MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 64


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


" Ya karena kami itu sadar yang mana pria baik dan bukan ada aku mah dan kamu merupakan ciri-ciri pria yang tidak ada bagusnya sama sekali! " ujar Anna sambil menatap tajam ke arah Alan.


" Iya benar sekali aku setuju Sejak kapan pria seperti itu terlihat Setia, buktinya saja katanya duitnya itu banyak tapi masa sampai sekarang tidak nikah-nikah itu kan tandanya pria yang tidak benar hobinya hanya bermain saja! " Alika menimpali perkataan Ana barusan.


Alan mendesah kasar dirinya tak mampu berkutik jika kedua cs-nya itu sudah bergabung untuk memarahinya, hanya saja pembahasan kali ini membuat dirinya sedikit kesal.


" kalian sadar dengan apa yang kalian bicarakan, terus Alika Kamu tahu kan kenapa sampai sekarang Aku tidak menikah itu karena sedang menunggu kamu. Memangnya kamu mau meninggalkan suami kamu demi aku agar tidak disebut jomblo lagi, Emangnya kamu mau berkorban seperti aku yang selalu berkorban untuk kamu? " mendengar perkataan pria itu Alika Dan Ana langsung terdiam karena sepertinya Alan tidak sedang bercanda.


" astaga Alan kenapa kamu harus jujur di hadapannya Ana, Memangnya perasaan kamu sedikitpun sama dia tidak ada? " membatin Alika kebingungan harus berbuat apa lagi'


" kamu bisa pergi sekarang kalau bisa tidak usah bertemu sekalian! Aku ingin menjalani hidup dengan ketenangan seperti dulu saat kamu pergi, tidak pula mendengarkan semua curhatan kamu yang tidak ada pentingnya sama sekali itu? " tanya Ana yang sudah tidak tahan dengan segala yang terjadi di sekelilingnya membuat Alan yang tadi mode serius langsung mengerutkan keningnya karena sangat terkejut.


" Kamu bicara apa apa, memangnya kalau aku di dekat kamu tidak boleh? Apa aku salah jika mengatakan sesuatu kepada kamu sahabat aku, apa aku juga tidak boleh mengharap sedikit saja perhatian dari kamu karena Alika sudah ada yang punya Jadi yang aku punya hanya kamu saja?" tanya Alan Lirih namun Ana tidak ingin terpancing dengan keadaan karena ia yakin itu hanya permintaan sesaat yang diucapkan oleh Alan untuk mencari pelampiasan.


" Lika, besok pernikahan kalian jam berapa, ingat ya kamu berhutang penjelasan pada aku? dulu saat patah hati datang kepada aku menangis darah, sekarang yang sudah punya gandengan akunya dilupakan!" sungut Ana membuat Alika hanya bisa tertawa dari seberang


" kalau aku ngomong kamu percaya tidak, tentang Ini semua tentang kejadian tak terduga yang aku alami sekarang Dan juga tentang statusku yang bakalan berubah besok? " tanya Alika sambil menahan tawanya.


" kamu jangan karena mau nikah jadi tingkahnya semakin aneh, ya kamu belum ngomong sesuatu sama aku ya Mana aku tahu! Lain kali kalau mau mengatakan sesuatu tidak perlu tanggung-tanggung, agar orang tidak Dibuat mati penasaran! " sungut Ana dari seberang membuat Alika hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


sedangkan Alan kini sambil menaruh dagu di atas meja sambil menikmati wajah kesal Anna yang menurutnya sangat manis.


pria itu bahkan menikmatin wajah Ana dengan senyum yang tak pernah luntur, Padahal tadi ngomongnya kalau dia sedang patah hati itu artinya kehadiran Anna dan Alika membuat kehidupan pria itu lebih berwarna.


" Ya sudah kamu jelaskan apa yang membuat kamu tiba-tiba menikah tanpa memberi kabar padaku lebih dulu, bukannya malah bengong Bikin aku kesel saja deh kamu! " sungut Ana dari seberang.


