
Alika benar benar tak habis pikir dengan sikap Daffa itu,padahal dirinya hanya tak enak hati pada Deka karena masa ada wanita tapi malah membiarkan pria yang melayani mereka kalau di restoran sih tak masalah.
"Kamu Kenapa,kok bisa bisanya berbicara seperti itu ke menantu Mama?" Alika keduluan start dari Mirna karena wanita Paruh baya itu sudah menanyakan apa yang ada dibenak menantunya.
"Kenapa apanya,memang nya ada yang salah denganku ?" Tanya Daffa heran.
" sudah tahu salah pakai nanya lagi, dasar manusia paling aneh di jagat raya ini bisa-bisanya melakukan sesuatu yang tidak tidak? " Sungut Mirna kesal.
Daffa memilih auto mengalah karena sudah dipastikan dirinya pasti bakalan salah lagi, padahal hanya ingin protes Ketika istrinya menaruh perhatian kepada pria lain namun masih saja dianggap itu terlalu berlebihan.
" Ya sudah kalau begitu Silakan diminum Usahakan kalau mau tambah bikin sendiri ya soalnya aku udah malas perintah sana-sini akhir-akhirnya juga pasti bakal salah lagi! " cara Dafa yang menyuruh Semuanya minum seperti begitu membuat Alice tersulut emosinya karena merasa tak ada sopan sopan nya.
" dasar menantu tidak tahu sopan santun masa ia menyuruh orang tua minum tapi gayanya seperti begitu, itu Kalau tidak ikhlas Bilang saja biar kamu sendiri minum supaya lambungkan untuk umat penuh nya minta ampun!" Ketus Alice kesal.
" salah lagi Memangnya kapan sih aku benarnya?" Dafa dalam hati.
semuanya tergelak tertawa ketika melihat wajah yang arogan itu mendadak berubah jadi kesal, padahal biasanya ada apa yang selalu memarahi orang lain tapi kali ini terlihat lebih berbeda yaitu orang lain yang balik memarahinya.
" Jangan gitu dong masa hanya segitu doang kamu marah-marah padahal aku yang mendengarnya saya tidak terlalu yang gimana, jadi sebagai seorang suami kamu harus strong dong jangan malu-maluin di depan istri sendiri?" goda Alika membuat Daffa mendengus kesal.
" Ya jelas kamu biasa-biasa saja orang aku yang dikerjain di sini, Lain kali itu harus membela suami ketika dijatuhkan harga dirinya secara langsung di hadapan kamu? bukannya malah menambah bumbu biar tambah sedap jadi tidak terima dong akunya, maunya datang hanya melakukan hal yang tidak-tidak sudah dituduh selingkuh eh akunya berkomentar sedikit salah!" seolah sedang meluapkan isi hatinya Daffa memasang wajah cemberut nya di hadapan sang istri.
Ketika masalah mereka sudah selesai berbeda dengan Raka, yang tengah dipusingkan oleh hal yang ia lakukan sendiri. padahal sebenarnya dirinya tidak meminta lebih hanya menginginkan Alika, akan tetapi seolah merupakan kenyataan yang ada jika wanita itu sebenarnya tidak bisa ia gapai lagi.
" kapan aku bisa keluar dari sini aku mah jangan bilang nanti Daffa bakal melakukan hal yang lebih gila lagi dan alhasil aku tidak bakalan bisa pulang? Oh Tuhan kenapa sih melakukan hal yang menurut aku benar tapi bagi mereka itu selalu salah, aku saja sedang kebingungan letak kesalahanku itu di mana tapi mereka semua seolah tidak memahaminya?" gumam Raka monolog sambil duduk di sudut ruang tahanan yang terdiri dari beberapa orang namun dirinya mana nyambung dengan mereka orang bahasa mereka kan bahasa Korea.
Abang Raka mah tenang aja tuh si ayang Bebeb Deka sedang menuju ke situ untuk membuat kamu dibuang ke Benua Antartika menjadi warga barunya penduduk Eskimo, kalau nanti sudah ketemu sama beruang kutub yang warnanya pink kasih kabar ke author juga ya biar rame rame ke situ.
berbeda dengan Ana dan Alan yang tengah berdebat karena pria itu dari tadi menguntit dirinya, Padahal Ana sebenarnya sedang bekerja dan tidak melakukan hal neko-neko lainnya Tapi masih saja Alan menurut curiga padanya seolah dirinya sedang berbuat hal yang tidak-tidak.
__ADS_1
" kamu bisa tidak masuk duduk di ruangan aku saja dan tidak menggangguku saat bekerja, kalau kamu seperti begini terus pekerjaanku Bukannya ada selesai malah tambah menumpuk dan juga semua pelanggan bakalan kabur?" tanyaan Ana Yang Tak habis pikir dengan gaya pemikiran Alan yang terasa seperti overprotektif padanya.
