
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
Deka memilih untuk tidak peduli dengan keberadaan Raka,yang selalu saja mencari perkara dengannya karena nanti bakal membuat dirinya pusing.
sedangkan Dea sedang kebingungan mengurus Raka yang dari tadi sudah seperti orang gila, karena dengan seenaknya ribut-ribut di depan rumahnya orang Padahal tuan rumahnya sendiri tidak mengharapkan kehadirannya.
" ih ni orang bukan hanya jago di ranjang jagonya bikin susah orang lebih parah, kalau seperti begini terus lama-lama aku bisa stres karena dianya melakukan sesuatu yang tidak jelas!" sungut Dea sambil berusaha menarik tangan Raka agar pergi dari situ.
" Ayolah Pak kita pulang saja jangan berada disini malu-maluin saja atau tidak, Itu lihat Alika saja bahkan tidak peduli dengan kehadiran bapak sama sekali! Masa Bapak mau saja berdiri disini seperti orang yang tidak punya harga diri, Kalau sudah seperti begini saya mah bisa apa tidak mungkin kan meninggalkan Bapak sendirian di sini?" Dea benar-benar kehabisan kata untuk membujuk raga agar segera pulang dengannya.
" kamu pergi dari sini sekarang asal kamu tahu gara-gara kamu, karena kalian yang selalu memberikan tubuh kalian secara sukarela dan membuat aku tergoda akhirnya Alika meninggalkanku dan Pergi menikah dengan pria lain!" tegas Raka membuat Dea langsung menatap heran ke arah pria itu.
" Bapak tidak salah ngomong seperti itu, apa bapak pernah berpikir jika bukan karena kebiasaan bapak yang dihadapi itu tidak mungkin kan ini semua terjadi? Lagian kalau wanitanya cuma hanya saya saja mungkin saya bisa maklum siapa Anda pernah menghitung Berapa banyak wanita yang sudah pernah tidur dengan pria brengsek, saya menghormati Anda dari tadi tapi ternyata semua itu sia-sia percuma jadi atur diri masing-masing!" tegas Dea yang benar-benar kesal akibat tidak pernah dihargai oleh Raka padahal sebenarnya apa sih kurangnya.
Raka menghembuskan nafasnya kasar karena setiap wanita yang ia temui di dunia ini adalah wanita yang paling ribet selain dari Alika, yang tidak pernah menuntut apapun darinya bahkan Uang sepeser pun tidak pernah Alika minta.
bahkan Terkadang ketika mereka pergi keluar Alika selalu meminta untuk bayar masing-masing, karena baginya segala sesuatu itu bukan menjadi miliknya ketika mereka belum sah Jadi untuk apa memakan sesuatu yang bukan hasil keringatnya.
" Kenapa kamu jadi menyalahkan saya wanita sialan kalau saja cara berpakaian kalian sopan seperti Alika tidak mungkin saya bakalan tergoda, tapi coba sadari diri kalian sekarang sudah mengumbar aurat ingin meminta supaya setiap pria rela merangkak naik di tempat tidur kalian semua!" Dea merasakan harga dirinya benar-benar Terinjak ketika mendengar semua Sumpah serapah Yang Raka ucapkan barusan.
" jadi maksud Anda selama ini kamu yang murahan terus menangis mengemis untuk minta disentuh, asal anda tahu ya tuan pria di dunia ini bukan anda saja yang tulus ikhlas apa adanya dan tidak mendahulukan nafsu di atas segala-galanya? jadi ya sudah kalau begitu Jangan coba-coba mendekati Saya lagi, saya makan setuju sekarang ini jika Alika pergi meninggalkan anda tanpa menoleh ke belakang lagi karena memang seharusnya itu yang ia lakukan dari dulu!" setelah mengatakan hal itu tanpa banyak bicara Dea langsung meninggalkan Raka yang sedang terbengong di tempatnya.
Bagaimana tidak bengong ketika apa yang dikatakan Dea itu semuanya adalah perihal yang benar, maka dari itu Raka sudah tidak mampu lagi berdiri dengan benar tubuhnya serasa lemas tak bertenaga Akibat dari semua masalah yang dihadapinya.
__ADS_1
mereka menatap nanar ke arah rumah Alika yang berada tepat di hadapannya, rumah yang seharusnya menerima dirinya dengan 10 jari rumah yang seharusnya dirinya bisa berteduh dengan Alika memadu kasih Ternyata semua itu hanya khayalan belaka.
di dalam rumah Daffa sedang menatap dari atas balkon kamar Alika dan dirinya, pria itu ingin sekali Turun ke bawah dan menghajar rasa sampai tak berbentuk supaya segera meninggalkan tempat itu,
" apa sih Mas serius sekali sampai-sampai aku saja tidak digubris sama sekali dari tadi, atau jangan-jangan kamu sedang melihat wanita yang tadi berpakaian setengah jadi itu?" tanya Alika kesal karena memang dari tadi hanya fokus menatap kearah keluar.
