
"Tapi Tuan dia itu....
"Sudahlah jangan banyak alasan,lagian siapa juga mau pedulikan hal itu mau dengan siapa kamu berhubungan!" Setelah mengatakan hal itu Daffa langsung mematikan ponselnya Tanpa mau mendengar Deka yang hendak protes.
"Arghhh,Tuan Daffa kok bisa berpikiran Yang tidak tidak seperti tadi?Apa dia pikir aku pecinta wanita gila seperti yang di depan pintu itu,sungguh hanya membangkitkan emosi saja!" Sungut Deka frustasi..
Sedangkan di depan pintu Diana masih saja menggedor nya,sebab wanita itu belum puas jika ia belum menyampaikan uneg unegnya.
"Woiii buka pintu nya,dasar pria cengeng yang sukanya ngomong seenaknya!" Teriak Diana membuat semua penghuni kamar di lantai itu berlari keluar karena mendengar keributan.
"Ini ada apaan kok ribut ribut?" Tanya Penghuni yang lain membuat Diana meradang.
"Diam kalian,ngapain kepo urusan orang lain!" Sungut Diana tajam dengan tatapan horornya..
"Haha,cewek Indo mah beda😎😎😎...
Ceklek
Deka memilih keluar dan mengamankan Diana,karena jika tidak bisa di pastikan semua penghuni bakal heboh dan dirinya pasti di tuduh berpikiran macam macam.
"Maafkan istri saya yang sedang merajuk karena kekurangan terima jatah semalam!" Ujar Deka sambil tersenyum dan menarik tangan Diana agar ikut dengannya.
semua orang memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar mereka karena ternyata itu hanyalah masalah rumah tangga dan mereka tidak berhak untuk ikut campur, sedangkan Diana yang mendengar pengakuan Deka barusan membuat dirinya bertambah kesal karena kebohongan macam apa yang diucapkan oleh pria itu.
" apa yang kamu bilang tadi aku kekurangan jatah semalam, Wah kurang ajar sekali Mulutnya itu sampai mengatakan sesuatu yang tidak tidak! Memangnya kamu pikir aku bakal doyan sama pria aneh seperti kamu, Anda terlalu kelebihan percaya diri Tuan karena Seujung Kuku pun aku sama sekali tidak bernafsu ketika melihat anda." ujar Diana penuh percaya diri membuat Deka merasa tertantang menaklukan wanita itu yang sudah berani-beraninya menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria.
" apa kamu bilang tadi tidak bernafsu kepada aku, Bagaimana jika aku melakukan sesuatu hingga membuat kamu bungkam dan tidak bisa menyangkal hal itu kalau pesan aku tidak pernah ditolak oleh wanita manapun?" entah apa yang merasuki Deka hingga dirinya yang biasanya malas tahu kali ini peduli dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Diana barusan.
" Maksud kamu apa bicara seperti itu, Kamu jangan macam-macam ya biar cantik begini tapi aku masih suci belum tersentuh? sana menjauh Jangan dekat denganku kamu pikir aku nih wanita apaan, sampai melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepadaku! " ujar Diana sambil menutup dadanya karena merasa ngeri dengan tatapan Deka itu yang seolah ingin menerkam dirinya hidup hidup.
" kamu bilang apa tadi aku seperti tidak percaya kamu sebut Dirimu Bukan wanita murahan, tapi kenapa secara sadar menggedor pintu kamar seorang pria jika memang dia mempunyai sikap yang sopan santun? Terus tadi kamu bilang kalau kamu masih suci? Wah aku seperti meragukan perkataan kamu itu, Sebab di zaman sekarang Sejak kapan wanita mempertahankan milik mereka!" Sindir Deka membuat Diana menatap kesal ke arahnya karena secara tak langsung sudah menjatuhkan harga dirinya.
