MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 174


__ADS_3

Arin ingin sekali menghajar sahabat nya itu karena sudah berani macam macam padanya,sebab dari tadi itu dirinya sudah mengatakan kebenaran tapi masih saja tidak percaya.


"Kenapa bengong,katanya tidak penting jadi bodoh amat?" Tanya Arin seraya tersenyum mengejek.


Diana mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Arin barusan,padahal sekarang orang yang membuat dirinya terkejut sudah berjarak hanya 5 kaki.


"Eh burung mandar brengsek suka nya bikin onar,kamu pikir aku peduli dengan apa yang kamu katakan?" ketus Diana yang ingin sekali mengangkat koper nya dan di banting tepat di atas kepala Arin yang sangat menyebalkan itu.


"Kalau aku Mandar itu artinya kamu bangau,panjang hanya leher doang tapi tidak ada guna nya sama sekali!" sindir Arin tak mau kalah.


"Kamu itu jadi orang kok menyebalkan sekali sih,sampai menyamakan aku dengan bangau yang jelek rupa itu?" Sungut Arin tapi Diana memilih bodoh amat.


Karena menurut nya masa iya Ahmad saja tidak pusing masa iya dirinya yang harus mumet memikirkan semua nya.


"Haiii,cerewet!" sapa Deka membuat Diana mendengus kesal sedangkan Arin hanya bisa cengengesan doang.


"Mau ngapain kesini,ganggu orang saja?" Tanya Diana ketus.


"Cieee sok jual mahal nih Ye?" Goda Arin membuat Diana melototkan matanya karena kata kata provokasi milik Arin itu.


"Lho ini kan Bandara jadi terserah dong siapa saja mau kesini,walau hanya numpang buang angin doang?" Tanya Deka dengan nada yang begitu santai.

__ADS_1


"Ya sudah duduk di tempat lain kan masih banyak yang penting jangan disini,aku itu bisa gila kalau melihat kamu yang hanya menjadi perusak suasana saja!" usir Diana sambil mengibaskan tangannya agar Deka menjauh.


"Aku nyaman disini saja soalnya tempat lain takut nya pesona ku bakal membuat para wanita jadi bingung memilih arah,kalau disini kan hanya ada nenek sihir yang sukanya melihat orang dengan tatapan yang begitu mengerikan?" Sindir Deka santai tapi berbeda dengan Diana yang seolah merasa siap meledak suatu waktu.


"Cukup sudah,Rin ayo kita pindah!Sebelum ku telan semua orang yang ada di bandara ini hidup hidup,setelah itu aku buang mereka yang sudah tidak berbentuk lagi." teriak Diana sambil menarik tangan Arin agar ikut dengan nya tak peduli dengan Tatapan semua orang yang memandang heran kearah nya.


"Astaga Yana,kenapa jadi kayak anak kecil gini sih?Terserah dong si Om nya mau duduk dimana,selagi kita tidak merespon maka pasti dia bakal capek sendiri." Ujar Arin yang tidak habis pikir dengan sikap berlebihan Diana itu yang terlihat begitu tidak menyukai Deka.


"Apa saya kelebihan ganteng atau apa ya,sampai kamu segitunya kalau berdekatan dengan saya?" Tanya Deka dengan penuh percaya diri membuat Diana ingin sekali muntah karena sikap Deka terlalu Lebay.


"Ganteng dari belakang doang tapi dari depan adalah musibah,syukur juga kalau laku coba kalau tidak di diskon pun orang tidak bakal mau!" Sinis Diana bukan membuat Deka marah malah bertambah gemas dengan wajah cemberut wanita itu.


"Stop sudah aku sudah tidak sanggup!' Sarkas Diana penuh emosi dan segera pergi dari situ berjalan sambil menyeret pergi koper nya dari jangkauan Deka karena sudah membuat dirinya capek.


