MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 83


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


sorry jika ceritanya nanti tidak bakalan satu Line karena maklumlah sepertinya tante ente ada lagi komen sama tulisan outer yang sebelumnya, jadi jangan kemana-mana kayaknya bakalan setelah ini menjadi orang yang penurut tidak neko-neko.


Keesokan paginya di kediaman Adrian terjadi kehebohan Bagaimana tidak pagi-pagi sekali saya Nyonya rumah sudah membangunkan semua orang dengan tidak ada sopan sama sekali, terlihat Mirna memukul panci miliknya sekuat mungkin agar para asisten rumah tangga dan suaminya juga terbangun.


" Woi kalian semua ini sudah jam berapa Kenapa tidak bangun-bangun juga, Apa kalian tidak tahu kalau Hari ini aku ingin pergi mengunjungi menantuku!" teriak Mirna kesal yang Bahkan tidak sadar jika masih pagi matahari pun belum nampak sama sekali batang hidung.


" maafkan kami Nyonya baru bangun soalnya semalam terlambat tidur, maklumlah nya drakornya seru sekali dan tidak bisa diajak kompromi untuk tidak melihatnya?" sahut Dori salah satu yang paling necis di situ.


" Bibi Dori ini kenapa sih sampai tidak tahu kalau hari ini adalah hari terpenting, aku itu mah mengunjungi rumah menantu masa iya harus datangnya terlambat dan tidak membawa apa-apa pun?" Ketus Mirna melihat tingkah asisten rumah tangganya itu yang tidak ada pengertian sama sekali bisanya begadang malam di saat diperlukan seperti begini?


Duri hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mau bagaimana lagi kalau nyonya rumah sudah marah, pasti dirinya bakalan Hanya bisa pasrah saja dan kena hukuman yang tidak-tidak dengan sikap absurdnya Mirna itu.


" ngebangunin orang pagi-pagi pakai panci Memangnya mau suruh apa sih, padahal lagi mimpi ketemu Pangeran berkuda loh?" tanya Duri yang tidak canggung dengan Mirna karena maklum majikannya itu adalah orang yang paling santai sejagat tidak suka terlalu diperlakukan seperti nyonya besar karena terkesan nya lebay menurutnya.


mendengar pertanyaan dari Dori membuat Mirna berpikir keras, kira-kira Apa ya sesuatu yang ia bawa untuk ke rumah menantunya agar tidak datang dengan tangan kosong?


" kamu kan suka nonton Korea kan?" tanya Mirna kepada Dory.


Dori tadi mengantuk mendadak langsung membuka matanya lebar-lebar karena jika menyebut nama Korea itu hal yang paling fanatik selama ini, khusus makanannya dan juga pria tampan yang disana.


" Oh my God nyonya bukan hanya suka menonton filmnya saja Bahkan seluk-beluk di negaranya saja saya ini yang paling tahu daripada penduduknya, jadi kira-kira apa yang ingin nyonya minta tolong kepada saya? karena sampai ke ujung jarum pun saya tahu semuanya, atau mungkin Nyonya kira-kira Mau mencari tahu siapa saja aktor yang paling terkaya saya lebih tahu lagi karena dia merupakan calon masa depan saya?" Mirna menatap Jengah kearah asisten rumah tangganya itu Ia bertanya hanya beberapa kata tapi jawaban yang diberikan lebih dari yang ditanyakan.


"Stop jangan banyak bicara lagi,karena jawaban kamu itu buat kepala saya tambah pusing!Saya itu mau tanya kamu bisa masak makanan Ala Korea tidak,kalau bisa tolong eksekusi sekarang karena saya mau pergi sarapan di rumah Menantu?" Jelas Mirna membuat Diri menatap tak percaya kearah majikannya itu.


"Nyonya tidak salah minta masakan korea di jam segini,yang ada belum dimakan tapi sudah dingin semuanya?" Tanya Dori memastikan.


"Jangan bilang kamu tidak tahu masak,ah katanya tahu segala galanya tapi ternyata hanya bualan belaka?" Sungut Mira memasang wajah ketuanya.

__ADS_1


"Ishh Nyonya tolong jangan salah ya biar cantik begini tapi aku paling terbaik di antara yang terbaik,hanya saja tadi itu mau mengingatkan kalau masak sarapan di jam 3 pagi kira kira saat di makan jam 7 pagi nanti masih hangat atau tidak ya?"Jelas Dori membuat Mirna akhirnya sadar dengan waktu sekarang.


"Memang nya sekarang beneran masih jam 3 pagi,wah ternyata aku bangun nya kepagian sekali!Pantesan saja Mas Bey nya masih tidur karena belum jam bangun,kamu juga kenapa tidak kasih tahu dari tadi karena dengan begitu aku bakal ajakin kamu Main poker!" Ketus Mirna yang malah menyalahkan Dori karena dari tadi diam saja tidak berbicara apapun.


"Lho kok malah saya yang di salahkan sih Nyonya,memang nya salah saya kalau Nyonya bangunnya pagi sekali!Lagian kenapa tidak ajak Tuan buat Wkwk begituan,supaya hitung hitung kan sekalian olahraga pagi?" Saran Dori.