" ya Mana bisa aku duduk tenang di dalam ruangan kamu tapi kamunya melayani tamu dengan senyum senyum seperti itu, aku kan tidak suka dan ingin memantau secara langsung jadi jangan pernah kamu melarang hal itu dong!" tegas Alan yang bukannya mengerti malah bertambah nyolot membuat Ana hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
" Kalau begitu kamu pulang dong pergi ke perusahaan kamu biar melakukan pekerjaan yang ada faedahnya tidak seperti begini, menurut kamu Masa Iya melayani tamu dengan wajah marah-marah yang ada semua pelanggan bakalan kabur?" sinis Ana kesal.
" kalau mereka kabur lebih bagus dong Siapa suruh keganjenan ke kamu sudah tahu kamu itu pacarnya aku, masih saja melakukan hal yang tidak tidak membuat aku emosi saja untung juga tidak ku hajar?" apa yang Alone katakan itu membuat Ana tak percaya sama sekali.
" kamu kok bisa ya punya pemikiran seperti itu Menurut kamu ini restoran aku bangun pakai daun, jadi tidak perlu diurus ataupun di hargai semua usahaku itu? jarang loh ada tempat yang rame terus seperti begini, Kamu bukannya mendukung aku malah menjatuhkan mental aku secara tidak langsung! " tanya Ana Tak habis pikir dengan sikap Alan yang sepertinya tidak ingin dirinya berinteraksi dengan dunia luar.
Alan mendengus kesal karena Lagi Dan Lagi Ana selalu menyalahkan dirinya dengan permintaannya yang menurutnya itu biasa saja, salah jika seorang kekasih meminta sesuatu yang seperti begitu kepada kekasihnya sendiri?
" Kamu sebenarnya menganggap aku ini apa, padahal sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang aku katakan tadi? kalau saja dalam pikiran kamu itu kepedulian terhadap aku lebih dari segala-galanya, pasti paham dengan maksud yang aku katakan tadi tidak malah menyalahkan aku seperti Tengah mengekang kamu supaya Jangan bergerak bebas? " Ana pasrah ketika melihat Alan sudah dalam mode serius.
" Ya sudah aku tidak bakalan senyum sama orang lain aja aku bakal datar saja bila perlu biar aku yang menjaga di kasir saja, kamu juga tidur sama masuk kedalam ruangan ku dan berdiri saja di sampingku agar semua orang tahu bahwa Ana itu miliknya Alan dan Alan adalah miliknya Ana!" mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu Alan langsung tersenyum senang karena memang itu yang ia harapkan dari tadi hanya saja Ana nya yang terlambat peka sehingga membuat drama harus terjadi dulu baru Akhirnya bisa indah pada waktunya.
" Ya Tuhan bos kita tuh So sweet banget sih meskipun rada-rada galak, semoga OTW pelaminan biar ada anggaran makan rendang sama sate gratis!" ujar Reni pelan membuat Andi yang berada di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" jangan memalukan kayak emak-emak setiap kali kalau mau pergi acara selalu bawa kantong kresek, biar kalau pulang ada saja makanan yang dibawa alasannya Kasihan anak sama suami kelaparan karena ditinggal pergi!" ledek Andi membuat Reni mendengus kesal.
" Eh kenapa jadi kamu yang ngegas suka-suka aku dong kalau minta Makannya hanya itu saja, Lagian aku itu masih tersegel belum tersentuh jadi mana ada anak sama suami di rumah?" Reni tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Andi sampai keduanya tidak sadar jika dari tadi Anna Tengah menatap ke arah mereka.
" sudah capek kerja?" tanya Ana yang sedikit merubah aksen bicaranya membuat Andi dan Reni langsung menjawab tanpa menoleh ke arah sumber suara.
" sudah!" sahut keduanya kompak.
" Kenapa tidak mengajukan resign saja biar cari pegawai yang lain, soalnya saya bisa tekor kalau semua pegawainya hobi hanya bergosip tapi kurang kerjanya?" sontak membuat Andi dan Reni menoleh dan melihat Ana Tengah berdiri menatap tajam kearah mereka dengan bersedekap dada.
" Waduh Bu Bos maaf tadi itu hanya lagi pengenalan karakter, tidak ada maksud yang lain kok ya kan Andi?" Reni berusaha meminta pertolongan kepada pria yang berada di sampingnya itu yang tengah menunduk juga.
__ADS_1
" loh kamu kok malah tanya ke saya, Bukannya tadi kamu lebih dulu yang mengajak saya buat gosip? jadi jangan cari teman dong kalau berbuat kesalahan, saya dari tadi kan cuma diam saja tidak ngomong banyak!" perkataan Andi itu membuat Rini mendengus kesal sedangkan Anna hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" beginilah negara kita setiap Melakukan kebaikan selalu berbondong-bondong angkat tangan untuk memamerkan diri, tetapi jangan coba-coba melakukan kesalahan lalu secuil saja mereka bakalan mundur secara teratur tanpa mau memberikan pertolongan sedikit!" Sindir Ana lalu segera menuju ke meja kasir dan jangan tanyakan lagi keberadaan alam di mana tentunya pria itu ada di belakang kekasihnya layaknya perangko.