Sedangkan Deka menatap sendu kearah Punggung Diana yang sudah semakin menjauh,siapa sih yang tidak bakal stress dan kecewa ketika di tolak dengan tanpa perhitungan sama sekali.


"Jangan dilihat saja Om,nanti kalau semakin jauh bakal lebih susah untuk menjangkau nya!" Ujar Arin pelan.


"Apa kekurangan saya Ya,sampai dia tidak mau mendekat kearah Saya apalagi menatap dengan tatapan yang begitu manis?" Tanya Deka pelan membuat siapa saja yang melihat nya pasti bakal merasa kasihan dan juga Iba.


"Sebenar nya Om itu punya nilai Jual yang begitu tinggi,hanya saja mungkin cara pdkt nya yang tidak sesuai keinginan Diana membuat dia itu selalu terlihat kesal. Jadi saran saya lebih baik Om lebih sabar lagi,dan juga jangan patah semangat siapa tahu besok lusa dia bakal langsung luluh!" Arin segera pergi dari Deka karena takut Diana bakal berteriak hingga membuat seisi Bandara gempar kan tidak lucu.

__ADS_1


"Apa katanya tadi,memang nya aku ini barang jadi harus punya nilai Jual yang tinggi?" Tanya Deka sambil menunjukan kearah dirinya sendiri.


Diana mendengus kesal ketika melihat Arin sudah berjalan kearah nya,karena wanita itu selalu saja ramah pada Deka dan dengan jelas merupakan orang yang paling ia benci.


"Kenapa lihat lihat,kamu cemburu karena gacoan kamy lebih nyaman sama aku?" Tanya Arin yang pura pura ingin memanasi Diana agar tambah kesal.


"Ah tidak juga sih aku malah setuju kalau kamu sama dia soalnya kalian berdua lebih cocok sama sama menyebalkan,hanya saja nanti Cecep Masduki untuk aku saja ya soalnya serakah lho kalau dua dua nya di embat juga?" Tanya Diana sambil menaik turunkan alis nya membuat Arin menatap tajam kearah nya.


"Enak saja kamu kalau ngomong,pokok nya aku tidak akan kasih Ayang Cecep ku kepada siapapun. Kalau kamu mau ambil tuh si Om,aku mah ikhlas 150% karena tidak minat!" Pinta Arin membuat Mood Diana kembali mantap karena sudah tidak ada yang menggangu dirinya lagi.


"Eh kamu tidak minat kah sama Si Om tampan itu,coba saja kalau aku masih single pasti bakal sudah jatuh cinta sama dia?" Tanya Arin tapi Diana pura pura tidak mendengar nya karena sama saja hanya bikin sakit kepala jika meladeni orang yang selalu cari masalah seperti Arin itu.


"Kalian mau pulang?" Tanya Deka lagi yang tidak peduli jika selalu di tolak oleh Diana karena bagi nya salah satu sifat pria sejati yaitu pantang mundur sebelum dapat.


"Astaga Aselole tambah boleh! Kamu itu kenapa sih selalu saja menggangu ku,apa sudah tidak ada kegiatan lain lagi selain hal ini?" Tanya Diana mendesah frustasi.


"Apa kamu tidak kasihan melihat aku diantara orang asing,padahal ada saudara sebangsa dan setanah air?" Tanya Deka memelas membuat Diana merasa jengkel karena Deka yang tiba tiba berubah jadi aneh itu.


"Memang nya kamu pikir aku ini pekerja sosial,jadi harus memikirkan perasaan orang lain yang jelas jelas tidak ada untung sama sekali dengan ku?" Tanya Diana sinis.


"habis mau bagaimana lagi kalau perasaan aku itu berat nya sama kamu,mau dibawah ketempat lain rasanya sudah susah sekali." Sumpah demi apa jika Diana adalah Emak berdaster sudah kukarungin abang Deka agar tidak pindah ke lain hati.

__ADS_1


__ADS_2