Plak


Mirna menghajar kuat bahu Dori yang menurutnya kalau bicara tidak di saring dahulu,meskipun dirinya bukan anak kecil tapi kan terdengar sangat memalukan.


"Lho kok saya malah di pukul,memang nya salah saya apa?Ini mah masuk kedalam korban Art yaitu KDRT,yang artinya Kekonyolan dalam rahasia tempat tidur!" Ujar Dori sambil memonyongkan bibirnya.


"Stop bicara bisa tidak lagian jamu itu ada ada saja kalau bicara,masa iya saya dan suami saya harus berhubungan di jam yang sepagi ini?Lama lama bisa encok tulang belakang kalau harus mengikuti saran dari kamu,jadi Jangan macam macam kalau ngomong bikin kuping sakit!" Sungut Mirna sambil menatap horor kearah Dori yang malah bergidik ngeri melihatnya.


"Nyah,cantik cantik kok galak kaya di FTV itu lho?Untung juga Tuan Bye matanya lagi rabun jadinya mau saja,coba kalau sama aku uhhh Lala Baby pasti bakal bahagia lahir banting!" Begitulah Dori yang membuat suasana rumah selalu ramai apalagi jika gabung jurus dengan Mirna tambah sempurna lagi.


"Astaga kamu itu waktu Emak kamu hamil makan apa sih,atau doyan minum air terjun jadi kalau bicara non stop tanpa henti?" Mirna tak pernah marah jika Dori selalu menggodanya karena hal itu masih di bawah batas batas wajar.


"Maaf Nyah,tapi kayanya waktu Emak mengandung saya hobinya nonton acara gosip,setelah itu dia mulai Nyinyir keseluruh tetangga menceritakan apa yang dia tonton tadi .Ya jadi beginilah anak nya saat lahir,sukanya bergosip padahal semuanya Unfaedah semuanya tidak ada yang berguna sama sekali !" Ujar Dori yang terlihat begitu santai sebab dari dulu kehidupannya sudah begitu ribet pada saat bekerja ketemu majikan yang tidak ribet seperti Mirna membuat dirinya merasa nyaman.


Dori tanpa banyak berbicara lagi masih melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya itu, karena yang diperintahkan itu adalah sesuatu yang selalu ingin dibuatnya Tiap hari hanya saja merasa sungkan terhadap majikan.


masa iya dirinya harus mengobrak-abrik dapurnya orang hanya untuk memuaskan rasa penasaran dengan sesuatu yang ia lihat, syukur-syukur hanya di marah aja coba kalau sampai dipotong gaji itu mah bisa berabe.


setelah berkutat kompor dan penggorengan segala sesuatu sudah tersedia tepat pukul 6 pagi, Jika ditanya Mirna kemana kirimnya sedang pergi tidur kembali setelah memerintahkan hal itu terhadap Dori.




(Gimbab)


__ADS_1



" Oh my God Dori ternyata karya tanganmu ini tidak bisa diragukan lagi, nikmat apa yang bisa didustakan jika pemandangannya seperti begini terus? ternyata tidak sia-sia melihat sesuatu yang menggoda tiap hari Jika hasilnya bisa dipraktekkan di dunia nyata menunggu Nyonya rumah, karena dirinya lah yang bakalan menjadi eksekutor pertama untuk mengantar sesuatu ini kepada Nona muda!" gumam Dori monolog sambil menatap kearah karya tangannya yang menurutnya sangat fantastis.


Dirinya bahkan tak berpaling sedikitpun dari Masakannya tadi,mungkin takut kemasukan Lalat atau apapun itu.


Hello,mbakyu ini masih pagi lho memang ada Lalat yang sedang ingin selfie dengan makanan kamu itu?


Kalian pasti penasaran Seperti apa Model panci yang tadi dihajar oleh Mirna untuk membangunkan seisi rumah, sama author juga kira-kira bentuknya seperti apa gepeng kiri kanan atau Tengah?


bey yang sudah sadar menatap heran ke arah istrinya yang tengah tertidur di sofa tapi dengan penampilan yang begitu rapi seperti orang yang hendak berpergian, ini pertanyaannya Apakah istrinya itu mandi dan berganti pakaian sambil tertidur atau wanita itu tertidur sambil berjalan?


" alamak, Ini istriku kenapa lagi kok bisa selalu bertingkah yang aneh-aneh, kalau model begini terus mah bukan namanya cobaan akan tetapi kenyataan yang harus dihadapi? bukannya bertingkah normal karena sudah punya menantu Eh ini tambah parah jadinya, semoga ada keajaiban yang datang sehingga orang di dalam rumah sini kembali sikapnya normal seperti dahulu! " batin bey tidak berani berbicara secara langsung kepada Mirna karena sudah tahu mulut istrinya yang terlalu kelewat jujur itu hingga tidak ada yang membuat dirinya bisa merahasiakan sesuatu.


