperti begini bisa dipastikan dirinyalah yang bakalan menggantikan posisi Bella yaitu karena amukan dari Alan yang super duper tak pernah mengenal ataupun memilah Siapa yang salah atau benar.
" sebenarnya di kantor itu kalian semua sudah dipermudahkan loh tidak perlu turun naik tangga darurat langsung masuk lift menuju tempat yang dimaksud, tetapi kenapa pekerjaan kalian semua itu tidak pernah Ada yang beres seolah itu saya suruh mengerjakan pekerjaan memikul beras 50 kilo? jika kalian memang tidak menganggap saya sebagai pimpinan dari tempat ini silakan kalian angkat kaki, karena sama saja saya yang ingin belajar menjadi seseorang yang berbicaranya halus tetapi tidak pernah bisa karena sikap kalian yang selalu menjengkelkan itu! " Dio hanya bisa saling menggenggam kedua tangannya kemudian menunduk Berharap ada uang recehan jatuh karena tidak mungkin juga saat Alan berbicara sedang marah-marah dirinya harus mengangkat mukanya dan menatap ke arah pria itu.
Alan yang sedang emosi bertambah emosi lagi ketika melihat Sikap yang ditunjukkan oleh Dio kepadanya itu, dirinya ingin pria itu menatap kearahnya kemudian merespon dengan berbagai ekspresi apapun itu yang penting jangan hanya berdiri tenang tanpa melakukan apapun.
" Astaga Aku bisa gila kalau seperti begini terus jadinya, saya tadi sedang berbicara ke kamu karena ingin menanyakan apa yang kamu lakukan di sana. Kenapa kamu datang ke sini terus saya ngajak ngobrol kamu malah lihat kebawah seolah-olah ada wanita berbikini sedang memasang pose dadakan ke kamu, kamu ini lama-lama bisa saya hajar dengan pantofel yang saya pakai ini! " ujar Alan benar-benar merasa emosi dengan segala yang ada dihadapan matanya kini.
Dio dihadapkan dengan posisi serba salah karena sebenarnya dirinya tidak melakukan kesalahan ataupun hari ini tapi kenapa dirinya dijadikan kambing hitam, mau menjawab takutnya dibilang tidak sopan dan posisi bakalan terancam tetapi diam saja juga serba salah karena dikira tidak menghormati orang yang sedang berbicara.
" kamu kalau diam lagi saat saya ngomong ataupun menunduk ke bawah saya bakalan bikin peraturan khusus hanya untuk kamu yaitu setiap kali di kantor kamu harus berjalannya posisi menunduk tanpa boleh menoleh, mau ada wanita cantik atau Mau dipanggil dengan gaya apapun kamu dilarang untuk menoleh ke arah manapun! " mendengar apa yang dikatakan oleh Alan itu dengan segera Dio mengangkat wajahnya menatap kearah tuannya itu tanpa gentar sedikitpun karena ini antara hidup dan mati.
" Maafkan saya tuan Bukan tidak sopan ataupun tidak menghargai anda hanya saja tidak mungkin juga kan saya menyela Apa yang sedang anda katakan, maka dari itu saya ingin memastikan Apakah anda sudah selesai bicara atau belum Kalau belum Ya sudah saya bakalan mendengarkan kalau sudah Tolong dengarkan saya Sekali Ini Saja! "entah kekuatan dari mana Dio berani membantah apa yang dikatakan oleh Alan itu karena dirinya merasa tak bersalah sedikitpun.
" Ya sudah cepat kamu katakan sebelum wanita itu datang nanti giliran kamu yang bakalan mendengarkan apa yang dia katakan dan melakukan pembelaan, karena kamu kan tahu dan ingat kalau saya pernah berpesan kepada kamu jika Selama saya tidak ada kamu yang harus menghandle seluruh kinerja karyawan di sini! " perintah Alan membuat Dio hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang kata-kata yang diucapkan Alan barusan itu pernah ia dengar.
__ADS_1
" tadi saya ke sana terus menyuruhnya untuk datang ke ruangannya Anda tuan, Tetapi dia mengatakan kalau harus mengganti pakaiannya sesuai dengan permintaan anda yang disampaikan ke Nadia tadi. jadi mungkin sekarang dia lama karena sedang mencari sesuatu yang sesuai dengan permintaan anda, soalnya wanita seperti mereka jarang sekali membawa pakaian ganti ke kantor karena semuanya sudah mereka persiapkan dari rumah. " jelas Dio yang begitu singkat padat dan menurut Alan tidak terlalu jelas karena seperti terlalu dipaksakan untuk orang lain mengerti.
