MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 71


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Maaf autor tidak akan menulis pakai judul lagi karena takut nanti bakalan tidak di lolosin sama tante syantik, jadi nanti kalo sebentar isi ceritanya bakalan begituan dia maklumat saja deh!


" baiklah karena semuanya sudah serius mendengarkan aku yang berada di sini, terus bakalan bertanya-tanya maka dari itu aku bakalan ngomong sesuatu yang penting!" ujar Raka yang sengaja membuat Alika dan Dafa cemas memikirkan tingkahnya itu.


" seperti yang semuanya ketahui kalau yang menjadi istrinya Tuan Daffa Adrian terhormat beberapa jam lalu itu adalah...


" tapi sebelum itu bisakah Anda minggir dari situ, sebab Saya punya sebuah video yang mungkin bisa mewakili perkataan Anda hari ini!" pinta Deka yang tiba-tiba entah muncul dari mana.


Daffa menatap horor ke arah asistennya itu yang dari tadi menghilang tidak jelas keberadaannya ada di mana, padahal dirinya di sini sedang ketar-ketir membayangkan hal yang bakalan Raka lakukan.


" Awas saja kau ya, Sudah berani membuatku kecewa sendiri disini? Memangnya dari tadi itu kamu Terserah di bagian mana sih, Aku bisa-bisanya baru muncul sekarang ini?" Daffa menggunakan bahasa isyarat yang sangat dimengerti oleh Deka.


" biasalah tuan, Ini masalah lagi darurat jadi otomatis tidak bisa diganggu gugat! yang penting anda sedang menikmati status baru kan, tidak peduli apa yang kulakukan di luaran sana?" kurang lebih begitulah perkataan yang dilontarkan oleh Deka.


Raka menatap heran ke arah Deka yang entah dari mana tiba-tiba bisa muncul di tempat itu, padahal dalam pikirannya pria itu sudah diamankan oleh Vika.


" Kenapa tuh orang bisa ada di sini ya, Padahal tadi aku aku sudah menyuruh Vika melakukan hal yang tidak-tidak agar pria itu lebih fokus padanya?" batin Raka heran.


"Jadi bagaimana Tuan Raka Alfian, bisa di cancel dulu permintaannya itu soalnya setelah selesai pertunjukan yang aku siapkan barulah Anda melanjutkan apa yang tadi hendak anda sampaikan kepada semuanya?" tanya Deka memastikan membuat semua orang disitu menjadi kebingungan termaksud Alika dan Dafa.


" itu asisten Kamu kenapa lagi sih, sudah tahu lagi pusing kok malah bikin yang aneh-aneh lagi? awas aja dia kalau sampai mempermalukan kita, aku bakalan marah besar loh kamu juga dengan cucunguk itu! " ancam Alika.


Daffa heran dengan perkataan istrinya barusan, karena dirinya tidak tahu menahu jadi kena ikut imbasnya.


" aku jangan dibawa-bawa dong Yang, itu kan atas inisiatifnya dia sendiri kenapa jadi aku yang kena? " bujuk Daffa istrinya itu berubah pikiran.


" kamu itu lupa atau sengaja lupa, dia itu bisa ada di sini karena merupakan salah satu pekerjanya kamu? jadi otomatis Apa yang dia lakukan harus kamu juga tahu, kamu Kalau berbohong itu yang kreatif sedikit Emangnya kamu pikir aku anak kecil yang bisa kamu bodoh segampang itu? " sinis Alika.


Dafa frustasi bisa bahaya ini urusannya jadi sebelum negara api menyerang lebih baik waspada lebih dahulu, ketika ia ingin mendekati Deka pria itu malah memberi kode kepada tuannya agar duduk dan menikmati pertunjukan.


" Tuan Daffa yang terhormat Bisakah Anda duduk dan menikmati saja sajian yang ada, soalnya mungkin kita semua bisa menikmati pertunjukan singkat yang entah siapa yang memerankannya! " jelas Deka ambigu.


Raka menatap kesal kearah Deka yang sudah mengganggu waktunya, Padahal tadi dia sudah menikmati wajah tegang milik Daffa dan Alika itu,


" sabar sabar Raka sabar, Bukankah apa yang kamu persiapkan ini ini jauh lebih berharga daripada hanya menunggu sepersekian detik? karena itu pria yang sudah merebut hak milik mu harus dibuat malu sekarang juga harga, jika tidak kamu akan selalu kalah darinya baik dilihat dari segi manapun! " ujar Raka yang mencoba untuk bersikap santai tidak terlalu terburu-buru.

__ADS_1


layar besar yang berada di atas pelaminan itu pun perlahan meredup, semua pasang mata yang berada di situ menatap Intens ke arah benda persegi panjang yang yang sedang akan menampilkan sesuatu entah apakah itu?


pertama-tama yang muncul adalah wajah Raka, yang terlihat sedang yang melakukan hal yang tidak pantas bersama salah satu pegawainya.


Keduanya bahkan terlihat tanpa menggunakan sehelai benang pun dengan posisi yang sangat di sukai,yaitu disodok dari belakang.


