
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Alice mendengus kesal karena mendengar alasan yang diberikan Alika barusan, dirinya hanya ingin agar Alika berpenampilan sesuai dengan pekerjaan dan jabatan nya bukan urak urakan kayak cewek tomboy.
" sekali-sekali kamu dengar alasan Mama kenapa bisa bicara seperti itu, Belum apa-apa mama baru ngomong kamu sudah nyerocos dari tadi. kalau begitu terus mama gunanya apa menjadi orang tua kamu, jika Apa yang mama katakan Selalu Salah tidak pernah benar Dimata kamu? " Lirih Alice pelan membuat Alika menghentikan langkah kakinya.
" Loh kok gitu mah ngomongnya, aku kan memakai apa yang menurutku nyaman mukenanya asal-asalan ikut orang atau ikut tren saja ! "Ketus Alika lalu segera pergi dari situ sebelum Mamanya itu bertambah gas titik tanpa pakai rem blong.
__ADS_1
" Terserah kamu saja deh mama pasrah bingung mau ngomong apa, yang penting intinya 1 saja jangan mempermalukan harga diri kamu apalagi orang tua! " tegas Alice lalu pergi dari situ juga karena kesal melihat Alika .
Alika dan Mamanya dari dulu sampai sekarang memang tidak ada pernah namanya kata akur, perdebatan keduanya tidak pernah ada hentinya. namun sebenarnya Percayalah hal itu yang membuat keduanya bertambah dekat dan saling memahami satu sama lain, biasanya anak dan orang tua yang suka berdebat atau bertengkar tentang sesuatu yang hal kecil itu terkadang hubungan mereka lebih harmonis.
" semoga saja saat di kantor tidak ketemu makhluk yang model Mama lagi, otak aku udah mumet nih buat menjawab hal-hal yang tidak betul 1! " gumam Alika Lirih.
ketika Alika sudah keluar dari dalam pekarangan rumah, dan hendak menuju ke kantornya mobilnya dihadang dari depan oleh seseorang yang tidak ingin Ia temui sama sekali.
" Alika sayang turun dong dari mobilnya, soalnya aku mau ngomong penting sama kamu! " pinta Raka memelas.
Alika menatap Jengah ke arah pria yang dulu sempat mengisi hari-harinya, namun kini hanya tersisa rasa benci yang begitu merasuk sampai ke tulang-tulang.
__ADS_1
" tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi apapun itu, jadi Bisakah kamu menjauh dari mobil aku soalnya aku mau lewat. "kesal Alika hingga cara bicaranya sudah setengah teriak.
" tidak bisa begitu dong sayang, biar bagaimanapun kita adalah sepasang kekasih sampai sekarang ini." tolak Raka yang masih ingin Alika mendengarkan penjelasannya.
"coba katakan apa yang ingin kamu jelaskan padaku , apa tentang selingkuh atau tentang Berapa banyak wanita yang pernah kamu tidurin? " tanya Alika Ketus ketika sudah berada di luar mobil.
Raka bungkam bingung harus menjawab apa, dirinya merutuki segala kebodohan yang ia lakukan yang dikiranya Alika tidak bakalan tahu ternyata semua harapannya itu jauh dari kata sukses.
" Maafin aku sayang, aku khilaf hingga melakukan hal bodoh seperti itu. Tapi tolong jangan tinggalkan aku dengan pria lain, karena jika sampai hal itu terjadi aku akan bunuh diri apa kamu merasa bersalah sepanjang waktu! " pinta Raka memelas namun Alika memilih kembali masuk dalam mobil dan membunyikan klakson tanpa henti.
" kamu bisa menyingkir dari depan mobilku, karena ada hal yang lebih penting selain kamu yang sudah ku anggap seperti sampah!" setelah mengatakan hal itu Alika langsung menancap gas dan Raka yang takut mati segera menyingkir.
__ADS_1