
HAII READER KU TERSEYENG
MAAF YA SEKARANG JARANG UP...
SOALNYA NIH TANTE CORONA TAMBAH PARAH...
SALAM SEHAT...
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Raka kini sudah berada disalah satu Klub malam yang terkenal,memang benar pria satu ini jika menyangkut masalah area bawah pasti selalu didepan.
Kalau ibarat motor ganti oli mesinnya tambah awet,berbeda dengan Raka kalau kasih keluar santan mesinnya tambah keras.
"Dimana wanita pesanan saya kemarin?" Tanya Raka kepada manager Klub itu.
"Wah Tuan Raka anda tenyata tak pernah melewatkan ya kalau soal begituan?" Goda pria yang biasa disapa Om Dewok.
(Biarlah namanya om dewok daripada Om Bewok😂)
"Haha kamu tahu saja,kalau itu makanan utama." Sahut Raka sambil tersenyum.
"Haii Beb," sapa seorang wanita yang memakai pakaian setengah jadi atau mungkin kehabisan bahan.
"Oh shit,ternyata kamu sungguh sangat menggoda," ucap Raka yang matanya langsung berbinar melihat Suzy.
__ADS_1
Tanpa ia sadari jika ditempat itu ada Dafa dan Deka,yang sedang menemui klien mereka yang katanya ingin bersenang senang juga.
"Tuan bukankah dia itu kekasih dari Nona Alina?" Tanya Deka setengah berbisik.
"Oh ya,aku tahu tapi kayanya mereka sedang bertengkar!" sahut Dafa yang mengingat pertengkaran Raka dan Alina yang berakhir salam tempel bibir dengannya.
"Wah ternyata dia nakal juga ya Bos?" Tanya Deka pelan.
"Kamu bisa diam tidak?" Bentak Dafa yang ternyata sedang fokus melihat semua perbuatan Raka.
"Maaf Tuan Adrian,apa anda juga ingin mencicipi salah satu wanita disini?" Tanya Dewok yang ternyata sudah berada disamping Dafa.
Siapa sih yang tidak bangga ketika seorang pengusaha muda dan berbakat datang ketempatnya.
"Saya mau kamu suruh wanita yang bersama pria itu,untuk pulang sekarang.Dan satu lagi jangan ijinkan para pekerja wanita disini melayaninya malam ini," ucap Dafa sambil menunjukan jarinya kearah Raka.
"Saya akan bayar berapapun,tapi yang penting pria itu malam ini main solo saja," ucap Dafa sambil tertawa dalam hati.
"Baik Tuan,saya akan laksanakan," Ucap Dewok semangat.
"Maaf Tuan Raka,soalnya saya lupa tadi kalau Suzy sudah dibooking diluar dan orangnya sudah menelpon tadi," bohong Dewok sambil memberikan kode kepada Suzy agar paham.
"Lha mana bisa begitu,saya sudah jauh jauh datang mempertaruhkan nasib cinta saya hanya untuk malam ini. Terus kamu dengan mudahnya mengatakan itu,nanti si joni mau dikasih makan apa," Tanya Raka frustasi.
"Sebaiknya anda pulang saja,terus bermain lima jari pake sabun pasti maknyus," ujar Dewok memberikan saran.
"Ah tidak bisa seperti itu,tidak ada suzy karina pun jadi ." Ujar Raka antusias.
__ADS_1
Sementara itu Dafa dari sudutnya hanya tersenyum,melihat Raka yang antusias karena malam ini pinggulnya tak bisa digoyang.
"Aduh bagaimana ya,emm tapi semua wanita disini malam ini sudah dipake semua," bohong Dewok lagi.
"Stop Sudah kamu jangan bicara lagi,lebih baik saya pulang." Kesal Raka lalu pergi dari situ karena gagal sudah mimpi untuk kedunia fantasinya malam ini.
Dewok menunjukan jari jempolnya,karena berhasil menuruti kemauan Dafa.
"Ayo pulang," ucap Dafa yang sudah tak peduli dengan keberadaan Kliennya yang dari tadi sedang beraksi liar dengan wanita tepat di samping Dafa.
"Haii Tuan saya kosong lho malam ini," goda Suzy sambil membusungkan dadanya kearah Dafa.
"Kamu mau godain saya?" Tanya Dafa datar.
"Saya yakin tuan pasti ingin merasakan bermain dengan saya kan?" Tanya Suzy.
"Enyah kau dari hadapanku sebelum kupatahkan tangan laknatmu itu," ucap Dafa yang memasang tatapan tajamnya.
"Heii Suzy kamu kok bisa punya pikiran seperti itu,asal kamu tahu tuh orang tidak akan pernah tergoda meskipun kamu bugil sekalipun," jelas Dewok.
"Ihh jangan sampai tuh orang nggak normal?" Ucap Suzy sambil bergidik ngeri.
"Hush jaga bicara kamu,ayo kembali bekerja," perintah Dewok.
"Tuan anda mau saya antarkan kemana,ke rumah utama atau ke Apartemen?" Tanya Deka memastikan.
"Kerumah utama,soalnya tuh nyonya rumah mau bicara apa tadi!" sahut Dafa santai.
__ADS_1