" aku ngapain Di Sini mungkin melakukan hal yang berguna begitu, atau kamu yang hitung uang terus aku yang catat pemasukannya hari ini!" pinta Alan karena tidak mungkin dirinya hanya dijadikan manekin berdiri tanpa mau bertindak sedikitpun lama-lama Ana bisa-bisa Jengah dan mendepak dirinya dari situ.
" Baguslah kalau kamu sadar diri tidak hanya mengganggu pekerjaanku saja, itu bukunya untuk pemasukan ada di sebelah sana ingat kamu jangan sampai melakukan kesalahan? dan disitu juga Aku ingin melihat Sebenarnya kamu itu datang ke sini ada kegunaannya atau tidak, Kalau tidak ada lebih baik kamu pulang ke rumah orang tua kamu di Kanada dan jangan pernah menggangguku lagi!" Alan membulatkan matanya sempurna mendengar perkataan Ana barusan Apa hubungannya dengan hal itu coba.
" kamu tega menyuruhku pulang sedangkan Kamunya masih ada di sini, Kamu kan tahu kalau aku pulang ya Kamu juga harus ikut tidak mungkin dong kita LDR an? Aku tidak bakal mau kalau sampai hal itu terjadi, karena pasti rasanya bakal menyiksa seperti nano-nano begitu!" ucap Alan membuat Ana sudah tidak ingin lagi berdebat dengan pria itu karena akhirnya menyahut nya itu pasti kebanyakan nyeleneh.
Tanpa mereka sadari dan ketahui jika sebenarnya Andra dan Lia bermaksud untuk melihat keadaan restoran Putri mereka, ketika suami istri itu sudah berada di depan pintu mereka terkejut ketika melihat Alan yang dari tadi berdiri di samping Ana di meja kasir.
" papa, dia kan katanya pemilik salah satu cabang perusahaan yang ada di kota ini? kok bisa-bisanya yang menempel ke anak kita seperti begitu, artinya kalau begitu dia kesini hanya modus doang atau apa coba?" tanya Lia kepada suaminya.
" dia memang kok mah ada perusahaan disini kita kan juga kerjasama sama dia, hanya Biarkan saja Mungkin dia tidak ingin anda dilirik sama pria lain atau dia lagi free jadi mau menemani Ana?" sahut Andra santai tapi berbeda dengan Lia yang sangat tidak menyukai tingkah laku Alan yang terlihat berlebihan menurut nya.
" Tapi tetap saja itu kan berlebihan papa, sama saja tidak memberikan kepercayaan kepada Ana!"Ujar Lia.
" mereka sudah besar tahu melakukan mana yang baik dan yang buruk mereka juga sudah bisa membedakan mana hal yang memalukan dan tidak, tinggal Bagaimana kita menyikapi semua itu dan membantu mengarahkan ke jalan yang seharusnya meski tidak 100%!" Andra masih tetap saja bersikap optimis karena baginya urusan anak muda zaman sekarang itu lebih ribet daripada zaman dulu.
Lia dengan langkah yang cepat langsung berdiri tepat di hadapan anda dengan Alan yang tengah sibuk mencatat di meja kasir, keduanya bahkan tidak sadar jika dari tadi sedang ada dua pasang mata yang menatap kearah mereka heran.
" sayang, ini kan aku sudah menghitung jumlah pemasukan yang bulan lalu Yang belum sempat kamu periksa. nanti aku taruh di meja kamu biar kamu sesuaikan dengan data yang ada agar tahu berapa selisihnya, setelah itu kita keluar cari makan yuk Apa kamu tidak lapar dan bosan jika hanya berada di tempat ini saja?" tanya Alan memberikan saran bukannya dijawab oleh Ana melainkan Lia yang menyerobot secara langsung.
" Ya jelas dia tidak bakalan bosan lah Di Sini, mana pernah ada pemilik restoran bosan dengan makanan yang ada di restorannya dan memilih makan di tempat lain yang ada hanya mengeluarkan biaya dan ongkos?" Ketus Lia membuat Ana dan Alan berjingkat kaget karena suara wanita yang cempreng itu tanpa menghiraukan keadaan sekitar.
" alamak mama, kenapa sih datang-datang masuk ngegas untung juga jantung kita nggak copot keluar kalau tidak sudah almarhum dadakan?" Alan Tak habis pikir membuat Lia menatap tajam ke arahnya.
" kamu berani sama saya, kamu mau saya pecat jadi calon menantu? atau Kamu mau saya seret kamu keluar dari tempat ini sekarang juga, kurang ajar sekali lho kamu sama orang tua tidak ada sopan-sopan nya sama sekali !" sungut Lia sambil menunjuk kearah Alan membuat pria itu bergidik ngeri ternyata calon mertuanya itu adalah sosok yang sangat menyeramkan ketika marah.
__ADS_1