
Sedangkan di dalam kamar Daffa sedang bersama gemas dengan sang istri yang ternyata tidak terganggu sama sekali dengan keributan barusan, padahal bisa dibilang keributan itu gaduhnya bukan main-main lho akibat dari suara kedua wanita paruh baya yang paling mereka sayangi dan hormati itu.
" Ya ampun istriku ini memang ajaib masa ribut yang Sampai separah ini tidak terganggu sama sekali, Padahal aku saja hampir lepas kupingku kok bisa-bisanya dia malah menikmati seperti alunan melodi pengantar tidur? " gumam Daffa monolog sambil geleng-geleng kepala karena Alika terlihat tertidur begitu pulasnya.
" sayang kamu bangun dong ini kita sebentar lagi Bakalan dijadikan tersangka utama lo tuh semua orang udah pada nungguin kita di ruang tamu, masa iya aku harus sendiri menghadapi mereka tadi saja sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang kamu terus mencurigai aku bakalan selingkuh!" ujar Daffa sambil menggoyang pelan tubuh istrinya itu agar segera bangun karena Biar bagaimanapun masalah ini bakal kelar jika mereka berdua yang keluar.
Alika yang merasa terganggu memilih untuk membuka matanya karena ingin sekali mengumpat suaminya yang sudah mengganggu tidurnya hari ini, hanya saja ketika mendengar Dafa mengatakan sesuatu membuat dirinya langsung terlonjak kaget dan berlari segera ke kamar mandi.
" kamu jangan lihat aku seperti begitu dong Tu lihat mama sama papa dan juga orang tua kamu ada di depan, mereka mengira aku selingkuh dari kamu dan mengira perempuan yang tertidur di sampingku itu adalah wanita lain selain kamu jadi kalau kamu tidak melakukan hal itu bisa habis suamimu ini digorok sama para orang tua itu! " ujar Dafa dengan satu kali tarikan napas membuat Alika langsung melakukan praktek tanpa teori.
"Wah ini mah lebih ajaib lagi masa aku ngomong capek capek dari tadi setidaknya ada kata-kata penghiburan begitu, masa langsung lari ke kamar mandi tanpa beban terus akunya ditinggal sendirian doang di sini?" tanya Daffa Tak habis pikir dengan sikap istrinya itu.
" sayang kamu kenapa malah masih Bengong di atas tempat tidur cepetan keluar biar kita mandi bareng supaya cepat selesai daripada ditungguin lebih lama lagi, kenapa sih jadi pria kok lelet banget tapi kalau soal begituan jangan gayanya kencang habis!" teriak Alika dari dalam kamar mandi membuat Daffa ngacir dan masuk ke dalam dan begitu tergoda melihat tubuh polos tanpa busana itu membuatnya dibawah sana langsung berdiri eh tapi bukan tongkat Bro.
" Wow Sayang ini menggoda lho, si Jacky kayaknya mau minta masuk lagi deh di dalam sarangnya! Bagaimana kalau kita mainnya 5 menit saja aku jamin deh bakalan cepat tapi enak, kamu jangan menolaknya ya Kasihan dia Sudah berdiri hendak memberi hormat mencari tempat untuk pulang eh tau-taunya kamu tolak mentah-mentah!" bujuk Dafa membuat Alika menatap kesal kearah suaminya tidak Sadarkah pria itu juga sekarang sedang darurat Tapi masih saja memikirkan daerah ************.
" otak kamu tuh bisa tidak sekali-sekali menjauh dari hal mesum, masa iya lagi tungguin di depan kita malah enak-enakan di sini memang tidak ada hari esok lagi?" tanya Alika kesal tapi ya namanya Dafa selalu saja punya 1001 Cara untuk membujuk istrinya itu agar tidak menolak kemauannya.
" sayang kamu mah tega, Masa tidak kasihan sekali sama adik kecilku! Padahal dia sudah bersiap diri loh untuk dielus sama si manisnya kamu, dengan Teganya kamu tolak mentah-mentah Apa kamu tidak mengasihani dirinya yang sedang meminta untuk pulang? "ujar Dafa dengan tatapan memelas membuat Alika rasa-rasanya ingin menerkam suaminya itu terus memberi makan pada hiu yang kelaparan di laut secara sukarela tanpa meminta bayaran sama sekali.
" Ya Tuhan Sayang Kamu itu sebenarnya amnesia Sedetik atau memang pura-pura Amnesia, tadi saja kamu bilang kalau mama sama Mamanya kamu itu lagi ngamuk-ngamuk terus sekarang kamu dengan entengnya mengajak aku buat enak-enak? sebenarnya apa sih yang ada di pikiran kamu sampai sepertinya hidup tanpa beban seperti begitu, cobalah memikirkan perasaan orang lain gimana sih rasanya menunggu itu karena sangat tidak menyenangkan?" ujar Alika gemas dengan sikap suaminya itu yang dari tadi seperti orang yang pikun sementara.
