
HAIII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LANJUT ^^^
"Ayolah Sayang,coba diminum aku ingin dengar penilaian dari juri kita yang handal ," goda Raka.
"Hemm baiklah tapi kamu udah siapkan mobil,kalau saja ini minuman bikin aku teler," Ejek Alika.
"Astaga Yang,aku mana tega begitu ke kamu yang ada aku bakal jaga kamu sepenuh hati setulus jiwa sepenuh hidupku. " Sahut Raka sambil mengacak gemas rambut Alika.
"Iya iya bercanda ayo kamu juga minum ya,masa kamu hanya duduk terus lihatin aku nanti kamu yang ada nangis dalam diam karena tidak dapat bagian," ledek Alika sambil tertawa kecil.
"Hemm cantiknya pujaan hatiku ini,baiklah ayo kita nikmati berdua semua nya sampai habis," ajak Raka lalu keduanya menikmati sampai habis.
__ADS_1
Terdengar gelak tawa dalam ruangan itu,keduanya seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara jadi serasa dunia milik keduanya saja.
"Kamu tadi ke kantor Papa kamu untuk apa,aku nungguin lho sampe nahan lapar?" Tanya Raka penasaran.
"Mm aku disuruh untuk urusin proyek Papa yang baru,tapi belum jalan kok proyeknya masih nunggu dananya diacc," ujar Alika.
"Kalau kamu ngurusin proyek itu,terus kerjaan kamu disini gimana Yang.Jangan bilang kamu mau ninggalin aku disini sendirian,terus kamu bakal keluar dan tak kembali lagi kerja disini?" Tanya Raka cemas.
"Itu semua tergantung dari sesuatu yang kamu lakukan,karena Papa akan ambil keputusan jika melihat hal yang akan terjadi nanti," ujar Alika ambigu.
"Kamu dari tadi ngomong apa sih Yang,aku bingung mikirnya dari semua yang kamu maksudka?" Tanya Raka bingung.
"Sayang kamu nggak lagi sembunyikan sesuatu kan sama aku,karena hatiku seperti mengatakan kamu akan menjauh dari ku!" Ucap Raka yang ingin agar kekasihnya jujur.
"Tidak ada apa apa kok,mungkin perasaan kamu saja aku kan biasa saja nih lihat buktinya aku lagi sama kamu," ujar Alika bohong.
"Kalau ada apa apa,plis jangan ada yang ditutupi dariku karena aku tak mau kamu menjauh dariku. Aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilangan kamu Sayang," ujar Raka sendu.
"Hubungan kita tergantung sikap kamu!" Sahut Alika tenang.
__ADS_1
Jika Alika tenang berbeda dengan Raka yang merasakan gelisah tak menentu,hatinya merasa jika hubungan mereka tidak baik baik saja.
Mungkinkah ia akan terpisah dari kekasih cantiknya itu,tapi bagaimana hatinya akan menjalani semuanya.
Terlepas dari kebiasan buruknya,ia tak pernah menggeser Alika dari dalam hatinya.Ia sangat mencintai Alika sepenuh hati,bahkan tembus sampai tulang belulangnya.
"Aku pulang ya setelah ini,karena masih ada yang mau aku urus!" pinta Alika.
"Aku anterin ya," tawar Raka.
"Ishh nggak segitu juga kali,aku bawa mobil kok nanti mau taruh dimana?" tolak Alika.
"Tapi aku nggak tenang Yang,kalau kamu pulang dengan kondisi hatiku belum damai seperti ini," pinta Raka lagi.
"Nanti besok aku datang pagi pagi kok,nanti kita ketemu lagi kan aku kerja disini," bujuk Alika lagi.
"Hemm baiklah terserah kamu saja,nanti bawa mobilnya hati hati aku nggak mau kamu kenapa napa," ujar Raka pelan.
"Sipp Bos." Sahut Alika sambil memberikan hormat.
__ADS_1
Keduanya masih duduk bersenda gurau,terkesan seperti hari terakhir keduanya bertemu.