MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 201


__ADS_3

"Om,kalau mau melamar anak orang itu kira kira dong,masa iya seperti lagi mau pergi beli minyak goreng?" Tanya Arin heran sekaligus panik.


Begitupun dengan yang dirasakan oleh Deka,pria itu pun merasa hal yang sama dengan apa yang terjadi pada Arin.


"Aku juga bingung kenapa dia tiba tiba bisa pingsan seperti itu,apa dia punya kelainan jantung?" Tanya Deka penasaran.


Arin menatap ketus kearah Deka yang terlalu enteng menghina teman nya itu,padahal selama ini yang ia tahu jika Diana merupakan orang yang memiliki sehat jiwa dan raga.


"Eh Om kalau ngomong tuh sadar dong,jangan asal nyeplak saja dong! Biar bagaimanapun ini semua gara gara Om,nanti kalau Keluarga Pelangi mengamuk nanti Om yang bakal tanggung jawab lho?" Ujar Arin sambil memasang wajah kesal nya.


"minggir kamu Si Drama Queen,hobinya hanya buat panik orang lain saja!" Sungut Deka lalu segera mengangkat tubuh Diana untuk diletakan di atas Sofa.


Arin segera berlari menuju kedalam kamar untuk mengambil Minyak angin yang waktu itu sempat di lupakan oleh Mala.


"Ini Om tolong gosok di perut sama kepala nya!" perintah Arin.

__ADS_1


Deka menatap tak percaya ke arah Arin yang malah memberikan perintah sangat tidak masuk akal,nanti saat dia melakukan hal itu dan malah membuat Diana bangun dan marah marah kepadanya.


"Kamu yakin menyuruh ku melakukan hal itu,nanti kalau dia bangun terus mengamuk gimana?" Tanya Deka memastikan.


"Ishhh Om jangan kebanyakan berfikir deh,nanti kalau terlambat terus dia kenapa napa kan bisa berabe?" Sungut Arin dan langsung mendorong tangan Deka agar jangan terlalu banyak berpikir.


Deka enggan tapi bukan kah ini namanya kesempatannya dalam kesempitan,jadi selagi ada kesempatan kenapa tidak digunakan?


"Tapi nanti kamu yang tanggung jawab,kalau sampai dia marah marah kepadaku nanti!" Tanya Deka memastikan membuat Arin mendengus kesal.


Baru saja Deka sudah menuangkan minyak angin di telapak tangan nya,belum juga menyentuh ujung kulit Diana eh sang empunya sudah bangun.


"Om mau apa?" Tanya Diana heran membuat tangan Deka mengambang begitu saja di udara.


"Yah kamu sudah bangun padahal tadi itu...

__ADS_1


Deka langsung menatap tajam kearah Arin yang pasti bakal ember dan mengatakan hal yang tidak tidak,padahal sebenar nya Arin hanya mau mengatakan hal yang lain nya.


"Ah ini hanya mau memukul nyamuk yang nakal ke kamu dari tadi,tapi seperti nya sudah pergi jadi aku kedapur dulu!" pamit Deka yang sengaja berbohong.


Diana menatap kearah minyak angin yang sedang berada tidak jauh darinya,membuat gadis itu menatap heran kearah nya.


"Ini bukan nya minyak yang nenek pakai untuk hewan piaraan nya,kenapa bisa di sini?" Tanya Diana heran.


"Lho itu bukan nya Minyak angin Nenek yang ketinggalan,karena bau nya sama malah yang ini lebih sedikit baik?" Tanya Arin heran.


"Eh lain kali tuh baca baik baik dulu jangan asal ambil,untung juga aku tidak di pakaikan tadi kalau tidak bisa berabe?" ketus Diana membuat Arin hanya bisa menghela nafas nya kasar karena tadi Deka tidak sempat menggosokan benda cair itu kepada Diana.


"Syukurlah tadi tidak sempat!" Gumam Arin lega.


"Apanya yang tidak sempat?" Tanya Diana heran.

__ADS_1


__ADS_2