" Iya bawel Kenapa sih jadi orang selalu hobinya marah-marah! Kapan kamu dapat jodohnya kalau hobinya seperti itu terus, Aku ingin dengar kamu marah-marah saya jadi diri sendiri atau lagi nanti calon suami kamu pasti itu anaknya orang bakalan menangis minta pulang! " ledek Alika membuat Ana mendengus kesal.


" aku kalau menikah sama Ana tidak akan lari kok bakalan kubalas kalimat Marahnya itu dengan sebuah ciuman yang hot!" Alan menimpali perkataan Alika barusan membuat Ana menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


" kamu kalau ngomong jangan kelebihan aneh-aneh nya, sebelum kuhajar kamu sekarang juga. Biar berhenti ngomong sekalian, Kamu pikir aku sedang bercanda kepada kamu?" tanya Ana sambil menatap tajam ke arah Alan yang bersikap seolah apa yang ia katakan itu merupakan hal biasa.


" Wow jangan sampai tuh Alan, Memang beneran ada rasa sama kamu? kalau itu memang beneran Bagus dong kamu tidak perlu cari jodoh capek-capek?" sahut Alika membuat Ana mendengus kesal karena Wanita cantik itu seolah sedang mengalihkan pembicaraan.


" kamu aku suruh tadi kan cerita tentang pernikahan dadakan kamu itu, terus kamu malah merubah ke topik yang lain? Awas ya kalau kamu banyak alasan Jangan harap aku bakalan datang, soalnya ngapain coba ketemu sama orang yang tidak ada kejujuran sama sekali seperti kamu itu? " sungut Ana karena Alika sepertinya belum ada tanda-tanda untuk mengatakan apa yang dia inginkan oleh sahabatnya itu.


" etdah di emak-emak daya ingatnya kenceng banget tanda gua mah akunya saja sudah lupa kok kamu masih?" tanya Alika kesal'


" bodo amat, yang penting kamu harus cerita menurut apa yang aku ingin dengar, jangan coba-coba kamu kasih Kurang Kalau lebih kan boleh aku sih tidak masalah! " Alika hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ternyata Ana itu adalah tipe wanita yang berkemauan keras apa yang diinginkan pasti harus dia dapatkan bagaimanapun caranya.


" Jadi kemarin aku kan hanya ngomong kalau dia ingin menjadi seorang pria gentle maka harus menikahiku sesegera mungkin, Eh tahu tahun ya ya aku pikir hanya bercanda Dianya ngomong langsung besok tanpa ada bantuan sama sekali. parahnya Papa sama Mama juga nggak tahu, Baru saja aku kasih tau sore tadi jadi menurut kamu ada kesempatan aku ngomong ke kamu itu kapan coba? " tanya Alika penasaran.


" Widih calon laki lo keren banget bro, tidak perlu merencanakan pernikahan dari jauh hari.Hari ini rencana langsung eksekusi, jadi tidak perlu dipusingkan dengan teater banyak segala macam yang penting intinya Sah. biar malam pertamanya juga sah, tidak digerebek sama Satpol PP dicurigai sebagai pasangan mesum." sahut Anna membuat wajah Alika memerah karena malu Mendengar pembicaraan absurd Ana tadi.


" kamu kalau ngomong kira-kira dong, Aku saja tidak kepikiran sampai situ masa kamu yang jodohnya masih otw pakai merangkak sudah kepikiran ke hal-hal begituan?" sungut Alika.


" Idih yang pura-pura polos, Memangnya menurut kamu orang kalau nikah itu hanya tidur bareng doang? Cihh gua kagak percaya, pasti bakalan langsung jebol setelah itu besok pagi jalannya pakai di kepik segala!" ledek Ana tanpa disensor lebih dahulu membuat Alan yang berada di sampingnya pun menatap tak percaya ke arahnya.


