
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
mengalah Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Alika, walaupun rasa emosinya ingin meluapkan kepada Dafa yang dari tadi memasang wajah tak berdosa nya.
Alika masih Anggar menatap sekelilingnya karena ia ingin memastikan apa benar tidak ada mobil yang lewat, membuat Dafa yang dari tadi duduk diam saja memilih untuk berkomentar.
" kamu kalau tidak mau naik sekarang bakalan saya tinggal, kamu pikir saya tidak punya pekerjaan yang lain selain menunggu manusia lelet kayak kamu? " tanya Daffa sinis membuat Alika monyong kan bibir nya karena emosi.
" jangan memasang wajah seperti itu, jika tak ingin ku cium lagi! " membuat Alika langsung masuk ke dalam mobil akan tetapi duduk di samping Deka yang sedang menyetir.
" dasar pria aneh hobinya tukang Sosor aku doakan semoga bibirnya dower terus, biar jadi bahan ledekan manusia sejagat raya! " sungut alika dalam hati.
__ADS_1
berbeda dengan Deka yang sepertinya kebingungan mendengar perkataan Daffa barusan, karena setahunya Daffa bukan tipe pria yang Sembarangan saja menyentuh wanita.
jadi saat mendengar Alika berbicara soal ciuman membuat pria itu berpikir keras, Apakah memang Alika ini adalah wanita yang spesial bagi tuannya itu sehingga mau saja menyentuh wanita yang bukan siapa-siapanya.
" Wah ternyata Tuan sebenarnya, ada rasa pada Nona Alika. itu artinya tuan adalah pria normal dan, kalau begini kan jadinya asik." deka bergumam dalam hati.
Alika sepanjang jalan hanya memasang wajah cemberut nya, sedangkan Daffa sedang kesal Setengah Mati.
Ya iyalah jelas pria itu kesel, karena Alika lebih memilih duduk dekat dengan Deka daripada dirinya Padahal di sini yang berjasa adalah dirinya.
" dasar wanita tidak tau diri enak enaknya duduk di samping pria lain, padahal yang berjasa di sini kan Aku bukan dia?" sungut Dafa dalam hati.
Daffa tak terima dengan panggilan akrab yang diberikan Alika untuk Deka itu, dengan dirinya saja tidak ada manis-manisnya masa iya dengan pria lain harus begitu.
" Hey dia itu namanya Deka bukan Ka, jangan sok akrab begitu deh kesannya menjijikkan sekali." sinis Daffa membuat Alika menatap heran ke arah pria itu.
__ADS_1
" Kenapa jadi kamu yang sewot sih, dianya saja tidak keberatan kok tapi kamu yang sengsara?" tanya Alika Tak habis pikir dengan isi otaknya Daffa itu.
" dia itu memang tidak apa-apa orang manusia benda mati tidak dapat berpikir kok, tapi saya yang dengarnya itu sengsara karena memang sangat menjijikkan!" sahut Daffa membuat kesabaran Alika Memang benar-benar habis.
" ini terakhir kalinya Saya mau naik mobil bareng kamu, untuk kedepannya dalam mimpi pun saya tidak bakalan mau! " sinis Alika kesal.
Deka hanya menjadi pendengar setia saja Lagian Mana berani membantah perkataan kedua bos besar itu, Bukankah diam itu aman an Daripada cari perkara nanti urusannya bakalan lebih ribet lagi.
" nona nanti Tolong panggil nama saya dengan yang lebih sopan ya, karena saya tidak mau orang-orang salah paham mendengar nona merubah nama panggilan saya itu!" mendengar perkataan Deka barusan membuat Alika lebih membenci Daffa karena sudah meracuni pikiran Deka itu.
" dasar pria Racun Dunia ini semua pasti akal-akalan nya saja biar tuh asistennya harus menurut padanya!" sungut alika dalam hati.
Dafa hanya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat Alika bungkam, dan ini merupakan hal yang paling diinginkan.
" sedikit lagi kita sampai nona, Kalau Anda capek silakan beristirahat lebih dahulu, Nanti kalau sudah sampai bakalan dibangunkan! " perintah Deka sambil tersenyum membuat Dafa merasa emosi.
__ADS_1
" Jangan coba-coba tidur di mobil karena aku tidak ingin ada air dirimu yang menetes Daffa tajam membuat Alika ingin sekali menghancurkan Wajah pria songong itu.
" kamu itu mulutnya cocoknya jadi juri pencarian bakat deh, Soalnya aneh bin menyebalkan! " kesal Alika.