Daffa sebenarnya sengaja ingin membuat orang tuanya menunggu karena Siapa suruh tadi suruh mencari perkara dengannya, kalau hanya mencari perkara ya mungkin dia masih bisa mentolerir eh tapi ini menuduhnya berselingkuh sekarang pertanyaannya Kapan dirinya berselingkuh Kapan melakukan hal itu?
" biarkan saja mereka menunggu kamu tahu kan kebiasaan Indonesia timur selalu saja jam karet, jadi kalau mereka bosan menunggu kan bisa jalan-jalan katanya pecinta Oppa Korea jadi masalahnya dimana coba? "sahut Dafa santai dan mulai memegang istrinya mulai dari meremas itu menggigit ini kemudian menuruni lembah mendaki gunung dan akhirnya sampai di dalam Goa.
__ADS_1
Alika pasrah mau bagaimana lagi karena dirinya tahu Daffa itu merupakan orang yang berkemauan keras dan tidak ingin dibantah ketika dirinya benar-benar menginginkan hal itu, dirinya hanya meringis dalam hati memohon pengampunan kepada Tuhan karena sudah durhaka kepada orang tua.
" Ya Tuhan jika suatu saat ada perhitungan dosa tolong kau kurangi yang soal ini ya, karena bukan aku yang niatnya untuk membuat orang tuaku menunggu tapi pria yang sedang menyodok dari belakang ini!" Lirih Alika dalam hati Mana berani berbicara secara langsung karena dirinya juga menikmati Siapa yang Daffa lakukan padanya.
kira-kira menurut para readers bunyinya itu kalau orang lagi sodok menyodok pukul-memukul itu kayak gimana sih, Coba kasih pencerahan buat autor biar bisa autor gambarkan secara terperinci pasti rasanya lebih Nyaho.
" Nah sudah selesai kan aku bilang juga Apa 5 menit doang yang penting intinya santan bertemu dengan adonan, kamunya saja tidak percaya suamimu ini yang kalau berbicara selalu menepati janji! "ujar Dafa percaya diri membuat Alika merasa kesal.
" 5 menit dari Hongkong, model seperti kamu mah Sejak kapan mainnya harus cepat? yang ada kaki aku gemetaran semua pinggul aku rasanya mau patah, kamu masih saja belum keluar nanti sebentar saat sampai di sana Kamu sendiri yang ngomong sama mereka aku mah ogah!" sungut Alika yang jalannya sudah pincang sebelah Ya iyalah kakinya kram karena harus mengangkat kakinya sebelah agar bisa ada jalan masuk-
" Iya juga sih aku tadi itu kiranya hanya 5 menit doang kalau sampai lebih yaitu Harusnya kamu bersyukur pertanda suamimu ini Perkasa, karena itu merupakan sebuah anugerah yang harus kamu syukuri dan patut kamu banggakan!" Alika yang melihat suaminya begitu narsis membuat dirinya benar-benar merasa kesal setengah Mau mampus.
" terserah kau saja Tuhan Daffa Adrian aku mah No komen kamu mau bahagia atau mau Merdeka aku tidak peduli, soalnya capek kalau berurusan sama kamu Jika menyangkut yang beginian Pasti si doi nya bakalan selalu menang tidak mau mengalah!" Alika benar-benar Jengah dengan sikap suaminya itu yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada rasa berubahnya sama sekali kalau seperti begini terus mah bisa habis persediaan santannya.
" kamu mau aku gendong soalnya aku kasihan loh cara jalan kamu yang seperti begitu, atau....
Alika walaupun merasa kesal tetap menyiapkan pakaian suaminya karena Biar bagaimanapun itulah tugas seorang istri, setelah itu dirinya juga memakai pakaian yang terlihat simple lalu segera memakai make up tipis ala ala wanita rumahan yang selalu ia sukai.
" ayo kita keluar daripada kasihan tuh aki-aki sama nenek-nenek menunggu, kamu kan tahu sendiri kalau aku misalnya keluar sendiri ngerti masalah bisa tambah runyam!" ajak Daffa namun Alika yang masih menyisir rambutnya menyuruh sang suami untuk keluar lebih dahulu.
" kamu keluar lebih dulu saja deh soalnya masih tanggung nih aku masih sisir rambutku, nanti kalau sebentar mereka ngegas ya kamu juga dong ngegas jangan ngerem Kalau merasa diri paling benar!" perintah Alika membuat Dafa mengerutkan keningnya karena ini namanya saja devide at impera alias politik adu domba.
" kamu serius menyuruh aku untuk ngegas ke orang tua kamu Dan orang tuaku, Terus kalau mereka marah-marah akunya harus gimana Memangnya kamu bisa tanggung jawab membela suamimu ini dari amukan mereka?" tanya Daffa Tak habis pikir.
" eh seperti begitu saja lebay banget sih kamu, Kenapa sih jadi orang Kalau diluar itu Sombongnya minta ampun Sedangkan di dalam rumah itu kaya bebek yang lagi cari pejantan buat kawin nurut saja apa kata orang? " sinis Alika membuat Daffa membulatkan matanya sempurna Oh my God ini namanya pencemaran nama baik.