" astaga telingaku ternodai dengan orang dewasa kalian, ternyata wanita setiap kali bertemu pasti bahasnya begituan?" tanya Alan penuh selidik membuat anak melemparkan bantal sofa ke arahnya.


" kamu kalau ngomong jangan terlalu kelebihan percaya dirinya, kita para wanita memang hanya ngomong tapi biasanya Kalian itu yang langsung memberikan bukti bukan sekedar hanya omongan doang!" widih Ananya gas tuh membuat Alan bergidik ngeri sebab wajah sahabatnya itu terlihat begitu horor.


Alika merasa Jengah di seberang karena setiap dirinya berbicara serius dengan Ana selalu saja ada gangguan dari Alan, padahal yang ia inginkan adalah jawaban yang diberikan Ana merasa puas dan tidak bertanya banyak lagi.


tapi jika seperti begini, Mana bisa dirinya berbicara bebas Jika setiap kata harus ada perdebatan lebih dulu,


" nanti besok pagi ke rumah aku saja ya soalnya bingung mau ngomong lewat telepon, kurcaci gluduk selalu menimpali yang tidak jelas! " pamit Alika lalu tanpa tedeng Aling langsung mematikan panggilan itu sebelum mendengar kata-kata Makian dari Ana.


" nah tuh kan Lihat Alika nya kabur, Kalau sudah seperti ini aku mesti ngomong sama siapa coba? ini semua gara-gara kamu yang selalu saja menjadi pengganggu, padahal sudah diusir pulang dari tadi tapi tetap saja nongol!" sinis Ana kesal .


" ini sudah malam loh masa kamu tega menyuruhku pulang, apa aku tidak diizinkan menginap hanya malam ini. Lagian dulu kan aku biasa nginep di sini ada kamar kosong kan?" pinta Alan memelas membuat Ana menatap tajam ke arahnya.


" kamu mau menginap di sini, Wah kamu memang orang yang tidak tahu berterima kasih! padahal sudah dikasih makan gratis minum pun gratis, Tapi masih saja meminta lebih. ciri-ciri orang seperti kamu jika populasinya 1 banding 10 maka orang lain bakalan sengsara, karena geraknya menjadi tidak Bebas oleh manusia benalu seperti kalian itu!" sungut Ana tapi hanya dibalas dengan menyengir oleh Alan.


" terserahlah kamu mau ngomong apa yang penting Malam ini aku menginap di sini, soalnya aku tidak ingin pulang sendirian karena sudah lupa tempat sama jarak Hotel tempat aku menginap itu lumayan jauh!" bohong Alan yang memang tidak ingin kemana-mana karena masih memerlukan teman buat ngobrol.

__ADS_1


" kamu pulang saja deh tidak ada kamar kosong di rumah ini, Aku juga ingin istirahat soalnya capek banget deh!" usir Ana lagi.


" jadi kamar di sini tidak ada yang kosong, Wah itu bagus karena kita bisa tidur sekamar dong jangan begitu semua masalah tuntas!" sahut Alan santai padahal Ana Tengah menatap tajam ke arahnya.


" dalam mimpimu saja hal itu terjadi karena aku tidak Sudi berdekatan dengan pria aneh sepertimu, sudah cepat sana pergi atau bakalan keseret kau keluar dari sini!" sinis Ana tapi yang namanya Alan mah bodo amat bahkan tanpa ada perasaan malu dirinya menuju ke kamarnya Ana yang sangat ia tahu ada di mana.


dengan ingin berlari cukup kencang tanpa membutuhkan waktu yang lama alam sudah berada di dalam kamarnya Anna, terlihat begitu luas dan berwarna biru langit yang sangat dicintai oleh author.


sedangkan Ana sampai di dalam kamar itu dengan ngos-ngosan karena tidak dapat menyesuaikan langkah panjang milik Alan itu, dirinya menatap kearah pria yang sedang tertidur santai tanpa beban di atas ranjang King size miliknya.


