MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 98


__ADS_3

Dika benar-benar kebingungan harus menjawab apa Ketika istrinya sudah berbicara secara Ketus seperti itu, Padahal tadi maksud dirinya baik tidak ada yang yang nyeleneh kemana-mana hanya saja tanggapan ama emak pasti bawaannya selalu Emosi tidak pernah benar yang namanya kaum pria.


Mirna yang dari tadi ingin berkomentar banyak mengurungkan niatnya itu ketika melihat Dika dan Alice sudah berdebat sengit, Padahal tadi dirinya tidak bermaksud untuk provokator tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi ya tinggal di Hadapi Saja.


Bey yang melihat istrinya sudah terdiam menjadi tidak tega lagi jika ikutan memarahinya, digenggamnya tangan wanita yang sangat ia cintai itu mencoba untuk memberikan kekuatan agar tidak terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak.


" papa, apa Mama tadi terlalu nyolot ya sampai itu si Dika sama Alice berantem? padahal maksud Mama kan baik karena merasa cemas dengan menantu kita ya akhirnya keceplosan berbicara seperti itu, tapi kalau tahunya Jika seperti begini Mama tadi memilih untuk diam saja deh tidak ingin berbicara panjang kali lebar karena sama saja nanti alas kali tingginya salah besar? "lirih Mirna pelan karena bingung harus berkata apalagi ketika suasana di dalam jam pesawat yang Mereka tumpangi tampak sunyi senyap maklumlah orang kaya mah Sejak kapan berpergian nya rame-rame.


Bey hanya bisa tersenyum karena dirinya tidak mungkin ikutan menghakimi sang istri , Wajar saja kan mereka melakukan hal itu jika menyangkut keselamatan orang yang paling mereka sayangi. jadi otomatis di ambil Sisi positifnya saja bahwa segala sesuatu masalah Tidak melulu hanya bisa diselesaikan dengan emosional, Karena semua itu memerlukan pemikiran yang lebih jernih agar nantinya tidak gegabah mengambil langkah untuk menentukan baik tidaknya sebuah masalah yang sedang kita hadapi.


" Mama masih marah karena tadi papa sudah mengatakan hal seperti itu, Jangan marah lagi ya maafin Papa karena tadi sudah mengatakan hal yang tidak-tidak?" lagu Judika Yang merasa tak tega melihat wajah frustasi sama istri tapi dengan tampang kesal dan dirinya yakin itu semua pasti karena ulahnya tadi.


" apakan tahu Mama orangnya tidak suka marah tapi kenapa sih Papa ngajak berdebat nya di saat yang seperti begini, Ini masalah penting loh papa menyangkut Putri kita. ksihan Dafa pasti sedang bingung harus mengambil langkah seperti apa, makanya Mama tadi itu kayak orang stres ngomongnya ngelantur?" Ketus Alice ketika suaminya itu seolah tak memahami apa yang sedang ia pikirkan sekarang.


ketika sedang menghadapi semua masalah usahakan semua orang yang berada di dekat kita ada yang bisa berpikiran jernih karena jika tidak bisa dipastikan semua langkah yang diambil bakalan Serba Salah.


" Lis, kamu udah pernah ke sini belum, aku kita dari tadi belum sampai-sampai apa pesawat Ini lagi parkir di udara atau pilotnya lagi lagi tidur?" tanya Mirna bahkan tidak sadar dengan pertanyaan konyol nya itu membuat suasana yang tadinya panik sedikit mencair karena semua orang pada senyum-senyum sendiri.


" kamu itu kalau ngomong bisa tidak jangan seaneh itu, Coba saja kamu bayangkan kalau sampai pesawat terbang parkir di udara kira-kira menurut kamu Nyawa semua orang bakalan tertolong atau tidak? aku saja sampai bingung Kok bisa sih kamu ada pemikiran seperti itu, panik sih boleh tapi harus waras juga kan?" tanya Mirna yang berusaha menahan senyumnya membuat Alice akhirnya tersadar jika tadi memang dirinya sudah sedikit ngelantur Ketika memberikan pertanyaan.


" iya juga ya kenapa sampai aku bisa punya pemikiran seperti begitu, tapi kalau dipikir-pikir juga kalau sampai hal itu terjadi kira-kira lahan parkir mereka memerlukan berapa banyak ya?" semua manusia paruh baya yang berada di situ sudah tidak tahu lagi harus menjawab apa mereka memilih diam karena sama saja jika dipikirkan Kayaknya sampai tahun baru Cina kembali lagi tidak akan bisa menjawab Soalnya aneh pertanyaan yang dilontarkan lebih tepat dengan kata unfaedah.