__ADS_1
" sayang kamu kalau mau samakan tenaga aku kayak kuda aku terima tapi kalau sama bebek yang kaya jalannya keberatan di bagian bokongnya kok kamu ngomong? " tanya Daffa tak terima membuat Alika ingin sekali melempar suaminya itu dengan charger HP yang ia pegang.
" demi Dewa Neptunus yang kekal abadi abadi dan jaya jaya dan makmur, kamu bisa stop tidak? Kenapa hidup dengan kamu itu penuh saja dengan drama padahal Biasanya sih tidak Sampai sebegitunya, nah tuh dengar di luar sepertinya ada yang datang lagi deh Wah kita lama-lama benar-benar jadi tersangka utama? "memang apa yang dikatakan Alika itu benar karena ternyata kali ini yang datang ke hotel itu adalah Deka.
" aku juga bingung mungkin mereka mau reunian kali, soalnya masa datang ke kamarnya orang bulan madu membawa pasangan terus menggerebek orang kaya lagi berbuat hal yang aneh-aneh?" sungut Daffa membuat Alika tak bisa menahan tawanya karena dirinya tadi tertidur hingga tidak melihat bagaimana gaya Alice dan Mirna kalau lagi berkolaborasi.
" ternyata nasib kamu tadi pagi sungguh sangat terlihat memprihatinkan Ya, untung aku tidak lihat kalau tidak sudah bakalan aku viralkan biar kamu Jadi Artis Dadakan agar tambah lagi penghasilan yang masuk!" ledek Alika.
sudah cukup Daffa memilih untuk keluar kamar karena jika lama-lama berada dekat istrinya yang ada dirinya bisa habis diledek, padahal dirinya sebenarnya ingin melawan hanya saja takut jatah hariannya dikurangi maka lebih baik biar harga diri diinjak-injak yang penting si Jacky tidak teraniaya.
cek Lek
semua orang menatap kearah pintu kamar yang baru terbuka terlihat Daffa yang sudah lebih segar berjalan keluar dari dalam kamar dengan sikap yang terlihat santai seolah tidak terjadi apa-apa pun.
jika semuanya terdiam berbeda dengan Deka yang menyambut kedatangan tuannya itu dengan rasa takut, padahal semuanya sedang ingin memasang wajah garang karena sudah bersiap-siap dengan segala macam jurus yang sedang dirancang dalam pikiran mereka sekarang.
" Selamat pagi tuan, maafkan saya jika Datang Terlambat! namun saya tetap bakal melakukan semaksimal mungkin agar hasilnya tidak bakal mengecewakan anda dan semuanya, Oleh karena itu saya permisi untuk mundur diri karena harus meminta pertolongan kepada orang yang harusnya bisa membantu!" ternyata Deka datang hanya untuk melapor diri dan hendak pergi lagi.
" yang suruh kamu pergi itu siapa, Ayo cepat duduk dan setelah itu kita dengar Siapa yang mau ngomong lebih dulu dan siapa yang mau dari belakang?" Daffa sengaja menyindir para Manusia paruh baya yang sedang berada di hadapannya kini.
Mirna adalah orang yang paling ingin sekali menghajar putranya itu, apalagi mendengar sindiran Daffa itu membuat dirinya benar-benar bertambah kesal dan tersulut emosi karena merasa Dafa seperti tidak menyadari kesalahannya sama sekali.
" Iya bener Deka kamu lebih baik tidak usah pergi karena nanti sebentar kamu yang bakalan menjadi orang yang untuk memakamkan manusia kurang ajar satu itu, dan Ingat jangan coba-coba kamu melakukan pembelaan untuk dia sama sekali karena nanti kamu juga bakalan saya bantai sekarang juga!" Wah Mirna ini jika dijadikan seorang wanita pecinta SmackDown maka pasti lawan-lawannya bakalan dilibas sampai habis.
" Ya Tuhan ini ada masalah apa lagi sih sebenarnya kenapa sayang baru saja datang terus dijadikan sebagai korban, Oh Tuhan kenapa dunia ini tidak begitu adil untukku selalu saja menjadi pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah?" lirih Deka dalam hati tapi Mana berani berbicara secara langsung ketika semua wajah orang yang ada dalam situ Seperti singa menyala-menyala.
__ADS_1
" kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi dan tolong jangan menutupi sesuatu hal yang sudah kami saksikan sendiri, ingat kami kesini itu bukan hanya beberapa jam saja tapi melainkan berjam-jam lamanya sampai Terasa seperti akar juga mau tumbuh? Jangan bersikap seperti anak kecil lari dari kenyataan dan juga lari dari tanggung jawab, karena Biar bagaimanapun anak orang yang sudah kamu sakiti itu dan juga merupakan menantu kesayangan kami!" kali ini Bey yang berbicara karena Daffa adalah putranya dan sebagai seorang Papa dirinya harus bertanggungjawab meluruskan apa yang bengkok jika tidak maka pasti banyak orang yang akan kecewa.