
HAII READER KU TERSEYENG
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️
LANJUT ^^^
Dafa ingin sekali membawa pergi Alika,ketempat mana saja yang penting jauh dari Mamanya setelah itu ia mengunci Alika agar tak mengkontaminasi otak Mamanya itu.
"Hah,dasar cowok songong kapok kan kamu,makanya lain kali itu jangan coba coba berani gangguin aku," tawa Alika dalam hati ketika melihat wajah kesal milik Dafa.
"Ayo Sayang duduk,kita makan sama sama baru nanti Dafa yang akan mengantarkan kamu pulang," ajak Mirna yang sangat dominan bahkan tak ada niat bertanya bagaimana perasaan kedua anak muda itu.
"Tapi aku bawa mobil lho," jelas Alika yang sebenarnya mulai tak nyaman dengan sikap Mirna yang terlalu berlebihan ini.
"Nanti sopir Papa yang akan mengurus mobil kamu,yang penting kamu pulang bareng Dafa." Bey menimpali.
__ADS_1
Mirna menyuruh Alika agar duduk disamping Dafa,ia ingin agar keduanya menjadi dekat tidak ada kecanggungan seperti ini.
"Alika sayang,kamu layani Dafa dong kasihan kalau dia ambil sendiri ," pinta Mirna membuat Dafa kesal maksudnya apa coba mengatakan hal itu.
"Ma,aku bisa sendiri kok lagian selama ini kan memang seperti itu!" tolak Dafa.
"Itu dulu sekarang beda." Sahut Mirna.
Alika yang kesal karena Dafa selalu menolak padahal dirinya juga tak sudi berada disitu.Namun bukan kah orang yang lebih tua itu harus dihargai,agar tidak dosa namanya.
Alika mengambil sesuap makanan dipiringnya lalu disuapkan kedalam mulut Dafa berhenti mengeluh.
"Kamu makan ya,biar tambah gede kasihan lho sudah tua tapi badannya kekurangan gizi.Nanti kalau udah nikah kamunya tidak kuat untuk menggendong ku,jadinya tidak ada adegan yang romantis," ujar Alika sambil melotot kearah Dafa.
"Kamu juga makan ya,soalnya jangan mulut saja yang besar tapi badannya juga dong agar kamu tidak mempermalukan ku," sindir Dafa balas.
Kedua manusia itu terasa seperti sedang bermain peran,sebagai sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.
"Ahhh Mama senang karena kalian sudah saling menerima satu sama lain,kalau begini terus Sepertinya cucu Mama sedang OTW deh," ujar Mirna antusias.
__ADS_1
"Yaelah anak sama Mama sama saja,kalau ngomong tidak pernah disensor dulu. Kalau begini mah aku bisa kejebak sama permainan ini,Oh Tuhan tolong hambamu ini," lirih Alika dalam hati.
Kini keempatnya makan dengan sekali kali bercanda,terlihat Alika sepertinya sudah menjadi bagian dari keluarga itu. Hilang sudah segala kesedihannya hari ini,ternyata kehadiran Mirna yang absurd membuat kesedihan Alika menguap begitu saja.
"Aku pulang dulu ya," pamit Alika sesaat setelah selesai makan karena ia dari tadi belum mengabari keorang tuanya sama sekali.
Dertt dertt dertt
Ponsel Alika bergetar tertera nama orang yang tak ingin ia dengar sama sekali,Alika hanya memandang ponselnya tanpa ada niat merespon.
Dafa bingung kenapa tak diangkat sama sekali panggilan itu,memangnya siapa gerangan yang menghubungi gadis bar bar itu.
"Lho Sayang kenapa tidak diangkat panggilannya?" Tanya Mirna penasaran.
"Salah sambung kaya nya." Sahut Alika asal lalu bangkit berdiri karena ia hendak pulang.
Yang membuat Mirna kesal karena tingkah Dafa yang sepertinya malas tahu,terlihat tak ada niat diwajah Dafa untuk mengantarkan Alika pulang.
"Woiii cecunguk ayo antarkan Alika pulang,nanti kalau dia kenapa napa gimana hem!" Kesal Mirna.
__ADS_1
"Ma udah deh,dia kan bawa mobil jadi untuk apa harus diantar segala." Ujar Dafa santai.
"idihh nih orang mulutnya pedas sekali sih,lagian siapa juga yang mau sama dia apalagi minta dianterin amit amit," gerutu Alika.