MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 111


__ADS_3

Ana merasa heran dengan sikap Siska itu, Bukankah dirinya masuk ke dalam ruangan itu hanya untuk mengantarkan berkas? tapi kenapa setelah Alan sudah menerimanya dia masih saja tetap berdiri di situ, Memangnya apalagi yang wanita itu harapkan dari Alan jangan bilang hanya ingin mendapatkan perhatian saja maka ia melakukan hal itu Ana tidak rela jika hal itu terjadi.


" sayang, itu pegawai kamu Masih Berdiri situ jangan sampai mungkin ada hal lain yang ingin Ia bahas? Jangan terlalu fokus dong sama berkasnya kasihan tuh anak orang nungguin sampai kakinya keram mana heels-nya tinggi banget?" Ana sengaja memanggil Alan sebegitu manisnya hanya ingin menunjukkan kepada Siska Siapa dirinya.


Siska akhirnya tersadar ketika Ana mengatakan hal itu bahkan dirinya sangat terkejut mendengar panggilan yang Ana berikan kepada Alan barusan.


" sayang, Apa maksudnya wanita ini memanggil Pak Alan dengan sebutan sayang? Wah ini tidak bisa dibiarkan karena biar bagaimanapun Alan itu hanya miliknya aku dan aku tidak ikhlas ketika ada orang yang merebut dia dariku, meskipun sih dari segi penampilan dan fisik aku kalah dari dia? " gumam Siska dalam hati.


sedangkan Alan yang mendengar perkataan Ana barusan menjadi heran padahal dalam pikirannya dikira Siska sudah pergi, Namun ternyata wanita itu masih berada di situ memangnya ada keperluan apa lagi sih menurut Alan.


" Kamu kenapa masih bisa ada disini Memangnya ada hal lain yang perlu kamu bicarakan dengan saya, Kalau tidak ada ya berarti silakan meninggalkan ruangan saya bukannya tugas kamu hanya mengantarkan berkas yang saya perlukan dan setelah itu bisa langsung pergi?" tanya Alan yang merasa heran.


sedangkan Siska menjadi salting karena ternyata kepercayaan dirinya tadi yang mengira Alan tak mempermasalahkan kehadirannya disitu salah besar, dan semua itu pasti karena kehadiran Ana yang berada di ruangan itu.


" maaf Pak tadi Saya kira Anda masih memerlukan bantuan saya maka dari itu saya tidak segera pergi dari sini, soalnya saya tidak enak hati jika anda kesusahan dalam memeriksa semua berkas-berkas ini! " ujar Siska yang penuh percaya diri membuat Ana yang daritadi sok malas tahu jadi kebingungan sendiri dengan sikap asistennya Alan itu.


" kamu kok yakin sampai bisa punya pemikiran seperti itu, Memangnya menurut kamu seseorang dipercayakan untuk mengurus sebuah perusahaan yang besar itu berawal dari orang bodoh dulu? kamu kalau lain kali masih memilih asisten seperti ini Awas aja kamu ya, selalu saja mencuri Kesempatan Dalam kesempitan kok masih saja kamu pertahankan kan! "ancam anak serius membuat Siska merasa tak terima karena dengan begitu secara tidak langsung harga dirinya sudah terinjak-injak Apalagi itu terjadi di depan Alan.


" Kamu kenapa malah nyolot kepada Pak Alan, kamu sadar kan kalau ini adalah perusahaannya dia? Seharusnya kamu yang sebagai orang asing pergi dari sini dan Biarkan saya yang menemani Pak Alan untuk bekerja, karena begitulah tugas seorang asisten yaitu menemani bosnya kapanpun dan dimanapun!" Siska yang tidak menyadari siapa sebenarnya Anna Padahal dari tadi ana sudah memanggil kalian dengan sebutan Sayang jika bukan manusia yang spesial tidak mungkin juga kan anak berada di situ hanya namanya orang sudah Obsesi sulit juga sih dirubah pola pikirnya.


" wow ternyata ada bibit pelakor di sini, sampai-sampai ada lo yang berani ngatain gue seperti itu? tapi ya sudahlah aku mau melihat Alan itu responnya Seperti apa ketika aku dihina seperti tadi, kira-kira dia bakal merespon atau membiarkan saja? " batin Ana sambil menatap kearah Alan yang sudah merubah ekspresi wajahnya terlihat begitu kesal.