"Hmmm,Alika sayang kamu sangat nikmat !" Desah Raka yang bahkan tanpa sadar jika wanita yang sedang bermain dengannya bukanlah Alika.


"Ya ya seperti itu Honey...!" Desah Vika.


Tak berselang lama Video itupun mati dan menampilkan Raka dan wanita yang lain bahkan bukan hanya satu melainkan lebih dari itu.


Semua orang bahkan tak percaya,hingga suasana yang tadi hening mendadak jadi riuh.


" astaga itu tadi beneran bukan adegan film kan, tapi kenapa baca orangnya tidak asing Seperti....


ketika kalimat seseorang tamu undangan itu menggantung begitu saja di udara tatapan Mereka pun tertuju pada Raka yang wajahnya sedang merah padam karena menahan emosi.


belum semua orang mengatakan hal yang tidak-tidak sebuah pukulan pun sudah mengenai pelipisnya, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Dafa sendiri.


Siapa yang tidak merasa kesal ketika nama istrinya dibawa-bawa, kalau soal kebaikan Ya tidak masalah tapi kalau soal maksiat siapapun pasti bakalan tidak ikhlas jika hal itu terjadi.


hal itu tak beda jauh dirasakan oleh Mirna dan Alice,


orangtua mana yang tidak bakalan stres ketika tahu hari ini bakalan terjadi di pernikahan anak mereka, namun apa mau dikata semua sudah terlanjur terjadi yang bisa berkelakukan sekarang adalah menenangkan semua tamu undangan yang hadir.


Deka yang melihat wajah panik dari majikannya itu, memilih untuk menenangkan mereka karena biar bagaimanapun hal ini akibat dari dirinya yang ikut ambil bagian.


" Permisi tuan dan nyonya, maaf jika sudah menimbulkan kekacauan ini ini tapi....


" kamu sadar kan kalau sudah bikin kekacauan? Kenapa sih saat melakukan hal ini kamu tidak memikirkan lebih dulu, lihatkan imbasnya terlebih kepada Alika yang pasti sudah merasa malu karena tamu undangan yang berpikiran tidak-tidak padanya?" kesal Mirna karena baru kali ini Deka bersikap ceroboh.


Deka tidak berani menjawab ataupun membela diri dihadapan majikannya yang sedang menahan emosi itu, karena memang Setiap keputusan yang diambil pasti bakal ada dampak dan akibat yang dihadapi nantinya.


hanya saja jika tadi dirinya terlambat sedikit, entah apa yang bakalan terjadi kepada Daffa dan Alika akibat dari perbuatannya Raka.


disini Dika mencoba untuk berpikiran positif, karena menurutnya Apa yang dilakukan oleh Deka itu semata hanya karena ingin menjaga reputasi dari majikannya sendiri.


" sebenarnya apakah setuju lah sama yang dilakukan oleh Deka barusan, jika tidak apa yang bakalan dikatakan oleh Raka kepada semua yang hadir? kalau misalnya hal bagus ya syukur, Coba kalau hal yang tidak-tidak dan hanya bisa menimbulkan fitnah bakalan lebih besar kan kehebohan dari Yang ada sekarang!" jelas Dika agar semuanya tidak terlalu salah paham dengan sikap yang diambil oleh Deka barusan.


" Iya juga sih Kenapa tadi tidak kepikiran sampai di situ ya, ya sudah kalau begitu kita urus aja sisanya biar nanti soal urusannya Alika serahkan pada suaminya! " sahut Mirna.

__ADS_1


Alice dari tadi hanya diam saja Soalnya yang ada dipikirannya sekarang adalah putrinya, sebab tadi di saat Raka sedang melakukan hal itu dengan para wanitanya selalu nama Alika yang dibawa-bawa entah bagaimana pemikiran setiap tamu undangan yang hadir.


" hei kamu nggak papa kan, harus kuat agar Alika juga tidak terlalu memikirkan hal ini berlarut-larut. Lagian kamu serahkan saja urusan ini pada suami kita, karena aku yakin mereka bakalan bisa menghandle semuanya sampai tuntas hingga Alika tidak perlu cemas berlebihan! " ujar Mirna yang mencoba menguatkan besannya itu.


Raka kini sedang kebingungan karena para wanita yang pernah berhubungan dengannya semuanya hadir di situ, Padahal selama ini dirinya tidak pernah mau berhubungan dengan wanita jika sudah selesai ia pakai.


Deka tersenyum puas melihat wajah pias milik Raka itu, dirinya seolah menikmati momen demi momen yang akan mereka lewati kedepannya.


Raka yang sudah merasa terpojok kan dan malu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, memilih Anda pergi meninggalkan tempat itu tapi Deka ternyata sudah menyiapkan para penjaga di setiap sudut ruangan.


" Wah Kenapa Anda hendak pergi tuan, Bukankah para wanita kamu sedang menanti? malam ini aku yang bakalan bayar mereka full akan memberikan service yang terbaik untuk anda, jadi lebih baik duduk saja di kursi kehormatan sambil dilihat oleh para tamu undangan yang hadir! " tawar Deka sembari tersenyum mengejek.


