
Daffa rasa-rasanya ingin punya kekuatan berteleportasi agar bisa langsung masuk kedalam kamarnya dan menarik Alika keluar, karena jika tidak maka bisa dipastikan dirinya benar-benar bakal dijadikan perkedel ala Korea.
"Ya Tuhan istriku ini kenapa lama sekali,masa iya hanya sisir rambut saja lamanya minta ampun. Kecuali yang di sisir itu sabut kelapa baru boleh ohh,kalau sudah begini mau bagaimana lagi selain duduk dan diam terima untuk di katain!" lirih Daffa dalam hati karena sudah tidak tahu harus berkata apa lagi sebab dari tadi Alika belum saja nongol padahal dirinya sangat membutuhkan pertolongan istrinya itu.
Mirna masih menatap sinis ke arah putranya yang daritadi seolah bersikap santai saja, padahal masalah yang sedang dihadapi itu bukan main-main loh Tapi kenapa malah terlihat sangat menyebalkan seperti itu?
" Papa di sini yang jual tongkat baseball itu di mana ya, soalnya sepertinya seseorang harus dihajar pakai benda itu agar tahan dengan letak kesalahan sekarang? "tanya Mirna kearah suaminya itu tapi sebenarnya lebih tepat sedang menyindir Dafa karena Mirna sudah Jengah melihat sikap putranya itu yang seolah tanpa dosa sama sekali.
Daffa mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan mamanya jangan bilang benda yang di tangkainya kecil sedangkan ujungnya besar itu ditujukan untuk diri nya.
membayangkannya saja sudah bergidik ngeri apalagi kalau benar-benar terjadi bisa remuk tubuhnya, tapi sama saja melakukan pembelaan juga tidak ada yang bakal percaya.
" Ya Tuhan masih menjadi yang dicurigai saja sudah begini apalagi kalau benar-benar terjadi, bisa benar-benar hilang pusaka tak bernama milik ku ini?" Batin Daffa frustasi.
"Memang nya benda itu mau di uji coba ke siapa,karena bisa di pastikan korbannya bakal tinggal nama?" Tanya Bey penasaran.
Mirna mendengus kesal ketika suaminya itu seolah-olah melupakan kejadian yang sekarang sedang terjadi, untung juga sayang kalau tidak bisa dipastikan pria paruh baya itu bakalan kena amukan Mirna juga.
" papa itu sebenarnya pikun atau apa sih, Masa harus dijelaskan berulang kali biar paham? bisa tidak Jangan memancing emosi Mama untuk sekarang ini, suasananya lagi sedang gawat darurat kok malah ngomongnya ngelantur?" Sungut Mirna memasang wajah kesalnya membuat Bey memilih bungkam karena Lagi Dan Lagi dirinya juga kecipratan masalahnya Daffa.
" nah tuh kan salah lagi padahal hanya bertanya, kenapa wanita itu selalu benar dan pria selalu salah ternyata memang benar jawabannya ya itu Emansipasi Wanita sudah mulai bekerja sekarang ini? "batin Bey tidak tahu lagi harus menjawab apa agar istrinya itu berhenti mengamuk sebab dari tadi terlihat wanita itu seolah-olah benar merasa kesal.
sedangkan Dika dan Alice memilih untuk diam karena mereka sedang stres memikirkan Putri mereka, terserah Mirna dan suaminya mau berbicara apa mereka berdua sudah tidak peduli lagi.
" mama kalau ngomong kira-kira dong biar begini ini aku itu anak Mama satu-satunya loh, kalau mama menghajarku dengan benda itu habis sudah pewaris tunggal keluarga Adrian?" tanya Daffa Tak habis pikir.
Mirna menatap tajam kearah Putranya itu,disaat begini baru memikirkan hal itu kemarin kemana saja?
