
Jika mencintai mu membuat aku menjadi bodoh,biarlah karena kebodohan aku dapat mencintaimu.Karena Pintar belum tentu membuat bahagia,karena pintar belum tentu aku tak dapat berpikir jika mencintaimu adalah sebuah anugerah***
(Hesty al❤)
LANJUT ***

Kini pasangan suami istri itu sedang menikmati pemandangan di pulau jeju,yang terlihat sakura sedang bermekaran membuat suasana lebih romantis.
"Wah Tempatnya sangat indah sekali, ternyata kita datang di waktu yang tepat. daripada hanya mengurung diri dan melakukan sesuatu yang bisa ditunda lain kali, lebih baik datang ke tempat ini menikmati sesuatu hal yang baru!" Sindir Alika sambil menatap ke arah suaminya yang dari tadi diam saja entah apa yang ada dalam pikiran pria itu.
" kamu Kenapa diam saja, jangan bilang kamu menyesal karena sudah aku ajak ke sini?" tanya Alika memastikan.
Daffa menatap penuh tanda tanya ke arah istrinya itu Kenapa setiap kali berbicara selalu saja langsung mengatakan hal yang tidak ia pikirkan sama sekali, jika sudah seperti begini maka otomatis dirinya jika salah menjawab pasti bakalan timbul masalah yang tak terduga'
" kamu kan dari tadi antusias menikmati semua pemandangan yang ada, masa iya harus aku rusak kesenangan kamu itu! jadi lebih baik kamu menikmati semua yang ada disini, daripada nanti sebentar kalau kita pulang kamu tidak bakalan bisa bergerak pas lagi!" jelas Daffa sambil tersenyum membuat Alika menatap Jengah kearahnya karena so pasti pembahasannya bakalan mengarah ke arah yang sana.
__ADS_1
" Terserah kamu saja mau bilang apa, yang penting intinya saat di sini jangan mencoba sedikitpun untuk mengganggu kesenangan ku! karena jika sampai hal itu terjadi aku bakalan pulang lebih dulu, Terserah kamu mau cari sampai model Bagaimanapun aku tidak peduli sedikitpun! "tegas Alika yang benar-benar tidak ingin dibantah.
"ya makanya dari tadi aku diam saja biar kamu menikmati semuanya, hanya kamunya saja yang seolah tidak tahan kita akan mendengarkan suaraku!" ledek Daffa percaya diri.
Alika memilih fokus pada ponselnya daripada mendengar ocehan sang suami yang tidak jelas itu, karena dirinya tidak tahu kapan bakalan kembali lagi kesini melihat sikap posesif Dafa.
keduanya berada di tempat itu bahkan sampai hari mulai malam, karena ditambah cuacanya mendukung membuat pengunjung semakin banyak yang datang ke situ.
karena terlalu asyik dengan apa yang ada di hadapannya Alika bahkan tidak menyadari jika dirinya dari tadi diperhatikan oleh sepasang mata, yang seolah sedang mencari celah agar Bagaimana bisa mendekat ke arah Alika tanpa diketahui oleh Dafa sedikitpun.
Daffa yang sibuk dengan ponselnya karena sedang memeriksa email yang dikirim oleh Deka, terpaksa harus sedikit menjauh dari Alika yang terlihat berbaur dengan para pengunjung yang lain.
Dafa yang tidak merasa curiga sedikit pun sedikit menjauh karena harus membahas sesuatu yang penting, karena Deka dari tadi menghubungi dirinya Karena mengatakan jika ada sedikit kendala di kantor.
" halo, kamu bisa tidak membicarakan hal ini kepada Papa saja? kamu sadar kan kalau saya kesini itu bukan untuk bekerja melainkan untuk liburan, tapi kalau selalu kamu recokin seperti ini lama-lama saya jadi bosan juga?" tanya Dafa kesal membuat Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar karena selalu salah lagi dan salah terus.