__ADS_1
" dasar pria aneh kamu pikir aku sama dengan banyak wanita di luaran sana, hei Keluargaku itu merupakan keluarga terpandang jadi dari kecil kami sudah diajarkan sopan santun jadi untuk melakukan sesuatu yang dilarang itu tidak pernah terpikirkan sedikitpun di benakku!" ujar Diana sambil menatap tajam ke arah Deka yang terlihat bodo amat.
" Oh iya aku hampir melupakan sesuatu kalau kamu itu kan pecinta belahan semangka, jadi tidak mungkin dong berhubungan dengan seorang pria. makanya keluargamu tidak mencurigai kamu sama sekali Jika ke sini bukannya berliburan tapi malah melehoy?" Sindir Deka membuat Diana meradang dan akhirnya mengingat tujuan awalnya datang ke tempat ini.
" syukur juga mengingatkanku hal yang sepenting itu, Aku kesini itu mau menjelaskan kepada Anda tuan yang terhormat jika Diana Pelangi merupakan wanita tulen dan normal yang tahu membedakan mana yang baik dan tidak. Biar Begini aku itu adalah Play girl yang paling diakui teman-teman satu kampus, Jadi kalau soal berperilaku yang miring sorry aku masih penyuka terong kok!" sinis Diana penuh percaya diri membuat Deka tersenyum mengejek.
" Ya sudah kalau memang kamu merasa diri normal Kenapa harus jadi beban, tidak ada untungnya juga kan untukku mengetahui hal itu? hanya membuang waktu dengan hal yang tidak berguna, dan juga sudah menjatuhkan harga diri kok di depan para penghuni yang lain yang pasti berpikiran yang tidak-tidak kalau aku adalah pria impoten yang tidak bisa memuaskan pasangannya!" perkataan Deka itu membuat Diana merutuki kebodohannya karena tadi sudah melakukan hal yang sangat absurd dan mengundang perhatian orang banyak.
" Ya Tuhan Diana kamu kok bisa sih cari perkara dengan orang asing, mana pria ini sudah kelihatan terlalu dewasa lagi kalau orang berpikiran yang tidak-tidak gimana dong? Masa harus menjelas secara satu persatu kami berdua tidak ada hubungan, Lagian ini om om Kok malah mengatakan hal yang tidak-tidak tadi akhirnya kan bisa jadi masalah! "batin Diana prustasi mengingat segala kejadian yang terjadi pada pagi hari ini.
Coba kalau tadi dirinya mengikuti saran dari Arin kalau tidak nekat dan melakukan hal yang tidak-tidak, pasti sekarang mereka berdua sudah menikmati Spot foto yang ada di Korea ini seperti yang selalu muncul di drama drama kebanggaan mereka itu.
" kamu juga kenapa sih sampai mengatakan kalau aku ini adalah istri kamu, lihatkan nanti sebentar keluar dari sini pasti orang bakal berpikiran yang aneh-aneh? Jadi orang kok sudah tua tapi selalu saja melakukan hal yang membuat orang emosi, menyesal tahu tidak Semalam saya ketemu sama manusia alien seperti anda!" ujar Diana sambil mengacak rambutnya frustasi tetapi hal itu membuat gadis cantik itu terlihat sangat menggemaskan.
Deka sebenarnya terpesona dengan wajah cantik yang ada di hadapannya ini walaupun bangun tidur tapi sungguh sangat menggemaskan, hanya saja kesadaran nya kembali ke tempatnya semula ketika menyadari betapa menyebalkan gadis itu.
" aku tadi kenapa sih tidak mendengarkan apa yang Arin katakan, malah ngeyel datang kesini lagi akhirnya pusing sendiri kan!" batin Diana frustasi bahkan tidak mempedulikan apapun perkataan yang diucapkan oleh Deka.
Deka melihat tatapan kosong dari Diana itu bertambah kesal dan mendorong tubuh wanita itu agar segera keluar dari dalam kamarnya menginap, sebab dirinya butuh air dingin untuk menyegarkan pikiran dan merilekskan emosinya yang hendak ingin meledak tepat pada sasaran.