__ADS_1


" aku kayaknya nyerah deh dengan pertanyaan kamu itu, soalnya dulu waktu sekolah sudah capek berpikir Terus sekarang masa iya harus capek lagi?" jawaban yang diberikan oleh Mirna membuat semua orang manggut-manggut karena memang benar dulu waktu sekolah sudah capek berpikir coy masa iya sekarang harus berpikir lagi.


sedangkan Alika benar-benar mengeram kesal dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Raka padanya itu, siapa yang tidak kesal ketika Apa yang dilakukan orang yang pernah berhubungan dengannya di masa lalu tidak mencerminkan sikap yang menghargai dirinya?


" Kamu ini sebenarnya harus aku bicara pakai bahasa apa lagi sih biar paham, atau aku harus pakai bahasa Wonderland biar sikap kamu yang model seperti binatang itu tahu apa yang aku maksudkan?" tanya Alika sinis ketika Raka yang tidak peduli sama sekali dengan permintaannya dari tadi.


Raka tetap pada kemauannya dari awal yaitu tidak akan mengembalikan Alika kepada siapapun, meskipun itu termaksud suami dan keluarga Alika sekalipun. karena bagi dirinya kemauannya itu mutlak dan tidak ada salahnya meskipun Alika merengek sebagaimana rupa tapi pria itu tetap Kukuh pada kemauannya.


" Bagaimana kalau kita menikah secara diam-diam saja dulu, nanti kalau kamu sudah resmi bercerai dari pria itu barulah kita berdua menikah secara sah?" perkataan Raka itu sontak membuat Alika membulatkan matanya sempurna Demi Tuhan yang kekal Kok bisa ya ada orang segila itu? dirinya saja tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu malah Raka mengatakan hal itu secara enteng seolah tidak ada beban yang dirinya nya hadapi.


" kamu tidak salah akan berbicara seperti itu, Kamu sakit atau apa kok bisa-bisanya menyuruh aku dengan tanpa memikirkan Perasaanku kamu seolah-olah tanpa beban begitu?" tanya Alika sambil setengah tertawa.


" iya kan poliandri tidak dilarang kecuali kita menikahnya di sini, aku ikhlas loh dengan senang hati menerima kamu tanpa berkomentar panjang lebar. Tapi kenapa kamunya menolak hal itu memangnya ada yang salah dengan perkataanku, kamu pernah melihat ada seorang pria yang ikhlas seperti aku tidak ada kan?" tanya Raka membuat Alika benar-benar ingin sekali menghabisi pria itu hanya kasihan tangannya tidak terbebas sama sekali.


" Terserah kamu mau bicara apa yang penting Intinya cuma satu keputusanku sudah bulat kita bakal pergi ke luar negeri dan menikah di sana, aku tidak peduli dengan semua penolakan yang kamu katakan Karena bagiku keputusanku yang harus menjadi mutlak di sini bukan keputusannya kamu!" tegas Raka tak ingin dibantah sama sekali padahal apa yang dia inginkan itu tidak disetujui sama sekali oleh Alika.


" Lebih baik aku mati daripada harus berhubungan dengan pria yang tidak punya hati seperti kamu, Aku bukan anak kecil yang bisa saja kamu perintah Sesuka Hati? karena aku wanita bersuami dan tidak mungkin melakukan hal konyol seperti yang kamu katakan tadi, suamiku adalah pilihanku karena dia adalah pria yang bertanggung jawab dan tidak asal mengumbar auratnya di manapun ia suka. bukan seperti pria yang kerjaannya hanya mengurus daerah ************ tanpa peduli dengan dampak akibat yang dialami, padahal apa sih kurangnya tinggal menunggu saat halal saja baru melakukan hal itu tapi tetap saja kan tidak ada perbedaannya karena semua sudah terjadi?" Raka tertegun mendengar apa yang dikatakan Alika barusan ternyata memang kesalahan yang ia lakukan selama ini fatal sampai-sampai Alika terlihat begitu kecewa dan tiap kali membahas soal masalah mereka berdua pasti bawa-bawa nya selalu ke arah yang sana.


" maafkan aku karena sudah melakukan sesuatu yang menyebabkan kamu terluka, tetapi jujur aku selama ini menahan ya agar tidak merusak kamu. makanya orang lain selalu ku jadikan pelampiasan, tapi selalu saja nama kamu yang menjadi prioritas untukku ingat setiap kali melakukan hal itu!" ujar Raka lirih karena memang apa yang ia katakan itu sangat benar dirinya selalu menyebut nama Alika ketika melakukan penetrasi hingga membuat para wanita yang dibawa kukungan nya merasa emosi.


" Ya tetap saja cara yang kamu lakukan itu salah! Menurut kamu aku ini wanita apaan, sampai ketika melakukan dosa hanya nama aku Yang diingat. padahal aku tidak melakukannya sama sekali berpikir saja tidak, apalagi melakukan hal menjijikkan seperti itu!" Raka sudah kebingungan harus menjawab apa Karena rasa penyesalan itu selalu datangnya belakangan dan dirinya baru mengetahui Permata Indah yang berada di hadapannya kini ternyata sudah tidak bisa ia gapai lagi Namun karena ego di atas segala-galanya membuat mengakui hal itu tidak pernah ia lakukan.