" kamu takut mati? kalau mama mah biasa aja karena biarpun kamu mati keluarga Adrian tidak bakalan kehilangan pewaris, karena kan ada menantu Sah kamu yang bakal melanjutkan semua itu dan kamu Goodbye!" Sindir Mirna membuat Daffa menatap tak percaya karena mamanya dengan tanpa berperasaan mengatakan hal itu tanpa beban.
" Astaga Mama kok bisa-bisanya sampai tega-teganya mengatakan hal itu, Ya Tuhan padahal aku tidak melakukan hal yang melanggar hukum ataupun undang-undang loh? tapi kenapa diperlakukan seperti seorang penjahat yang kedapatan melakukan sebuah kesalahan, padahal itu kan hanya Menurut pengamatan kalian belum tentu merupakan sebuah kenyataan! bisa tidak lain kali berpikir jernih dulu baru mengatakan sesuatu, Apa kalian pikir aku ini anak kecil yang dengan tega hatinya melakukan perselingkuhan ketika istriku sedang hilang?" tanya Daffa Tak habis pikir.
__ADS_1
" wah ternyata kamu pandai sekali membela diri agar orang lain tidak menyalahkan kamu secara terus menerus, jadi Menurut kamu apa yang kami lihat tadi itu merupakan sebuah kebohongan? kalau seperti begitu terus artinya semua maling dunia tidak bakalan mengakui kesalahanya, Karena ada saja pembelaan yang diberikan meskipun sebenarnya salah?" tanya Mirna sinis membuat Dafa benar-benar tersebut emosinya.
" sayang kamu bisa tidak keluar dari dalam kamar itu sekarang juga sebelum ku dobrak pintunya, Kamu pikir aku sedang bercanda sekarang jadi Kamu sengaja mempermainkanku!" teriak Daffa dari luar dengan suaranya yang menggelegar karena benar-benar sudah tidak tahu harus berkata apa lagi ke semua orang yang berada dalam ruangan itu paham jika dirinya benar-benar tidak melakukan sebuah kesalahan yang mereka tuduhkan padanya.
Alika yang sedang sibuk di dalam langsung menghentikan kegiatannya itu ketika mendengar nada bicara suaminya yang terdengar tidak main-main dirinya yakin jika ada yang tidak beres, semoga saja dugaannya itu salah dan Dafa tidak sedang memarahi sesuatu.
" Ya Tuhan itu mas Dafa kenapa apa kok bisa-bisanya marah-marah seperti begitu, Semoga saja tidak ada yang memancing emosinya karena jika tidak aku saja bingung harus membujuknya seperti apa lagi? " batin Alika memilih untuk keluar.
serangkaian reaksi orang di dalam ruang tamu itu beragam, ada yang merasa heran ada juga yang merasa penasaran kok bisa bisa Dafa dengan berani memanggil kata sayang di hadapan mereka.
"kamu memang benar-benar menguji kesabaran mama ya, bisa-bisanya memanggil wanita selingkuhan kamu itu dengan sebutan sialan itu? menurut kamu Mama bakalan ikhlas begitu mendengar apa yang kamu ucapkan barusan, Demi Tuhan jika membunuh bukan dosa sudah pastikan kamu adalah percobaan pertamanya mama? "geram Mirna karena kelakuan dafa itu.
sedangkan Dika Jangan ditanya lagi wajahnya seperti apa sekarang, sebagai orang tua dirinya merasa harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Daffa karena dengan tanpa dosanya berselingkuh kepada anaknya dan sekarang malah mengucapkan kata-kata yang membuat dirinya tak terima sama sekali.