" Astaga Yang, Bisa tidak kalau muncul jangan tiba-tiba begitu? untung juga jantung aku masih tetap kuat tempatnya kalau tidak hari ini kamu bakalan jadi janda, soalnya aku kaget banget loh dengan panggilan kamu yang tiba-tiba seperti itu?" sahut Daffa sambil mengusap pelan dadanya benar-benar terkejut dengan suara istrinya yang tiba-tiba muncul di belakangnya itu.
" Lho kenapa jadi aku yang kamu salahkan Bukannya kamu yang terlalu fokus dengan di luar sampai melupakan kehadiranku, Lagian apa sih yang kamu perhatikan dari tadi sampai-sampai tidak sadar dengan keadaan sekitar!" tanya Alika penasaran.
" tuh kamu lihat saja di luar Ada apa sampai-sampai aku fokus melihatnya, itu orang Kenapa sih urat *********** sudah putus atau gimana sampai-sampai kok tidak mau pergi juga?" dapat tak tahu harus berkata apa lagi karena demi Tuhan Raka tidak pernah mau pergi dan beranjak sedikitpun dari tempatnya.
" ya biarkan saja kalau memang dia masih sanggup tahan lapar tahan panas tahan hujan Memangnya masalahnya dengan kita apa, kalau kamu semakin peduli dengannya dia semakin besar kepala loh karena merasa diperhatikan!"Ujar Alika sambil memeluk suaminya dari belakang karena aromanya sangat menyenangkan membuat siapa saja betah berada di situ'
" Kenapa memelukku seerat ini, jangan bilang kamu mau ajakin aku main karena kalau sampai hal itu benar terjadi dan kamu menginginkannya dengan senang hati bakalan Kuberikan?" goda Daffa membuat Alika merasa cemburu karena masa memeluk suaminya saja harus karena ada sesuatu dulu.
pria itu membalikkan wajahnya dan menatap wajah cantik istrinya yang sungguh ternyata Jika dilihat dari dekat sangat menggoda iman dan pikiran, dirinya sadar Jika Bertemu dan menikahi Alina adalah kemauan orang tua tapi seiring perjalanan waktu itu adalah kemauannya sendiri karena pria tampan itu tidak tega jika wanita sesempurna khalifah itu dimiliki oleh orang lain.
" Kenapa liatin aku seperti begitu Memangnya ada yang salah, atau mata kamu yang salah? " tanya Ali kepenasaran yang hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Daffa.
" kamu pernah tidak dikasih tahu bahwa kamu itu adalah wanita yang paling cantik di bumi ini, Kalau tidak ada yang pernah kasih tahu jadi biarkan aku saja yang memberitahukan hal itu? "ujar Dafa yang berani ngegombal istrinya.
Alika yang mendengar baru pertama kali suaminya itu memuji dirinya menjadi heran sendiri Sebenarnya apa yang terjadi kepada apa, pria yang biasanya irit dalam berbicara tidak suka peduli dengan keadaan sekitar kok bisa-bisanya memuji dirinya Memang sih itu adalah hal wajar ketika suami memuji istri sendiri hanya saja Alika tetap merasa heran.
"kamu itu mau tau aja atau mau tau banget, kalau mau tahu aja ya Aku nggak bakalan kasih tahu tapi kalau mau tahu banget aku kasih tahu deh?" bukannya menjawab Alika malah balik menggoda suaminya itu
Dafa memicingkan matanya menatap tajam kearah Alika membuat wanita itu menjadi heran dengan perubahan sikap suaminya itu, sebab terlihat Daffa seperti Sedang berpikir keras entah apa yang dipikirkannya Alika jadi kebingungan sendiri.
__ADS_1
" jangan bilang selama ini banyak sekali pria yang memuji kamu dengan kata-kata itu kalau sampai benar cepat kamu kasih tahu siapa saja pria itu biar aku pergi untuk mencari mereka?" tanya Daffa sambil memicingkan matanya untuk memastikan kira-kira Apa jawaban yang akan diberikan oleh Alika.
" Kenapa jawabannya jadi ngelantur begitu, Memangnya tadi aku ngomong apa apa sampai kamu bisa punya pemikiran aneh?" tanya Alika kebingungan karena suaminya itu selalu saja mengaitkan orang lain dengan pembahasan mereka.