" kamu keluar dari kamarku sekarang dan jangan pernah menampakan batang hidungmu di hadapanku lagi, dasar wanita aneh masih kecil tapi selalu saja mencari perkara! awas aja kamu ya Kalau sampai tidak mengindahkan apa yang aku katakan tadi aku mah bakal kubuang kau ke tengah laut agar Semua keluargamu bakal bersorak gembira karena kehilangan si pembuat onar!" ancam Deka membuat Diana kesal.
" kamu kalau ngomong jangan asal tuduh ya sejak kapan aku pembuat onar, itu semua kan gara-gara kamu yang menuduhku tidak jelas semalam ya akhirnya aku terbawa emosi dong! Lagian tidak perlu mendorongku juga kan aku juga bakal mau keluar kok dari sini soalnya udara di sini itu pengap, yang ada hanya membuat nafasku menjadi sesak karena kekurangan oksigen! "setelah mengatakan hal itu Diana pun kembali ke kamarnya yang hanya berjarak beberapa pintu dari kamarnya Deka.
Sesampai di kamarnya Diana mengambil guling lalu menghajarnya berulang kali seperti samsak hidup dan orang yang dia bayangkan itu adalah Deka, karena tidak dapat melampiaskan kepada orangnya maka apa pun jadi yang penting emosinya bisa tersalurkan.
Arin yang sudah selesai mandi menatap heran ke arah sahabatnya Itu sebab Tadi katanya ingin membalaskan dendam Kenapa pulang malah guling tidak berdosa yang menjadi sasaran, sebenarnya Diana Itu kenapa ya sampai selalu saja bersikap semaunya tanpa memikirkan apapun.
" Kamu kenapa sih datang datang langsung marah-marah, Katanya tadi mau ke kamar pria itu untuk membalaskan dendam agar emosi kamu bisa reda tapi kenapa malah kebalikannya seperti begini? tuh lihat kamu bakal membuat pekerjaan housekeeping menjadi tambah parah, dengan merapikan kamar ini yang sudah seperti kapal pecah?" ujar Arin tidak mengerti dengan sikap Diana itu.
__ADS_1
" Kamu tahu tidak aku sedang kesal pokoknya Hari ini aku kesal banget sumpah itu cowok menyebalkan sekali, sudah tua jelek tapi tingkahnya kayak orang yang pemenang prince charming begitu! "sungut Diana membuat Arin penasaran sebenarnya kriteria jelek yang dimaksud oleh Diana itu seperti apa sih.
melihat Arin yang seperti sedang memikirkan sesuatu membuat Diana tidak senang, karena dirinya berpikir jika Arin pasti sedang memikirkan Deka yang sangat menyebalkan itu.
" Kamu kenapa malah bengong jangan bilang kamu sedang memikirkan pria aneh seperti begitu, Awas aja nanti Saat ketemu baru kamu keganjenan bakal aku hajar kamu ya?" tanya Diana penuh selidik membuat Arin mendelik kesal.
" kamu kalau ngomong yang jelas dong Aku kan punya pacar yang tampannya membahana kece badai, jadi siapapun pria yang kamu maksud aku bakal tidak menoleh sama sekali karena bagiku si Arman It's the best!" Arin penuh percaya diri mengatakan hal itu bahkan memuji kekasihnya dihadapan Diana yang entah kenapa setiap melihat pacar dari Arin itu selalu saja mendadak kesal.
" hei kamu kalau mau memuji kekasihmu di hadapan orang lain Jangan pernah di hadapanku, sebab makhluk yang menyebalkan seperti dia itu ingin sekali ku tonjok wajahnya sampai Bonyok biar kamu mencari pria yang lebih di atas level." ujar Diana Ketus yang kini emosinya kembali berapi-api ketika mengingat dua orang yang paling ia benci dirinya.
" kamu cemburu ya karena Arman sudah tidak mengejar kamu dan malah balik berpacaran denganku, kamu jangan marah-marah doang aku itu bukannya Pagar Makan Tanaman tapi tanamannya yang maju mendekati pagar terlebih dahulu?" tanya Arin penuh percaya diri membuat Diana bergidik ngeri.
