
Raka benar-benar merasa frustasi di tengah keadaannya yang sekarang, jika ada orang yang sudah terbiasa maka mereka tidak bakalan protes tapi jika yang sudah biasa hidup enggak umur seperti Raka Maka hal itu terasa seperti sebuah eksekusi mati secara tak langsung. Jika segala sesuatu langsung ia dapatkan hanya dengan menelpon, maka berbeda kali ini jangankan menelepon memiliki ponsel saja tidak ada.
"apa yang harus aku makan pagi ini, di dapur yang sempit ini tidak ada apa-apa selain hanya air putih. itu pria aneh jangan bilang dia mau membunuhku secara perlahan, jika sampai hal itu terjadi bisa mampus aku sebelum bersatu dengan Alika!" gumam Raka frustasi.
Dirinya mau tak mau harus mau untuk menuju ke dapur dan mengecek persediaan makanan,secara perlahan di bukanya lemari tempat penyimpanan bahan makanan dan hanya ada Roti serta susu yang masih dingin.
Ketika di cek ternyata belum kadaluarsa membuat Raka dengan kemampuan memasaknya yang sangat minim, menghangatkan susu itu kemudian memakannya dengan roti tanpa menggunakan apapun lagi karena memang yang disediakan di situ hanyalah itu saja.
" ini mah makanannya orang susah seumur hidup dalam mimpi pun aku tidak pernah ada niat untuk memakannya, Akhirnya hari ini aku harus menyentuhnya walaupun terpaksa sebab daripada mati kelaparan!" ujar Raka pelan sambil menikmati roti yang terasa begitu tawar tapi kalau bagi orang kelaparan mah itu makanan yang ternikmat.
ketika Raka tengah asyik menikmati sarapan, terdengar ada ribut-ribut dari luar membuat dirinya mengerutkan keningnya karena merasa heran. sebab dalam pikirannya tempat itu terpencil dan tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya, Terus kenapa ada ribet-ribet di depan dirinya pun mulai was-was takutnya ada yang tidak beres dengan tempat itu.
" itu ada suara apa di depan seperti ada yang sedang melakukan perang begitu, Wah jangan bilang ditempat ini Ada hewan buasnya terus aku bakal dijadikan makanan pembuka?" batin Raka cemas lalu memilih keluar dari rumah itu lebih tepatnya bukan rumah sih tapi gubuk untuk melihat keadaan di luar.
__ADS_1
Prang...Brak...Brukkk
ko pilih salah satunya menurut ilmu benda jatuh itu prosesnya bunyi yang mana antara ketiganya, sebab cara menggambarkan nada sebuah bunyi itu sangat membingungkan dan itu pasti dialami oleh semua so karena aku lagi berbaik hati silakan kalian pilih sendiri dan menggambarkan hal itu.
ketika Raka sampai di depan dirinya merasa Terkejut, ketika melihat Apa gerangan yang sedang berada di tempat itu. dirinya mencerna ucapan Deka semalam, jika nanti siang hari akan menemukan banyak wanita seksi berbikini.
what the...
" Jadi yang dia maksud wanita berbikini itu ya itu parah Manusia gunung ini, yang hanya mengenakan kain sarung sampai sebatas dada mereka tanpa mengenakan alas kaki seperti orang yang berada di pinggir pantai dengan rambut yang ditutupi kain aneh? Ya Tuhan ini mah harapan jauh dari kenyataan padahal dalam pikiranku wanita ini maksudnya itu putih mulus tanpa cela, nah ini belum dekat saja aku mau pingsan apalagi kalau benar-benar berhubungan dengan mereka wah si Otong ku bakal layu sebelum berkembang?" batin Raka frustasi ketika melihat penampakan yang ada di hadapannya itu.
Raka sebenarnya ingin malas tahu juga akan tetapi kalau dirinya tidak bisa beradaptasi dengan mereka bisa dipastikan bakal kesusahan, untuk pulang dan untuk memperoleh bahan makanan mana Dirinya tidak mempunyai uang.