" kamu bisa mengulang perkataan kamu yang tadi, yang kamu katakan orang asing itu siapa Coba kamu bisa ulangi lagi? " tanya Alan dengan nada sinis nya membuat Siska merinding Apakah dirinya tadi salah bicara.


Ana sebenarnya tidak tega ketika melihat ada orang lain yang dimarahi tepat di hadapannya, hanya saja sikap Siska Yang keterlaluan menurutnya pantas untuk ditegur agar tidak mengulangi hal itu lagi.


" kamu Kenapa diam saja kata-kata pedas kamu dari tadi Hilang kemana, jangan kamu pikir karena aku hanya diam saja kamu tambah bertindak yang semena-mena? asal kamu tahu wanita yang berada di ruangan ini bersamaku di sampingku sekarang adalah kekasihku sekaligus calon istriku! jadi di jaga sikap kamu padanya jangan sampai membuat masa depan kamu di kantor ini berakhir secepatnya, karena siapapun yang menyakiti dia sama saja menyakitiku dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi! " Alan benar-benar tegas mengatakan hal itu sebab dirinya merasa tidak terima ketika ada yang sudah berani menghina Ana padahal dirinya saja berjuang mati-matian untuk mendapatkan hati wanita itu.


" sayang kamu tidak apa-apa kan atau kamu ingin memarahi wanita ini secara langsung atau kamu ingin aku mau memecatnya sekarang juga, karena aku bakal mengikuti semua kemauan kamu?" tanya Alan khawatir karena ternyata keputusannya memaksa Ana untuk ikut ke kantornya itu adalah keputusan yang salah.


" aku baik-baik saja kok Memangnya tadi diajak SmackDown apa sampai harus dikawatirkan kondisiku, tenang saja kalau membicarakan sesuatu memakai kata-kata Aku bakal ladeni?" Ketus Ana karena Allah mengkhawatirkan dirinya seperti tadi baru habis terjadi peperangan fisik yang begitu Dahsyat antara dirinya dan Siska.


sedangkan Siska merasa Waspada jangan sampai anak menyuruh Alan memecat dirinya, nanti bakal dikasih makan apa kedua anaknya yang sudah hidup tanpa seorang ayah.

__ADS_1


" Maafkan saya Nona tadi sudah lancang kepada anda tapi tolong jangan pecat saya karena hanya pekerjaan Ini saja yang saya punya untuk memberi makan kedua anak saya, tadi itu saya hanya salah bicara saya bakal mengajari lidah saya agar lebih sopan nantinya dan tidak bakal mengulangi hal yang seperti tadi lagi!" pinta Siska sambil berjongkok tepat dihadapan Ana seolah sedang berlutut meminta pengampunan.


" jangan berlebihan seperti begitu deh Karena aku bukan Tuhan yang bisa memberikan maaf kepada ada siapapun, Lagian kalau kamu sudah sadar bahwa kamu salah ya masalahnya di mana lagi coba?" tanya Ana sambil tersenyum.


ingatlah kalau hidup itu bukan hanya hari ini saja atau hari esok melainkan hidup itu berjalan Ketika Tuhan masih memberikan kita nafas kehidupan, Janganlah menyalahgunakan apa yang Tuhan percayakan kepadamu dengan melakukan hal-hal yang tidak berfaedah bahkan bisa menimbulkan dosa.


karena apa yang sudah diberikan kepadamu semua orang tidak tahu kapan bakal diambil kembali karena hidup itu merupakan titipan, sayangi apa yang harus kamu sayangi dan lepaskan apa yang tidak pantas kamu pertahankan.


memang benar kata orang hidup itu hanya sekali jangan dibuat ribet apalagi dibikin tambah sengsara, akan tetapi jangan sampai karena ingin mengejar kesenangan dunia Engkau Melupakan bahwa ada ada Tuhan yang harus kamu hormati dan ada dosa yang selalu menghantuimu kapan saja.


Alan tersenyum senang ketika kekasihnya itu ternyata merupakan wanita yang hanya kejam ketika orang berbuat salah tapi bakal berubah jadi manis ketika orang sudah mengakui kesalahannya.


