
Lagi dan lagi aku kalah di mata,masa iya udah capek nulis tapi masih saja salah semua nya.
Ini mungkin karena efek tidak tidur yang benar maka nya semua pada salah semua,maaf ya Nona lagi bingung dengan semua ini yang sepertinya sudah tidak bisa di ajak kompromi.
LANJUT ***
"Jadi gimana, Apa kamu setuju kalau kita sekarang mementingkan urusan pribadi di atas urusan yang lain? " tanya Alan sambil menaik turunkan alisnya membuat Ana menatap tajam ke arahnya.
sebab pekerjaannya Alan saja belum kelar malah membahas sesuatu yang tidak terlalu penting untuk saat ini, karena kalau membahas soal mereka berdua di kantor bukan tempat yang tepat karena itu sama saja dengan mencampuradukkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan.
" Memangnya pekerjaan kamu sudah selesai, perasaan orang kalau mau meeting itu biasanya paling lama 3 jam atau 4 jam kamu loh kayak pergi kunjung toilet baru masuk langsung keluar? " tanya Ana sinis membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Iya kan aku sudah bilang kalau soal kamu pekerjaan apapun yang penting bakalan ku tinggalkan, Jadi bagaimana kamu setuju atau tidak kalau membahas soal kita sekarang ini? " tanya Alan memastikan.
Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ternyata Alan itu adalah tipe manusia yang selalu ingin kemauannya harus dituruti, padahal sebenarnya pendapat mereka berdua adalah hal yang utama untuk sekarang ini. akan tetapi semua sudah terjadi mau bagaimana lagi tidak ada jalan untuk kembali selain memperbaiki yang ada, hanya saja ana masih memasang wajah kesalnya sebab kekasihnya itu selalu saja terkesan memaksakan kehendak.
" tapi kamu jelaskan dulu tadi kenapa kamu cepat sekali kembali dari ruang meeting, Memangnya ada masalah apa apa yang berarti sekali sampai kamu pergi dengan kekesalan begitu? Siapa tahu aku bisa bantu dengan meringankan beban kamu agar tidak terlalu kepikiran, Bukankah segala sesuatu bakal terasa muda jika mau berbagi agar terasa lebih ringan dan juga mendapatkan solusi yang berarti? "tanya Ana sambil mengusap pelan bahu kekasihnya itu.
Alan Sebenarnya tadi hanya ingin mengalihkan fokusnya agar tidak terlalu memikirkan pekerjaan yang hanya membuat mumet dirinya, hanya saja Ana Amelia adalah sosok yang tidak bisa terkecoh dengan keadaan maka dari itu dirinya mau tak mau harus menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
" Kamu tahu kan kalau setiap bulan selalu ada laporan keuangan dari para staf agar kita bisa tahu bagaimana perkembangan perusahaan ini, hanya saja tadi laporan yang aku minta Dio kasih tidak sesuai dengan harapan. belum lebih parahnya lagi manajer keuangan disuruh presentasi Malah berdiri bengong, masa iya sebagai seorang yang memimpin di divisinya tidak bisa diandalkan? nanti Kalau pemimpinnya seperti itu mana bisa bawahannya bakal berdiri atau mengerjakan sesuatu berdasarkan standar yang diinginkan, kalau aku diam dan tidak tegas bisa hancur perusahaan Papa tidak ada kemajuan sama sekali di tanganku?" penjelasan Alan yang singkat itu membuat Ana akirnya paham jika memang kekasihnya itu sedang stres memikirkan pekerjaan dan dirinya tidak boleh menambah beban pikirannya.
__ADS_1
" kamu perlu bantuan ku tidak? mumpung aku lagi free tidak punya banyak kerjaan jadi kayaknya kalau untuk membantu kamu sepertinya bisa, itung-itung kan kita sambil kerja sambil pacaran kasih rasanya bakalan asik?" tanya Ana memastikan.
Alan menatap tidak percaya kearah kekasihnya itu karena ini secara tidak langsung Ana sudah mau berbagi dalam kesusahan nya, siapa sih yang tidak senang ketika sedang diperlukan bantuan ada yang dengan senang hati datang untuk menolong.
" Kamu yakin mau membantu aku, Apa kamu tidak marah kalau kita bukannya bersantai malah bekerja? Biarkan saja pekerjaan aku nanti bakal kurus belakangan, tapi sekarang aku ingin membahagiakan kamu dengan mengikuti semua kemauan kamu apapun itu tanpa terkecuali!" tanya Alan yang benar-benar tidak ingin mencampur adukkan antara urusan pribadi dan pekerjaan.
" Kamu itu gimana sih, Aku kan senang bakal berguna buat kamu? jadi Jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi dong, karena itu sama saja dengan kamu menolak bantuan dariku yang cuma-cuma itu?" tanya Ana sambil mendelik kesal membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" aku kan bukan tidak mau dibantu sama kamu hanya saja sebagai seorang pria aku merasa tidak berguna ketika hal sepele juga harus kamu yang turun tangan, jadi Ayolah lebih baik kita melakukan hal lain yang lebih berguna tentang kita daripada membahas pekerjaan yang bisa diurus oleh banyak orang!" bujuk Alan yang masih berharap agar Ana mau pergi dengannya sebab mood-nya untuk bekerja hari ini sudah hilang pergi begitu saja.
mendengar ajakan Alan yang tiba-tiba itu membuat Ana mengerutkan keningnya pertanda heran, karena mereka berdua datang ke sini untuk mengecek pekerjaan pria itu Bukan malah hanya singgah setelah itu langsung pergi begitu saja.
