MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 75


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


wajah Ana memerah karena menahan malu akibat dari apa yang dilakukan Alan badannya yang secara Mendadak itu, dirinya pun bahkan tak sempat mengelak karena sungguh itu sangat tiba-tiba.


" Eh kamu mau ngapain? turunkan aku sekarang! kamu pikir aku ini mainan kamu yang bisa kamu lakukan Sesuka Hati, tidak peduli apa yang aku inginkan ataupun yang seharusnya aku lakukan? " tanya Ana Ketus.


Alan tersenyum mengejek ketika melihat wajah kesal dan malunya Ana bercampur menjadi satu, Siapa suruh mencari perkara dengannya ya akhirnya seperti ini siapa mau help?


" Kalau aku nggak mau kamu ingin apa, karena mulai dari yang ini dan ini Terus yang ini adalah wilayah kepunyaanku! jadi Terserah kamu mau teriak atau mau menangis atau sekalian mau menyanyi aku mah tidak peduli, Siapa suruh menguji kesabaran ku! " ujar Alan yang sambil terus memeluk erat pinggang mungil milik Ana itu agar lebih rapat dengannya lagi.


" kamu jangan sembarangan ngomong Enak saja kamu main klaim tubuh orang Sesuka Hati, yah tubuhku sebenarnya punyanya aku bukan kamu kenapa jadi kamu ngomong ngelantur begitu?" tanya Ana yang tak habis pikir dengan jalan pemikiran Alan yang terlihat begitu memaksakan kehendak.


Alan sengaja menggesek area pahanya tak peduli dengan Anna yang daritadi memaki dirinya, karena dirinya yakin Ana tidak akan menolak apa yang ia lakukan Bukankah semalam wanita itu terlihat sangat menikmatinya?


" Kamu mau ngapain lagi, kamu mau aku laporin polisi karena kasus pelecehan yang seperti kamu lakukan padaku sekarang? " kesal Ana dengan nada mengancam.


" pelecehan yang model bagaimana, Bukankah sesuatu yang atas dasar mau sama mau suka sama suka itu tidak ada hukumnya? Lagian kamu sangat menikmatinya juga aku komentarnya banyak sekali, lebih baik kamu menikmati saja dengan cara apa begitu suka-suka kamu aku mah ikhlas!" goda Alan sambil menaik turunkan alisnya tak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh Ana padanya.


" kamu anggap aku ini wanita apaan, melakukan apapun yang kamu ingin lakukan tanpa pedulikan bagaimana perasaanku sama sekali? bisa tidak jadi orang jangan hanya menjadikan wanita itu sebagai pelampiasan jika memang tidak ada rasa sama sekali padanya, karena aku lebih mencintai pria yang bersikap gentle dan tidak ingin menjadikan orang lain sebagai pelarian sesaat. aku pasti bakalan mendapatkan pria yang lebih tulus penyayang dan juga tampan menyalahkan kamu, jadi kamu jangan memaksakan diri untuk melakukan hal yang tidak senonoh pada aku karena aku bukan wanita seperti itu!" Ana terlihat begitu kecewa dengan apa yang dilakukan Alan padanya Bahkan tak memikirkan Perasaannya sama sekali.


Allan menghela nafasnya kasar ternyata memang selama ini Ana sudah terlalu begitu dalam menyimpan rasa kecewa padanya, dirinya bingung harus melakukan apa agar Ana bisa menerima segala bentuk perkataannya.


"kan aku sudah minta maaf, harus menjelaskan apa lagi biar kamu bisa paham? kamu tahu sendiri kan kalau aku sudah pernah melakukan kesalahan, jadi otomatis kamu harus bantu aku memperbaiki ke arah yang lebih benar bukan menjauhiku seperti ini?" tanya Alan Sendu karena dari kemarin dirinya selalu ditolak mentah-mentah oleh Ana.