" kamu benar-benar menguji kesabaran saya anak muda, dan saya pastikan kamu hari ini bakal habis di tangan saya!" setelah mengatakan itu dengan tanpa banyak bicara lagi Dika mendekat ke arah Daffa Seraya ya menarik kuat kerah baju pria itu untuk melayangkan sebuah bogem mentah yang sudah ia tahan dari tadi.
namun syukur juga hal itu belum sampai terjadi suara seseorang membuat niat Dika itu hanya mengambang di udara, tatapannya tertuju kepada sosok yang membuat mereka semua cemas sehingga melakukan hal gila yang tidak pernah terbayangkan sama sekali.
sedangkan Alika memilih tidak merespon siapapun melainkan mendekati suaminya dan menanyakan hal yang tadi sempat dirinya lihat yaitu Sang Papa hendak memukul Dafa.
" Papa ngapain tadi mau memukul Mas Daffa, Memangnya dia melakukan kesalahan apa sampai pantas diperlakukan seperti itu? Terus Mama kenapa raut wajahnya seperti begitu kalau lapar Habis menangis meratapi sesuatu yang penting sekali? "tanya Alika memastikan membuat keempat manusia yang tadi sudah seperti singa menyala- nyala langsung Saling pandang karena menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan.
keempatnya beralih memandangi Mirna yang merupakan sumber dari masalah ini, Coba saja jika tadi Mirna melihat secara saksama dulu baru berteriak pasti tidak bakal terjadi.
hanya saja semua sudah terjadi mau bagaimana lagi tinggal Bagaimana cara mengembalikan mood nya Dafa agar tidak kesal kepada mereka'
" kalau bisa kamu tanyakan saja kepada mertua kamu itu, karena semua ini adalah kesalahannya yang sudah mengatakan hal yang tidak-tidak tentang suami kamu! " ujar Alice yang seolah-olah lepas tangan dari masalah ini karena dirinya bingung cara menghadapi menantunya sebab karakter nya belum terlalu mereka pahami.
Mirna medali kesel kenapa semua kesalahan seolah-olah dilimpahkan padanya Padahal tadi masih dalam ingatannya semuanya pada memarahi Dafa, meskipun tak dapat ia pungkiri jika dirinya yang terlalu ngegas tadi.
" Lho kok malah menyalahkanku semuanya, perasaan kalian semua sama kok memarahi Daffa sampai segitunya? jadi jangan lari dari tanggung jawab gitu dong seolah-olah kalian di sini Dari tadi itu sikapnya polos tidak marah-marah, kamu Dika tadi kan kamu yang mau memukul Putraku jadi otomatis kamu juga yang disalahkan bukan hanya aku saja! " Mirna yang tidak ingin karena amukan menantunya sendirian mau tidak mau harus mencari teman agar ada partner tuk dimarahi oleh Alika dan Daffa.
__ADS_1
" Eh siapa yang tadi mau membeli tongkat bisbol untuk menghajar si Dafa kan kamu, jadi yang lebih sadis kan kamu bukan aku Jangan ngomongnya seenaknya dong! "Dika pun tak mau disalahkan oleh Mirna membuat wanita paruh baya itu akhir-akhirnya bisa hanya mendengus kesal.
" ah kalian tidak setia kawan kok bisa bisanya yang lari dari tanggung jawab Padahal kalau salah ya tinggal mengaku salah saja kenapa harus sampai segitunya juga? " sungut Mirna kesal karena dirinya merasa menjadi korban di sini padahal sebenarnya yang menjadi korban sesungguhnya adalah Dafa yang daritadi disudutkan seolah-olah melakukan kesalahan.
jika semua orang sedang memainkan peran masing-masing berbeda dengan Deka yang satu-satunya orang yang masih berpikiran jernih, karena menyadari Alika yang ternyata sudah ditemukan.
" Nona Bos sudah ditemukan, Kapan kejadiannya kok kami semua tidak tahu? apa benar Raka Alfian yang melakukan hal itu, jika memang benar di mana dia sekarang karena saya bakal membuat perhitungan dengannya yang sudah menyebabkan segala kekacauan yang terjadi? " tanya Deka memastikan membuat semua orang baru menyadari kembali keberadaan Alika di situ.
sedangkan Mirna merupakan orang yang paling bahagia juga karena mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu yang pertama keberadaan sang menantu yang sudah ditemukan dan yang kedua dirinya bakal sedikit terbebas dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Daffa dan Alika nantinya.