" Jadi ceritanya kamu menyalakan saya karena sudah memberikan perintah seperti itu kepada dia, kamu mau menyalahkan saya karena tidak becus menjadi seorang pemimpin perusahaan dengan memberikan perintah yang aneh-aneh? jadi menurut kamu perintah yang benar itu seperti apa, Tolong kamu jelaskan yang menurut versi kamu tetapi yang bisa membuat saya tidak perlu berpikir lagi dan untuk mencerna semuanya itu!" perintah Alan membuat dia menatap tak percaya kearah tuannya Itu sebab kata-kata yang mana yang tadi ia keluarkan membantah perkataan Alan tentang menyuruh Bela mengganti pakaiannya.
karena seingatnya tadi itu hanya menyuruh Bella mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Alan, bukan malah menyalahkan Alan karena memberikan perintah yang tidak-tidak kepada Bella wewenangnya di mana coba?
" maaf tuan tapi tadi itu saya tidak bermaksud menyalahkan anda ada, Saya hanya menjelaskan tentang Apa yang tadi saya dan Bella bicarakan di luar hingga membuat dirinya lama. Oleh karena itu jika menyuruh saya menjelaskan sesuatu yang tidak saya tahu menahu saya jadi bingung sendiri tuan, maka dari itu saya minta maaf bukannya tidak sopan tapi Sepertinya saya harus menjawab kata-kata yang mana?" tanya Dio penasaran terserah nantinya Alan mau marah dengan gaya apa tapi dirinya sudah pasrah jika tidak mengatakan hal itu secara langsung dan dirinya mendiamkannya saja bisa dipastikan otaknya bakalan meledak saat itu juga karena terlalu banyak beban pikiran yang ditimpakan padanya.
" wah you keren banget sampai Sudah bisa bantah perkataan saya, Padahal disuruh bikin laporan salahnya tidak terkira sampai-sampai kekasih hati saya yang harus turun tangan!" Sindir Alan membuat Dio hanya bisa mendesah pasrah karena tidak mungkin juga harus membantah kata-kata yang dilontarkan oleh tuannya itu..
ketika Alan ingin bertanya lagi kepada Dio tiba-tiba dari luar ada orang yang menelepon, keduanya saling tatap kemudian saling menganggukkan kepala karena tahu siapa yang datang di ruangan itu saat ini.
Tok tok tok
"Permisi tuan, ini saya Bella! " teriak Bella dari luar membuat Dio mau tidak mau harus membukakan pintu untuk wanita itu.
" masuk, ada Tuan Alan yang sedang menunggu kamu di situ. Jangan pernah memancing emosinya agar memarahi kamu saat ini juga! " ujar Dio pelan lalu akan keluar dari ruangan itu tapi suara Alan menghentikannya.
" kamu mau ke mana, yang menyuruh kamu pergi dari ruangan saya itu siapa? Memangnya kamu pikir saya mau berduaan saja dengan wanita yang tidak jelas seperti dia, kalau sampai kamu keluar dari sini saya yang bakalan bikin kamu sekamar sama dia! " tegas Alan membuat Dio bergidik ngeri sebab dirinya disuruh berduaan dengan wanita setengah jadi seperti bela itu merupakan sebuah musibah terbesar dalam hidupnya.
" Astaga Tuan anda yang benar saja masa iya saya disuruh berduaan sama wanita seperti begitu, kalaupun saya harus menjadi seorang jomblo tidak masalah yang penting terhormat dan tidak tercela." batin Dio yang tidak ingin menatap sedikitpun kearah Bela yang berada disampingnya itu.
" Maaf tuan Ada yang bisa saya bantu soalnya tadi Nadia ngomong kalau saya dipanggil ke sini, tidak perlu sungkan meminta bantuan ke saya karena saya merupakan pegawai Teladan di sini?" matanya belo sambil memasang senyuman yang menurut ahli itu adalah senyuman yang sangat menakutkan sebab dandanan Bella yang begitu menor seperti orang yang terlihat begitu rakus dalam menggunakan aplikasi make up.
__ADS_1
" kamu pikir pegawai di di tempat saya ini hanya kamu saja jadi harus bersusah payah untuk memanggil kamu supaya bisa meminta bantuan, saya akui rasa percaya diri kamu itu ternyata sangat tinggi dan tidak tahu malu sama sekali?" sindir Alan membuat Bella kebingungan sebenarnya salahnya dimana sehingga majikannya itu begitu terlihat sinis kepadanya.
begitu pula dengan Dio yang menatap tak percaya kearah Bella yang terlihat begitu percaya diri sekali menawarkan bantuan, padahal dirinya sebagai seorang asistennya alam saja tidak berani bertanya seperti itu jika Alan sendiri tidak memerintahkannya.
