
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
Raka mendengus kesal ketika mendengar perkataan Satpam barusan,ia tak percaya kenapa setelah putus darinya Alika malah susah untuk di temui.
"Dia kenapa sih selalu menghindar begitu,apa dia tidak tahu kalau aku sangat merindukannya?" Batin Raka cemas.
Tapi ya begitulah bukankah setiap perbuatan di dunia pasti harus ada konsekuensi yang harus di terima,tidak peduli apapun yang nanti di jumpai di kemudian hari.
"Apa tadi Bapak sudah bertanya ke Dia?" Tanya Raka memastikan.
Satpam itu mengerutkan keningnya,ia sedang menahan emosi ketika mendengar apa yang di katakan oleh Raka barusan.
"Jadi kamu pikir saya bohong?" Tanya Satpam itu kesal.
Raka memilih tak mengubrisnya ,karena baginya bertemu dengan Alika adalah hal yang terpenting untuk sekarang ini.
Setelah Raka pergi,Satpam itu menatap punggung pria yang sudah berada dalam mobil itu.
"Sudah tahu Ibu Alika tidak ingin di ganggu ,tapi kok jadi orang masih saja ngeyel!" Sungut Satpam itu kesal.
Ya iyalah dia nya ngeyel,orang katanya kangen sama Alika juga kok?
Sedangkan di dalam ruangan Alika,wanita cantik itu masih memasang tatapan kesal pada Daffa yang dari tadi seolah tak bergeming dari tempatnya.
"Kamu kenapa masih di sini,pulang sana kan tadi kata Mama kamu kalau kamu itu Sakit keras!" Sindir Alika membuat Daffa mendengus kesal sedangkan Deka hanya bisa tertawa dalam hati.
__ADS_1
"Eh Ular Sanca bisa tidak sehari saja tidak ajak buat berdebat? Aku itu lagi pusing ,kalau misalnya benar benar kita menikah mau jadi apa hidupku nanti ,tiap hari harus ketemu wanita ceriwis kaya kamu?" Ketus Daffa tanpa beban membuat Alina membulatkan matanya tak percaya.
" Apa kamu bilang, Memangnya kamu pikir aku mau nikah sama pria yang tidak ada bagus-bagusnya?" tanya Alika kesal membuat Dafa langsung menatap tajam ke arahnya.
Alika tak gentar melihat tatapan Daffa itu karena dirinya bukan wanita mudah untuk di tindas, dah sekarang prinsip hidup yang sudah berubah pria tampan itu merupakan sebuah makhluk yang harus dihindari.
" kenapa lihat-lihat, Memangnya kamu pikir aku ini orang aneh apa pakai dilihat segala?" tanya Alika sinis.
" kamu itu Jadi orang kok...
" Ya suka-suka aku lah mau jadi apa saja kenapa kamu yang repot, kalau kamu mau sepertiku pergi jauh tidak boleh mendekat!" sungut Alika yang masih dalam mode on.
" dasar manusia aneh hobinya cari perkara menyesal tadi aku mengijinkan Mama untuk datang ke sini, dan akhirnya aku terjebak sendiri kan tidak jelas satu seperti begini?" Daffa pun tersulut emosi sifat Arogan nya itu kembali mencuat ke permukaan.
" Ya sudah sana pulang ngomong sama mama kamu kalau aku tidak doyan sama anaknya, Terus kalau bisa mungkin bisa ditukar sama orang lain yang lebih kalem santun tidak kayak kamu yang lebaynya kelewatan bingits!" Ketus Alika dalam memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan pikirannya karena jika juga terlalu berlama-lama dekat dengan Dafa yakin pasti bakalan ada keributan yang berkelanjutan.
"Dasar manusia aneh,kok bisa bisanya lahir ke dunia ini?Bikin orang kepala sakit saja,terus masa iya itu calon masa depanku?" Tanya Alika dalam hati karena bingung harus bagaimana dengan hubungan dirinya dan Daffa nanti.