" kamu turunkan aku sekarang atau aku yang aniaya terong belanda kamu sampai tidak bisa bangun lagi, kamu pikir tidak dosa apa melakukan hal ini semua hanya karena ingin mendapatkan kepuasan yang tidak halal?" tanya Ana sambil mengerutkan keningnya karena ingin sekali mendapatkan jawaban yang bijaksana dari Alan.


" aku harus ngomong berapa kali sih biar kamu bisa paham dengan apa yang kau maksudkan? Bisa tidak sekali-sekali itu memikirkan dari sudut pandangnya Aku bukan hanya kamu saja, soalnya kalau mengikuti arah pemikiran kamu otomatis kita bakalan beda terus tidak ada kesamaannya sama sekali?" tanya Alan memohon.


" Oke kalau memang kamu ngomong begitu tapi aku juga ingin menanyakan sesuatu, misalnya Alika hari ini tidak jadi menikah dengan Daffa menurut kamu. kamu bakalan ada untuk aku sekarang? tentunya tidak kan? kamu bakalan tetap sama dia bahkan tidak menyadari keberadaan aku sama sekali, seperti yang dulu selalu saja kamu lakukan yaitu dunia kamu hanya Alika saja!" perkataan Ana sinis membuat Alan bungkam.

__ADS_1


" Maafkan aku Tapi tolong jangan membahas hari lalu lagi dong, karena jika tidak maka kita bakalan jalan di tempat terus bahkan mungkin kamu bakalan melupakan aku!" pinta Alan dengan nada memohon membuat Ana Tak Tega karena biar bagaimanapun mereka pernah bersama walaupun hanya sebatas sahabat saja.


Ana tersenyum sambil mengusap pelan pipi Alan yang hanya ditumbuhi oleh kumis tipis itu, dirinya tahu pria itu sedang menanggung beban yang begitu berat dalam kehidupannya dan jika salah satu itu adalah dirinya maka ia akan berusaha menjadi penopang dari belakang.


" sudah kamu nggak usah ngomong lagi deh! soalnya bahasa kamu dari kemarin sampai ini hari itu puitis semua, aku saja sampai bingung harus menanggapinya seperti apa?" ledek anak membuat Alan bukannya marah tapi tambah semangat dan refleks memeluk tubuh wanita itu.


" jadi hari ini kita resmi jadian kan?" tanya Alan antusias membuat anak menatap heran ke arahnya.


" memangnya harus sampai ketahap yang seperti begituan, aku pikir Langsung nikah aja biar tidak berbuat dosa seperti yang sekarang ini?" tanya Ana sambil tersenyum malu-malu.


Alan bagaikan mendapatkan jackpot ketika mendengar apa yang dikatakan Ana barusan, Bukankah itu namanya kode lampu hijau biar jangan berhenti tapi lanjut terus pantang mundur sebelum dapat.


" Jadi maksud kamu tuh kayak gimana ya soalnya aku kayak kurang paham begitu, habisnya kamu kalau bicara itu langsung tiba-tiba saja yang membuat aku jadi kayak orang bingung?" tanya Alan yang berusaha untuk tidak terlalu terlihat berlebihan.


Anna mendengus kesal tapi sedikit bersyukur juga sih karena pembahasan ngalor-ngidul dan keduanya lakukan akhirnya sesuatu di bawah sana tidak berontak lagi, dan membuat posisi duduknya pun sudah sedikit nyaman.


hanya saja tetap masih dalam posisi yang intim salah bergerak sedikit bisa jebol pertahanan terakhirnya, hanya mau bagaimana lagi Alan sangat keras kepala ketika dirinya minta untuk turun dari pangkuan pria itu.


" kau jadi orang cemen sekali masa baru begini saja sudah setengah mati apalagi nanti kalau ikut ke Kanada, disana itu suhunya bisa sampai Min 5 derajat. kalau seperti begini terus kamu mampu atau tidak, masa iya harus memerlukan diriku terus disamping kamu untuk memberikan kehangatan?" goda Alan bukannya membuat Ana senang malah membuatnya tambah kesal.


