
sebenarnya auto aman sih kalau sinyal tidak terkendala hanya itu sudah aktifnya pas di jam kecil otomatis semuanya jadi terbengkalai, Beginilah nasib pekerja online semua tergantung pada 4G kalau pada lelet seperti begini tolong di maklumat Soalnya kalau sinyal 4G bisa diborong sudah auto lakukan dari kemarin.
Jadi jika ceritanya ngalor-ngidul kemana-mana jangan ditanya lagi wah ini 4G kok susah ya, alhasil banyak banget yang kepencet double nanti Ente salah paham lagi dikira autor lagi ingin mengejar sesuatu yang padahal sebenarnya masih jauh dari harapan.
nanti kalau teman-teman merasa ada yang salah dengan tulisannya kau terkini Tolong masuk ke dalam kolom komentar biar bisa diperbaiki soalnya sinyal memang tidak bisa mendukung sama sekali dengan pekerjaan online, Ini semua bukan karena kesengajaan tapi memang karena faktor yang membuat kita tidak ada pilihan lain selain menjalaninya saja.
Lanjut***
ketika Alan dan Ana sedang sibuk melanjutkan makan bersama keduanya tiba-tiba ada panggilan masuk di dalam ponselnya Alan, dan Ketika dilihat dengan seksama kira-kira Siapa yang menelpon masuk ternyata dari kedua orang tuanya Alan entah apa gerangan yang terjadi pada mereka sehingga membuat pria itu mengerutkan keningnya karena merasa heran sebab perjanjiannya ketika sampai di Bandara dulu baru mereka menghubungi dirinya.
" Kenapa hanya dilihat saja diangkat dong Panggilannya siapa tahu itu penting? "tanya Ana heran dengan sikap Alan yang hanya menatap ke arah ponselnya tanpa ada niat untuk merespon sedikitpun.
" ini mama sama papa perasaan mereka masih dalam perjalanan kok sudah bisa menelponku, Apa jangan-jangan mereka tidak jadi jalan dan menyuruhku untuk kembali ke sana?" tanya Alan yang sangat merasa khawatir membuat Ana hanya bisa menggelengkan kepalanya karena di mana-mana itu Sesuatu yang hanya dicurigai itu tidak ada kepastian kebenarannya tetapi yang lebih bagusnya harus mengkonfirmasi secara langsung.
" Astaga mana bisa kita tahu kalau kamu sendiri tidak langsung mengangkat teleponnya, Lain kali itu Angkat dulu kemudian tanya kebenarannya baru bisa kamu ngomong jangan langsung nyeplak aja!"Sungut Ana.
Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mengikuti apa yang dikatakan oleh Ana barusan padahal sebenarnya di dalam benaknya itu timbul berbagai macam pikiran yang tidak bisa hilang.
__ADS_1
" Ya halo mah ada apa kok bisa Tumben langsung Telepon Alan secepat ini?" tanya Alan to the point tanpa ada basa-basi seperti biasanya ketika orang sedang mengucapkan sesuatu pembukaan saat menerima telepon dari seseorang.
Sandra yang mendengar pertanyaan anaknya yang sangat tidak berbobot itu langsung merasa emosi, setidaknya menanyakan keadaannya mereka barulah langsung ngomong yang kayak begitu kan tidak masalah Eh ini langsung terobos masuk.
" kamu itu memang anak yang tidak punya sopan santun padahal sudah tua bangka setidaknya kasih salam ke orang tua dulu terus tanya keadaannya, kamunya kelihatannya seperti orang yang sedang dikejar sama hantu sekarang karena ngomongnya tidak ada yang sopan sedikitpun?" sungut Sandra dari seberang membuat Alan sedikit menjauhkan ponselnya karena sungguh suara Mamanya itu mengalahkan speaker aktif 5 oktaf.
" Ya aku kan langsung bertanya ke intinya Biar Mama bisa hemat pulsa kan kasihan jaringan sekarang lagi lelet, Aku kasihan sama papa kalau uangnya dibuang-buang percuma untuk hal yang tidak penting." Alasan yang di berikan Alan sangat tidak penting.