__ADS_1


" Maafkan Aku karena aku tetap pada pendirian awal ku yaitu kita bakal menikah, kalau memang kamu tidak berani berbicara kepada pria itu biar aku yang bicara untuk mengijinkan kamu bersatu denganku kembali. aku bakal bayar berapa pun yang pria itu inginkan bahkan semua harta pun akan aku berikan yang penting dia mengembalikan kamu kepadaku.


Alika ingin muntah mendengar apa yang dikatakan oleh Raka barusan ternyata ada pria yang rasa percaya dirinya mengalahkan Burj Khalifa..


" Kamu pikir aku bakal menyerahkan istriku kepadamu, sampai dunia ini Kembali ke jaman air bahkan itu tidak bakalan terjadi karena dia hanya milikku dan selamanya akan tetap seperti itu!" tegas Daffa yang baru masuk di dalam ruangan itu menggunakan kunci cadangan yang dia minta dari pengelola hotel dan semua itu ia dapatkan tidak dengan kesusahan karena mr.kim selalu berada disampingnya.


" Apa Anda masih membutuhkan bantuan saya tuan Daffa, kalau tidak saya bisa mengundurkan diri karena ada hal penting yang harus saya lakukan sekarang ini!" pamit mr.kim.


" Terima kasih banyak Mr Kim, karena atas bantuan Anda saya bisa dengan mudah menemukan istriku. sekali lagi terima kasih banyak, dan Anda boleh pergi karena nanti sisanya saya bakalan mengurusnya!" sahut Daffa dengan perasaan lega tetapi sepeninggal pria Korea yang membantunya itu tatapan Dafa berubah menjadi mematikan.


belum lagi amarahnya tambah memuncak ketika melihat keadaan Alika yang tengah diikat Di sebuah kursi, kalau dirinya yang sedang berfantasi untuk melakukan hal mesum segalanya Ya tidak masalah tapi ini lain ceritanya ada pria lain yang mencoba menguasai istrinya bahkan melakukan sesuatu yang tidak dibenarkan sama sekali.


" Mas, kamu kok bisa tahu aku ada disini, Wah kamu memang pria terhebat yang pernah aku temui karena dalam waktu tidak lebih dari 2 jam sudah tahu keberadaanku?" Alika sengaja memanas-manasi Raka agar sadar jika sekarang posisi Daffa lebih dari segala-galanya dalam hati Alika.


" ralat perkataan kamu sekarang juga karena aku yang paling terbaik dari semuanya, apalagi dengan pria ini dia bukan siapa-siapa dan tidak ada ukurannya denganku!" tegas Raka yang benar-benar tak ingin Alika memuji orang lain selain dirinya pria itu bahkan mengepalkan tangannya hingga jari-jarinya memutih mungkin karena terlalu saking kesalnya.


Daffa melangkah secara perlahan, karena dirinya juga harus mewaspadai takutnya Raka bakalan mencelakai alihkan yang jarak keduanya lebih dekat.


" tetap berhenti di tempatmu ada Jangan coba untuk maju lagi, karena jika tidak aku bakalan nekat melakukan hal yang tidak-tidak dan yang tidak pernah kamu bayangkan sama sekali!" ancam Raka yang Bahkan terlihat sudah memegang kuat pergelangan tangan Alika bisa dipastikan kalau itu sudah meninggalkan bekas yang berwarna merah.


"Awww, Hei pria gila apa yang kamu lakukan? apa tidak puas selama ini sudah bergonta-ganti wanita dan aku tidak pernah melarang ataupun mengganggu kesenanganmu itu, Jadi kenapa kamu malah mengganggu pernikahan kami yang Bahkan tidak merugikan siapapun ataupun menyakiti siapapun?" Malika masih berusaha mengalihkan perhatian Raka agar Dava bisa melumpuhkan pria itu karena jika tidak bisa dipastikan Jari tangannya bakalan lepas karena genggaman tangan Raka yang begitu kuat.

__ADS_1


" aku sudah ngomong kan dari awal kalau terpaksa melakukan hal ini hanya karena kamu, tapi kenapa kamu seolah menulikan telinga dan tidak mengakui hal itu itu kalau memang aku salah Ya semua orang kan butuh pengampunan?" tanya Raka yang masih berusaha membuat Alika berubah pikiran di menit-menit terakhir seperti begini.


" Memangnya kamu bisa menjanjikan apa kesetiaan, kan atau kau hanya obral doang dan tidak bisa dipercaya sama sekali? maaf Aku bukan anak kecil yang bisa saja kamu bohongi ataupun kamu pakai dengan kata-kata manis seperti begitu?" Alika sinis sambil menatap kearah Raka yang seolah menyadari jika kini Dafa sudah berada tepat di hadapannya dan akhirnya sebuah bagaiman tahun masuk tempat sempurna di pelipisnya.


__ADS_2