" Maafkan saya tuan, hanya saja saya ingin memberitahukan kalau Raka Alfian menghilang entah kemana tepat saat Anda dan Nona Bos keluar dari negara ini!" jelas Deka yang tidak mau disalahkan terus oleh Dafa yang tidak ada ada niat untuk bertanya lebih dahulu tetapi langsung mengatakan hal yang tidak-tidak.
__ADS_1
Daffa mengacak rambutnya frustasi, Bagaimana tidak dirinya baru bernafas lega beberapa hari ini tetapi belum sampai seminggu sudah kembali dibuat pusing. dirinya pun bingung apa gunanya pengawal yang biasa dibayarnya selama ini, jika menjaga satu orang saja pun mereka tidak becus. memangnya harus dirinya selalu turun tangan kalau begitu gunanya mereka itu apa?
" maksud kamu, dia lolos dari pengawasan kalian? wah ini sebenarnya dia yang terlalu licik atau kalian yang tidak becus, Coba bayangkan saja dia itu hanya seorang sedangkan kalian lebih dari satu masa iya menjaga satu orang saja tidak? sekarang kalian cek penerbangan domestik dan juga kemanapun dalam waktu 2 jam dari sekarang, Bila perlu sewa hacker yang biasa kita pakai jika kalian memang tidak sanggup melakukan hal itu!" Daffa sengaja mengatakan hal itu karena memang merasa kesal dengan asistennya itu.
" sayang bakalan bergerak sendiri tuan, yang saya minta adalah kerjasamanya tuan juga yaitu tidak kemana-mana dan tidak membiarkan Nona Bos sendirian!" permintaan Deka itu membuat Daffa terkejut karena dirinya tadi sudah sempat berpamitan kepada istrinya dan menjauh.
demi Dewa Neptunus kesalahan apa yang telah ia lakukan barusan, hingga bisa-bisanya meninggalkan istrinya sendirian di tengah-tengah orang banyak. semoga saja hal yang mereka takuti tidak terjadi, karena mencari seseorang di negeri orang itu sungguh sangat menyusahkan.
dengan tanpa tedeng Aling Dafa segera mematikan panggilan dari Deka membuat pria di seberang itu hanya bisa menghela nafasnya menatap ke arah benda persegi yang ia pegang, siapa yang tidak kesal ketika belum selesai bicara sudah dimatikan secara sepihak untung juga Daffa adalah majikan jika tidak sudah dipastikan Deka bakalan tobat tujuh turunan menghubungi orang itu.
" yang menghubungi tadi itu siapa yang rugi pulsa juga siapa, Kenapa Malah dimatikan seperti begini? semoga saja tuan Daffa tidak melakukan kecerobohan di sana, Kalau tidak bisa berabe juga urusannya nanti!" gumam Deka monolog.
setelah mendengar intruksi dari majikan, Deka pun tanpa menunggu lama lagi langsung berselancar dengan benda elektronik dihadapannya itu.
pekerjaan Deka bukan hanya sebagai asisten Daffa saja melainkan juga jika soal mencari tahu seseorang yang apalagi menghack akun merupakan keahliannya, hanya saja cara kerjanya itu sudah ia lakukan seaman mungkin agar tidak ketahuan.
sedangkan Daffa yang berada di Negeri Ginseng itu sedang kebingungan mencari keberadaan sang istri, dirinya ingat betul jika tadi meninggalkan Alika di tempat yang ia berdiri sekarang.
__ADS_1
hanya saja pertanyaannya Dirinya belum terlalu lama meninggalkan Alika kok bisa-bisanya istrinya itu menghilang, belum lagi setiap orang yang tanya semuanya tidak ada yang merespon.
" Ya Tuhan, istriku sebenarnya di mana sih Kok bisa-bisanya menghilang seperti begini? jangan bilang manusia cunguk itu mengikuti Kami sampai sini, Kenapa juga Deka baru mengabari barusan!" kesal Daffa.