
HAII READERKU TERSEYENG
MIMA AH BALIK LAGI NIHH
AYOLAH LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ^^^
"Jadi masih ingin menangis atau dicancel dulu?" Tanya Ana serius.
"mana bisa menangis orang kamu tidak ada rasa solidaritas sama sekali,coba kalau temannya sedih itu nangisnya berjamaah dulu kek atau apalah eh tidak ada niat sama sekali." gerutu Alina.
__ADS_1
"Ehh enak saja kamu ya,yang patah hati itu kamu kenapa harus aku yang ikutan menangis bikin rugi stok air mataku. Lagian cowok kaya Raka,jangan harap air mataku yang berharga ini aku keluarkan karena dia." Sahut Ana sengit.
"Heii yang suruh kamu keluarkan air mata karena dia itu siapa? Aku kan minta kamu untuk menangis berjamaah saja dengan ku." omel Alina.
"Ternyata orang kalau lagi patah hati otak nya jadi lemot juga ya? semoga aku langgeng terus sampe maut memisahkan,kalau dia mati lebih dulu ya aku ikhlas kalau bisa dapatkan pria setampan SEOHUN," gumam Ana yang tampak senyum senyum sendiri.
"Stres nih bocah,aku datang kesini untuk dihibur bukan mendengarkan kebucinan kamu yang sungguh menjijikan," Maki Alika.
"Hehe iri bilang boss." ledek Ana.
"Oh ok baiklah sekarang dengar kan perkataan miss Ana baik baik ya!," ujar Ana serius.
"Kamu sedih karena diselingkuhi oleh Raka,sekarang begini saran ku.Kita sebagai wanita jangan mau kalah sama kaum pria,jika dia bisa kenapa kita tidak.Kalau dia hanya sebatas ML kenapa kamu tidak mencari pria yang mau menikah sama kamu. Kita tidak boleh hanya andalkan air mata untuk menyelesaikan masalah,karena hal itu buat para cowok jadi besar kepala dan mempermainkan wanita terus." Ujar Ana berapi api layaknya seorang pejuang yang sedang memproklamirkan kemerdekaan.
"Jadi balas dendam nya aku harus nikah begitu?" Tanya Alika lelet.
"Aishh kamu ini memang keterlaluan,aku sudah jelas panjang kali lebar tapi otak kamu masih saja belum konek. Kalau begitu tadi aku ngomong itu kamu paham tidak,padahal tadi aku lihat kamu mangut mangut seperti orang paham eh ternyata hanya simbolis doang," Kesal Ana.
__ADS_1
"Heii kamu dari tadi menghina ku terus ya,biar cantik begini tapi soal begituan aku paham lah. Sudah ah aku mau pulang,mau cari gacoan yang bisa kuajak sleding diranjang," ujar Alika genit lalu keluar dari situ.
Berbeda dengan keadaan di meja tempat Dafa dan orang tuanya berada,terlihat Mirna sedang celingukan layaknya mencari seseorang.
"Ma,lagi cari apaan sih padahal Papa kan sudah disamping?" Tanya Dafa bingung.
"Lagi cari menantu Mama." Sahut Mirna yang tak menoleh kearah putranya sama sekali.
"Oh ya,wow siapa sih Ma? Bilangin ke Papa biar bantu cari!" pinta Bey Adrian Papanya Dafa.
"Nanti Pah,yang penting kalian jangan gangguin Mama biar fokus melihat menantu kita." Sahut Mirna.
Dafa jengah melihat kegiatan sang Mama,ia bingung dapat izin dari mana hingga anak orang dipanggil menantu.Kalau pacar nya Dafa mungkin masuk akal,tapi ini anak orang lho saya ulangi anak orang.
"Ma,sudah dong malu maluin saja deh.Nanti orang bilang anak kalian ini tak laku laku hingga paksain anak gadis orang jadi menantu kalian," bujuk Dafa.
"Hah,apa kamu bilang malu karena tak laku ,kagak sadar Bro kalau memang kamu itu tidak laku laku jadinya sampai sekarang belum nikah dan Mama tidak bisa menimang cucu," omel Mirna kesal.
__ADS_1