" mama, bangun dong Ini sudah pagi kenapa malah tertidur di sini sih dengan penampilan yang sudah super cantik? kalau tidak dengan mama seperti ini bikin Papa tergoda ingin sekali olahraga di pagi hari, tapi kira-kira mama ikhlas tidak ya kalau mandi ulang lagi?" Tuan bey yang terhormat kalau mau ngomong sama istri itu Tunggu dia bangun dulu matanya sudah melek benar Nah ini masih di awan-awan sudah diajak bicara nyambungnya di mana coba?


" bandot tua ngapain sih ganggu-ganggu aku pagi-pagi, kamu kalau mau keluar-keluar saja aku masih ngantuk banget bro?" gumam Mirna yang terdengar tidak jelas karena maklumlah entah apa yang dia mimpikan mungkin sesuatu yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata Tetapi hanya bisa dilihat dan dirasakan?


" Loh kok malah Papa dibilang bandot tua ini Maksudnya Mama apa coba, dipanggil bagus-bagus malah dengan kata yang paling manis aku masih saja disalahkan? Coba kalau aku panggil yang lebih kasar lagi bisa lain lagi urusannya, jadi sebelum apa gendong Mama ke kamar mandi supaya kita mandi bareng lebih baik Mama bangun atur kondisi tingkatkan kewaspadaan!" yaelah ini bey Maksudnya apa coba nggak jelas buat siapa saja mendengarnya bakalan jadi stress.


Mirna dalam posisi masih mengantuk merasa kesal dengan sikapnya Bey yang selalu saja mengganggu ketenangan orang di pagi hari, padahal yang dirinya inginkan adalah tidur sepuasnya menikmati hari tanpa gangguan sama sekali tapi tetap saja hal itu tidak ia dapatkan.


mungkin benar kata orang jomblo itu lebih menggembirakan mau makan Sesuka Hati mau tidur Terserah apa kata gue mau bangun sekehendak hati tidak ada yang mengatur, Eh ini yang punya gandengan buru-buru diberi kebebasan barang semenit tiap saat dipepet in terus lama-lama bernafas pun sudah tidak bisa.


Bey Masih betah mah tapi istrinya yang tidak ada tanda-tanda untuk bangun, bahkan Kini lebih parah lagi posisi Mirna itu sungguh menantang jiwa kelelakiannya. walaupun umurnya sudah terbilang kepala 5 menuju 6 tapi jangan salah kita yang selalu begituan, tahu kan bahasanya kalau lagi itu puber kedua beringasnya bakal ngalahin ABG yang sedang aduh jotos.


" Ya sudah kalau mama tidak mau bangun Papa mah bisa apa, hanya saja jangan kaget Kalau sebentar bakalan telat pergi ke rumahnya Alika. sampai di sana bukan dapat sarapan pagi melainkan makan malam, dan hal itu terjadi jangan coba-coba salahkan papa ya! " ujarnya Bey yang sengaja mengatakan hal itu agar Mirna segera terbangun dan benar saja hal itu sesuai dengan dan apa yang diharapkan.


" Aduh Kenapa nggak bangunin mama dari tadi sih, mana ini sudah jam setengah 7 lagi Nanti kalau telat laksanakan malu-maluin aja Masa bertamu di siang bolong saat orang sudah mau pergi kerja?" sungut Mirna yang berjalan kesana kemari layaknya orang yang sedang melupakan sesuatu yang penting tapi bingung apa yang ia lupa.


" Loh kenapa jadi terburu-buru seperti itu kan mama sudah siap semua tinggal hanya cuci muka dan jalan, Kenapa jadi wanita itu ribet sekali lah dandanan sudah sebegitunya masih saja disangka kurang? " tanya Bey penasaran tapi yang namanya Mirna tidak terlalu peduli meskipun dipanggil sebagaimana mungkin karena Ini masalahnya lagi urgent.


" papa kalau tidak tahu apa-apa mendingan enggak usah ngomong sekalian, aku tadi itu kan suruh Dori buat menyiapkan sarapan pagi yang bakalan dibawa ke rumahnya Alika Terus sekarang pertanyaannya itu semua sudah disiapkan atau belum? Kalau belum Kan bisa berabe urusannya, karena waktunya sudah sampai begini masa iya harus kita kerja ulang lagi kapan baru ke sana?" tanya Mirna yang sudah seperti orang yang stres dan akhirnya buru-buru ke dapur untuk memastikan semuanya sebelum dirinya bakalan lebih stres lagi.

__ADS_1


sampainya disana Mirna mengerutkan keningnya karena melihat Duri berdiri layaknya patung Asmat tanpa bergerak sama sekali, ini pertanyaannya kalau gayanya seperti itu kira-kira semua masakan sudah disiapkan atau belum?


" Dori, Demi Tuhan gaya kamu kalau seperti itu jangan bilang kamu belum melakukan sesuatu yang seperti saya perintahkan?" tanya Mirna memastikan dengan tatapan matanya yang begitu tajam membuat Duri pun bergidik karena tatapan majikan yang itu yang membuat bulu Kuduk nya pun jadi merinding.


__ADS_2