" Ya habisnya tidak ada pemikiran aneh Bagaimana kalau jawaban kamu saja seperti begitu, makanya lain kali kalo dikasih pertanyaan langsung dijawab. jangan pakai kasih teka-teki ulang lagi, terus kalau melihat kehidupan kamu dahulu Aku kan jadi merasa curiga pada pria aneh yang berterbangan kesana kemari?" tanya Daffa dengan wajah yang penuh penasaran membuat Alika ingin sekali tertawa.
" kamu kayaknya terlalu berlebihan dalam berpikir asal kamu tahu dari dulu sampai sekarang mantan aku itu hanya Raka itu juga karena mau coba-coba kira-kira orang pacaran itu enak tidak ya, terus tidak bertahan lama orang akunya langsung ditinggal selingkuh setelah itu terdampar sama kamu!" jelas Alika membuat Dafa menghela nafasnya kasar karena ada yang orang ingin pacaran hanya untuk coba-coba.
sedangkan di ruang tamu Dika sedang stres mendengar ocehan sang istri Karena Wanita itu ingin sekali Dika bergerak untuk menyingkirkan Raka dari depan rumah mereka, karena dirinya sangat terganggu dengan kehadiran Raka yang daritadi seperti orang yang sedang berdemo'
" papa bisa tidak menyingkirkan pria aneh itu nanti apa kata tetangga kalau ada yang mengamuk di depan rumah kita, Mama juga mau keluar Jadi tidak inginkan soalnya itu orang kau tidak menyingkir Nanti lama-lama dia bakalan berkemah di depan rumah kita?" kesal Alice yang tetap saja tidak dihiraukan oleh suaminya itu.
" mama bisa tidak Biarkan saja dia palingan juga bakalan bosan sendiri, lihat saja Alika denda apa saja tidak peduli karena memang pasti dia bakalan pergi Tapi kalau kita terlalu sibuk dengan dia orangnya bakalan besar kepala loh?" ujar Dika tapi berusaha menekan nada bicaranya agar tak membuat istrinya itu tersinggung.
" terserah Papa saja aku sudah capek ngomong dari tadi soalnya pasti tidak bakalan dipedulikan sama sekali jadi suami kok cuek banget sih sama aku mau anunya istri, padahal salahnya dimana tidak ada sama sekali masih tetap saja tidak dipedulikan sedikit?" tanya Alice pelan setelah itu memilih untuk menenangkan pikiran dengan membaca novel online sebuah suaminya itu adalah orang yang paling keras kepala dan tidak akan pernah merubah keputusannya sama sekali.
Raka yang merasa tidak dihiraukan mulai Jengah sendiri karena satupun orang di dalam rumah itu tidak ada satupun yang keluar sekedar untuk menemuinya, Jika seperti begini terus pertanyaannya untuk apa dirinya di situ jika hasil akhir dirinya bakalan tetap menjadi orang bengong sendiri tanpa kepastian.
" oke baiklah Alika kali ini kamu berhasil membuat aku pergi karena biar bagaimanapun hari ini adalah jadwal aku bertemu Cindy, tapi jangan harap besok dan besoknya lagi kamu bakalan lolos Sebab aku Raka Alfian adalah manusia yang paling pantang menyerah Apalagi itu menyangkut kamu!" teriak Raka yang tak peduli entah didengarkan oleh Alika atau tidak.
padahal tanpa dirinya ketahui jika Alika Dan Daffa sedang bekerja keras untuk membuat Dafa Junior, pasangan suami istri itu terlihat sedang bekerja keras untuk saling memuaskan tanpa peduli jika hari masih siang Bukankah kebutuhan itu selalu datang tak tahu tempat dan juga waktu.
Entah sudah berapa Jam keduanya bergelut serasa tidak pernah puas menjamah tubuh istrinya itu, tak peduli juga jika penampilan Alika sudah awut-awutan bagaikan korban kejambretan.
Alika yang tadi semangat 45 untuk mengeluarkan desahannya kini bahkan sudah tertidur, tanpa peduli dengan suaminya yang sedang bekerja keras di atasnya Daffa pun tak peduli karena ia tahu jika sudah tidak sanggup lagi hanya saja juniornya itu belum meledak maka dari itu Ia tetap harus bekerja.
ada ya orang seperti Daffa yang permainannya sudah tidak di ladeni Tapi masih saja memainkan pinggulnya untung juga sudah sah, kalau tidak bakalan jadi apa ya sebutan untuk pria seperti suaminya Alika itu?
__ADS_1