" Hei disana ada yang disini tuh lain ceritanya sekarang ini kalau pakai jaket tebal sih nggak masalah tapi ini polos melompong, air yang tadi hangat sudah berubah menjadi dingin belum juga keluar dari sini? terus kamu dengan entengnya berbicara seperti itu, Memangnya kamu pikir aku ini kayu atau batu yang tidak merasakan apapun? lain kali ngomong tuh pakai perasaan dong, jangan bikin orang tambah kesal Terus akhirnya bakalan emosi terus tonjok kamu sampai bonyok!" sungut Ana sambil memasang wajah cemberut membuat Alan ingin sekali melihat wanita itu sampai tidak bisa jalan hari ini.


tatapan Alan kini tertuju pada dua buah benda yang menggantung tepat di antara dadanya Ana, yang terlihat sangat mengkal sangat siap untuk di lahap sampai pemiliknya berteriak karena penuh kenikmatan.


tanpa banyak bicara ataupun meminta izin karena yakin pasti pemiliknya tidak akan pernah mengijinkan hal itu, Alan langsung mengecup pelan Puncak dadanya Ana itu membuat pemiliknya langsung sangat terkejut.


sebelum Ana melakukan protes Alan kembali melahap benda itu, membuat Ana langsung menutup matanya karena sungguh Apa yang dilakukan Alan itu sangat membuat akal Sehatnya tidak dapat berfungsi dengan benar.


karena merasa tidak ada penolakan jalan pun melakukannya bergantian tanpa ada sejengkal pun Yang Terlewatkan, tak peduli jika sekarang harusnya sudah jatuh untuk pulang dari tempat itu.


di rumah nya kedua orang tua Anna sedang kebingungan Bagaimana dari semalam Putri mereka itu tidak pulang sama sekali, bahkan sekedar memberikan kabar pun tidak ia lakukan padahal selama ini Ana selalu pulang meskipun hujan badai Guntur kilat ia tetap menjadikan rumah sebagai jalan untuk pulang.


" papa, ini Ana dari semalam tidak pulang, Sebenarnya dia Kemana sih? mama jadi cemas loh jangan sampai dia kenapa-napa saat pulang yang dari resepsi pernikahan Alika semalam, habisnya dia tidak pernah begini pergi tanpa kasih kabar apapun kepada kita!" tanya Lia penasaran kepada suaminya itu.

__ADS_1


" Memangnya semalam Mama sudah Coba hubungi ponselnya dia, apa panggilannya alihkan atau nomor ponselnya nonaktif? " tanya Andra memastikan.


" kalau belum Mama coba tidak mungkin mama ngomonglah, lagian Papa sebagai orang tua tidak pernah punya solusi yang terbaik begitu biar mama tidak terlalu kepikiran Eh ini malah bengong?" sungut Lia dengan sikap suaminya itu yang tidak ada pernah terlalu pusing dengan urusan di dalam rumah.


" kita tunggu 1 kali 24 jam, kalau memang sampai saat itu dia tidak memberikan kabar sama sekali baru bergerak cari. karena kalau kita gegabah terus mengambil langkah yang tidak-tidak, tiba-tiba dia pulang kita harus gimana ketika semua orang sudah panik?" tanya Andra yang masih bersikap santai saja karena ia tahu putrinya itu sudah dewasa pasti bakal bisa menjaga diri.


hehehe Pak Tua Siapa bilang anakmu itu bisa menjaga diri orang dia sekarang lagi di garap sama pria tampan hidung belang, bahkan foreplay yang kedua lakukan membuat keadaan tempat tidur itu sudah bukan disebut tempat tidur melainkan kapal pecah atau Kapal terbalik lah begitu untuk arti yang lebih mendekati.


