MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 16


__ADS_3

HAII READER MAAF YA JIKA BEBERAPA HARI INI TELAT UP...


KARENA LAGI ADA URUSAN PENTING..


***LOPE U FULL


LANJUT*** ^^^


Alika yang melihat jika Dafa hendak menolak untuk mengantar dirinya,akhirnya ide jahil pun muncul dalam benak nya.


"Aku sebenarnya takut Ma,untuk pulang sendiri tapi apa boleh buat jika dia tidak mau mengantarkan aku bisa apa," ucap Alika yang wajahnya dibuat sesedih mungkin.


Mirna yang tak mau menantunya sedih langsung menatap tajam kearah Dafa,ia tak ingin anaknya itu menjadi pria yang tak bertanggung jawab.


"Kamu bangun terus anterin menantu Mama,atau Mama sama Papa akan marah besar kekamu!" Ancam Mirna.


"Astaga Mah,anak kamu itu aku atau bukan sih?" Kesal Dafa.


"Heii kamu pikir Mama bakal masih menganggap kamu anak jika kamu kasar kepada menantuku?" Tanya Mirna setengah teriak membuat mereka menjadi bahan tontonan semua orang.


Dafa yang sudah malu dari tadi dan sangat kesal kepada Alika,langsung menarik tangan gadis cantik itu agar ikut dengannya.


"Ayo jalan!" ucap Dafa dengan nada yang berat tapi dengan senyum yang terpaksa.


Mirna dan Bey tampak tersenyum senang,karena melihat tingkah dari pasangan dihadapan mereka. Jika sekarang belum ada rasa cinta,maka tak ada salahnya kan mendekatkan mereka dahulu.


"Pa,semoga mereka berdua bisa berjodoh ya agar kita cepat punya cucu," ujar Mirna pelan.

__ADS_1


"Iya Ma,Papa setuju semoga mereka cepat halal agar tidak cekcok terus seperti tadi," Bey menimpali.


"Ayo masuk ular sanca yang sukanya berbelit belit," omel Dafa.


"Heii ular pyton yang sukanya menyenggol nyenggol,tak perlu kau katakan aku sudah tahu," gerutu Alika tak kalah sengit.


"Dasar ular Sanca!" Kesal Dafa.


"Dasar Ular python berkeket keket," Ucap Alika tak kalah sengit.


Akhirnya setelah perdebatan panjang dan menyebutkan segala macam umpatan kebun binatang,keduanya kini tengah dalam perjalanan menuju rumah Alika.


Sepanjang perjalanan hanya tatapan kebencian antara keduanya,padahal author sudah bilang awas Benci dan cinta itu beda tipis lho.🤣🤣


"Mimpi apa bisa ketemu wanita seperti ini," batin Dafa dalam hati.


"Heii Sanca,dimana rumahmu?" Tanya Dafa.


"Belok kekiri terus kekanan mentok depan itu,python." Sahut Alika tak mau kalah.


"Kau tak punya panggilan lain untukku?" Tanya Dafa kesal.


"Kamu juga sama siapa suruh memanggilku seperti tadi,ya aku sesuaikan saja biar sama," ucap Alika ketus.


"Ahhh Tuhan tolong turunkan perompak dijalan,agar wanita ini lenyap dari muka bumi ini," gumam Dafa yang masih bisa didengar Alika membuat wanita itu menatap tajam kearahnya.


"Kamu pikir aku sudi dekat denganmu,lama lama kulitku yang putih mulus ini terkena jamur karena terkontaminasi dirimu," ejek Alika kesal.

__ADS_1


Sungguh cobaan terburuk dalam sejarah...


"Sebenarnya rumahmu itu dimana hah,dari tadi hanya belok kiri terus kanan putar samping belok belakang?Aku ini seorang CEO terkenal bukan sopir pribadi mu!" Kesal Dafa.


"Idih jangan bangga dengan status kamu,aku salah satu wanita yang tak bernafsu mendengarnya," sindir Alika santai.


"Ya Tuhan,Sanca tolong bilang yang betul dimana rumah kamu!" pinta Dafa gemas dengan sikap so cuek milik Alika.


" Didepan yang ada mobil Biru digerbangnya," ujar Alika pelan.


"Tunggu dulu mobil biru,ahhh itu kan mobilnya Raka ngapain coba dia disini," gumam Alika yang berusaha tak menitikan air matanya dan berakhir jarinya meremas ujung bajunya sendiri.


Benar terjadi Raka kini berdiri disamping mobil itu,dan menatap sendu kearah rumah megah milik Alika.


"Sanca sudah sampai,Ayo turun!" usir Dafa.


Namun Alika sama sekali tak menanggapinya,.membuat Dafa kesal dan hendak memarahinya tapi tak jadi karena melihat bahu Alika yang bergetar.


"Heii kamu kenapa?" Tanya Dafa sambil mencoba untuk menggoyang bahu Alika saya ulangi ya menggoyang bahunya bukan orangnya 🤣🤣.


Pandangan mata Alika hanya tertuju pada pria yang sedang berada dihadapannya kini ,Dafa yang mengikuti arah pandang Alika akhirnya mengerti kondisi yang ada.


'Dia kekasihmu?" Tanya Dafa pelan yang hanya direspon dengan gelengan kepala oleh Alika.


"Terus kenapa kamu menangis?" Tanya Dafa bingung.


"Dia selingkuh,bhaaaa aku patah hati," Ujar Alika sendu sambil menarik lengan baju yang Dafa pakai untuk membersihkan cairan dihidungnya..

__ADS_1


Cantik sih tapi sayang jorok..


__ADS_2