" Aku cemburu sama kalian, yaelah memangnya aku tidak punya pekerjaan sama sekali sampai melakukan hal yang tidak berfaedah seperti itu? Lagian aku kan selalu menolak Arman waktu belum pacaran sama kamu Kenapa, karena pria itu sangat narsis dan percaya dirinya tingkat tinggi sudah begitu jelek pesek lagi?" perkataan Diana itu membuat Arin mengerucutkan bibirnya karena kesal masak kekasihnya dijelek-jelekkan tepat di hadapannya'
" kamu mah tega Beb, kalau mau kesal sama orang lain jangan bawa-bawa my lovely Arman dong? Lagian dia itu bukan pesek hidungnya itu saja yang hanya minimalis Sebab Dia itu tidak mau serakah mengambil oksigen di dunia ini, jadinya waktu saat lahir meminta hidungnya minimalis seperti itu baikan kekasihku itu!" jelas Arin membuat Diana menatap tak percaya ke arah sahabatnya itu yang terlalu bucin akut terhadap makhluk hidup yang bernama Arman.
cerita ini author sedikit menambahkan tokoh yang baru, karena Biar bagaimanapun bakal monoton konfliknya jika hanya terdiri dari Alika dan Dafa serta Ana dan Alan. maka dari itu jika sampai di episode ini semuanya terkejut dengan munculnya karakter baru, harap dimaklumi karena Biar bagaimanapun semua karakter sudah di ciptakan kebahagiaan mereka sendiri jadi mau tak mau terima atau terima jangan terkejut ataupun berkomentar layaknya netizen + 62 yang tahunya hanya ngomong doang tapi tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka katakan.
lanjut****
sedangkan di tempat yang jauh dari keramaian dan mungkin bisa dibilang seperti tempat pengasingan tampak seorang pria yang sepertinya enggan untuk bangun dari tidurnya, sebenarnya lebih tepatnya tidak bisa bangun karena tulangnya seakan sudah lepas dari tempatnya.
" astaga aku rasa rasanya sudah mau pingsan ini tempat tidur atau batu kerikil sih sampai badanku sesakit ini, sudah begitu semalam bunyi kodok sama jangkrik kok jelas sekali di telingaku sebenarnya mereka sembunyi di sudut bagian mana sih Sampai terasa begitu dekat?" sungut Raka yang malas membuka matanya bukan karena menikmati tempat tidurnya yang empuk melainkan memang dirinya sangat tidak enak sekali tubuhnya kali ini.
dirinya menatap sekeliling jika biasanya ramai di rumahnya bakal sibuk pagi-pagi mengurus segala keperluannya, berbeda kali ini malah sunyi melompong seperti sekolah tidak ada kehidupan sama sekali.
" apa aku harus bangun dan menyiapkan keperluan ku, sebab jika aku tidak melakukan hal itu maka bisa dipastikan aku bakalan kelaparan seharian ini?" sambung Raka lagi karena memang benar tidak ada tanda-tanda kehidupan yang datang padahal berharap semuanya itu hanya dalam mimpi Namun sayang ternyata sungguhan.
jika selama ini ada kamar mandi didalam kamarnya maka berbeda dengan tempat tinggalnya yang baru itu, yaitu kamar mandi berada tepat di sudut dapur dan membuat dirinya harus melangkah keluar dari kamar tidak bisa menikmati Pagi harinya begitu cerah.
" Lucifer dan Don Juan tolong tunjukkan kekuasaan kalian aku benar-benar seperti ingin menangis, kok bisa-bisanya ya aku dianiaya seperti ini tanpa apapun yang bisa menunjang kehidupan ku yang biasanya sangat menyenangkan!" Raka benar-benar frustasi dengan keadaan yang diberikan Deka kepada Jika boleh memilih lebih baik dirinya langsung ditembak mati saja daripada seperti begini yang terasa seperti hendak dibunuh tapi secara perlahan.
__ADS_1