"yang tidak bisa seperti itu dong papa, Nanti kalau kita tunggu 1 x 24 jam Memangnya papa pikir nyawa seseorang bisa bertahan sampai selama itu?" tanya Lia yang masih kekedengan kecurigaannya yang tidak berdasarkan itu.


" tapi mama dia itu sudah besar 24 tahun itu bukan umur yang kecil loh, masa Segala sesuatu harus melaporkan kepada kita ketika dia ingin sendiri atau menikmati waktu yang ada? kalau tiap hari dia harus melapor kita seperti pegawai kantoran!" tegas Andra yang tak mengerti dengan jalan pikiran istrinya itu yang selalu saja menjadikan sebuah masalah kecil menjadi hal yang paling besar.


" Hei kau Tuhan Andra silvanus jika sampai putriku kenapa-napa kepalamu yang bakalan ku gorok,, enak saja hanya ngeluarin santannya doang tapi aku yang brojolin itu sakit paham tidak kamu!" teriak Lia setelah itu masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu dengan kuat.


Brakkk


Andra sampai terjengkit karena kaget karena mendengar bunyi pintu yang begitu Dahsyat dibanding oleh istrinya, untung juga tidak sampai terlepas dari tempatnya kalau tidak bisa dipastikan bakalan ada tukang bangunan yang bakalan bertandang ke rumah mereka.


" ih kekuatan istriku Dahsyat juga untung juga jantungku ini adalah jantung yang paling kuat karena sudah pakai lem dan dilas mati sehingga tidak mudah lepas, Coba kalau tidak dalam hitungan menit aku sudah berubah jadi almarhum?" batin Andra sambil mengusap dadanya pelan.


sedangkan di kediaman mariano terjadi kehebohan karena Alice seolah melupakan jika putrinya itu sudah menikah kemarin, maka dari itu dengan tanpa perasaan dan merasa malu terhadap Dafa wanita paruh baya itu menggedor pintu kamarnya Alika karena pemiliknya daritadi tidak keluar-keluar juga.


" Alika kau bangun kah tidak, kamu itu tidur atau mati sih masa sampai jam segini belum bangun juga? nanti kalau jodoh kamu dipatok ayam barunya nyaho sekalian, terus menangis minta dikasihani sama Tuhan karena sampai sekarang jodohnya belum OTW untuk datang! " ujar Alice monolog jangan lupakan dengan suara cempreng nya itu sungguh maha dahsyat.


Daffa yang sedang menikmati tidur karena merupakan pagi pertama memeluk guling yang bisa bernafas langsung terbangun, Bagaimana tidak suara orang yang di depan pintu itu sangat mengganggu pendengaran.


" Tuhan itu suara orang lagi demo apaan sih kok bisa sampai seribut itu, kalau model kayak begini apa tidak tahu jika di sini adalah kamar pengantin baru? "sungut Dafa yang mengira bahwa sekarang ia berada di dalam kamarnya sendiri.


ketika pria itu melepaskan pelukannya pada pinggang sang istri dan hendak bangun,, malah sekarang kebalikan Alika yang memeluknya erat tak ingin dilepaskannya membuat Dafa pun kesulitan untuk bergerak'


Daffa tersenyum dan memilih untuk memeluk istrinya juga Persetan dengan orang yang ada di depan pintu, Siapa suruh masih pagi ini sudah mengganggu ketenangan orang! apa dulu tidak pernah muda sehingga tidak tahu menahu soal keadaan yang seperti begini, padahal Semua orang pasti sudah melaluinya tinggal dilanjutkan saja oleh turun temurun berikut dan berikutnya lagi lagi.


" Astaga ini Alika Kenapa sih dipanggil sampai tenggorokan aku mau jebol ndak bangun-bangun, apa jangan-jangan dia tidur sambil pingsan sehingga tidak mendengar keadaan di sekitar?"ujar Alice yang layaknya setrikaan berjalan kesana-kemari di depan kamarnya Alika membuat suaminya Dika yang baru bangun karena mendengar keributan langsung menatap heran ke arah istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2