Raka mengepalkan tangannya menahan emosi, karena dirinya kembali kalah telak bukan dengan Daffa melainkan dengan asistennya yang ternyata lebih cerdik.


" kurang ajar pria ini ternyata tak bisa ku anggap remeh, Kenapa tadi aku tidak memikirkan sampai sejauh ini? " sungut Raka dalam hati tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi tinggal di pertanggungjawabkan saja.


mereka menyuruh para wanita yang berpakaian setengah jadi itu berbaris di depan sembari membuang muka ke arah lain, dirinya juga bukan pria yang tidak normal hanya saja ketika melihat wanita yang dan dengan santainya mengumbar aurat membuat dirinya merasa jijik.


" oke baiklah aku bakalan memulai acara kita yang berikutnya, karena kedua pengantin juga sudah pamit undur diri jadi kita bisa mau menikmati hiburan bebas!" jelas Deka yang hari ini terlihat bekerja begitu keras hanya demi membuat acara Dafa dan Alika aman terkendali.


" jadi mungkin semua orang penasaran kok bisa ya di acara resepsinya seorang CEO terkenal malah menghadirkan wanita seksi seperti ini, Saya di sini ingin memberitahukan kepada semua bahwa mereka ini bukanlah tamu undangannya Tuan Daffa dan Alika melainkan khusus dipesan oleh Tuan Raka. ketika dia berhubungan dengan mereka semua ini selalu membayangkan Nyonya Bos, kenapa karenanya Bos kami itu sangat tidak bisa disentuh sama sekali maka dari itu dia mencari pelampiasan sembari membayangkan wajah majikan kami." jelas Deka membuat semua yang ada di situ manggut-manggut karena paham dengan jalan cerita yang sebenarnya.


" wow it's donjuan be was born!" Sindir salah satu yang berada di situ.


" Iya kamu benar sekali ternyata disekitar kita juga ada ya pria maniak seperti dia, Makanya kalau diajak One Night stand Tidak ada salahnya soalnya kan itu sudah menjadi talentanya?" begitulah setiap kata ledekan yang diberikan kepada Raka bukan yang baik-baik tapi sungguh sangat bisa membuat semua orang mengelus dada.


" kurang ajar dia ternyata hanya ingin mempermalukanku, awas aja setelah ini aku bakalan bikin perhitungan kepada pria yang sok berkuasa itu! " sinis Raka dalam hati karena Biar bagaimanapun separah parahnya dirinya dalam bergaul rasa malunya pasti selalu ada.


" jadi semua sudah paham kan arah jalan ceritanya Kejadian ini, jika besok lusa nabi menemukan ada ada informasi ataupun pembicaraan yang tidak tidak menyangkut Nyonya Bos maka bisa dipastikan orang itu akan kehilangan haknya untuk hidup!" tegas Deka dengan ekspresi yang tidak sedang bercanda.


Mirna dan Alice tersenyum lega karena ternyata di saat-saat terakhir Deka selalu bisa diandalkan, dan membuat mereka tidak perlu cemas yang berlebihan lagi seperti tadi maklumlah hati seorang wanita pasti memikirkan hal dari segi manapun.


" ya sudah karena masalahnya sudah clear, kami ingin memberikan hadiah kepada tuan Raka yang sudah memberikan surprise begitu tak terduga pada malam ini. tapi hadiah itu bukan kami yang memberikan secara langsung melainkan pada tempat yang sudah menyiapkan semua itu, mungkin sebentar lagi ada yang bakalan datang menjemput Tuan Raka Alvian dengan Lamborghini keluaran terbaru yang biasa dikunjungi oleh para pembuat onar!" perkataan Deka yang terasa seperti menggantung itu membuat siapa saja mendengarnya pasti tak bisa menahan emosi.


tak berselang lama para petugas kepolisian pun datang membawa surat bukti penangkapan terhadap Raka, dengan dakwaan melakukan hal yang tidak menyenangkan dan juga melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak pantas untuk ditonton.


" saudara Raka Alfian, saudara kami tahan malam ini juga untuk lain-lainnya silakan memberikan keterangan di kantor polisi!" tegas salah satu anggota polisi itu harus segera memborgol tangan Raka dan membawanya pergi dari tempat itu.


Bey dan Dika mendekati Deka dan menepuk pelan bahu pria itu yang sudah berjasa pada mereka malam ini, karena hal yang tidak pernah mereka pikirkan sama sekali sudah dipersiapkan matang oleh pria itu. sehingga membuat mereka tidak terlalu terlibat dalam kesulitan yang begitu besar yang diciptakan oleh Raka tadi, pastinya mereka berharap Alika bakalan kembali ceria seperti biasanya dan tidak berlarut-larut dalam kecemasan yang berlebihan.


" Terima kasih banyak karena kamu sudah menjadi dewa penolong untuk hari ini, nanti kalau soal urusan nya Dafa biar kami yang mengaturnya kamu cukup beristirahatlah!" perintah Bey lalu pergi dari situ.

__ADS_1


__ADS_2