" Terima kasih banyak Nona Bos saya bakal selalu mengingat pesan anda, kalau begitu saya permisi keluar dulu soalnya ada pekerjaan yang belum saya lakukan! " pamit Siska membuat Ana ingin sekali tertawa dan itu semua dilihat oleh Alan.


" Kamu kenapa malah tertawa seperti begitu Memangnya ada hal yang lucu atau yang memancing rasa ingin tahu hanya kamu? "tanya Alan memastikan.


" tidak lucu gimana coba kalau dia tahu tadi punya pekerjaan kenapa malah ditinggal dan malah menjadi satpamnya kamu di sini, nanti setelah ditegur baru mengingat eh ternyata punya pekerjaan lucu tidak menurut kamu? " tanya Ana sambil menggelengkan kepalanya.


" loh kamu itu datangnya baru sejam belum sampai deh kayaknya masa iya sudah ngomongin pulang yang, kamu itu niat si tidak sih mau bekerja sampai masuk kantor pun kayak orang yang masuk toilet setelah buang hajat langsung keluar?" tanya Anna Tak habis pikir.


" Ya gimana aku mau fokus pekerjaan jika pikiranku dari tadi tertuju hanya ke kamu saja, yang ada itu semua berkas-berkas ini bakal aku salah mengeceknya karena saking tidak fokusnya?" salawat Alan santai tanpa beban membuat Ana mendengus kesal Kenapa harus dirinya lagi yang disalahkan padahal tadi sudah menolak mentah-mentah untuk ikut datang ke sini.


" kamu kalau ngomong yang benar dong memangnya siapa juga yang mau temani kamu disini kalau kamu tidak memaksa aku tadi, jadi jangan menyalakan ku Jika kamu yang kehilangan fokus?" tanya Ana tak terima.


"Hehe maaf soalnya aku kalau lebih berjauhan sama kamu bakal tambah parah dan menjadi orang yang aneh,jadi jangan marah marah lagi lebih baik kamu duduk di pangkuan aku biar tambah mesra!" Bujuk Alan sambil menaik turunkan alisnya membuat wajah Ana memerah karena malu.


"Dasar mesum,isi otak kamu itu tak pernah jauh jauh dari hal itu?" Ledek Ana bukan nya membuat Alan marah melainkan merasa lucu.


"Lihat saja kalau kita sudah menikah,aku bakal Mesum setiap saat sama kamu.Bila perlu aku bakal hajar kamu sampai Pagi,sampai lupa buat cara berjalan!" Goda Alan membuat Ana hanya bisa menarik nafasnya saja.


"Sepertinya isi dalam otak kamu itu perlu di cek,sebenarnya ada apa saja komposisinya biar di ubah sedikit agar tidak terlalu belok terus!" Sindir Ana.


"hahaha,kamu ada saja yang ada itu malah membunuhku dan kamu bakal kehilangan Suami paling tampan dan membahana!" Goda Alan.

__ADS_1


"Dalam mimpi mu saja hal itu bakal terjadi karena aku pengen punya suami yang manis dan bisa merubah keturunan,bukan pria sok cakep tapi Menyebalkan!" Ledek Ana lagi hingga tanpa sadar jika sudah membuat pekerjaan Alan tidak bakal selesai tepat waktu.


"Kamu mau bukti sekarang juga,baiklah mau pake gaya apa?Aku udah siap nih kamu juga siap siap Sayang,biar gimana rasanya main fi kantor!" Goda Alan lagi.


"Stop,kamu kapan kelar kerja nya jika hanya mau becanda saja?Kalau tahu begini aku tidak bakal ikut kamu kesini,karena yang ada segala sesuatu tidak ada beres beresnya!" Ujar Ana.


"Ya sudah aku bakal kerja kalau kamu kasih Vitamin tambahan!" Pinta Alan membuat Ana merasa heran.


"Vitamin model apa Itu,lagian aku mana punya ?" Tanya Ana heran.


" Oh tenang kamu punya sekali kok hal Itu,malah aku bisa melayang !" Sahut Alan dengan maksud tertentu.