" kamu keluar dari sini sekarang atau kau tidak, Kamu kenapa sih jadi orang sopan santun nya tidak ada sama sekali? kebiasaan kamu yang dari dulu bisa dirubah tidak yang selalu melakukan sesuatu sekehendak hati tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain?" tanya Ana yang sudah tak bisa menahan kekesalannya lagi.


" Ya ampun Ana cuma numpang tidur doang kamu jadikan sebuah masalah besar, Ya ampun di mana jiwa toleransi kamu yang begitu besar dulu?" tanya Alan dengan wajahnya dibuat sangat frustasi sebaik mungkin.


" ya Siapa sih yang tidak marah melihat sikap kamu yang lancang seperti ini, apalagi meminta melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal seperti tadi kamu sadar tidak? " tanya Ana sambil menatap tak percaya ke arah Alan.


" Maafkan aku jika tidak lancang Tapi demi Tuhan aku hanya ingin punya teman ngobrol malam ini, aku mohon sama kamu tolong turuti kemauan ku hanya kali ini saja! hatiku hancur jika mengingat besok wanita yang sangat kucintai itu menikah dengan pria lain, dan aku juga takut jangan sampai berpikiran pendek dan melakukan hal yang tidak-tidak?" Ana tertegun mendengar penuturan Alan barusan ternyata hanya karena Alika pria itu rela dia marah habis-habisan,


" jadi ini semua karena Alika, kamu memaksakan kehendak kamu tanpa memikirkan perasaanku itu semua karena Alika? kamu sadar tidak apa yang kamu lakukan barusan dampaknya untukku, menurut kamu aku ini hanya tameng disaat kamu merasa putus asa akan Alika pengen aku jadi pelarian ya kamu?" tanya Ana terbata bata mendengar alasan yang diberikan oleh Alan barusan.


mengerutkan keningnya mendengar jawaban yang diberikan oleh Ana barusan, Memangnya apa yang salah dengan perkataannya itu?


" kamu Kok ngomongnya gitu? bukannya selama ini kamu selalu ada untuk aku, disaat sedang galau memikirkan Alika? Kenapa kamu hari ini jadi berubah seperti itu, Emangnya letak kesalahan aku tadi di mana? " tanya Alan yang seolah tak paham dengan maksud perkataannya Ana barusan'


" Ya sudah terserah kamu mau tidur di mana saja Aku ingin istirahat juga, jangan berbicara apapun lagi kepadaku dari sekarang. oh iya satu lagi aku juga punya kehidupan pribadi, tidak ingin direcoki oleh kamu terus!" ujar Anna dengan tatapan matanya yang tajam dan datar seolah tidak ada nada bercanda di dalamnya.


Alan tertegun sambil menatap kearah punggung Ana, yang Bahkan memilih untuk tidur tanpa mengganti pakaiannya sama sekali.


Alan bahkan lebih kebingungan lagi ketika melihat bahu Ana yang bergetar, pertanda wanita itu sedang menangis tanpa mengeluarkan suara.


" Ana... aku itu itu tadi... di


" Kamu paham kan tadi apa yang aku bilang kalau aku ingin istirahat!" sahut Ana yang langsung memotong perkataan Alan yang belum diselesaikan oleh pria itu.


Alan merasa bersalah karena mungkin ada perkataan yang ia ucapkan tanpa sadar hingga membuat Ana yang biasanya di strong woman menjadi lemah begitu.

__ADS_1


jika Alan adalah pria yang tak punya perasaan pasti dirinya bakalan pergi, karena berpikir mungkin Ana marah karena permintaan konyolnya'


hanya saja pria itu memilih Bertahan bahkan tanpa sungkan naik ke atas ranjang untuk tidur di samping Ana, karena dirinya akan bertanggung jawab besok pagi telah membuat wanita cantik itu menangis.


__ADS_2