
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
setelah memantau proyek secara langsung, Alika pun meminta untuk diantar pulang karena ia merasakan sangat lelah dan ingin beristirahat dengan benar.
" Deka Bisa antarkan aku pulang kah, soalnya aku capek banget nih Pengen istirahat? " tanya Alika memohon.
" Kamu pikir kamu sendiri yang capek orang lain tidak begitu jangan meminta seperti tadi Tanpa kamu minta pun aku bakalan mengantarkan kamu pulang! " Ketus Dafa yang merasa tak senang jika Alika meminta bantuan pada pria lain.
Alika menatap Jengah kearah Dafa yang daritadi hanya mengajak ribut saja, padahal yang jelas-jelas tadi Alika meminta bantuan pada Deka bukan pada dirinya.
" ya sudah kita pulang sekarang ngapain Masih bengong! " ajak Alika dan berjalan mendahului mereka masuk ke dalam mobil.
" Kenapa sih makhluk yang namanya wanita itu rewelnya minta ampun, bisa tidak sehari saja jadi wanita penurut? " sungut Dafa kesal.
mendengar perkataan tuannya itu , Deka hanya tersenyum ia seolah tertawa karena Daffa sepertinya akan susah berhubungan dengan wanita jika pemikirannya selalu seperti itu.
"kamu kenapa senyum-senyum, kamu pikir saya ini buta jadi tidak bisa melihat wajah jelek kamu itu? " tanya Dafa Ketus.
" Tuan apa kita bisa pulang dengan cuaca seperti ini, tampaknya bakalan turun hujan deras sekali disertai dengan angin kencang. sedangkan perjalanan yang bakal kita tempuh ini memakan waktu berjam-jam, apa sebaiknya kita istirahat dulu di villa sebab kelihatan Nona Alika juga sepertinya sangat kelelahan jika dipaksa buat Berjalan jauh lagi? " tawar Deka kepada tuannya itu.
__ADS_1
ketika mendengar saran yang diberikan Deka barusan, bukannya berterima kasih Dafa malah memasang tampang kesalnya entah apa yang merasuki pria tampan itu sehingga bawaannya sensitif melulu.
" tidak perlu kamu ngomong saya juga sudah tahu kok kalau kita hari ini menginap saja, Sudah kamu pergi siapkan Villa saya yang pergi memanggil si ular sanca itu! " ujar Daffa sambil mengibaskan tangannya agar Deka segera menjauh.
" anda hanya numpang ide dari saya kok percaya diri sih tuan, tapi ya sudahlah syukur dia mau menuruti kemauan ku kalau tidak bisa bengkok tanganku karena dipaksa buat nyetir!" gumam deka dalam hati.
" Kenapa masih Bengong di situ saya kan sudah suruh pergi menyiapkan vila, bisa tidak jadi orang itu geraknya lebih cepat Jangan kaya pria yang gemulai saja deh! " sungut Dafa kesal.
" Baiklah tuan!" sahut Deka yang tanpa banyak bicara lagi pergi menemui pengurus Villa sebelum Tuan besarnya itu marah-marah yang tidak jelas.
setelah melihat Deka sudah menjauh, Daffa pun menuju ke mobilnya tempat dimana ada Alika yang sedang menunggu.
melihat Daffa yang membuka pintu di belakangnya dan mengambil jas tanpa ada Deka yang ikut membuat Alika heran, katanya mau pulang tapi kalau tidak ada yang menjadi sopir mana bisa mobil berjalan kan.
" turun dari mobil dan keluar sekarang! " ujar Dafa yang membuat Alika bertambah bingung sebenarnya ini orang kenapa lagi.
" Eh kamu itu gila atau apa ya Kok bisa bisanya suruh aku turun, Kamu pikir aku ini anak kecil yang bisa kamu permainkan sesuka hati kamu begitu? " tanya Alika kesal.
Daffa mengerutkan keningnya merasa heran dengan emosinya Alika kini, Memangnya dirinya salah berbicara hingga wanita itu begitu ke terlihat kesal?