Ana tidak tahu harus berkata apa lagi karena dari tadi apa yang dikatakan oleh Alan terdengar begitu ambigu, pria itu seolah memaksa dirinya Harus berpikir lebih jelas lagi agar mengetahui apa sebenarnya maksud dan tujuan'


" Terserah kamu mau ngomong apa yang penting intinya Cepat selesaikan pekerjaan kamu itu, jangan terlalu menunda se.suatu yang penting menjadi terbengkalai akibat tidak fokus! dan ingat satu lagi aku ke sini bukan buat mau gangguin kamu, Jadi kalau kamu seperti begini terus besok lusa saat Mau ajakin aku Jangan harap untuk ikut sama kamu!" tegas Ana lagi membuat Alan bergidik ngeri dan berusaha memfokuskan diri dengan apa yang ada dihadapannya kini.


" kamu jangan marah-marah dong tadi kan hanya bercanda saja, Ya sudah aku serius kerja lagi ini Yang penting kamu tetap disitu temani aku!" pinta Alan hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Ana.


ketika keduanya sudah sibuk dengan dunia masing-masing berbeda dengan Daffa dan Alika yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika Mama rempong yaitu Mirna dan Alice yang selalu mengajak mereka jalan-jalan, padahal keduanya masih ingin beristirahat sebab sudah remuk redam tubuh mereka tidak bisa diajak kompromi lagi.


" mah bisa tidak Lain kali saja aku capek banget, Lagian Kalian juga masih lama kan ada disini kenapa harus memaksakan diri secepat itu?" tanya Alika yang sebenarnya tidak ingin diajak kemana-mana.


" mana bisa begitu kami berdua saja yang jalan Harusnya kan ada yang muda biar bisa tunjuk jalan bukan hanya ibu-ibu kaya Mamas sama mertua kamu, jadi jangan banyak komentar Lagian suami kamu juga tidak bakalan kemana-mana jangan takut dia hilang sudah setua itu kok?" ujar Alice sambil menarik tangan putrinya agar ikut dengannya.


Alika mendengus kesal tidak mungkin dirinya harus membantah apa yang orang tuanya katakan, meskipun terpaksa ya diterima saja sebab jika Mirna dan Ali sudah bertemu maka bisa dipastikan tidak akan bakal ada yang dapat membantah keduanya.


" yang mau berbulan madu kan kamu Kenapa mereka harus muncul tidak tepat waktu seperti begini, yang ada mah cucunya bakal tidak datang-datang juga karena bapak sama ibunya mau membuat adonan tapi ada saja gangguannya!" sungut Dafa dalam hati dan itu semua dilihat oleh Bey yang berada di samping putranya itu.


" sabar saja jangan marah-marah kamu seperti melupakan karakter Mama kamu itu saja, ya tidak bakalan berhenti sebelum kemauannya didapat. Jadi sebagai anak yang berbakti kamu harus ikhlas dan tidak memasang wajah cemberut seperti itu, nanti besok lusa Kalau kami sudah tidak ada tidak mungkin juga Kami bakal mengganggu kamu lagi kan?" tanya Bey sambil menepuk pelan pundak putranya itu.


" Papa itu kalau ngomong suka asal deh, Masih muda kok sok ngomongin soal pergi Mau pergi ke mana bulan atau sekalian ke kutub utara saja?" tanya Daffa tak terima ketika Papanya itu selalu saja membicarakan hal yang tidak tidak seperti barusan.


" Ya habisnya mau bagaimana lagi kalau tidak membalas itu kita bakal membahas apa, kamu sendiri kan tahu setiap manusia yang ada di dunia ini hasil akhirnya pasti bakal menuju ke sana juga kan? jadi jangan seolah-olah merupakan takdir ikuti saja alurnya Nikmati saja prosesnya, dan kamu ingat ya ya rumah tangga kamu tuh baru dibangun dalam hitungan hari lah istilahnya Jangan kecewakan kami Jangan kecewakan mertuamu apalagi mengecewakan istrimu!" cie ada yang lagi nasehatin sama Papanya nih Terima nasib aja kali bro jangan Banyak mengeluh karena di dunia ini orang tua itu selalu benar Meskipun mereka salah.

__ADS_1


__ADS_2