" Astaga anakku Mama Hampir lupa kalau kamu sebenarnya dari tadi sudah berada di situ tapi malah saling membela diri, gimana keadaan kamu nak apa ada yang terluka k-dan Apa benar yang dikatakan oleh Deka kalau ternyata si pria cecunguk siaran itu yang sudah melakukan hal itu kepada kamu? " tanya Alice antusias membuat Mirna mendengus kesal karena ternyata besannya itu tidak bisa diandalkan ketika keadaan dalam gawat darurat.
" kenapa malah mengalihkan pembicaraan, tadi Mas Daffa sempat ngomong kalau kalian mencurigai dia berselingkuh emangnya Sama siapa aku kok bisa tidak tahu terus Kapan kejadiannya?" tanya Alika beruntun membuat Dafa kali ini hanya bisa menggelengkan kepalanya karena bisa dipastikan setelahnya dirinya bakal kerja berat untuk menjelaskan kronologi kejadiannya kepada Alika.
" selingkuhnya tidak kulakukan tapi malah dibikin kerja berat untuk menjelaskan hal konyol itu, Kenapa semua orang otaknya pada tidak ada yang benar dan aku yang menjadi korban di sini? " batin Dafa frustasi karena bisa dipastikan semua orang bakal lepas tangan dan tidak menjelaskan Kejadian yang sesungguhnya.
" Aduh Nak bisa tidak jangan ngebahas hal itu lagi, Soalnya mama saja bingung harus menjelaskan dari mana lebih dahulu! " pinta Mirna dengan memasang wajah memelas nya membuat Alika mengerutkan keningnya karena merasa bingung.
" Memangnya salahnya di mana Coba kalau Menjelaskan hal itu kepada aku, karena Papa sampai mau memukul Mas Daffa lho? Kok bisa sih kalian punya pemikiran dia bakal selingkuh Memangnya servis apa yang kurang dari ku, sampai-sampai kalian bisa berpikiran seperti begitu? "netra Dafa membulat sempurna Kenapa sang istri malah membahas hal yang sensitif begitu.
semua orang menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung harus berbicara apa lagi, ketika Alika sedang menatap kesal kearah mereka.
" Ya habisnya tidak curiga gimana coba kemarin dia ngomong kalau kamu hilang, ah eh saat datang malam melihat dia tidur dengan wanita lain kalau saja wajah kamu kelihatan jelas Ya tidak masalah tapi tadi kan tidak kentara sama sekali ya Mama malah berpikiran yang tidak-tidak dong?" tanya Mirna membela diri.
" padahal aku sudah jelaskan berulang kali loyang, tapi mereka seolah tetap mempertahankan kesalahan mereka yang jelas-jelas aku pun bingung kenapa sampai mereka punya pemikiran seperti begitu? " Mirna menatap kesal kearah putranya itu bukannya membantu dirinya Dafa malah memprovokasi Alika agar memarahinya.
" Deka kamu tolong urus manusia yang tadi sudah kamu katakan itu, aku ingin agar dia kapok kapok mungkin dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi! ingat usahakan kan dia tidak bisa berkutik lagi agar pikiranku bisa sedikit tenang ketika hendak kemana! " perintah Alika membuat semua orang sadar jika sebenarnya pelaku kesalahan ini semua berasal dari Raka.
sedangkan Daffa memilih untuk bungkam dan tidak berbicara banyak lagi sebab Ia menghargai keputusan sang istri ketika sedang berbicara.
" kurang ajar sekali orang itu sebenarnya maunya apa sih sudah tahu Alika sudah menikah aku masih saja berbuat nekat, Awas aja kalau ketemu bakal ku sembelih dia biar menyusul nenek moyang ke alam baka! " sungut Alice kesal.
__ADS_1