" Permisi Nyonya, Bolehkah saya bertanya sedikit saja? " tanya Raka pelan tapi hanya dibalas gelengan kepala oleh para wanita di situ.
__ADS_1
" Waduh Aku kan belum bertanya kenapa mereka sudah menggelengkan kepala, kalau sudah begini apa mereka bakal menjawab tidak ya pertanyaanku? Wah ternyata susah sekali mengajak orang beradaptasi atau jangan-jangan mereka semua gagu, ya kalau kayak begini Aku bakal kesusahan dong buat meminta tolong?" gumam Raka frustasi tapi pria itu tetap mencoba agar pertanyaannya bisa dijawab.
" tenang Saya orang baik bukan orang yang suka memakan manusia alias kanibal, Saya hanya bertanya akses jalan dari sini ke kota itu kira-kira menggunakan apa ya? Soalnya saya ada keperluan untuk membeli bahan makanan, tolong anda menjawab pianonya nanti saya bakal membayar berapapun kalau sudah balik dari kota?" bujuk Raka lagi tapi Lagi dan lagi dibalas oleh para wanita disitu dengan gelengan kepala.
" ya mereka kok malah menggelengkan kepala lagi, padahal kan aku sudah bicara sehalus mungkin bahkan mungkin ini adalah cara bicara apa yang paling halus selama aku hidup!" rangka benar-benar kebingungan Bagaimana cara berkomunikasi dengan masyarakat disitu sebab dirinya tahu itu hanyalah bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia istilahnya seperti kamus inggris-indonesia gitulah Jadi kalau memakai bahasa lain dirinya mah bebal kelas kakap.
mereka bahkan pergi meninggalkan Raka tanpa merespon semua perkataan pria itu, membuat Raka menatap kearah mereka dengan Tatapan yang begitu Heran apa sebegitu datar dan dinginnya manusia di situ sampai tidak merespon perkataan orang lain.
" ternyata sakit juga ya ketika kita mengajak orang lain ngobrol dan mereka tidak merespon sama sekali, Kenapa hidupku sangat menyedihkan seperti begini berubah total hanya dalam satu malam?" gumam Raka sambil mengacak rambutnya frustasi dan memilih kembali masuk ke dalam rumah untuk menjernihkan pikiran jangan sampai ada ide cemerlang seperti bohlam yang tiba-tiba muncul di kepalanya begitu.
ketika Raka Tengah frustasi begitu pula juga yang dirasakan oleh Deka, sebab pagi-pagi dirinya harus menyiapkan kata-kata yang pas untuk diberikan kepada Dafa agar tuannya itu tidak salah paham.
" ini semua gara-gara wanita pendek Tidak berbentuk itu yang pagi-pagi sudah mencari masalah kepadaku, kok bisa-bisanya sih dia datang ke kamarku sepagi itu hingga membuat Tuan Daffa salah paham? nanti semoga saja saat bertemu semua alasan yang kuberikan bisa diterima oleh Tuan Daffa, jika tidak aku bakal menggantung itu anak kecil di tengah jembatan biar Menjadi santapan hewan liar!" secara tak langsung Deka sedang memikirkan Diana yang sudah mengucapkan harinya bahkan dengan keadaan yang tidak saling mengetahui nama masing-masing.
__ADS_1
Diana sebenarnya cantik hanya saja kebiasaan keluarganya yang terlalu memanjakannya membuat dirinya menjadi gadis yang keras kepala dan maunya menang sendiri, hanya saja jika dilihat baik-baik Gadis itu hanya perlu perhatian karena selama ini yang ia dapatkan hanyalah materi melimpah tanpa dibarengi dengan perhatian dan kasih sayang. hanya saja dirinya terlanjur salah memilih teman untuk debat karena Deka adalah pria yang arogan dan tidak mudah tersentuh, mungkin hal itulah yang membuat dirinya sampai sekarang tidak ingin berhubungan dengan yang namanya wanita karena baginya mereka adalah makhluk yang sangat merepotkan di dunia ini.