" Kamu stres ya, suka marah-marah tidak jelas? " tanya Daffa sinis membuat Alika tak terima dengan perkataan pria yang dari tadi selalu mengajaknya untuk ribut.
" Eh tuan yang stres disini itu kamu atau saya, tadi kamu suruh pulang terus ya sudah saya masuk ke dalam mobil eh Saatnya untuk pulang bukannya kita jalan malah menyuruh saya turun dari mobil itu kalau bukan stres Apa coba namanya? " tanya Alika kesal membuat Dafa sadar jika wanita itu salah paham padanya.
__ADS_1
" saya itu menyuruh kamu turun bukan karena mau meninggalkan kamu disini ini, melainkan kan kan malam ini kita bakalan menginap di sini soalnya capek sekali Kalau dipaksa buat kembali! " jelas Dafa membuat Alika mangut-mangut.
" dasar ular Python sialan kalau ngomong selalu saja pakai ambigu bikin orang stres pikirnya, Coba kalau ngomong langsung Jelaskan tidak kayak begini jadinya! " kesal Alika Seraya turun dari mobil sedangkan Daffa memilih cuek tak peduli sama sekali.
" dasar pria menyebalkan Awas aja kalau nanti bucin level 15 pada aku, bakalan ku tinggalkan pas lagi sayang-sayangnya! " sinis Alika kesel.
Daffa menghentikan langkah kakinya ketika mendengar perkataan Alika barusan dirinya bahkan tersenyum samar merasa lucu dengan wajah menggemaskan milik Alika itu.
" menurut kamu apa alasan terkuat sampai bisa bucin akut sama kamu? " tanya Daffa sambil tersenyum mengejek membuat Alika jadi tertantang.
tanpa banyak bicara Alika langsung maju kearah Dafa dan menarik lengan baju pria itu agar sedikit menunduk, tanpa banyak bicara Alika langsung mengecup bibir pria itu membuat bingung dan salah tingkah.
bahkan wajah Daffa kini sangat memerah karena malu dengan perbuatan Alika yang tidak seberapa itu, sedangkan Alika tersenyum puas ketika melihat Daffa Yang sepertinya menjadi orang linglung.
" Saya yakin anda sekarang pasti sedang gugup kan, pasti bakalan susah move on jadinya! " Ejen Ali kalau segera pergi dari situ ketika sudah melihat kehadiran Deka dari jauh.
" dia tadi nyium aku, Astaga Daffa Kenapa kamu jadi mendadak salting begini? ah dia pasti puas menertawaiku sekarang karena sudah mati kutu dibuatnya, awas aja nona pembalasan bakalan lebih sadis dari ini. sebab perbuatanmu sudah merusak kinerja Jantungku, Padahal kemarin perasaanku baik-baik saja deh. " Dafa mengatakan hal itu terlihat seperti orang kebingungan sedangkan Alika sangat tersenyum puas.
" wajah anda Kenapa Nona terlihat begitu bahagia, saya jadi penasaran kira-kira apa gerangan yang membuat anda jadi tertawa begitu? " tanya Deka heran.
" sudah kamu jangan banyak tanya intinya tunjukkan saja dimana kamarku Aku ingin istirahat dan terbebas dari segala gangguan, kalau bisa usahakan jauh dari bos kamu yang si kutu kupret Brengsek itu?" ujar Alina Yang Tak sabar ingin menghilang dari pandangan Daffa Yang sepertinya masih bingung dengan kejadian barusan.
" Ayo Nona sini ikut, saya bakalan antarkan anda sendiri jaraknya tidak terlalu jauh dan saya yakin Anda pasti bakalan betah berada di sana! " Ajak Deka dan di anggukan kepala oleh Alika karena memang terlihat dari wajahnya wanita tercantik itu sangat kelelahan kali ini.
__ADS_1
" wah yang kayak begitu yang aku senang dan mau mau karena mumet mau ketemu sama Bos kamu yang aneh bin ajaib itu! " ujar Alika antusias