"Woii kenapa lihat lihat?" Tanya Daffa sinis.
"Ah tidak ada kok Tuan,hanya melihat Cicak di dinding!" Bohong Deka sambil memaksakan senyuman di wajahnya.
"Kamu pikir saya bodoh,jadi bisa kamu bohongi hingga saya bisa percaya begitu saja?" Tanya Daffa Sinis.
"Sebenarnya apa masalah anda sih Tuan ,sampai terlihat sensitif begitu ah Ular Phython!" Sungut Deka dalam hati.
"Kamu sedang mengumpat padaku?" Tanya Daffa lagi.
"Astaga Tuan saya mana berani melakukan hal itu ,lagian masalahnya apa juga coba untuk keuntungannya bagi saya?" Tanya Deka pelan.
__ADS_1
"Wah Kodok kamu makin berani jadi orang?" Ketus Daffa kesal.
Deka memilih bungkam daripada Jika ia menjawab perkataan tuannya itu, maka bisa dipastikan urusannya bakalan lebih panjang lagi.
Alika sudah keluar dari kamar mandi ia merasa heran ketika melihat Daffa dan asistennya masih di situ, Padahal tadi ia sengaja berlama-lama supaya saat keluar kedua manusia itu sudah menghilang.
" loh kalian kok masih disini, apa tidak ada pekerjaan lain selain menggangguku?" tanya Alika heran.
" apa kamu bilang tadi, mengganggumu? Wah kamu jadi orang percaya diri sekali, Lagian aku Mana mau menunggu wanita cerewet sepertimu?" sinis Daffa tak mau kalah.
" Ya sudah ular piton pergi sana sudah, ngapain Masih di sini coba?" tanya Alika heran.
" Deka Ayo kita pulang, daripada di sini terus lama-lama kepalaku bisa pecah!" ajak Daffa lalu segera keluar dari situ.
namun sebelum itu ia berbalik dan berkata pada Alika, membuat wanita cantik itu tidak bisa menjawab apapun lagi.
" ingat Nanti malam aku bakalan ke rumahmu, jangan ke gr-an atau berpikir yang tidak-tidak! karena ini murni kemauan mama bukan kemauan ku sendiri, jadi jangan sok Kebagusan!" Sindir Daffa lalu segera pergi tanpa peduli dengan tatapan tak percaya dari Alika kepadanya.
" tuh orang stres atau apa sih, hobinya selalu cari perkara yang tidak-tidak?" Alika sudah tak bisa berkata apa-apa lagi jika menyangkut soal Daffa yang selalu saja mencari perkara dengannya.
" tuan anda yakin akan melamar ular sanca?" tanya Deka memastikan.
Dafa mendelik kesal pasalnya Deka Sudah berani memanggil panggilan sayangnya untuk Alika, padahal yang boleh memanggil itu hanya dirinya sendiri tidak boleh ada orang lain siapapun itu ia tak menyetujuinya.
" jangan coba-coba memanggil ular sanca aku dengan mulut tidak berguna mu itu, karena jika sampai hal itu terjadi maka akan kupatahkan batang lehermu tidak pada tempatnya sekarang!" Ketus Daffa kesal dan memilih mempercepat jalannya meninggalkan Deka yang sedang kebingungan.
" Oh Tuhan Akang bucin sudah mulai beraksi nanti jadi apa dunia ini kalau si ular piton dan sanca bertemu? Akankah lebih berwarna atau malah sebaliknya hancur berantakan dan membuat semua orang kena getahnya?" batin Deka sambil memasang wajah datarnya.
Daffa berjalan dengan wajah tanpa ekspresi hingga membuat semua yang melihatnya jadi takut sendiri,begitulah pesona seorang keturunan Adrian.
__ADS_1
Daffa sedang menahan emosinya ketika melihat tatapan kurang ajar dari para wanita disitu,karena selalu saja membuat dirinya merasa risih.