" ini wanita Kenapa sangat tidak tahu malu begini ya, apa dia tidak sadar dengan yang dia katakan barusan? Kenapa semua orang jadi gila ya sampai sampai melakukan sesuatu yang aneh aneh demi uang, Astaga kalau seperti begini terus jangan menyesal kalau sebentar Tuan Alan bakalan marah-marah tidak jelas?" sungut Dio dalam hati Mana berani berbicara secara langsung ketika Alan sedang dalam mode on.
" jadi Menurut kamu saya panggil kesini itu karena kamu adalah orang terpenting yang harus saya minta tolong, karena kata-kata kamu yang barusan yaitu pegawai teladan yang bakalan melakukan semua tanpa ada cacat dan cela? " tanya Alan sambil mengerutkan keningnya Dan diangguki Bella dengan begitu antusias.
" Nah itu anda tahu maksud tujuan saya tadi sampai bertanya gitu kepada anda tuan, Jadi kira-kira apa yang harus aku kerjakan sekarang agar semua menjadi beres? " tanya Bella antusias.
Alan tertawa sinis melihat wajah penuh percaya diri milik Bella itu, ternyata harga diri seseorang tidak ada artinya ketika ingin mendapatkan sesuatu Meskipun orang lain tidak menghargai sama sekali.
" kamu sudah berapa lama kerja di sini, dan juga kamu kerja di bagian mana?" tanya Alan penasaran membuat Bella terlihat begitu bahagia karena dikiranya pertanyaan Ahlan itu merupakan bentuk kepedulian kepadanya.
Sedangkan Dio merasa Jengah dengan sikap awalan itu yang menurutnya terlalu putar jauh hanya untuk mengambil sebuah keputusan, jika menurut versinya dirinya bakal langsung to the point aja Ngapain juga pakai ngalor ngidul ke mana-mana akhir-akhirnya tetap ke arah situ juga kan?
" Tuan ini sebenarnya sadar tidak bagaimana cara memperlakukan wanita ular seperti Bella ini, wanita seperti ini tidak pantas dikasih hati karena akhir-akhirnya nanti bakalan ngelunjak lagi dan akhirnya kita yang bakalan pusing sendiri?" sungut Dio dalam hati tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena biar bagaimanapun Alan adalah pemimpin dan juga pemilik perusahaan itu.
Alan yang melihat kegelisahan dio itu hanya bisa tertawa dalam hati karena memang dirinya sengaja membuat kedua orang itu menunggu dan juga merasa tersanjung, dirinya ingin membalaskan dendam kepada Allan yang selalu memberikan laporan kepadanya membuat dirinya berpikir ulang untuk mengerjakannya dan juga ingin membuat Bella tersanjung setelah itu menjatuhkannya ke bawah dengan begitu kasarnya.
" Kamu kenapa terlihat gelisah begitu Memangnya ada yang salah dengan perkataan saya tadi dan ingin kamu komplain, jika memang ada Ayok silakan katakan kepada saya agar saya mendengarkan apa yang kamu inginkan?" tanya Alan penasaran membuat Dio langsung berdiri tegak karena ternyata Alan memperhatikan juga perubahan dari sikapnya.
" bukan apa-apa Tuhan saya tidak ingin berkomentar sedikitpun Mungkin anda salah lihat saja, sikap saya dari tadi biasa saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan silakan Anda lanjutkan apa yang ingin anda bicarakan terhadap Nona Bella!" bohong Dio sambil menundukkan kepalanya karena dirinya tidak ingin menatap kearah alam yang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai pria itu.
__ADS_1
" oh Saya pikir kamu mau berbicara mungkin membela Nona Bella, sebab sesuai dengan namanya kan dirinya perlu dibela Ya mungkin kamu salah satu kandidat yang ingin mencalonkan diri? tapi sepertinya kamu tidak berniat Ia melakukan hal itu sayang sekali kau Nona Bella, kandidat mu yang pertama gugur sebelum bertanding jadi ya sudah sekarang mungkin tidak ada yang mau mencalonkan diri lagi atau kamu punya teman yang bisa kamu gunakan untuk berdiri disini?" Alan menggunakan wewenangnya seperti ingin memberikan kompetisi pencarian bakat terhadap seseorang sehingga kata-katanya itu layaknya seperti seorang judges.
" ya ampun Tuan terima kasih atas perhatiannya tapi Sepertinya saya tidak perlu dibela kan sudah ada Anda di sini, Saya yakin anda tidak mungkin tega membuat saya dimarahi ataupun dipecat dari tempat ini! Jadi tenang saja karena saya seorang wanita yang tidak suka neko neko meminta hal yang aneh maka dari itu semua yang ingin anda lakukan kepada saya silakan saja anda lakukan, saya bakalan ikhlas menerima semua itu tanpa ada yang namanya komentar atau pun menolak sama sekali!" Alan mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Bella itu karena sebenarnya dirinya tidak berpikiran aneh aneh ataupun ingin melindungi wanita itu dari apapun.