"Oh pantesan kamu selama ini kerja tidak pernah kasih Mama uang,itu karena kamu yang selalu perhitungan seperti itu?" Tanya Sandra yang benar benar di buat emosi dengan sikap putranya itu.
" itu mah hanya akal-akalan kamu saja untuk bisa menyangga apa yang Mama katakan tadi,supaya tidak di kira manusia pelit kelas Ikan Tuna!" Ujar Sandra ketus.
"Mama ada dimana?" Tanya Alan mengalihkan pembicaraan jika tidak yang ada seharian Sandra bakal mengamuk terus.
"Kamu yang ada di mana?" Tanya Sandra balik.
"Mah bisa tidak jawab pertanyaan ku dulu baru tnya balik?" Tanya Alan kesal.
__ADS_1
"Oh Tidak bisa begitu soalnya di mana-mana itu anak yang harus menjawab pertanyaan orang tua bukannya orang tua yang menjawab pertanyaannya anak, karena itu sama saja dengan dunia menjadi terbalik anak yang harus dihargai sedangkan orang tua dibiarkan begitu saja tanpa dianggap kehadirannya sama sekali seolah patung saja! "Alexis di samping Sandra itu hanya bisa terdiam karena sebenarnya pusing juga memikirkan tingkah sang istri yang hobinya hanya mencari masalah dengan Alan.
"Menurut mama jam begini aku ada dimana sekarang, sampai-sampai seperti mencurigaiku sedang melakukan kejahatan?" Tanya Alan .
" kamu masih ada di rumah tidak ada di kantor? Mama pasti tahulah gimana sikap pemalas kamu itu semoga saja nanti menantu Mama tidak bakalan pikiran sebab punya suami yang seperti kamu, soalnya setiap wanita itu inginnya saat menikah kehidupannya bakalan lebih baik dan tidak akan kelaparan bersama dengan anak-anak kalian nantinya!" Ya Tuhan ini kata-kata Sandra membuat Ana hanya bisa tersenyum karena mama mantu nya itu kelewat jujur seperti mamanya sendiri.
" Terserah mau ngomong apa sekarang giliran aku yang bertanya Mama sekarang ada di mana Kalau memang tidak ada keperluan yang penting Ya sudah aku matikan saja, soalnya aku sekarang lagi makan sama anak Kasihan anak orang dari tadi dianggurin begitu saja karena ngomong sama mama yang nyerocos nya tidak pernah berhenti!" ujar Alan membuat Sandra mendengus kesal karena ini sama saja dengan menyuruh dirinya berhenti bicara.
"Anak kurang ajar tidak tahu diri,Nanti Mama kutuk biar kamu tidak jadi nikah sekalian baru tahu rasa. "Sungut Sandra.
" kamu ada di mana Boy, bisa pulang sekarang? soalnya Papa sama Mama sedang ada di unit apartemen kamu tapi masih menjadi gembel karena pintu terkunci, kalau bisa usahakan pulang sekarang sebelum mama teriak terus marah-marah ke arah para petugas kebersihan yang lewat." Alexis menimpali percakapan istrinya dan juga putranya itu karena jika tidak bisa dipastikan sampai besok pagi pun tidak ada titik yang jelas.
" maksudnya Papa sama Mama sudah sampai di Indonesia begitu, kalian tidak ada niat untuk mengerjai ku kan?" Tanya Alan memastikan.
" Memangnya menurut kamu Kalau kami mengerjai kamu keuntungan yang kami dapatkan itu apa,yang ada bukan untung tapi malah buntung?" Sinis Sandra.
"Aku lagi di kantor sekarang mungkin sedikit lagi baru balik ke situ Soalnya ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan sekarang,nanti kalau sudah beres baru bisa kembali!" Jelas Alan tapi sempat menyebutkan kode password pintu Apartemen nya.
__ADS_1