" kembali ke ruangan meeting, Aku mau melihat laporan yang tadi katanya kamu bilang belum beres 100%! Siapa tahu aku bisa bantu melihat Apa bagian yang yang perlu dirubah agar menjadi sebuah laporan yang layak untuk di presentasikan, jika tidak maka bisa dipastikan masalah ini bakal berlarut-larut jika tidak dicek langsung dan menyebabkan kamu harus Mengulang dari awal!" ajak Ana sambil menarik tangan Alan agar ikut dengannya.
" Sayang Kamu itu kenapa sih membuat diriku seperti pria yang tidak berguna sama sekali karena harus mengandalkan kamu, aku bisa mengurus Semuanya dari awal tapi sekarang biarkan waktuku hanya untuk kamu saja tidak memikirkan hal lain!" jelas Alan yang menurutnya terlihat begitu Berlebihan kalau sudah dibubarkan para peserta meeting dan kemudian dikumpulkan kembali.
Ana yang dari tadi semangat 45 langsung mengurungkan niatnya itu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alan barusan, karena memang benar juga sih sudah dibubarkan kemudian dikumpulkan kembalikan itu sama saja dengan membuang-buang waktu percuma'
" Iya juga sih, kalau begitu gimana kita kembali ke restoran ku saja soalnya nanti malam tuan Justin bakal pakai tempat itu. agar dipastikan bahwa semua persiapannya Sudah kelar ya kita harus meninjau secara langsung, nanti setelah itu pegawaiku yang bakalan menghandle semuanya dan kita bakal bisa pergi jalan-jalan!" tawar Ana sambil tersenyum membuat Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar.
padahal dirinya tadi mengajak wanita itu untuk pergi berduaan karena bosan memikirkan pekerjaan, eh malah sekarang giliran Ana balik yang mengajak dirinya untuk menuju ke restoran kalau bukan bekerja itu sama saja dengan apa coba?
__ADS_1
" ya sama saja dong kalau akhirnya kita bakal bekerja juga, disini kita kerja terus nanti ke restoran kamu juga kita bakalan bekerja yang lebih baik masing-masing saja kan?" tanya Alan yang tak terima dengan ajakan Ana barusan.
Ana tertawa melihat wajah cemberut kekasihnya itu Karena memang tadi ia sengaja mengatakan hal itu agar Alan kembali fokus pada pekerjaan, dan alhasil sekarang memang benar pria itu Tengah memasang wajah cemberut nya karena merasa tak diindahkan permintaannya oleh Ana.
" Kamu tahu kan kalau hidup itu perlu uang bukan perlu cinta saja, jadi kalau kita tidak bekerja memangnya siapa yang bakal mau kasih makan kita nantinya? " tanya Ana balik membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ternyata untuk menang berdebat dengan Ana itu sangat mustahil.
" Ya sudah terserah kamu saja tapi lebih baik kita kembali ke ruangan meeting agar untuk mengecek kembali laporan yang diberikan oleh Dio itu, kamu Silakan tunjukkan kemampuanmu aku tidak bakalan melarang kok Yang penting Intinya cuma satu yaitu selagi kamu tidak merasa dibebankan!" kali ini giliran Alan yang mengajak kekasihnya itu agar ikut dengannya ke ruangan meeting.
" kalau dari tadi kamu ngomong tidak pakai bantahan kan mungkin dari tadi kita sudah duduk manis di ruangan meeting, tapi manusia seperti kamu itu hobi sekali untuk membantah dan alhasil waktu kita terbuang kira-kira beberapa menit memang?" sungut Ana membuat Alan kebingungan menatap ke arah kekasihnya kenapa Lagi Dan Lagi dirinya selalu salah.
" aku kan sengaja ingin berduaan dengan kamu makannya sedikit mengulur waktu, Tapi sekarang kan aku sudah di sini bareng sama kamu dan mengikuti semua saran kamu! jadi jangan marah lagi ya nanti kelihatannya jelek banget dan membuat mataku kekurangan vitamin, apa kamu mau kekasihmu ini seorang yang terkenal dengan rabun nya." tanya Alan.
" Dio, kamu bawa laporan yang salah tadi ke ruangan meeting dan juga kasih tahu kepada peserta meeting yang lain untuk kita kembali berkumpul. aku tunggu kalian semua di sana Dan jangan lupa siapkan presentasi yang tadi gagal untuk dikasih, karena kita bakal rapat ulang sebab hari esok saya masih ada urusan yang lebih penting dan tidak bisa ditunda sama sekali!" perintah Alan yang sudah berada tepat di depan meja sekertaris nya.
Dio menegang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alan barusan, sebab presentasi yang dibilang gagal itu belum berubah sama sekali sehingga masih tetap seperti dari awal.
" baik Tuan!" sahut Dio sambil menundukkan kepalanya'
sepeninggal Alan dan Ana, tinggallah pria itu dengan wajah yang sangat panik karena bingung harus seperti apa. sebab laporan yang tadi harus dirubah itu rencananya bakal dilakukannya pada malam hari, karena dirinya harus mengurus pertemuan Alan yang lainnya sebentar dan itu belum Diberitahukan kepada pria itu sama sekali.
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, kalau misalnya Tuan Alan tahu bahwa laporannya belum aku ubah sama sekali urusannya bakal bisa berabe nih?" gumam Dio frustasi dan memilih untuk pergi mengumpulkan pegawai yang lain sesuai dengan perintah dari Alan tadi.
__ADS_1